20110528

Untukmu, Edelweiss ku

Belaian tanganmu dikepalaku , laksana angin yg menyejukkan disiang hari
Tatapan matamu bagaikan pohon rindang yang meneduhkan padang rumput

Sejujurnya, aku rindu tatapan takut dari matanya
Karena tatapan itu yang memaksaku harus lebih kuat dan tangguh

untuk saat ini, bisa ada di sampingmu hanya sebuah angan,
Bahkan untuk menatapmu saja, aku harus bermimpi terlebih dulu

Malam ini, telah tercipta sebuah lagu untuk mengobati kerinduanku
Klasik memang, karena itu hanya sebuah lagu cinta

Lagu cinta yang penuh dengan kerinduan,

dulu adalah kenangan, saat ini harus di hadapi, nanti adalah tanda tanya. .

Malam menuju pagi, tapi alunan gitar ini semakin terdengar jelas namun lembut,
Selamat tidur keindahan yang pernah hinggap di hidupku. .

Selamat tidur bunga kecil yang selalu tumbuh di jiwaku. .

20110522

Merapi Mei 2011



Tak ada kata-kata yang bisa diungkapkan
Terlalu indah untuk dilukiskan
Terlalu gagah untuk diceritakan
Terlalu nyaman untuk diobrolkan

Cobalah sendiri bercumbu dengan Merapi
Hanya akan ada rasa syukur dan kagum terhadap Sang Pencipta
Bahwa sesungguhnya manusia itu tidak lebih besar dari sebuah titik di bumi ini
Sesunggunya Alloh SWT itu begitu Agung dan Besar

Aku cinta pada kehidupan di ketinggian
Ketika hanya ada aku, angin, langit, matahari, dan udara
Aku cinta keberanian hidup
Ketika hanya insting yang dapat aku andalkan

22 Mei 2011
Pasar Bubrah (300 meter sebelum puncak merapi)

20110516

Perkenalanku dengan Nafasku

Rintik hujan terasa membelai mesra kepalaku
Desahan angin pun ikut memeluk halus tubuhku
Sesekali terdengera sapaan romantis dari gemuruh
Dan lembutnya rumput-rumput yang basah mencolek kakiku

Aku berjalan agak cepat
Sedikit melirik ke arah arloji
Teringat seorang teman yang aku tinggalkan di tempat istirahat
Sedikit berlari

Dalam singkatnya waktu saat itu
Aku merasa jadi diri sendiri
Untuk pertama kalinya dalam hidupku
Aku berkenalan dengan nafasku sendiri

Semoga akan ada kesempatan lain
Untuk aku dan nafasku saling memperkenalkan diri
Karena aku butuh menjadi diri sendiri
Tanpa harus berpura-pura menjadi orang lain

14 Mei 2011
Pukul 11.07
Pos air-Pos 1 Gunung Lawu,

20110509

Surat Cinta Untuk Calon Istriku

Surat Cinta Untuk Calon Istriku
Teruntuk,
Wanita yang paling kucintai setelah ibu


Hai puanku, bila saatnya tiba kau baca surat cintaku ini, aku hanya berharap esok hari saat dimana kau kecup punggung tanganku untuk yang pertama kali di hadapan penghulu, para saksi, orang tua kita, saudaramu, saudaraku, sahabatmu, sahabatku, adalah simbol cintamu yang akan selalu ada disisiku sampai Izrail menghampiri kita.

Perempuanku, jangan kaget bila aku menuliskan surat cinta ini jauh dari hari saat kau membacanya. Saat aku belum melihat paras cantikmu, saat aku belum mengenal akhlak muliamu, saat aku belum tahu namamu. Jangan khawatir sayang, dulu kita sudah bertemu. Saat di alam ruh. Allah telah memilihkan kamu untuk menjadi istriku, saat empat bulan masa kandunganku di dalam perut ibu. Sejak saat itu namamu sudah disandingkan di sebelah namaku. Sejak saat itu aku sudah mencintaimu.

Cantik, selain mahar yang kau minta saat pernikahan kita. Aku ingin berikan kau satu lagi: sebuah mukjizat Nabi terakhir. Alquranul Karim, yang akan selalu kau baca dengan suara merdumu, sebagai pelepas lelahku sepulang aku bekerja. Alquranul Karim, yang akan kau ajarkan betapa indah lantunan ayat - ayat suci kepada anak - anak kita nanti. Alquranul Karim, yang akan kau baca tepat disampingku nanti, saat aku terkulai lemah tak lagi berarti walau hanya untuk menjentikan jari. Alquranul Karim, yang akan selalu kau bawa dan kau baca tepat di samping nisanku nanti apabila Izrail menjemputku lebih dulu. Tetap bacakan untukku walau seayat sayang, aku pasti akan merindukan suara bidadariku bernyanyi: Kau mengaji.

