Dooooooooooorrrrr......
Praaaaaaaaakkk..
Dooooooorrrrrrrrr.....
Di mana ini? Ada apa di luar? Aku terbangun dengan perasaan takut. Terdengar suara keras di langit di luar ruangan. Menggema. Apakah dunia sedang berperang? Perang dunia ke III? Atau ke IV?.
Aku adalah seorang entah manusia atau makhluk apa namanya. Yang pasti aku tinggal di planet bernama Bumi. Aku selalu mengalami tidur panjang. Tak tentu seberapa lama aku tertidur. Di mana tempat aku bangun. Selalu berpindah-pindah. Dan sekarang aku terbangun. Entah sudah berapa lama aku tertidur. Terakhir kali aku bangun adalah di akhir tahun 2002. Dan kembali tidur 4 bulan setelahnya.
Suara di luar masih berantakan. Ramai. Kadang ada suara seperti tembakan. Ah mungkin hanya petasan. Kadang suara mesin-mesin yang aku kenal sebagai suara motor terdengar bersahutan. Ada apa ini? Tahun baru? Atau benar-benar tengah terjadi peperangan? Aku masih berusaha untuk menyadarkan secara utuh tubuhku. Jiwaku juga.
Ruangan ini... Aku pernah mengenal ruangan ini. Seorang teman pernah membawaku kemari. Ketika aku terbangun di awal tahun 2003. Doooooooorrrrr.. Ah sepertinya itu hanya suara petasan. Mungkin orang-orang sedang menyambut tahun baru. Seperti tahun baru 2002. Memang banyak petasan. Aku mencoba untuk berdiri. Mencari sesuatu yang bisa aku kenakan. Ah ada lemari baju di pojok ruangan. Semoga saja ada pakaian yang seukuranku. Dan memang ada beberapa pasang pakaian di sini.
Aku berjalan menuju satu-satunya pintu di ruangan ini. Berhasil. Aku berhasil keluar dari ruangan ini. Ada sebuah televisi masih dalam keadaan on. Tapi tidak ada siapa-siapa di sini. Oh, aku berada di sebuah rumah. Sebaiknya aku keluar rumah. Bergabung dengan orang-orang yang sedang merayakan tahun baru.Beruntung sekali aku bisa bangun di perpindahan tahun. Sebelumnya sih ramai dan asyik.
Baru saja aku melangkahkan kaki keluar rumah. Sebuah sepeda motor yang melaju kencang hampir menyerempetku. Sial, orang-orang semakin gila saja membawa kendaraan. Aku melangkah perlahan-lahan. Masih harus menyesuaikan tubuh. Banyak sekali orang di luar sini. Ramai. Langit malam pun begitu meriah. Kembang api di mana-mana. Senang sekali.
Terus aku menyusuri jalan ini. Di depan sana semakin ramai kelihatannya. Banyak kendaraan lalu lalang. Benar saja. Orang-orang sedang berpesta. Mereka berpasangan menggunakan motor. Orang-orang yang sedang duduk di pinggir jalan juga ramai. Akan menjadi malam yang sangat meriah sepertinya.
Aku mencoba menghampiri seseorang yang tengah asyik duduk di trotoar sendirian. Ku ajak untuk sedikit berbincang. Tapi kuurungkan niatku. Orang itu sedang sibuk bersama handphone-nya. Ayo cari lagi yang lain. Aku palingkan mataku ke sebelah kanan. Ada sekumpulan orang juga. Tapi mereka semua sedang sibuk dengan handphone-nya masing-masing. Ada apa ini? Aku perhatikan sekitar. Semuanya sedang menunduk. Semuanya sibuk sendiri-sendiri. Dengan handphone di tangannya. Aaah, orang-orang sudah berubah. Mungkin aku terlalu lama tidur.
Di langit masih penuh dengan kembang api. Tapi orang-orang di darat tak ada yang berbincang satu sama lain. Bahkan berbicara pun tidak. Mungkin aku harus mencari handphone untuk berbincang dengan mereka.
Aku arahkan badanku menuju satu warung. Penjaga warung pun asyik dengan handphone. Aku membeli sebungkus rokok. Sebelumnya aku temukan uang dengan jumlah yang tidak terlalu sedikit di saku celana yang aku pakai. Si penjaga warung hanya mengambil uang dariku kemudian memberikan sebungkus rokok. Menatapku saja bahkan tidak dia lakukan. Aku bertanya tentang tahun berapa sekarang. Dia menjawab, "2012". Hanya itu saja.
