Tampilkan postingan dengan label Kasih Sayang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kasih Sayang. Tampilkan semua postingan

20130821

Ini adalah Kisah Tentang Seorang Perempuan

Ini adalah kisah tentang seorang perempuan
...
Pada kabut dititipkannya peluk
Pada matahari terbit menyimpan hangat
Pada setiap jejak langkah terselip rindu
...
Mengisi dialog pada waktu yang kosong
Menjadi senandung indah pada setiap keramaian
Mengirimkan teduh ketika terlelap
...
Ini adalah kisah tentang seorang perempuan

20130411

Tentram, Selalu Lebih Tenang!

"Aa, jangan pernah menggunakan kekuatan Aa sebagai manusia untuk berjuang. Selalu minta bantuan kepada Alloh, ya Sayang Ibu? Berdoa. Insya Alloh bisa, A.
-Ibuku tercinta-
 

20110528

Untukmu, Edelweiss ku

Belaian tanganmu dikepalaku , laksana angin yg menyejukkan disiang hari
Tatapan matamu bagaikan pohon rindang yang meneduhkan padang rumput

Sejujurnya, aku rindu tatapan takut dari matanya
Karena tatapan itu yang memaksaku harus lebih kuat dan tangguh

untuk saat ini, bisa ada di sampingmu hanya sebuah angan,
Bahkan untuk menatapmu saja, aku harus bermimpi terlebih dulu

Malam ini, telah tercipta sebuah lagu untuk mengobati kerinduanku
Klasik memang, karena itu hanya sebuah lagu cinta

Lagu cinta yang penuh dengan kerinduan,

dulu adalah kenangan, saat ini harus di hadapi, nanti adalah tanda tanya. .

Malam menuju pagi, tapi alunan gitar ini semakin terdengar jelas namun lembut,
Selamat tidur keindahan yang pernah hinggap di hidupku. .

Selamat tidur bunga kecil yang selalu tumbuh di jiwaku. .

20110509

Surat Cinta Untuk Calon Istriku

Surat Cinta Untuk Calon Istriku
Teruntuk,
Wanita yang paling kucintai setelah ibu


Hai puanku, bila saatnya tiba kau baca surat cintaku ini, aku hanya berharap esok hari saat dimana kau kecup punggung tanganku untuk yang pertama kali di hadapan penghulu, para saksi, orang tua kita, saudaramu, saudaraku, sahabatmu, sahabatku, adalah simbol cintamu yang akan selalu ada disisiku sampai Izrail menghampiri kita.

Perempuanku, jangan kaget bila aku menuliskan surat cinta ini jauh dari hari saat kau membacanya. Saat aku belum melihat paras cantikmu, saat aku belum mengenal akhlak muliamu, saat aku belum tahu namamu. Jangan khawatir sayang, dulu kita sudah bertemu. Saat di alam ruh. Allah telah memilihkan kamu untuk menjadi istriku, saat empat bulan masa kandunganku di dalam perut ibu. Sejak saat itu namamu sudah disandingkan di sebelah namaku. Sejak saat itu aku sudah mencintaimu.

Cantik, selain mahar yang kau minta saat pernikahan kita. Aku ingin berikan kau satu lagi: sebuah mukjizat Nabi terakhir. Alquranul Karim, yang akan selalu kau baca dengan suara merdumu, sebagai pelepas lelahku sepulang aku bekerja. Alquranul Karim, yang akan kau ajarkan betapa indah lantunan ayat - ayat suci kepada anak - anak kita nanti. Alquranul Karim, yang akan kau baca tepat disampingku nanti, saat aku terkulai lemah tak lagi berarti walau hanya untuk menjentikan jari. Alquranul Karim, yang akan selalu kau bawa dan kau baca tepat di samping nisanku nanti apabila Izrail menjemputku lebih dulu. Tetap bacakan untukku walau seayat sayang, aku pasti akan merindukan suara bidadariku bernyanyi: Kau mengaji.

Sayang, mungkin aku tak lebih hebat dari ayahmu dalam menjagamu. Aku tak segagah ia melindungi dirimu, mempertahankanmu dari para pria yang menginginkanmu darinya, termasuk aku yang akhirnya ia percayakan sebagai penggantinya untuk menjagamu. Tapi puanku, percayalah. Kaulah alasanku untuk belajar menjadi pria yang kuat. Pria yang rela walau harus sampai mati melindungimu, demi menjaga hatimu, kehormatanmu juga ragamu. Dinginnya malam sekali pun tak akan aku biarkan mengigit kulit indahmu sayang.

Cinta, izinkanlah akau saat esok hari, sebelum kuucapkan ijab qabul pernikahan kita yang disahkan para saksi, kulantunkan selarik ayat suci: An Nisa. 34, sebagai janjiku yang akan selalu melindungimu atas nama laki - laki. Sebagaimana Allah telah mewahyukan ayat itu kepada Muhammad nabi kita.

Hei wanitaku, saat kau sudah menggenapkan agamaku nanti, sesudah kau amini Al-Fatihahku yang pertama kali, setelah pertama kalinya kau cium tanganku selepas sholat, aku ingin saat itu kau selalu jadi pengingatku. Aku hanya manusia yang terkadang lupa, sering melakukan salah, dan laki – laki yang tak peka seperti wanita. Sekali kau memohon: ‘Maukah kau lakukan itu untukku?’ Demi apa pun, apalah arti dunia jika aku melihat air matamu. Kan kulakukan sepenuh hati hanya untukmu hei Batariku.

Hei bidadariku, aku berjanji.Tanpa sedikit pun aku menentang hal yang pernah dilakukan Rasulullah. Saat kau menjadi istriku nanti, akan kujadikan kau satu – satunya di dunia dan akhirat. Seperti halnya Sayidina Ali Radliallahuanhu menjadikan Fatimah Az Zahra satu – satunya bidadari bumi yang dimilikinya.

Kasih, tenanglah. Saat aku telah menjadi imammu nanti, tak akan pernah berhenti aku mencari rezeki. Selama masih keluar keringat kuperas dari tubuhku, selama masih kuat kubanting tulang punggungku, aku akan terus menafkahimu. Tak akan kubiarkan kau dan anak – anak kita kelaparan dan kehausan. Kupastikan kalian tak akan pernah kekurangan cintaku, sayang.

