Kenapa macan tidur? karena dia udah kenyang dengan kekuasaannya, dan macan kalo udah kenyang dan tidur, pastinya males ngapa-ngapain.. Ketika si macan tidur, banyak sekali yang menghujat tuh macan yang tidur. Yang namanya macan tidur, ya adem ayem aja.
Tapi pas si macan bangun, baru melek dikit aja, musuh-musuhnya langsung pada takut, dan ketika si macan benar-benar bangun, dia akan jadi penguasa lagi....
Yang lebih mantap lagi ketika si macan itu punya sayap Garuda.. makin habislah musuh-musuhnya yang menghujat ketika dia tidur.
Itulah yang sedang dialami INDONESIA dalam dekade terakhir. Dan saya percaya kali ini, macannya (Indonesia.red) baru aja melek, belum bangun seutuhnya.
MARI BANGUNKAN SANG MACAN UNTUK MENUNJUKKAN TARINGNYA KEMBALI SAMBIL MENGEPAKKAN SAYAP GARUDA BARUNYA
HIDUP INDONESIA
20101220
20101215
Great Quotes For Today From Movies
Bilang sama obet !! setan dari neraka gua gak takut !! Damar, Mengejar Matahari.
"Hari ini tidak di mulai pada saat kita membuka mata tadi pagi, tapi jauh sebelum itu...." Mengejar Matahari
"Orang yang beruntung itu orang yang tidak pernah dilahirkan, dan yang kedua beruntung itu orang yang mati muda" GIE
"Asal kamu tau setiap omongan lo setiap ucapan lo itu adalah doa" Doa yang mengancam
"Hukum Newton I 'suatu benda tidak akan berubah sampai ada benda lain yang memaksanya utk berubah'." -cin(t)a-
"Seorang pemimpin boleh mengatakan apapun pd pasukannya,kecuali"tidak tahu" Merah Putih
"Nilai itu bukan dari angka angka yang berada di kertas. tapi dari hati." Laskar Pelangi
"Pekerjaan yang paling baik adalah pekerjaan dimana elu bisa nikmatin pekerjaan itu" Joni, Janji Joni
"Orang seperti kita ini gak akan bisa hidup kalau gak punya mimpi boy.." Sang Pemimpi
"It takes a great deal of bravery to stand up to your enemies, but a great deal more to stand up to
your friends." Dumbledore, Harry Potter
"We are who we choose to be. " Green Goblin, Spiderman
"I guess that's what happens at the end, you start thinking about the beginning." Mr. Smith (Mr. And Mrs. Smith)
"There are two people who I trust, the first person is me the other is not you!" Nicholas Cage, from Con Air
"Never hate your enemies, it affects your judgement." From The GodFather
Spongebob: "What do you usually do when i'm gone?" Patrick: "Wait for you to come back." Tau lah film apa,... ahahahah
"Cuz I know you. And you know you. And I know that you know that I know that you know you." Ben Stiller, Dodgeball
"Hari ini tidak di mulai pada saat kita membuka mata tadi pagi, tapi jauh sebelum itu...." Mengejar Matahari
"Orang yang beruntung itu orang yang tidak pernah dilahirkan, dan yang kedua beruntung itu orang yang mati muda" GIE
"Asal kamu tau setiap omongan lo setiap ucapan lo itu adalah doa" Doa yang mengancam
"Hukum Newton I 'suatu benda tidak akan berubah sampai ada benda lain yang memaksanya utk berubah'." -cin(t)a-
"Seorang pemimpin boleh mengatakan apapun pd pasukannya,kecuali"tidak tahu" Merah Putih
"Nilai itu bukan dari angka angka yang berada di kertas. tapi dari hati." Laskar Pelangi
"Pekerjaan yang paling baik adalah pekerjaan dimana elu bisa nikmatin pekerjaan itu" Joni, Janji Joni
"Orang seperti kita ini gak akan bisa hidup kalau gak punya mimpi boy.." Sang Pemimpi
