20110829

Mengaku Islam?

Ada yang menarik di pagi hari ini, awalnya terkait dengan sweaping yang hendak dilakukan FPI ke markas SCTV yang akan menayangkan film "?" karya Hanung Bramantyo. Sebelumnya saya tidak terlalu tertarik dengan dilakukannya sweaping itu, tapi ketika saya memberikan sedikit komentar tentang ketidak-setujuan tentang kekerasan yang dilakukan oknum FPI, saya malah dicecar dengan kata-kata "tolol" "bodoh" "sibodoh" bahkan "idiot". Ketidak-setujuan saya adalah tentang kekerasan mereka, bukan tentang film "?". Di sini saya hanya akan membahas mengenai orang-orang yang mengaku mengerti Islam hanya sebatas ilmu yang saya ketahui dan miliki.

Berawal dari komentar saya yang hanya bertuliskan "Negara ini bukan negara Islam>>Cerdas", komentar saya ditujukan untuk komentar user lain yang menyebutkan hal yang sama. Tapi kemudian ada pesan pribadi yang masuk ke profile saya berisi cacian dan makian yang mengatas namakan islam. Yang jadi pertanyaan, apakah orang yang meneriakkan Islam itu benar-benar memahami islam (beriman)? Ataukah dalam penulisan komentar saya ada yang salah? Komentar saya yang lain hanya berupa membenarkan komentar dari user lain. Seperti berikut:

1. Islam itu agama penyempurna dari agama sebelumnya. <<< ini untuk mengomentari >>> Islam adalah agama paling benar sejak zaman nabi Adam.

Di sini saya berpikir sebelum Islam datang ada agama lain yang secara jelas di Al-Quran memiliki kitab yang berasal dari Alloh. Lantas Islam datang untuk menyempurnakannya.

2. Kalo emang FPI (yang mengaku Islam) menghargai perbedaan agama, tidak akan ada sweaping dengan pengrusakan ke tempat-tempat makan yang buka di siang hari. Karena negara ini bukan negara Islam <<< untuk mengomentari >>> Islam sangat menghargai perbedaan agama.

Dalam Islam memang diajarkan untuk saling bertoleransi dalam beragama, apalagi Indonesia ini negara dengan multi-etnis, multi-agama, multi-ras. Bukan hanya Islam saja yang ada di Indonesia. Jika memang warung makan diharuskan tutup, orang yang bukan beragama Islam mau makan apa?

Untuk masalah pengrusakan tempat makan, dari pihak FPI menegaskan sudah melayangkan surat teguran sebelumnya kepada pemilik tempat makan. Tapi apakah harus berakhir dengan pengrusakan?

3. Bisakah seorang bayi memilih agama mereka? <<< untuk mengomentari >>> Bahwa murtad merupakan penodaan agama.

Mungkin ini yang sedikit mengguncang para oknum itu di Forum, tapi di sini saya tidak berarti membenarkan yang murtad. Saya memandang bahwa setiap pemeluk agama merasa agama yang dianutnya paling benar. Termasuk saya pribadi yang beragama Islam.

Ketika seseorang mencapai titik kedewasaan, pertanyaan-pertanyaan nakal pasti akan muncul di benak orang itu. Dia akan mencari jawaban atas pertanyaan itu. Untuk kondisi murtad, mungkin orang tersebut merasa kurang yakin dengan agama Islam yang "diberikan" kedua orang tuanya. Kebetulan dua jam sebelumnya saya sempat bertanya juga kepada seorang teman kenapa dia beragama Islam, kemudian dia menjawab karena orang tua dia Islam.

4. Mereka akan mati secara psikis, orang-orang yang didatangi puluhan masa FPI dengan teriakan-teriakan serta balok kayu di tangannya. <<< untuk mengomentari >>> termasuk juga orang-orang bodoh (salah satunya dengan memberikan pembelajaran), kalo masih ngelawan juga maka boleh dengan kekerasan asal tidak menimbulkan kematian.

Untuk ini tidak perlu saya jelaskan lagi.

Seperti di awal tadi, setelah komentar berbagai macam dalam forum itu bermunculan, ada satu user yang mengirim pesan meneriaki saya dengan kata-kata celaan. Ironisnya, mereka mengaku pintar dalam beragama. Apakah menyebut sesama muslim tolol, bodoh, idiot itu orang yang memahami Al-Quran?