Jelita, kalau boleh aku meminta. Aku menginginkan putri yang menjadi buah hati kita yang pertama. Kita didik ia menjadi anak yang shalehah, dan kan kutanam sekeping jiwamu pada dirinya. Agar apabila nanti kau dipanggil lebih dulu oleh Pemilikmu yang sebenar – benarnya, aku masih bisa melihat kamu dalam diri putri kita. Dan aku ingin putra kita hanya terpaut satu tahun dengan kakaknya. Agar ia bisa tumbuh dewasa bersama saudari kandungnya. Dan akan kutempa dia agar menjadi pria yang kuat, bahkan melebihi aku. Agar apabila nanti aku yang kembali lebih dulu ke sisiNya, ia bisa menjaga ibu dan kakaknya seperti yang telah kulakukan dan kuajarkan kepadanya.

Manis, saat aku resmi menjadi suamimu nanti. Tak kan kulewatkan pagi tanpa mengecup keningmu yang harum. Kan kulakukan tiap aku hendak bekerja, atau tiap kali aku pergi meninggalkanmu. Dan akan selalu kulisankan tiga kata setelah bibirku ini meletakkan cinta di wajahmu: I love you. Dan tak akan kulewatkan pula detik berharga sebelum kau memejamkan mata, kembali kan kuletakkan cinta di kening atau pipimu. Aku tak akan bosan menciummu setiap hari, sayang. Seperti halnya nabimu juga nabiku yang tak pernah bosan melakukan hal romantis ini kepada istrinya setiap hari.

Batariku, aku tahu perjalanan bahtera kita tak akan selalu berlangit cerah. Syaitan pun tak kan pernah berhenti merusak hidup manusia sampai kiamat tiba. Maka ingatkanlah aku dengan kelembutan hatimu, agar tak ada hal lain yang kulakukan untukmu selain mencintaimu dan melindungimu. Sungguh aku tahu wanita itu tercipta dari tulang rusuk pria yang paling bengkok. Maka tak akan kupaksa ‘tuk luruskan engkau hingga patah, dan tak akan pula kubiarkan engkau tetap bengkok. Islam yang akan selalu menuntunku bagaimana seharusnya aku memperlakukanmu.

Sayang percayalah, aku akan selalu mencintaimu di tiap waktuku. Aku akan tetap menciummu, meski pipimu tak lagi sekencang dulu, meski keriput tlah menggarisi keningmu. Aku akan tetap membelai rambutmu, meski putih telah memakan habis hitamnya yang indah. Aku akan tetap memelukmu, meski bungkuk bdanmu dan ringkih tubuhmu, aku akan tetap memelukmu.

Berjanjilah cinta, apabila tiba saatnya Izrail memamerkan surga dan neraka di kedua sayapnya di hadapanku. Jangan pernah berhenti bisikkan nama Allah di telingaku, jangan pernah kau lepas genggaman tanganku dan jangan dulu jatuhkan air matamu sebelum malaikat benar – benar mencabut ruh dari ragaku. Sudah kubilang: Apalah arti dunia jika aku melihat air matamu.

Tenanglah kasih, batu nisan memang akan pisahkan dunia kita nanti, tapi dia tak akan mampu pisahkan cinta kita. Aku mencintaimu tak hanya di dunia.
Semoga Allah mengabulkan doa di tiap sujudku, agar pernikahan kita tak hanya dilanggengkan di dunia, tapi juga diabadikan di taman surgaNya. Amin…

Aku mencintaimu karena Allah, bidadari surgaku

Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6885577

Allah Turunkan Hujan Dari Gumpalan Awan

Berawal dari nyari-nyari lagu yang ada di Emak Ingin Naik Haji, aku jadi teringat sama lagu-lagu waktu kecil dulu.
Lagu-lagunya Hj. Neno Warisman yang bener-bener mendidik dan berkualitas dan juga menyenangkan. Mungkin ada juga kalo temen-temen yang seangkatan yang ngalamin masa kecilnya di taun 90-95 an yang inget sama lagu "Allah Turunkan Hujan". Atau pun "Masjid-masjid here I come" dan lain-lain...

Sumpah, kasian anak-anak jaman sekarang. Gak tau lagu-lagu bagus kayak itu.
Aku kasih link kalo ada yang mau download Allah Turunkan Hujan dan teman-temannya. Langsung di klik aja di sini : download.

A Ba Ta Tsa
Allah Turunkan Hujan
Always Remember
Assalamualaikum
Hello My Dear
Masjid Masjid Here I Come
Mengaji Dengan Senang Hati
Share Our Happines
Siapa Yang Mengajarkan
The Creator

Semoga lagu-lagu seperti ini kembali jaya untuk anak-anak Indonesia..



Sumber: http://siliaji.wordpress.com/2009/09/21/neno-warisman-aulade-gemintang/

Emak Ingin Naik Haji (Adegan Paling Menyentuh)

Aku sangat telat nonton Emak Ingin Naik Haji, cuman pengen share saja, ada satu scene yang bener-bener nyentuh di film Emak Ingin Naik Haji yang bikin aku netesin air mata. Di scene ini terlihat adegan emak sedang ngebenerin buku yang isinya tentang Mekkah. Terus terdengar backsound yang liriknya bener-bener ngingetin ke Ibuku sendiri. Di scene ini air mata yang sudah lama gak keluar, tiba-tiba keluar sendiri. Ya, tiba-tiba rasa kangen ke Ibuku sangat terasa di situ. Aku inget tentang Ibu yang selalu sabar kepadaku. Aku ingat tentang Ibu yang selalu terlihat tegar di hadapanku. Ibu Ibu Ibu, aku kangen Ibu, kangan Bapak, kangen Teteh. Sayang mereka juga.
Walaupun sebenarnya lirik tersebut bermakna tentang hubungan Alloh dengan hambanya, tapi entah kenapa malah kenanya ke sosok Ibu..

Best Scene for me:




Lirik Backsound di Emak Ingin Naik Haji, menit ke 00:40:25 - 00:43:41

Sejak dulu Kau telah jadi kasihku
Bayangan diri-Mu hiasi rinduku
Meski Kau berada jauh nun di sana
Sentuhan tangan-Mu kurasakan nyata
Hanya kasih-Mu
Hanya sayang-Mu, kuharap selalu
Hadir bersamaku, sepanjang hayatku
Imanku, keimananku lurus di jalan-Mu
Untuk menggapai-Mu
Itulah Doaku
Gambar hatiku, tarikan nafasku
.......

Mungkin ada yang tau judulnya?

20100303

Parents, Teenagers, and Birthday

Good morning ladies and gentlemen.

The honorable Mrs. Dedeh our beloved teacher.

And my dearest friends.