"It takes a great deal of bravery to stand up to your enemies, but a great deal more to stand up to
your friends." Dumbledore, Harry Potter
"We are who we choose to be. " Green Goblin, Spiderman
"I guess that's what happens at the end, you start thinking about the beginning." Mr. Smith (Mr. And Mrs. Smith)
"There are two people who I trust, the first person is me the other is not you!" Nicholas Cage, from Con Air
"Never hate your enemies, it affects your judgement." From The GodFather
Spongebob: "What do you usually do when i'm gone?" Patrick: "Wait for you to come back." Tau lah film apa,... ahahahah
"Cuz I know you. And you know you. And I know that you know that I know that you know you." Ben Stiller, Dodgeball
20101212
INFO PENDAFTARAN UJIAN MASUK UGM
Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di www.ugm.ac.id
Berikut adalah informasi yang kami himpun mengenai jadwal dan rangkaian kegiatannya bagi UM-UGM 2011/2012 jenjang S1 per jalur masuknya :
PBUTM (Penelusuran Bibit Unggul Tidak Mampu)
- Pendaftaran : 3 Januari s.d. 10 Februari 2011
- Berkas Terakhir Diterima : 14 Februari 2011
- Pengumuman : 12 Maret 2011
PBUB (Penelusuran Bibit Unggul Berprestasi)
- Pendaftaran : 3 Januari s.d. 4 Februari 2011
- Berkas Terakhir Diterima : 7 Februari 2011
- Pengumuman lolos berkas : 12 Februari 2011
- Tes Tulis : 21 Februari 2011
- Pengumuman Final: 12 Maret 2011
PBOS (Penelusuran Bibit Unggul Olahraga dan Seni)
- Pendaftaran : 3 Januari s.d. 10 Februari 2011
- Tes Tulis : 20 Februari 2011
- Pengumuman Lolos Tes tulis: 26 Februari 2011
- Tes Keterampilan : 6 Maret 2011
- Pengumuman Final: 12 Maret 2011
PBS (Penelusuran Bibit Swadaya)
- Pendaftaran : 3 Januari – 10 Februari 2011
- Daftar Ulang : 8-11 Februari 2011
- Tes Tulis : 20 Februari 2011
- Pengumuman Lolos Tes tulis: 26 Februari 2011
- Tes Wawancara : 6 Maret 2011
- Pengumuman Final: 12 Maret 2011
PBUPD (Penelusuran Bibit Unggul Pembangunan Daerah)
- Pendaftaran : 3 Januari – 10 Februari 2011
- Berkas Terakhir Diterima : 14 Februari 2011
- Daftar Ulang : 8-11 Februari 2011
- Pengumuman Final: 12 Maret 2011
UTUL UGM
- Pendaftaran : 17 Januari – 15 Maret 2011
- Daftar Ulang : 9-16 Maret 2011
- Tes Tulis : 27 Maret 2011
- Pengumuman Final : 16 April 2011
SNMPTN 2011disesuaikan dengan panitia SNMPTN 2011
20101211
Ketika
Ketika aku bangun dari tidur,
Pastilah karena aku melihat nomormu yang tampil di layar handphone...
Ketika aku semangat,
Pastilah karena aku melihat kata itu di layar handphone...
Ketika aku tertidur lelap,
Pastilah karena aku telah melihat senyumanmu yang tak bergerak di layar laptop...
Ketika aku melamun,
Pastilah karena aku telah menerima pesan singkat darimu...
Ketika aku tersenyum sendiri,
Pastilah karena aku sedang mendengarkan kamu berbicara di seberang sana...
Ketika aku menggaruk kepalaku,
Pastilah karena aku sedang bingung harus aku berkata apa...
Ketika aku tak bisa diam,
Pastilah karena aku sedang mencari sinyal telepon untuk meneleponmu...
Ketika aku gelisah,
Pastilah karena kabar darimu tak ada hari ini...
Aku selalu mengenalkan kamu kepada teman-temanku..
Aku selalu bercerita semua tentangmu..
Walaupun kamu di sana tak pernah berpikir sedikit pun tentang aku..
