Bulannya sendu, bukitnya memilu.
Awan meringis, cahaya menanti jawaban.
Angin menderu, embunnya menusuk.
Pohon mencari teman, malam bersama kepalsuan.
Kepada langit ku bertanya, kepada alam ku menyapa.
Dalam gelap tertawa, dengan terang aku terlelap.
Kabut mesra, hujan memecahkannya.
Dingin menyimpan rindu, hangat menjadi lupa.
Malam itu aku teringat tentang kehidupan. Tentang Indonesia. Akhir-akhir ini pun aku lebih sering memikirkan tentang negara ini, tentang pemerintahannya. Mungkin karena aku bisa setiap hari mengakses berita di televisi. Jadi aku pun terbawa untuk memikirkannya. Tapi ironis, hanya tentang keburukannya yang aku lihat. Dan keindahan negara ini hanya dalam khayalan. Apakah benar?
Ada yang menjual, ada yang membeli.
Yang satu menyikut yang berdiri, yang duduk selalu menunduk.
Mereka yang nyaman duduk di kursi panjang, yang lainnya bergelantungan di pintu.
Terinjak di tengah-tengah jalan, memilih tidur di toilet.
Malam itu terasa begitu hidup. Banyak orang di sini. Apakah itu Indonesia? Penuh sesak dengan kehidupannya. Yang nyaman tak mau bergantian. Lengah sedikit terjatuh dari kereta. Yang kebagian kursi bisa tertidur pulas, tak kebagian? Pilihannya antara tidur di lantai dengan resiko terinjak atau pergi ke toilet dan tidur tak ada yang mengganggu. Hampir mirip dengan kehidupan di negara ini bukan? Posisi bagus ya nyaman, posisi kurang bagus? Terus berusaha walau terinjak atau menghindar.
Entah mengapa, hanya dengan berkereta saja aku merasakan kehidupan di Indonesia. Tujuannya berbeda, tapi dengan satu media dan satu arah. Mungkin sesekali mereka yang di atas itu harus merasakannya juga, setidaknya mereka bisa berpikir bahwa Indonesia itu benar-benar beragam, tak cukup dengan hanya satu tindakan.
Selalu semangat untuk setiap elemen bangsa ini. Untuk petinggi-petinggi yang sepertinya "tinggi", sempatkanlah untuk turun dari "rumah pohon" kalian. Bantulah untuk "menyirami" dan "merawat" pohon-pohon yang belum kuat untuk dibuat rumah di atasnya. Untuk rakyat yang "mewakilkan" hidupnya kepada para "wakilnya", jangan malas untuk selalu berjalan. Namun jangan hanya berjalan dengan kaki dan mulutmu (baca: berteriak), gunakanlah seluruh anggota tubuhmu untuk berjalan.
Bersama kita bisa! :D :D
20110714
20110702
Hmmmm, untuk Edelweissku (lagi)
Bunga kecil itu nampaknya sedang mekar hari ini
Entah kenapa, bunga itu selalu indah dalam ingatanku
Akhir-akhir ini aku selalu menghabiskan tembakau dengan cepat
Tak ada yang mengingatkanku untuk berhenti hari ini
Dulu saat bunga itu masih ada di dekatku
Aku selalu bisa untuk menghindar dari asap putih ini
Ingatanku juga selalu tertuju pada bunga itu,
Bunga yang selalu tumbuh tegar di tengah batuan-batuan pasir
Senang sekali mengetahui bungaku senang hari ini
Teman dekatnya saat ini ternyata selalu membuatnya tersenyum
Syukurlah, aku tak perlu khawatir bunga itu dicuri orang
Sudah ada yang menjaganya
Bunga indah itu
Aku masih mencarinya sampai saat ini
Namun belum ada bunga yang bisa aku lebih sayangi
Dari setangkai Bunga Edelweiss
catatan: malam ini aku hanya sedang ingin menulis tentang bunga itu, tapi aku tak bisa merangkai kata untuk mengungkapkan rindu ku untuknya. Hanya susunan susunan kata di atas yang bisa aku tulis untuk menyampaikan pesanku untuknya. Edelweiss ku yang entah sedang berada di mana sekarang...
Entah kenapa, bunga itu selalu indah dalam ingatanku
Akhir-akhir ini aku selalu menghabiskan tembakau dengan cepat
Tak ada yang mengingatkanku untuk berhenti hari ini
Dulu saat bunga itu masih ada di dekatku
Aku selalu bisa untuk menghindar dari asap putih ini
Ingatanku juga selalu tertuju pada bunga itu,
Bunga yang selalu tumbuh tegar di tengah batuan-batuan pasir
Senang sekali mengetahui bungaku senang hari ini
Teman dekatnya saat ini ternyata selalu membuatnya tersenyum
Syukurlah, aku tak perlu khawatir bunga itu dicuri orang
Sudah ada yang menjaganya
Bunga indah itu
Aku masih mencarinya sampai saat ini
Namun belum ada bunga yang bisa aku lebih sayangi
Dari setangkai Bunga Edelweiss
catatan: malam ini aku hanya sedang ingin menulis tentang bunga itu, tapi aku tak bisa merangkai kata untuk mengungkapkan rindu ku untuknya. Hanya susunan susunan kata di atas yang bisa aku tulis untuk menyampaikan pesanku untuknya. Edelweiss ku yang entah sedang berada di mana sekarang...
Langganan:
Postingan (Atom)