At the first place, permit me to express my appreciation to all of you and anyone else who is concerned with this activity for any effort you have done. For any fatigue you spent and for any single willing you have initiated. In this opportunity, I’d like to speak about “Parents, Teenagers, and Birthday”.

Every people who is gave birth will be have date of birth, month of birth, and year of birth. Almost all people say that with “birthday”. And the birthday will be special moment to waited for every people.

We want very special moment when we have birthday right? Especially when we have 16, 17, 18, and 19 years old. We want surprise right? Because when we 16, 17, 18, and 19 years old it’s a time when we feel a beautiful life with friend, intimate companies or close friend.

Because of that, will be appear some question, “What we want when we get birthday?” Maybe lot of people especially teenagers will be answer wit a lot of think. For example, some teenagers want to celebrate their birthday with their close friend or make some party with friends. And some teenagers will be angry if do not allow to celebrate their birthday.

But, just little bit of teenagers who answer want have birthday with parents. Why? Because a lot of people especially teenagers think if they most often with their friend than parents.

Have the teenagers or we thought, who is people who waiting at home when we go out with friends? Who is people who not sleep when wee back home late? Who is people which open the door when we don’t bring a key? The answer is mom, mom, and mom. Not friends or close friend.

Back to birthday, will appear question to, who is most happier when we gave born? Who is people with you when you gave born? Who is people who most survive for our birthday? Who is people who inform us about good and bad? The answer is not our friends, right? Not our close friend, right? Its mom, mom, mom and dad, dad, dad. But our parents is happier although we make birthday party not with their.

After we know that, have we greatful to our parents? Have we apologies to our parents? And we have say, “I love you, mom! ”, “I love you, Dad!” to our parents like we say I love you to our relationship?

Come on guys, parents love is for long time. When we back to home, say “Thank you , mom! Thank you, Dad!”, “Thank you for all, Mom and Dad!”, “I apologies for my mistakes.”, ”I love you”. And kiss their cheek. Do that every day, every night when you will go to bed. Do that every time when you can and have time. Eventhought by phone.

Thank you.





20100208

Ulang Tahun

Setiap orang yang dilahirkan pasti akan mempunyai tanggal kelahiran, bulan kelahiran, tahun kelahiran. Hal itu pasti akan menjadi momen spesial bagi orang yang mersakannya. Artinya setiap orang itu pasti pernah berulang tahun. Atau dengan kata lain adalah mengulang tanggal kelahiran yang telah dialami beberapa tahun yang lalu. Sekali lagi, hal itu pasti merupakan hari spesial dan hari yang benar-benar ditunggu setiap tahunnya.

Dari hari yang kita tunggu itu pasti ada sesuatu yang ingin sangat spesial yang ingin kita rasakan. Apalagi ketika mengulang tanggal kelahiran di tahun ke 16, 17, 18, 19. Tahun di mana kita benar-benar merasakan indahnya hidup dengan sahabat atau kekasih tercinta. Saya hanya baru mersakan indhanya di tahun ke 17.

Oleh karena itu, pasti akantimbul pertanyaan, apa sebenarnya yang ingin kita dapatkan di hari ulang tahun kita? Mungkin banyak yang menjawab ingin bersama dengan pasangan yang kita cinta, ingin bersama teman-teman yang selalu menemani setiap waktu, ingin pergi ke tempat yang belum pernah dituju, ingin membahagiakan teman-teman dengan mentraktirnya. Atau ingin harapan kita terwujud di ulang tahun, ingin mendapat kejutan spesial dan hal lainnya yang bersifat harapan indah.

Namun mungkin hanya sedikit diantara kita yang menjawab, ingin bersama Bapak dan Ibu selama satu hari penuh. Mengapa bisa demikian? Karena kebanyakan orang bepikir bahwa kita lebih sering berada bersama teman dibandingkan Ibu dan Bapak kita. Namun pernahkah kita berpikir bahwa sebenarnya siapa yang paling sering menunggu kita pulang ke rumah disaat kita bersama teman-teman? Siapa yang paling sering tidak tidur ketika kita belum berada di rumah hingga larut malam? Siapa yang akan membukakan pintu ketika kita tidak membawa kunci rumah saat pulang? Jawabannya pasti Ibu, Ibu, dan Ibu.

Kembali ke-Ulang Tahun, timbul pula pertanyaan:
1. Siapa yang paling bahagia ketika kita lahir beberapa tahun yang lalu?
2. Siapa yang menemani kita saat kita akan lahir?
3. Siapa yang paling banyak berkorban demi kita supaya dapat merasakan berulang tahun?
4. Siapa pula yang akan memberitahukan kita mana yang salah dan mana yang benar?

Jawabannya pasti lagi-lagi, Ibu,Ibu,Ibu dan Bapak.

Lalu siapa yang memberikan uang kepada kita untuk merayakan ulang tahun bersama teman-teman? Pasti Ibu dan Bapak kita. Mereka selalu ingin melihat kita bahagia. Ya, walaupun disaat kita ulang tahun, kita tidak bersamanya.

Setelah itu, apakah kita sudah berterima kasih kepada Ibu dan Bapak kita? APakah kita sudah mengucapkan Maaf kepada Ibu dan Bapak kita? Apakah kita sudah mengucapkan cinta kepada Ibu dan Bapak kita seperti kita mengucapkan cinta kepada pasangan kita?
Saya sendiri jujur masih malu untuk mengatakannya kepada Ibu dan Bapak.

Terima Kasih Ibu, Bapak..
Aku Mohon Maaf Ibu, Bapak..
Aku Cinta kalian..


Dan hari ini, Senin, 8 Februari 2010. Kakak saya Darayani Nurul Shabrina berulang tahun yang ke 20. Semoga menjadi orang yang berbakti kepada Ibu dan Bapak,bermanfaat dan Sukses selalu. Amin

SELAMAT ULANG TAHUN DARA !!!



20100129

Vierra - Rasa Ini

Ku tak percaya, kau ada di sini
Menemaniku, disaat dia pergi
Sungguh bahagia, kau ada di sini
Menghapus semua, sakit yang kurasa

Mungkinkah kau merasakan, semua yang kupasrahkan
Kenanglah kasih

Ku suka dirinya, mungkin aku sayang
Namun apakah mungkin, kau menjadi milikku
Kau pernah menjadi, menjadi miliknya
Namun salahkah aku, bila kupendam rasa ini

Patah Hati Berarti Mati?