Walaupun dengan cerita itu aku dianggap seorang penghayal oleh teman-temanku..
Pastilah karena aku melihat nomormu yang tampil di layar handphone...
Ketika aku semangat,
Pastilah karena aku melihat kata itu di layar handphone...
Ketika aku tertidur lelap,
Pastilah karena aku telah melihat senyumanmu yang tak bergerak di layar laptop...
Ketika aku melamun,
Pastilah karena aku telah menerima pesan singkat darimu...
Ketika aku tersenyum sendiri,
Pastilah karena aku sedang mendengarkan kamu berbicara di seberang sana...
Ketika aku menggaruk kepalaku,
Pastilah karena aku sedang bingung harus aku berkata apa...
Ketika aku tak bisa diam,
Pastilah karena aku sedang mencari sinyal telepon untuk meneleponmu...
Ketika aku gelisah,
Pastilah karena kabar darimu tak ada hari ini...
Aku selalu mengenalkan kamu kepada teman-temanku..
Aku selalu bercerita semua tentangmu..
Walaupun kamu di sana tak pernah berpikir sedikit pun tentang aku..
Walaupun dengan cerita itu aku dianggap seorang penghayal oleh teman-temanku..
20101128
20100901
Pidato Presiden RI mengenai Dinamika Hubungan Indonesia-Malaysia
PIDATO
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
MENGENAI
DINAMIKA HUBUNGAN INDONESIA–MALAYSIA
Jakarta, 1 September 2010
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang saya cintai dan saya banggakan,
Malam ini, saya ingin memberikan penjelasan kepada rakyat Indonesia mengenai hubungan Indonesia–Malaysia. Marilah kita mengawalinya dengan melihat perkembangan dan dinamika hubungan kedua negara, salah satu hubungan bilateral Indonesia yang paling penting.
Hubungan Indonesia dan Malaysia memiliki cakupan yang luas, yang semuanya berkaitan dengan kepentingan nasional, kepentingan rakyat kita.
Pertama, Indonesia dan Malaysia mempunyai hubungan sejarah, budaya dan kekerabatan yang sangat erat dan mungkin yang paling erat dibanding negara-negara lain, dan sudah terjalin selama ratusan tahun. Kita mempunyai tanggung jawab sejarah, untuk memelihara dan melanjutkan tali persaudaraan ini.
Kedua, hubungan Indonesia dan Malaysia adalah pilar penting dalam keluarga besar ASEAN. ASEAN bisa tumbuh pesat selama empat dekade terakhir ini, antara lain karena kokohnya fondasi hubungan bilateral Indonesia-Malaysia.
Ketiga, ada sekitar 2 juta saudara-saudara kita yang bekerja di Malaysia, di perusahaan, di pertanian, dan di berbagai lapangan pekerjaan. Ini adalah jumlah tenaga kerja Indonesia yang terbesar di luar negeri. Tentu saja keberadaan tenaga kerja Indonesia di Malaysia membawa keuntungan bersama, baik bagi Indonesia maupun Malaysia.
Sementara itu, sekitar 13,000 pelajar dan mahasiswa Indonesia belajar di Malaysia, dan 6,000 mahasiswa Malaysia belajar di Indonesia. Ini merupakan asset bangsa yang harus terus kita bina bersama, dan juga modal kemitraan di masa depan.
Wisatawan Malaysia yang berkunjung ke Indonesia adalah ketiga terbesar dengan jumlah 1,18 juta orang, dari total 6,3 juta wisatawan mancanegara. Investasi Malaysia di Indonesia 5 tahun terakhir (2005-2009) adalah 285 proyek investasi, berjumlah US$ 1.2 miliar, dan investasi Indonesia di Malaysia berjumlah US$ 534 juta. Jumlah perdagangan kedua negara telah mencapai US$ 11,4 Miliar pada tahun 2009. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan ekonomi Indonesia–Malaysia sungguh kuat.