Tidak terlalu lama aku tertidur. Tapi perubahan orang-orang cepat sekali. Aku perhatikan orang-orang berkendara dengan acuh. Sangat gila. Sebaiknya aku kembali ke rumah tempat aku terbangun. Barangkali si tuan rumah sudah ada. Aku menyebrang jalan dengan sangat hati-hati. Tiba-tiba ada suara decit mobil dari jauh. Hampir saja aku tertabrak. "TOLOL!" terdengar teriakan dari dalam mobil. Orang-orang di sekitar menatapku. Terdengar mereka juga meneriakkan kata yang sama.
Takut. Aku berlari sekencang-kencangnya. Menghindari tatapan-tatapan tajam orang-orang yang meneriakki aku tadi. Aaaahh, sangat berbeda dengan 9 tahun yang lalu. Akhirnya aku sampai di rumah. Masih tak ada orang di tempat ini. Aku kembali masuk ke ruangan tempat aku terbangun. Menyalakan rokok dengan tangan bergetar.
Sebatang rokok habis. Aku mulai kembali tenang. Ada apa ini? Seharusnya ketika tahun baru orang-orang kan senang. Bergembira. Bahkan berpesta. Tapi di luar sangat berbeda. Suara kembang api masih meriah. Rokok kedua aku bakar. Sayup-sayup terdengar suara takbir. Iya, takbir! Tapi kecil sekali suaranya. Kalah oleh suara kembang api. Biasanya takbir ketika sedang merayakan lebaran. Begitu sepengetahuanku.
Aku mencoba lebih memusatkan pendengaranku ke suara itu. Iya, memang benar suara takbir. Dari masjid biasanya.Tapi suara kembang api dan raungan mesin kendaraan lebih terdengar jelas. Ini lebaran atau tahun baru? Masih bingung. Baru kali aku dibuat bingung ketika terbangun. Dari keadaan orang-orang yang sibuk dengan handphonenya sendiri, orang-orang berkendara semakin gila, orang-orang yang meneriakki ku tolol hingga suara takbir yang seperti sedang bertarung dengan suara kembang api.
Semisalnya ini adalah tahun baru, kenapa orang-orang bertakbir? Bukankah ketika terbangun sebelum sekarang, orang-orang tidak ada yang di masjid ketika tahun baru tiba? Tapi kenapa orang-orang tak bahagia dengan tahun baru? Atau ini memang malam lebaran? Tapi suara kembang api lebih ramai daripada suara takbir. Bahkan orang-orang terlalu banyak di jalanan. Sepertinya masjid juga sepi. Tak terdengar nyaring suara takbir di masjid. Bingung.
Bingung. Orang-orang di tahun ini membuatku bingung. Sedang merayakan apa sebenarnya? Dan ada apa dengan orang-orang? Tak terasa aku sudah menghabiskan rokok ke lima. Aku bakar saja rokok ke enamku. Ketika rokok mulai terbakar, BAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAMMMMMMMMMM... Suara kencang, dindingpun bergetar. Tak ada suara apa-apa lagi di luar. Itu adalah suara terakhir yang aku dengar.
Aku keluar dari ruangan ini. Dinding-dinding rumah yang sebelumnya kokoh sekarang rata dengan tanah. Asap mengepul di mana-mana. Hanya tersisa ruangan yang aku tempati saja. Gempa bumi! Gempa bumi menjadikan malam ini sunyi seketika. Terlihat ada koran di kakiku. Aku baca pada headline koran itu, judulnya "Selamat Hari Raya Idul Fitri". Ah, tadi adalah perayaan malam lebaran.
Cepat sekali gempa bumi meratakan tanah dan membuat bumi menjadi sunyi. Tak ada lagi keramaian. Dan tak berapa lama terdengar suara orang bertakbir. Entah dari mana suara itu.
Allaahu akbar.. Allaahu akbar.. Allaahu akbar.....
Laa - ilaaha - illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil - hamd.
Semakin lama takbir itu semakin kencang suaranya. Aaaah, rupanya hatiku yang sekarang mulai bertakbir. Di tengah kesunyian.