Tulisan kali ini saya copy paste secara gamblang dari artikel yang teman saya tulis di sebuah notes di Facebook. Saya menilai bahwa tulisan yang teman saya buat cukup bagus. Walaupun bertemakan tentang cinta. Saya sudah mendapat ijin secara resmi dari penulis untuk menerbitkan karyanya di blog saya ini. Nama dari penulis artikel sekaligus teman saya adalah Cici Permadi .

Berikut di bawah ini adalah karya pendeknya.

Aku bikin note ini Cuma buat berbagi pengalaman bagi kalian yang mungkin sudah, sedang atau akan mengalami patah hati.. Note ini terinspirasi dari status-status temen aku d FB yang selalu mengungkapkan kesedihan karena di tinggal pacar atau di tolak cintanya…(waaahhh tragis).. aku menyelsaikan note ini selama 3,5 jam..(bayangin, lama bgt kan??? Jadi buat yang d tag baca ampe selese ya..)

Oke deh,, sista-sista dan agan-agan… let’s begin….

Ngomongin soal patah hati, pasti ga akan lepas dari yang namanya cinta. Kalo sudah ngomongin masalah cinta, pasti akan panjang nih ceritanya.. betul ga? Cinta sudah ada sejak zaman nabi adam, dan cinta akan terus ada sampai hari kiamat datang. Bahkan mungkin cinta tidak akan berhenti sampai hari kiamat saja, cinta akan berlanjut di kehidupan afterlife(kaya judul lagu kangen band aja afterlife,,eh, Avenged7fold maksudnya..hihihi). cerita cinta memang ga selamanya indah, ada yang berakhir dengan tawa, ada juga yang berakhir dengan linangan air mata. saya udah mengalami hal ini, sumpah sedih banget. Jangan mau deh patah hati.
Ada lirik lagu dangdut yang kaya gini nih

“lebih Sakit gigi, dari pada sakit hati ini”..

hmm.. ngedenger lagu itu dapat kita simpulkan bahwa sakit hati lebih sakit daripada sakit gigi.. (itu menurut si pencipt lagunya, ga tau tah siapa yang nyiptainnya).. tapi kalo menurut saya
“sakit hati lebih sakit daripada ga sakit hati”
(Hahahaha…ya iyalah.. heureuy wae ah XD)

Oke, next….

Berdasarkan pengalaman saya, kalo kita sudah terkontaminasi virus yang namanya PATAH HATI, hidup serasa mau kiamat, langit runtuh, bumi seakan gelap walaupun sebenarnya mentari tetap bersinar, hari-hari terasa sepi karena ga ada sang pujaan hati, hati ini tersiksa seolah kita terjangkit suatu penyakit misterius yang tidak akan pernah ada obatnya. Huft, kalau sudah gini seakan tidak ada gunanya lagi hidup dan hanya ingin mengakhiri hidup yang sangat menyedihkan ini(sifat lebay saya mulai muncul deh.wkwk)..
Apa emang bener begitu ?!?!?!?! Apa memang kita tidak bisa hidup tanpa dirinya sehingga kita harus mengakhiri hidup kita setelah ditinggal dia????? Apa iya patah hati bisa menyebabkan gangguan kehamilan, kanker dan janin(rokok kali..ahahaha)???? Bahkan sampai menyebabkan kematian????

Jawaban saya :

Siapa Bilang? Buktinya saya masih hidup dan masih bisa nulis artikel ini walaupun pacar saya yang saya cintai ninggalin saya.. jujur memang patah hati itu sangat menyakitkan.. saya rasakan itu.. tapi itu TIDAK menyebabkan GANGGUAN KEHAMILAN, KANKER dan JANIN ataupun KEMATIAN.

WAKE UP GUYS…! Ayo, dunia belum berakhir walaupun tanpa dia di sisi kita.. mentari akan tetap bersinar meski dia pergi meninggalkan kita…

Kalo kamu pikir setelah patah hati kudu mati, berarti pikiran kamu sempit.. Uda deh mendingan jangan dilahirin aja sekalian kalo pikiran kamu kaya gitu.. Cuma malu-maluin keluarga aja tau.. apa kata dunia coba kalo kamu nekat bunuh diri cuma gara-gara patah hati…? Yang pasti kamu cuma bakalan ngisi’in harian Kompas, PR atau Koran apalah asal jangan Lampu Merah aja.. di headlinenya bakal tertulis “SISWA SMA BUNUH DIRI DENGAN CARA LONCAT DARI PATUNG LIBERTY GARA-GARA PATAH HATI. Sambung ke hal 13.” (bukan cuma buat anak SMA aja sih,, ini cuma contoh). mending kalo bunuh dirinya loncat dari PATUNG LIERTY, agak keren kedengernya. Nah coba kalo kamu bunuh diri dengan cara masuk ke kandang sapi gila, sehingga kamu mati di injek-injek ma sapi gilanya ampe mati, malu ga keluarga kamu??? Masih mending kalo keluarga kamunya ga dendam ma sapi yang udah ngebunuh kamu. Nah Kalo keluarga kamu dendam ma sapinya, terus keluarga kamu ngebunuh sapi yang uda nginjek-nginjek kamu sampe mati, makin ribet aja urusannya.. keluarga kamu bukan cuma harus ngeluarin biaya buat nguburin kamu, tapi juga buat gantiin itu sapi yang uda di bunuh.. double deh ruginya kalo uda gini.. tapi masih mending juga kalo orang yang punya sapi’y mau menyelesaikan masalah dengan jalan damai(gantiin pake uang), gimana kalo pemilik sapinya pengen nyelesein masalah ini di pengadilan.. bisa di penjara tuh keluarga kamu.. makin gede aja deh dosa kamu uda bikin sengsara keluarga sendiri..

Gini ya para readers yang setia,, saya pernah baca bahwa cinta itu hanyalah naluri manusia. Bukan kebutuhan pokok seperti makan,minum dan bernapas.manusia akan mati kalo gak di kasih makanan dan minuman selama sebulan(seminggu juga mungkin uda mati deng) dan udara (Oksigen) selama 10 menit(manusia normal). Nah kalo rasa cinta ga terpenuhi, kita hanya akan merasa gelisah, ga sampe mati. Paling Cuma ga mandi selama 7 hari 7 malem(kalo aku tetepmandi sehari 2 kali ya), tidur ga enak, makan ga nafsu, pokonya ngapain aja ga enak deh. kamu jadi sendiri deh kalo uda gitu. Mana ada yang mau ngedeketin coba… bauuuuuuu ! XD kamu ga mandi selama 7 hari 7 malem sih. Wkwkwkwkw..