Namun, hubungan yang khusus ini juga sangat kompleks. Hubungan ini tidak bebas dari masalah dan tantangan. Ada semacam dalil diplomasi, bahwa semakin dekat dan erat hubungan dua negara, semakin banyak masalah yang dihadapi.
Contoh masalah dan tantangan yang kita hadapi adalah menyangkut tenaga kerja Indonesia di Malaysia. Kita tahu bahwa keberadaan 2 juta tenaga kerja Indonesia di Malaysia, disamping memberikan manfaat bersama, juga memunculkan kasus-kasus di lapangan yang harus terus kita kelola. Oleh karena itulah, sejak awal, saya berupaya keras untuk memperjuangkan hak-hak Tenaga Kerja Indonesia, antara lain menyangkut gaji dan waktu libur, memberikan perlindungan hukum, dan mendirikan sekolah bagi anak-anak Tenaga Kerja Indonesia.
Dalam kunjungan saya yang terakhir ke Malaysia, kita telah berhasil mencapai kesepakatan, mengenai pemberian dan perlindungan Hak bagi tenaga kerja kita di Malaysia. Berkaitan dengan permasalahan hukum yang dihadapi oleh tenaga kerja Indonesia di Malaysia, pemerintah aktif melakukan langkah-langkah pendampingan dan advokasi hukum, untuk memastikan saudara-saudara kita mendapatkan keadilan yang sebenar-benarnya.
Selain masalah TKI dan perlindungan WNI, kita juga kerap menjumpai masalah yang terkait dengan perbatasan kedua negara. Masalah ini memerlukan pengelolaan yang serius dari kedua belah pihak.
Karena itulah, menyadari kepentingan bersama ini, saya dan Perdana Menteri Malaysia sering berkomunikasi secara langsung, di samping forum konsultasi tahunan yang kami lakukan, untuk memastikan bahwa isu-isu bilateral ini dapat kita kelola dan carikan jalan keluarnya dengan baik.
Saudara-saudara sekalian,
Akhir-akhir ini, hubungan Indonesia Malaysia kembali diuji dengan terjadinya insiden di seputar perairan Pulau Bintan pada tanggal 13 Agustus 2010 yang lalu. Berhubung insiden ini menjadikan perhatian yang luas dari kalangan masyarakat Indonesia, pada kesempatan ini, saya ingin memberikan penjelasan tentang duduk persoalan yang sesungguhnya, dan langkah-langkah tindakan yang diambil oleh pemerintah kita.
Sejak saya menerima laporan mengenai insiden ini tanggal 14 Agustus 2010 pagi, saya langsung memberikan berbagai instruksi. Pertama, saya minta agar ketiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan segera dikembalikan dalam keadaan selamat. Kedua, saya juga memerintahkan untuk mengusut tuntas apa yang sebenarnya terjadi dalam insiden tersebut.
Segera setelah itu, Menko Polhukam dan Menteri Luar Negeri melakukan tindakan-tindakan cepat, untuk mengelola penanganan insiden tersebut dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
Terhadap insiden ini, kita semua sangat prihatin, dan saya ingin agar masalah ini segera di selesaikan secara tuntas, dengan mengutamakan langkah-langkah diplomasi. Saya ingin mengatakan bahwa sejak terjadinya kasus ini pemerintah telah bertindak. Sistempun telah bekerja.
Saya juga menekankan bahwa masalah seperti ini harus diselesaikan secara cepat, tegas dan tepat, karena berkaitan dengan kepentingan nasional kita. Memelihara hubungan baik dengan negara sahabat, apalagi dengan Malaysia, sangat penting. Tetapi, tentu kita tidak bisa mengabaikan kepentingan nasional, apalagi jika menyangkut kedaulatan dan keutuhan NKRI.
Dalam kaitan ini, saya telah mengirim surat kepada Perdana Menteri Malaysia, yang intinya menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya insiden tersebut. Saya juga mendorong agar proses perundingan batas maritim dapat dipercepat dan dituntaskan. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri telah memanggil Duta Besar Malaysia di Jakarta untuk menyampaikan nota protes. Menteri Luar Negeri juga telah melakukan komunikasi intensif dengan Menteri Luar Negeri Malaysia. Dalam perkembangannya, alhamdulillah, ke-3 petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan itu kini telah kembali ke tanah air.