Sayang, mungkin aku tak lebih hebat dari ayahmu dalam menjagamu. Aku tak segagah ia melindungi dirimu, mempertahankanmu dari para pria yang menginginkanmu darinya, termasuk aku yang akhirnya ia percayakan sebagai penggantinya untuk menjagamu. Tapi puanku, percayalah. Kaulah alasanku untuk belajar menjadi pria yang kuat. Pria yang rela walau harus sampai mati melindungimu, demi menjaga hatimu, kehormatanmu juga ragamu. Dinginnya malam sekali pun tak akan aku biarkan mengigit kulit indahmu sayang.

Cinta, izinkanlah akau saat esok hari, sebelum kuucapkan ijab qabul pernikahan kita yang disahkan para saksi, kulantunkan selarik ayat suci: An Nisa. 34, sebagai janjiku yang akan selalu melindungimu atas nama laki - laki. Sebagaimana Allah telah mewahyukan ayat itu kepada Muhammad nabi kita.

Hei wanitaku, saat kau sudah menggenapkan agamaku nanti, sesudah kau amini Al-Fatihahku yang pertama kali, setelah pertama kalinya kau cium tanganku selepas sholat, aku ingin saat itu kau selalu jadi pengingatku. Aku hanya manusia yang terkadang lupa, sering melakukan salah, dan laki – laki yang tak peka seperti wanita. Sekali kau memohon: ‘Maukah kau lakukan itu untukku?’ Demi apa pun, apalah arti dunia jika aku melihat air matamu. Kan kulakukan sepenuh hati hanya untukmu hei Batariku.

Hei bidadariku, aku berjanji.Tanpa sedikit pun aku menentang hal yang pernah dilakukan Rasulullah. Saat kau menjadi istriku nanti, akan kujadikan kau satu – satunya di dunia dan akhirat. Seperti halnya Sayidina Ali Radliallahuanhu menjadikan Fatimah Az Zahra satu – satunya bidadari bumi yang dimilikinya.

Kasih, tenanglah. Saat aku telah menjadi imammu nanti, tak akan pernah berhenti aku mencari rezeki. Selama masih keluar keringat kuperas dari tubuhku, selama masih kuat kubanting tulang punggungku, aku akan terus menafkahimu. Tak akan kubiarkan kau dan anak – anak kita kelaparan dan kehausan. Kupastikan kalian tak akan pernah kekurangan cintaku, sayang.

Jelita, kalau boleh aku meminta. Aku menginginkan putri yang menjadi buah hati kita yang pertama. Kita didik ia menjadi anak yang shalehah, dan kan kutanam sekeping jiwamu pada dirinya. Agar apabila nanti kau dipanggil lebih dulu oleh Pemilikmu yang sebenar – benarnya, aku masih bisa melihat kamu dalam diri putri kita. Dan aku ingin putra kita hanya terpaut satu tahun dengan kakaknya. Agar ia bisa tumbuh dewasa bersama saudari kandungnya. Dan akan kutempa dia agar menjadi pria yang kuat, bahkan melebihi aku. Agar apabila nanti aku yang kembali lebih dulu ke sisiNya, ia bisa menjaga ibu dan kakaknya seperti yang telah kulakukan dan kuajarkan kepadanya.

Manis, saat aku resmi menjadi suamimu nanti. Tak kan kulewatkan pagi tanpa mengecup keningmu yang harum. Kan kulakukan tiap aku hendak bekerja, atau tiap kali aku pergi meninggalkanmu. Dan akan selalu kulisankan tiga kata setelah bibirku ini meletakkan cinta di wajahmu: I love you. Dan tak akan kulewatkan pula detik berharga sebelum kau memejamkan mata, kembali kan kuletakkan cinta di kening atau pipimu. Aku tak akan bosan menciummu setiap hari, sayang. Seperti halnya nabimu juga nabiku yang tak pernah bosan melakukan hal romantis ini kepada istrinya setiap hari.

Batariku, aku tahu perjalanan bahtera kita tak akan selalu berlangit cerah. Syaitan pun tak kan pernah berhenti merusak hidup manusia sampai kiamat tiba. Maka ingatkanlah aku dengan kelembutan hatimu, agar tak ada hal lain yang kulakukan untukmu selain mencintaimu dan melindungimu. Sungguh aku tahu wanita itu tercipta dari tulang rusuk pria yang paling bengkok. Maka tak akan kupaksa ‘tuk luruskan engkau hingga patah, dan tak akan pula kubiarkan engkau tetap bengkok. Islam yang akan selalu menuntunku bagaimana seharusnya aku memperlakukanmu.