Let’s continue ah….jangan pada kabur dulu…

Menurut saya, Patah hati atau istilah gaulnya broken heart, bisa terjadi karena 2 hal yaitu diputusin pacar dan ditolak ketika nembak… saya uda ngalamin dua-duanya.. ditolak sama cinta pertama saya dan di putuskan pacar tercinta saya..haduuuuhh.. malang benar nasib saya… jangan sampai kalian memanggil saya Bapak Sakit Hati ya karena saya uda ngalamin kedua penyebab sakit hati itu..hihihihi…
Ada beberapa alasan pacar kita ninggalin kita, diantaranya udah ga cocok, pindah ke lain hati, ngerasa lebih deket sebelum pacaran sehingga milih jalan putus biar lebih deket, lebih pantas jadi kaka ketimbang jadi pacar, kita terlalu baik buat dia, bahkan ada yang mutusin tanpa alasan(huft, sakit banget pastinya nih). Begitu juga yang menolak.. banyak alasan yang mereka lontarkan ketika menolak kita.. hmm,,kita ambil contoh alasan waktu saya ditolak 5 tahun yang lalu ya.. meskipun uda 5 tahun berlalu, tapi kata-kata itu masih teringat jelas sampai sekarang(lebay mode :on)..

Saya ambil hp, terus saya kirim sms pada sang pujaan hati yang isinya gini:
“****(nama sang cewe), aku suka sama kamu. Kamu mau ga jadi pacar aku???”
(simple banget ya nembaknya?)
5 menit kemudian hp ku bunyi, aku langsung buka dan ternya balasan dari si dia. Isinya:
Cici, sebenarnya aku juga suka sama kamu, aku sayang sama kamu.. tapi kenapa kamu baru ngungkapin hal ini sekarang.. kamu telat Ci, sekarang aku udah ada yang punya... mungkin kamu juga kenal sama pacar aku yang sekarang, bahkan bukan kenal lagi, karena dia saudara kamu..dia *****(nama cowonya, aku ga bisa sebut di sini, coz dia juga punya FB)..

(I’m crying for the first time because of love T.T…langsung lagu ratu yang judulnya Teman Tapi Mesra playing…”Aku memang suka pada dirimu, namun aku ada yang punya, lebih baik kita berteman, kita berteman saja , teman tapi mesra.awawaw”) terlalu di dramatisir…hahaha..ga da lagu TTM’y kalo aslinya mah… Hmmm… setelah 5 tahun berlalu, kejadian itu terulang kembali,, I’m crying for the second time because of love.. tapi yang ini bukan d tolak, tapi di putusin... T.T eh, malah jadi curhat gini..hehehe

Ayo kita lanjutkan….

Ditolak ataupun diputuskan sama-sama menyakitkan… buat yang ditolak cintanya, kamu tidak salah menembak dia, mungkin dia memang bukan yang terbaik buat kamu, sehingga tuhan tidak mengijinkan dia bersama kamu. Buat yang diputusin pacarnya, kamu juga tidak salah menjalin hubungan dengannya. Mungkin dia hanya pelangi indah yang hanya sesaat menghiasi bumi, bukan bulan yang selalu menemani bumi dalam mengitari matahari…awawaw..puitisnya
bahasaku….XD
Now let’s see apa aja yang harus dilakuin kalo kita udah terlanjur patah hati…ada dua pilihan, mau mati ? atau mau bangkit dari THE DARK AGE ini dan melupakan yang sudah-sudah?
Kalo yang mau mati udah langsung aja masuk ke kandang sapi gila…! Kalo ga tau dimana kandangnya bisa hubungi saya.. Bagi yang mau bangkit dari THE DARK AGE,, saya punya beberapa tips berdasarkan apa yang sudah saya lakukan selama seminggu ini untuk bangkit dari THE DARK AGE… dan ini berhasil bagi saya.. mengurangi, bukan menghilangkan.. semakin hari keadaan saya semakin membaik..:)

Let’s see….

1. Berfikir realistis.. ini benar-benar terjadi pada kamu. Waktu tidak bisa di putar ulang. Mungkin Kamu belum beruntung.. Coba lagi, lagi dan lagi sampai kamu mendapatkan bulan yang akan selalu menemani kamu kemanapun kamu pergi…(sebagian kata psikolog yang masuk ke kelas saya).
2. Jangan mendramatisir keadaan.. hindari suasana yang membuat kamu menjadi mellow.. jangan dengerin lagu-lagu patah hati. Itu sama saja naburin sekarung garam ke perut kamu yang lagi di sobek…iiiiiihh,, bayangin gimana perihnya...inilah kesalahan yang saya buat ketika awal-awal saya diputusin pacar tercinta saya.. saya malah lebih sering dengerin lagu-lagu patah hati ketimbang lagu-lagu yang ngasih spirit… sampai akhirnya air mata saya keluar dari peraduannya..halaaaaaahh.XD
3. Hindari kegiatan menyendiri.. Cari teman-teman yang bisa ngasih MASUKAN atau SUPPORT yang bisa bikin kita bangkit lagi, bukan malah MENJERUMUSKAN. Kalo kamu minta pendapat k temen yang punya niat jahat (menjerumuskan), bukannya patah hati jadi ilang, yang ada malah numpuk kaya TPA sampah. Ampe busuk juga ga bakalan ilang tuh patah hati kalo kaya gitu. Saya suka cerita ke temen-temen saya dan itu ngefek banget..:)
4. Perbanyak kegiatan positif. Bayang-bayang si dia akan sering muncul ketika kita bengong. Selain itu juga , INGAT !!!!! bengong bisa bikin ayam tetangga mati…!(iklan apa ya? Lupa eung)wkwkwkw. Biar kita ga sering bengong, kita harus banyakin aktifitas kita. Renang dari jabar ke bali bisa. Lari marathon subang-Yogyakarta bisa. Nyangkul di sawah(bukan di stadion) bisa. Bakar rumah tetangga bisa. Perang boleh. Atau kegiatan yang paling positif mengaji juga boleh banget(bagi muslim).
5. Berdo’a… tuhan pasti akan memberi jalan keluar yang terbaik buat kamu…(:
Itu 5 hal yang sudah sudah saya lakukan…. Bagi kalian yang sedang patah hati patut di coba…TRUST ME… IT WORKS..