Berkaitan dengan ketiga petugas KKP tersebut, Pemerintah Indonesia menerima informasi tentang perlakuan yang tidak patut yang dialami oleh mereka. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia meminta penjelasan atas kebenaran informasi itu. Melalui jalur diplomasi, diperoleh informasi bahwa Pemerintah Malaysia saat ini sedang melakukan investigasi atas masalah perlakukan terhadap tiga petugas KKP tersebut.
Saudara-saudara,
Yang jelas, di masa depan, insiden seperti ini harus kita cegah, agar tidak terus menimbulkan permasalahan di antara kedua negara. Upaya ini bisa kita lakukan dengan cara segera menuntaskan perundingan batas wilayah di antara Malaysia dan Indonesia, serta bentuk-bentuk koordinasi dan kerjasama di antara kedua belah pihak, dengan semangat untuk tetap memelihara hubungan baik kedua bangsa.
Perihal penanganan terhadap 7 nelayan Malaysia yang memasuki wilayah perairan Indonesia, kepada mereka telah diambil tindakan-tindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Setelah prosesnya selesai mereka kita kembalikan ke Malaysia, sebagaimana kelaziman yang berlaku di lingkungan ASEAN selama ini. Perlu diketahui, dalam kasus yang sama, banyak nelayan Indonesia yang diduga memasuki wilayah perairan negara sahabat, juga dikembalikan ke negeri kita.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Belajar dari pengalaman ini, pemerintah Indonesia berpendapat bahwa solusi yang paling tepat untuk mencegah dan mengatasi insiden-insiden serupa adalah, dengan cara segera menuntaskan perundingan batas wilayah antara Indonesia dan Malaysia. Perundingan ini menyangkut batas wilayah darat dan batas wilayah maritim, termasuk di wilayah selat Singapura, dan perairan Sulawesi, atau perairan Ambalat.
Indonesia berpendapat bahwa perundingan menyangkut batas wilayah ini dapat kita percepat dan kita efektifkan pelaksanaannya. Semuanya ini berangkat dari niat dan tujuan yang baik, agar insiden-insiden serupa yang akan mengganggu hubungan baik kedua bangsa dapat kita cegah dan tiadakan. Saya sungguh menggaris-bawahi, sekali lagi, agar proses perundingan yang akan segera diteruskan oleh kedua pemerintah benar-benar menghasilkan capaian yang nyata.
Saudara-saudara,
Kedaulatan Negara dan keutuhan wilayah adalah kepentingan nasional yang sangat vital. Pemerintah juga sangat memahami kepentingan itu, dan terus bekerja secara sungguh-sungguh untuk menjaga dan menegakkannya. Namun demikian, tidak semua permasalahan yang muncul dalam hubungan dengan negara sahabat selalu terkait dengan kedaulatan dan keutuhan wilayah. Oleh karena itu, kita harus bisa menilai dengan tepat setiap masalah yang muncul, agar penyelesaiannyapun menjadi tepat pula.
Meskipun demikian, sekecil apapun permasalahan yang muncul dalam hubungan bilateral, akan tetap kita selesaikan demi menunjang kepentingan nasional kita. Kita harus senantiasa menjaga citra dan jatidiri kita sebagai bangsa yang bermartabat dalam menjalin hubungan internasional, tanpa kehilangan prinsip dasar politik luar negeri yang bebas dan aktif, dan yang diabdikan untuk kepentingan bangsa kita.
Sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, saya juga merasakan apa yang dirasakan oleh rakyat Indonesia. Saya sungguh mengerti keprihatinan, kepedulian, bahkan emosi yang saudara-saudara rasakan. Dan apa yang dilakukan oleh pemerintah sekarang dan ke depan ini, sesungguhnya juga cerminan dari keprihatinan kita semua.