Sayang percayalah, aku akan selalu mencintaimu di tiap waktuku. Aku akan tetap menciummu, meski pipimu tak lagi sekencang dulu, meski keriput tlah menggarisi keningmu. Aku akan tetap membelai rambutmu, meski putih telah memakan habis hitamnya yang indah. Aku akan tetap memelukmu, meski bungkuk bdanmu dan ringkih tubuhmu, aku akan tetap memelukmu.

Berjanjilah cinta, apabila tiba saatnya Izrail memamerkan surga dan neraka di kedua sayapnya di hadapanku. Jangan pernah berhenti bisikkan nama Allah di telingaku, jangan pernah kau lepas genggaman tanganku dan jangan dulu jatuhkan air matamu sebelum malaikat benar – benar mencabut ruh dari ragaku. Sudah kubilang: Apalah arti dunia jika aku melihat air matamu.

Tenanglah kasih, batu nisan memang akan pisahkan dunia kita nanti, tapi dia tak akan mampu pisahkan cinta kita. Aku mencintaimu tak hanya di dunia.
Semoga Allah mengabulkan doa di tiap sujudku, agar pernikahan kita tak hanya dilanggengkan di dunia, tapi juga diabadikan di taman surgaNya. Amin…

Aku mencintaimu karena Allah, bidadari surgaku

Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6885577

Allah Turunkan Hujan Dari Gumpalan Awan

Berawal dari nyari-nyari lagu yang ada di Emak Ingin Naik Haji, aku jadi teringat sama lagu-lagu waktu kecil dulu.
Lagu-lagunya Hj. Neno Warisman yang bener-bener mendidik dan berkualitas dan juga menyenangkan. Mungkin ada juga kalo temen-temen yang seangkatan yang ngalamin masa kecilnya di taun 90-95 an yang inget sama lagu "Allah Turunkan Hujan". Atau pun "Masjid-masjid here I come" dan lain-lain...

Sumpah, kasian anak-anak jaman sekarang. Gak tau lagu-lagu bagus kayak itu.
Aku kasih link kalo ada yang mau download Allah Turunkan Hujan dan teman-temannya. Langsung di klik aja di sini : download.

A Ba Ta Tsa
Allah Turunkan Hujan
Always Remember
Assalamualaikum
Hello My Dear
Masjid Masjid Here I Come
Mengaji Dengan Senang Hati
Share Our Happines
Siapa Yang Mengajarkan
The Creator

Semoga lagu-lagu seperti ini kembali jaya untuk anak-anak Indonesia..



Sumber: http://siliaji.wordpress.com/2009/09/21/neno-warisman-aulade-gemintang/

Emak Ingin Naik Haji (Adegan Paling Menyentuh)

Aku sangat telat nonton Emak Ingin Naik Haji, cuman pengen share saja, ada satu scene yang bener-bener nyentuh di film Emak Ingin Naik Haji yang bikin aku netesin air mata. Di scene ini terlihat adegan emak sedang ngebenerin buku yang isinya tentang Mekkah. Terus terdengar backsound yang liriknya bener-bener ngingetin ke Ibuku sendiri. Di scene ini air mata yang sudah lama gak keluar, tiba-tiba keluar sendiri. Ya, tiba-tiba rasa kangen ke Ibuku sangat terasa di situ. Aku inget tentang Ibu yang selalu sabar kepadaku. Aku ingat tentang Ibu yang selalu terlihat tegar di hadapanku. Ibu Ibu Ibu, aku kangen Ibu, kangan Bapak, kangen Teteh. Sayang mereka juga.
Walaupun sebenarnya lirik tersebut bermakna tentang hubungan Alloh dengan hambanya, tapi entah kenapa malah kenanya ke sosok Ibu..

Best Scene for me:




Lirik Backsound di Emak Ingin Naik Haji, menit ke 00:40:25 - 00:43:41

Sejak dulu Kau telah jadi kasihku
Bayangan diri-Mu hiasi rinduku
Meski Kau berada jauh nun di sana
Sentuhan tangan-Mu kurasakan nyata
Hanya kasih-Mu
Hanya sayang-Mu, kuharap selalu
Hadir bersamaku, sepanjang hayatku
Imanku, keimananku lurus di jalan-Mu
Untuk menggapai-Mu
Itulah Doaku
Gambar hatiku, tarikan nafasku
.......

Mungkin ada yang tau judulnya?