NB :
1. berhasil disini bukan berarti berhasil melupakan orangnya,,, tapi Cuma menghilangkan rasa sedihnya. Kalau orangnya jangan dilupakan.. jadikan lah dia sebagai kenangan indah di dalam hidup kamu.. percaya deh,, kalo kamu ingat masa-masa ketika bersama’y kamu akan merasa gimanaaaa gituu…
2. yang di tag di note ini tidak semua lagi mengalami patah hati. Ada yang lagi kasmaran mungkin, di terima atau juga masih bertahan sama pasangannya.


By : Cici Permadi #10
Glory for G_Squad….!




20100122

Jembatan !!

Aku mencari jalan bagaimana caranya memperbaiki suatu jembatan. Aku telah membuat suatu alat yang telah merusak suatu jembatan yang begitu kokoh sebelumnya. Alat itu telah membuat jembatannya hanya bisa dipakai sesekali. Jembatan yang sebelumnya begitu kokoh selama setahun lebih, harus dirusak oleh egoku sendiri. Kerusakan yang tidak bisa aku perbaiki selama setahun lebih juga.

Bukan! Bukan tidak bisa! Tapi tidak mau. Ego yang begitu besar telah menutup semua alat yang sebenarnya begitu mudah untuk memperbaiki jembatan itu. Ego yang terlalu melebihi ketulusan hati.

Apabila ego ini dibiarkan terus, jembatan itu semakin lama akan semakin rusak dan tidak akan bisa digunakan. Mungkin telat satu bulan saja, jembatan itu akan hancur. Ah, tidak! Satu Bulan terlalu lama. Jembatan akan semakin rusak. Tapi tidak mungkin juga dalam sekejap jembatan itu akan kembali normal. Akan butuh tahap. Selain itu, masih ada jembatan lain yang masih berfungsi walaupun sepertinya sebentar lagi akan sama nasibnya dengan jembatan yang aku rusak ini. Tapi kapan?

Setidaknya aku harus mencoba untuk memperbaiki jembatan yang aku rusak ini. Perbuatan itu berbanding lurus dengan tanggung jawab bukan? Lalu kenapa mesti menunggu satu tahun atau lebih untuk mempertanggung jawabkannya? Tapi bagaimana cara memulainya? Aku terlalu malu untuk memperbaiki jembatan itu. Apakah harus secara diam-diam? Disaat tidak ada orang lain yang didekat jembatan itu, maka aku dengan cepat memperbaikinya?

Aku terlalu malu untuk memperbaiki jembatan rusak ketika jembatan yang dipakai orang-orang masih berfungsi.

Lalu harus bagaimana? Apa cara yang paling bagus untuk memperbaikinya? Memulai memperbaikinya maksud saya.

Apakah kata MAAF dapat memulai memperbaiki jembatan yang rusak itu?



20091118

LUNAS??

Suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur. Ia menyerahkan selembar kertas yang telah ditulisinya. Setelah sang ibu mengeringkan tangannya dengan celemek. Ia pun membaca tulisan itu dan inilah isinya:

Untuk memotong rumput Rp. 2.000,-
Untuk membersihkan kamar tidur minggu ini Rp. 1.000,-
Untuk pergi ke toko disuruh ibu Rp. 500,-
Untuk menjaga adik waktu ibu belanja Rp. 1.000,-
Untuk membuang sampah Rp. 1.000,-
Untuk nilai yang bagus Rp. 5.000,-
Untuk membersihkan dan menyapu halaman Rp. 1.000,-
Jadi jumlah utang ibu adalah Rp. 11.500,-

Sang ibu memandangi anaknya dengan penuh harap. Berbagai kenangan terlintas dalam benak sang ibu. Lalu ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya. Dan inilah yang ia tuliskan:

Untuk sembilan bulan ibu mengandung kamu, GRATIS
Untuk semua malam ibu menemani kamu, GRATIS
Mengobati kamu dan mendoakan kamu, GRATIS
Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu, GRATIS
Kalau dijumlahkan semua, harga cinta ibu adalah GRATIS
Untuk semua mainan, makanan, dan baju, GRATIS
Anakku... dan kalau kamu menjumlahkan semuanya,
Akan kau dapati bahwa harga cinta ibu adalah GRATIS

Seusai membaca apa yang ditulis ibunya, sang anak pun berlinang air mata dan menatap wajah ibunya, dan berkata: “Bu, aku sayang sekali sama ibu”. Kemudian ia mengambil pulpen. Dia menulis sebuah kata dengan huruf-huruf besar: LUNAS



20091109

Penghargaan ????

Saya ditraktir makan mie di kedai mie yang terkenal. Harganya tidak mahal dan rasanya sangat lezat sekali. Kami duduk di depan meja panjang yang dapat menampung sekitar sepuluh orang bila mengelilingi meja. Meja sudah terisi enam orang, saya, teman saya dan empat orang pengunjung.

Ketika asyik makan, satu keluarga baru duduk di dekat kami. Tepatnya di antara teman saya dan pengunjung lainnya. Mereka telah memesan mie dan sedang menunggu. Keluarga tersebut terdiri dari sepasang suami istri yang masih muda dan seorang anak yang berusia sekitar enam tahun. Mereka keluarga yang jauh dari sederhana. Pakaiannya agak kusam dan berbau. Si anak kelihatannya baru sembuh dari suatu penyakit yang tidak kami ketahui dan sedang menarik ingusnya keluar masuk. Ingusnya seperti angka sebelas dan terkadang seperti angka satu dengan warna kuning kehijau-hijauan. Si ibu dengan penuh kasih sayang mengelap ingus yang tidak berhenti keluar masuk hidung anaknya. Pasangan itu sangat bahagia melihat anaknya bermain sambil tertawa. Sepertinya makan mie merupakan perayaan menyambut kesembuhannya. Saat mie datang keluarga tersebut makan dengan lahap.