Saya juga mengajak untuk menjauhi tindakan-tindakan yang berlebihan, seperti aksi-aksi kekerasan, karena hanya akan menambah masalah yang ada. Kekerasan sering memicu terjadinya kekerasan yang lain. Harapan untuk menyelesaikan masalah ini dengan serius dan tepat, tanpa disertai aksi-aksi yang destruktif, juga saya terima dari saudara-saudara kita rakyat Indonesia yang saat ini berada di Malaysia.
Saudara-saudara sekalian,
Cara kita menangani hubungan Indonesia– Malaysia akan disimak dan diikuti oleh negara-negara sahabat di kawasan Asia, bahkan oleh dunia internasional. Selama ini sebagai Pendiri ASEAN, Indonesia sering dijadikan panutan di dalam menyelesaikan berbagai konflik yang terjadi di kawasan, maupun di belahan bumi yang lain. Oleh karena itu, marilah seraya kita tetap memperjuang-kan kepentingan nasional kita, karakter dan peran internasional Indonesia yang konstruktif, dan dengan semangat untuk memelihara perdamaian, terus dapat kita jaga.
Terakhir, insiden yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia baru-baru ini akan kita tuntaskan penyelesaiannya. Indonesia akan terus mendorong Malaysia untuk benar-benar menyelesaikan perundingan batas wilayah yang sering memicu terjadinya insiden dan ketegangan. Dengan demikian, dengan dapat dicegahnya ketegangan dan benturan-benturan yang tidak perlu, saya yakin permasalahan, hubungan baik dan kerjasama bilateral antara Indonesia–Malaysia akan berkembang lebih besar lagi.
Ke depan dalam hubungan antar bangsa yang lebih luas, kita harus terus menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah kita, dan terus membangun diri menjadi negara yang maju, sejahtera, dan bermartabat, dengan tetap menjaga hubungan baik dan kerjasama dengan negara-negara sahabat.
Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
sumber: http://www.presidenri.go.id/index.php/pidato/2010/09/01/1473.html
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
MENGENAI
DINAMIKA HUBUNGAN INDONESIA–MALAYSIA
Jakarta, 1 September 2010
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang saya cintai dan saya banggakan,
Malam ini, saya ingin memberikan penjelasan kepada rakyat Indonesia mengenai hubungan Indonesia–Malaysia. Marilah kita mengawalinya dengan melihat perkembangan dan dinamika hubungan kedua negara, salah satu hubungan bilateral Indonesia yang paling penting.
Hubungan Indonesia dan Malaysia memiliki cakupan yang luas, yang semuanya berkaitan dengan kepentingan nasional, kepentingan rakyat kita.
Pertama, Indonesia dan Malaysia mempunyai hubungan sejarah, budaya dan kekerabatan yang sangat erat dan mungkin yang paling erat dibanding negara-negara lain, dan sudah terjalin selama ratusan tahun. Kita mempunyai tanggung jawab sejarah, untuk memelihara dan melanjutkan tali persaudaraan ini.
Kedua, hubungan Indonesia dan Malaysia adalah pilar penting dalam keluarga besar ASEAN. ASEAN bisa tumbuh pesat selama empat dekade terakhir ini, antara lain karena kokohnya fondasi hubungan bilateral Indonesia-Malaysia.
Ketiga, ada sekitar 2 juta saudara-saudara kita yang bekerja di Malaysia, di perusahaan, di pertanian, dan di berbagai lapangan pekerjaan. Ini adalah jumlah tenaga kerja Indonesia yang terbesar di luar negeri. Tentu saja keberadaan tenaga kerja Indonesia di Malaysia membawa keuntungan bersama, baik bagi Indonesia maupun Malaysia.
Sementara itu, sekitar 13,000 pelajar dan mahasiswa Indonesia belajar di Malaysia, dan 6,000 mahasiswa Malaysia belajar di Indonesia. Ini merupakan asset bangsa yang harus terus kita bina bersama, dan juga modal kemitraan di masa depan.