Pertanyaannya, dengan cara seperti apakah FPI merekrut orang atau anggotanya?

20110818

Chapter: 9 Matari (9 Matahari)

Sembilan (9) merupakan sesuatu yang tidak terlalu penting bagi setiap orang, tapi untuk sedikit orang, ada arti penting dibalik uniknya angka 9. Salah satunya dari seorang Arga, salah satu tokoh dalam novel 9 Matahari yang begitu menyukai angka 9.

"Tar,semua orang pasti tahu angka sepuluh adalah angka tertinggi. Tapi buat gue, sembilan itu adalah angka yang pas buat diri gue melambangkan betapa bernilai dan berharganya sesuatu itu buat gue. Angka itu berada di atas rata-rata, tapi masih menyisakan satu ruang untuk terus mencapai kesempurnaan. Angka 9 masih akan terus mencari perbaikan diri untuk menjadi 10. Itu yang akan membuatnya terus bergerak, melakukan hal yang lebih dari waktu ke waktu.... Dari bentuknya, buat gue angka 9 lebih menawan Kalau lu perhatiin, angka 8 itu membuat dua bulatan yang tertutup. Sementara angka 9, bagian atasnya membentuk sebuah lingkaran yang menurut gw itu adalah ruang pribadi bagi setiap orang. Seperti sebuah tempat untuk menyimpan keyakinan yang tidak akan terganggu. Sementara buntut di bawahnya adalah ruang terbuka, tempat orang terus mengasah dirinya untuk menerima wawasan dan pengetahuan baru, serta akhirnya membuat dirinya terus menerus termotivasi untuk bisa lebih baik lagi. Dan, sembilan itu adalah nilai buat seorang terus membawa impiannya dengan semangat matahari, sembilan itu nilai buat seorang Matari."

"Jangan pernah berhenti buat menggenggam matahari, Tar. Seperti nama lu, Matari, lu pasti memang diharapkan menjadi seperti matahari. Matahari yang nggak akan bergeser kalau bulan dan bintang belum muncul. Matahari yang akan terus menerus memberi energi, kehangatan, dan cahaya buat alam semesta. Kadang dia dicaci kalau bersinar terlalu terik, kadang dia juga diprotes kalau tampak sayu dan sedikit bermalas-malasan. Tapi..nggak peduli apapun itu, matahari selalu muncul setiap hari dengan segala yang dia punya. Dia juga harus berbagi peran dengan bulan dan bintang. Tapi, bukan berarti matahari itu berhenti bersinar, justru dia lagi bersinar hangat di belahan bumi yang lain. Matahari yang mengajarkan banyak pada kita untuk terus berbagi. Supaya, kita benar-benar tahu peran kita dan bisa merasakan jiwa kita hidup..."

Setiap individu pasti memiliki kesukaan dengan penjelasannya masing-masing. Aku yang secara pribadi memang menghargai (bukan menyukai, tapi menghargai) angka 9 pun memiliki suatu cerita yang begitu berharga. Mungkin bisa dikatakan sedikit teguran dari sang Maha Pencipta yang secara kebetulan berhubungan dengan angka 9. Pada postingan yang lainnya mungkin saya akan menceritakan Angka 9 kepunyaan saya itu.

Terima Kasih

20110804

Puing-Puing Rakjat

Puing-puing rakjat
Rakjat dimana kau
Kutjari dalam ribuan luka
Kuhempas badai mentjari lukamu
Rakjat dimana kau
Deritamu siksa aku dalam djuangku
Biarlah aku ditjabik jutaan harimau agar kau bisa tegak berdiri
Bukan di tindas dan tertekuk dalam kehinaan
Rakjat tjintaku padamu
Ada pada gubuk-gubuk liar
Dan ilalang tanpa nama
Karena kaulah tjintaku tak akan mati
Akulah perindumu yang digotong oleh djoang
Di bantu oleh ketidakberdajaan
Akulah tjintamu
Jang aku inginken di tiap malam gelap
Akan adanja perubahan
Akan adanja perubahan........

Djakarta, 2 Januari 1954
DN AIDIT