Keadaan tersebut tidak berlaku bagi kami semua terkecuali teman saya. Bagi kami berlima (termasuk saya) keadaan tersebut merupakan bencana dan penyiksaan. Bayangkan aja, bagaimana rasanya makan mie dengan mencium satu keluarga yang bau badannya tidak enak. Belum lagi melihat dan mendengar ingus yang ditarik keluar masuk dan sesekali dibersihkan oleh ibunya. Setiap kali memakan mie sambil meminum kuahnya, rasanya seperti ingus telah tercampur dengan makanan dan membuat selera makan hilang. Tidak berapa lama kemudian, keempat pelanggan yang duduk semeja dengan kami meninggalkan meja satu persatu- tanpa menghabiskan makanan. Melihat ini ada rasa kepahitan yang terpancar diwajah keluarga muda itu, seperti rasa rendah diri dan terasing melihat sikap saya dan empat pengunjung lainnya. Tetapi itu tidak berlangsung lama, terutama saat mereka melihat teman saya, keceriaan mereka pulih kembali. Teman saya tetap menikmati mie dengan segala kecuekannya. Seolah-olah tidak ada bau disekitarnya dan tidak ada suara ingus yang didengar. Saya tidak bisa berbuat banyak selain belajar cuek dan menghabiskan sisa mie. Lagi pula saya ditraktir makan dan tidak berhak mengajukan hal-hal yang aneh-aneh dan tidak sopan. Selesai makan, kami masih duduk dua puluh menit sebelum meninggalkan kedai makanan. Saya heran dengan tingkah teman saya yang diluar kebiasaannya. Biasanya setelah makan, ia hanya duduk paling lama sepuluh menit. Sekali lagi saya harus mengikuti kemauan teman saya dengan jengkel.

Akhirnya kami keluar meninggalkan kedai dan keluarga muda, saya merasa lega. Dalam perjalanan pulang, teman saya mengatakan ia sangat terganggu duduk di samping keluarga tersebut. Ia merasakan rasa bau dan merasa terganggu dengan suara ingus anaknya. Ia merasakan tepat seperti yang saya rasakan.

Teman saya juga mengatakan, jika ia meninggalkan keluarga tersebut di saat mereka bergembira, keluarga itu akan merasa terpukul, tidak berharga, terasing dan putus asa. Si suami sedang memberi yang terbaik bagi keluarganya. Mereka bersukacita merayakan kesembuhan anaknya. Si suami telah mengeluarkan uang yang bagi mereka cukup mahal dari hasil kerja keras hanya untuk memberikan yang terbaik bagi keluarganya. Uang itu tidak begitu banyak untuk ukuran kami tetapi tidak bagi keluarga itu.

Saya sangat terkejut mendengar penuturan teman saya. Dan tidak menyangka teman saya telah melakukan sesuatu yang luar biasa bagi keluarga itu. Dengan caranya yang khas, bertahan makan mie sampai habis dan menunggu dua puluh menit setelah makan, telah memberi semangat baru bagi keluarga itu. Saya teringat bagaimana rasa kepahitan, rendah diri dan terasing di wajah kedua suami istri ketika melihat pelanggan yang lain meninggalkan meja tanpa menghabiskan makanan dan melihat tingkah saya. Saya juga teringat bagaimana pasangan ini kembali ceria begitu melihat sikap teman saya yang cuek.

Pertama kali dalam hidup ini, saya menyadari dan menyaksikan bagaimana mengasihi sesama tanpa mengatakan sesuatu benar-benar tidak mustahil. Ini benar-benar keajaiban. Ajaib bagaimana semua ayat-ayat di dalam kitab suci tentang mengasihi sesama dapat diwujudkan tanpa perkataan dalam waktu sesingkat itu. Cukup hanya dengan meneruskan makan mie sampai habis. Masa bodoh dengan sikap saya dan pengunjung lain yang tidak terpuji. Menunggu dua puluh menit setelah selesai makan. Yang terakhir menahan rasa bau untuk menyempurnakan segalanya telah menunjukkan suatu keajaiban kasih dan dilakukan oleh seorang teman. Ajaib bagaimana teman saya menegor saya tanpa mengatakan sesuatu. Ia tidak menuduh tetapi cukup telak memukul saya. Saya merasa sangat terpukul, malu tetapi tidak marah. Saya kembali mengingatkan diri sendiri bagaimana mudahnya mengatakan mengasihi sesama tetapi tidak melakukannya.



20091108

DOA

Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke, sudah 7 malam dirawat di Rumah Sakit di ruang ICU. Disaat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia Roh seorang Malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.

Malaikat memulai pembicaraan, "kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!

"Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang ... " kata si pengusaha ini dengan yakinnya.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati. Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali merngunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, "apakah besok pagi aku sudah pulih? pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit".

Dengan lembut si Malaikat berkata, "anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktu mu tinggal 60 menit lagi, rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu".

Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si Malaikat menunjukkan layer besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka".

Kata Malaikat, "aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu" Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, " Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu, tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah dan hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri." dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat".

Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang baik dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa tapi waktunya sudah terlambat ! tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang ! Dengan setengah bergumam dia bertanya, "apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?"

Jawab si Malaikat, " ada beberapa yang berdoa buatmu tapi mereka tidak tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini, itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik, bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah".

Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia, tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam. Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata, "anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu!! kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00". Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.

Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan. Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri.

Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU, setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu.

Doa sangat besar kuasanya, tak jarang kita malas, tidak punya waktu, tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain. Ketika kita mengingat seorang sahabat lama / keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia, mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.



20091021

Yang suka nerobos lampu lalu lintas silahkan dibaca!!

Saya punya sebuah cerita mengenai kebiasaan anak-anak muda jaman sekarang pada umumnya. Yaitu tentang kebut-kebutan. Namun pada cerita ini, pelaku utama adalah seorang dewasa yang telah berkeluarga, namun bisa diaplikasikan kepada para pemuda yang suka kebut-kebutan terutama menerobos lampu lalu lintas. Daripada saya terlalu banyak curhat, langsung saya kasih ceritanya. Mohon postingkan komentar setelah membaca atau menyimak.

Dari kejauhan, lampu lalu lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Karso (nama samaran) segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat, sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama. Kebetulan jalan di depannya agak lengang. Lampu berganti kuning. Hati Karso berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala. Karso bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja. "Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak," pikirnya sambil terus melaju.

Priiiiiit.....!!!!!

Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Karso menepikan kendaraan agak jauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing.

Hey itu kan Hudmad (nama samaran juga) ! teman mainnya semasa SMA dulu (dalam hati). Hati Karso agak lega. Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.

"Hai Mad, senang sekali ketemu kamu lagi!"

"Hai, So." (Tanpa senyum)

"Duh, sepertinya aku kena tilang nih? aku memang agak buru-buru. Istriku sedang menunggu di rumah."

"Oh ya?", tampaknya Hudmad agak ragu.

"Mad, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan ank-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat dong."

"Aku mengerti, Tapi sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini."

Ternyata percakapn tidak sesuai dengan harapan Karso, ia berpikir untuk mengganti strategi.

"Jadi kamu hendak menilangku ? Sungguh tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat, lampu kuning masih menyala." Karso berharap dengan berdusta sedikit, bisa memperlancar keadaan.