Wisatawan Malaysia yang berkunjung ke Indonesia adalah ketiga terbesar dengan jumlah 1,18 juta orang, dari total 6,3 juta wisatawan mancanegara. Investasi Malaysia di Indonesia 5 tahun terakhir (2005-2009) adalah 285 proyek investasi, berjumlah US$ 1.2 miliar, dan investasi Indonesia di Malaysia berjumlah US$ 534 juta. Jumlah perdagangan kedua negara telah mencapai US$ 11,4 Miliar pada tahun 2009. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan ekonomi Indonesia–Malaysia sungguh kuat.
Namun, hubungan yang khusus ini juga sangat kompleks. Hubungan ini tidak bebas dari masalah dan tantangan. Ada semacam dalil diplomasi, bahwa semakin dekat dan erat hubungan dua negara, semakin banyak masalah yang dihadapi.
Contoh masalah dan tantangan yang kita hadapi adalah menyangkut tenaga kerja Indonesia di Malaysia. Kita tahu bahwa keberadaan 2 juta tenaga kerja Indonesia di Malaysia, disamping memberikan manfaat bersama, juga memunculkan kasus-kasus di lapangan yang harus terus kita kelola. Oleh karena itulah, sejak awal, saya berupaya keras untuk memperjuangkan hak-hak Tenaga Kerja Indonesia, antara lain menyangkut gaji dan waktu libur, memberikan perlindungan hukum, dan mendirikan sekolah bagi anak-anak Tenaga Kerja Indonesia.
Dalam kunjungan saya yang terakhir ke Malaysia, kita telah berhasil mencapai kesepakatan, mengenai pemberian dan perlindungan Hak bagi tenaga kerja kita di Malaysia. Berkaitan dengan permasalahan hukum yang dihadapi oleh tenaga kerja Indonesia di Malaysia, pemerintah aktif melakukan langkah-langkah pendampingan dan advokasi hukum, untuk memastikan saudara-saudara kita mendapatkan keadilan yang sebenar-benarnya.
Selain masalah TKI dan perlindungan WNI, kita juga kerap menjumpai masalah yang terkait dengan perbatasan kedua negara. Masalah ini memerlukan pengelolaan yang serius dari kedua belah pihak.
Karena itulah, menyadari kepentingan bersama ini, saya dan Perdana Menteri Malaysia sering berkomunikasi secara langsung, di samping forum konsultasi tahunan yang kami lakukan, untuk memastikan bahwa isu-isu bilateral ini dapat kita kelola dan carikan jalan keluarnya dengan baik.
Saudara-saudara sekalian,
Akhir-akhir ini, hubungan Indonesia Malaysia kembali diuji dengan terjadinya insiden di seputar perairan Pulau Bintan pada tanggal 13 Agustus 2010 yang lalu. Berhubung insiden ini menjadikan perhatian yang luas dari kalangan masyarakat Indonesia, pada kesempatan ini, saya ingin memberikan penjelasan tentang duduk persoalan yang sesungguhnya, dan langkah-langkah tindakan yang diambil oleh pemerintah kita.
Sejak saya menerima laporan mengenai insiden ini tanggal 14 Agustus 2010 pagi, saya langsung memberikan berbagai instruksi. Pertama, saya minta agar ketiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan segera dikembalikan dalam keadaan selamat. Kedua, saya juga memerintahkan untuk mengusut tuntas apa yang sebenarnya terjadi dalam insiden tersebut.
Segera setelah itu, Menko Polhukam dan Menteri Luar Negeri melakukan tindakan-tindakan cepat, untuk mengelola penanganan insiden tersebut dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
Terhadap insiden ini, kita semua sangat prihatin, dan saya ingin agar masalah ini segera di selesaikan secara tuntas, dengan mengutamakan langkah-langkah diplomasi. Saya ingin mengatakan bahwa sejak terjadinya kasus ini pemerintah telah bertindak. Sistempun telah bekerja.