"Maaf So, kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu."

Dengan ketus Karso menyerahkan SIM, lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca Jendelanya. Sementara Gurit menulis sesuatu di Buku Tilangnya. Beberapa saat kemudian Hudmad mengetuk kaca jendela. Karso memandangi wajah Hudmad dengan penuh kecewa. Dibukanya kaca jendela itu sedikit. Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang yang diselipkan Hudmad di sela-sela kaca jendela. Tapi, hei apa ini? Ternyata SIM nya dikembalikan bersama sebuah Nota. Kenapa ia tidak menilangku? lalu Nota ini apa? Buru-buru Karso membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Hudmad.

"Halo Karso. Tahukah kamu, So ? aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 Bulan. Begitu ia bebas, ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan satu-satunya anak kami sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar tuhan berkenan mengaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa Sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku, So. Doakan agar permohonan kami terkabulkan. Berhati-hatilah. (Salam Hudmad)."

Karso terhenyak. ia segera keluar dari kendaraan mencari Hudmad. Namun Hudmad sudah meninggalkan pos jaganya, entah kemana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak menentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan.....!!!!!

Cerita di atas merupakan sebuah kisah nyata seseorang yang saya ceritakan kembali. Pembaca pasti mempunyai kesimpulan dan makna tersendiri setelah membaca postingan ini.
Terima Kasih!

20091015

Aku Menangis untuk Adikku 6 Kali

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.

Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.

"Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!" Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi.

Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!"

Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? ...Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi."

Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, "Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik...hasil yang begitu baik..." Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?"

Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku." Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya?
Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!"

Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini." Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.

Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: "Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang."

Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.

Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga di universitas. Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!"

Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?"

Dia menjawab,tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?"

Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu..."

Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu."

Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu,ia berusia 20. Aku 23.

Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku."Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!" Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.."

Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan membalut lukanya. "Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya.

"Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan..." Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.

Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini."

Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.

Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?"

Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. "Pikirkan kakak ipar--ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?"

Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!"

"Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.

Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?" Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, "Kakakku."

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat.
"Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya."

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku.

Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku." Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

(Diterjemahkan dari "I Cried for My Brother Six Times")


20091013

Saya Cinta Kamu, Ibu,,

I Love U Mom
Suatu ketika, hiduplah dua suku di pegunungan Andes. Satu suku tinggal di lembah-lembah, sedangkan suku yang lain tinggal di atas gunung. Suatu hari, suku gunung menyerang suku lembah dan menjarah seluruh isi desa. Mereka menculik seorang bayi dari salah satu keluarga suku lembah dan membawanya ke atas gunung.

Orang-orang suku lembah tidak tahu bagaimana mendaki gunung. Mreka tidak tahu jalan mana yang digunakan oleh suku gunung. Mereka tidak tahu dimana letak desa suku gunung. Juga, tidak tahu bagaimana mengikuti jejak-jejak suku gunung di tebing-tebing gunung itu.

Tapi, meski pun begitu, mereka mengirim para prajurit terbaik mereka untuk memanjat gunung dan membawa pulang bayi mereka.

Prajurit pertama mencoba memanjat tebing diikuti yang lain. Ketika prajurit pertama gagal, mereka semua pun gagal. Mereka mencoba lagi dengan cara lain. Namun, gagal. Setelah berhari-hari mereka mendaki, mereka hanya bisa memanjat beberapa ratus kaki saja.

Suku lembah kehilangan harapan dan putus asa. Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke desa saja. Semua upaya dilakukan namun gagal.

Ketika mereka sedang bersiap-siap untuk kembali ke desa, tiba-tiba mereka melihat ibu dari bayi yang diculik itu sedang menuruni tebing gunung melewati mereka, sambil menggendong bayinya. Mereka terkejut sekali, bagaimana si ibu itu bisa menuruni tebing yang justru mereka sendiri gagal untuk mendakinya? Bagaimana si ibu itu bisa memanjat tebing-tebing itu mengalahkan mereka? Terlebih lagi, mereka melihat si bayi itu telah terselamatkan. Bagaimana mungkin?

Seorang prajurit menyambut ibu itu dan bertanya, "Wahai ibu, kami gagal mendaki tebing ini. Bagaimana kau melakukan semua ini, mengalahkan seluruh prajurit terkuat? Bagaimana bisa? Engkau belum pernah menjadi prajurit!"

Ibu itu mengangkat bahu dan berkata, "Sebab bayi yang diculik itu bukanlah bayimu. Dan, kalian semua belum pernah menjadi Ibu."

-(The Mountain, Jim Stovall)




20091011

Hanya cerita seorang Ayah

Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada
siapapun - dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil,
tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.

Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.

Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi sebenarnya lebih menyenangkan.

Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain
dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil
mereka.

Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil
(mengandungmu) , tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.

Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa
meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah ia melepaskanya.

Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.

Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.

Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup

Ayah benar-benar senang membantu seseorang...tapi ia sukar meminta
bantuan.

Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah.
Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia
sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu.
Dan hasilnya?... .mmmmhhh..."tidak terlalu mengecewakan" ^_~

Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia
bisa belajar dengan cepat.

Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk
membuatmu senang tapi tidak takut.

Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.

Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan
tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.

Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau
memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.

Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal
menunggumu.

AYAH ITU MURAH HATI.....
Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang
kamu butuhkan.....
Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin
bicara...

Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap
semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa
banyak kerutan di dahinya....

Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu....

Ayah akan berkata ,, tanyakan saja pada ibumu"
Ketika ia ingin berkata ,,tidak"

Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin

Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya
kepregok menghisap rokok dikamar mandi.

Ayah mengatakan ,, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu
sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan"

Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan
sesuatu hal yang baik persis seperti caranya....

Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri....

Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau
meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak
akan pernah bisa melepaskannya.

Ayah tidak suka meneteskan air mata ....
ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama
kalinya,dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya
(ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)

ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa
takutmu...ketika kau mimpi akan dibunuh monster...
tapi.....ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang
malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar
selama hampir satu bulan.

Ayah pernah berkata :" kalau kau ingin mendapatkan
pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar
apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai
besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,jika kau ingin
mendaptkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang
Menciptakannya"

Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan: ,,jadilah lebih kuat dan
tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang
lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan
cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu"

Dan Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan :" jangan cengeng
meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari
terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa
melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau
gantikan posisi Ayah di hatimu"

Ayah bersikeras,bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik
daripada kamu dulu....

Ayah bisa membuatmu percaya diri...
karena ia percaya padamu...

Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba
melakukan yang terbaik....

Dan terpenting adalah...
Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.