Saya juga menekankan bahwa masalah seperti ini harus diselesaikan secara cepat, tegas dan tepat, karena berkaitan dengan kepentingan nasional kita. Memelihara hubungan baik dengan negara sahabat, apalagi dengan Malaysia, sangat penting. Tetapi, tentu kita tidak bisa mengabaikan kepentingan nasional, apalagi jika menyangkut kedaulatan dan keutuhan NKRI.
Dalam kaitan ini, saya telah mengirim surat kepada Perdana Menteri Malaysia, yang intinya menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya insiden tersebut. Saya juga mendorong agar proses perundingan batas maritim dapat dipercepat dan dituntaskan. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri telah memanggil Duta Besar Malaysia di Jakarta untuk menyampaikan nota protes. Menteri Luar Negeri juga telah melakukan komunikasi intensif dengan Menteri Luar Negeri Malaysia. Dalam perkembangannya, alhamdulillah, ke-3 petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan itu kini telah kembali ke tanah air.
Berkaitan dengan ketiga petugas KKP tersebut, Pemerintah Indonesia menerima informasi tentang perlakuan yang tidak patut yang dialami oleh mereka. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia meminta penjelasan atas kebenaran informasi itu. Melalui jalur diplomasi, diperoleh informasi bahwa Pemerintah Malaysia saat ini sedang melakukan investigasi atas masalah perlakukan terhadap tiga petugas KKP tersebut.
Saudara-saudara,
Yang jelas, di masa depan, insiden seperti ini harus kita cegah, agar tidak terus menimbulkan permasalahan di antara kedua negara. Upaya ini bisa kita lakukan dengan cara segera menuntaskan perundingan batas wilayah di antara Malaysia dan Indonesia, serta bentuk-bentuk koordinasi dan kerjasama di antara kedua belah pihak, dengan semangat untuk tetap memelihara hubungan baik kedua bangsa.
Perihal penanganan terhadap 7 nelayan Malaysia yang memasuki wilayah perairan Indonesia, kepada mereka telah diambil tindakan-tindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Setelah prosesnya selesai mereka kita kembalikan ke Malaysia, sebagaimana kelaziman yang berlaku di lingkungan ASEAN selama ini. Perlu diketahui, dalam kasus yang sama, banyak nelayan Indonesia yang diduga memasuki wilayah perairan negara sahabat, juga dikembalikan ke negeri kita.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Belajar dari pengalaman ini, pemerintah Indonesia berpendapat bahwa solusi yang paling tepat untuk mencegah dan mengatasi insiden-insiden serupa adalah, dengan cara segera menuntaskan perundingan batas wilayah antara Indonesia dan Malaysia. Perundingan ini menyangkut batas wilayah darat dan batas wilayah maritim, termasuk di wilayah selat Singapura, dan perairan Sulawesi, atau perairan Ambalat.
Indonesia berpendapat bahwa perundingan menyangkut batas wilayah ini dapat kita percepat dan kita efektifkan pelaksanaannya. Semuanya ini berangkat dari niat dan tujuan yang baik, agar insiden-insiden serupa yang akan mengganggu hubungan baik kedua bangsa dapat kita cegah dan tiadakan. Saya sungguh menggaris-bawahi, sekali lagi, agar proses perundingan yang akan segera diteruskan oleh kedua pemerintah benar-benar menghasilkan capaian yang nyata.
Saudara-saudara,
Kedaulatan Negara dan keutuhan wilayah adalah kepentingan nasional yang sangat vital. Pemerintah juga sangat memahami kepentingan itu, dan terus bekerja secara sungguh-sungguh untuk menjaga dan menegakkannya. Namun demikian, tidak semua permasalahan yang muncul dalam hubungan dengan negara sahabat selalu terkait dengan kedaulatan dan keutuhan wilayah. Oleh karena itu, kita harus bisa menilai dengan tepat setiap masalah yang muncul, agar penyelesaiannyapun menjadi tepat pula.
Meskipun demikian, sekecil apapun permasalahan yang muncul dalam hubungan bilateral, akan tetap kita selesaikan demi menunjang kepentingan nasional kita. Kita harus senantiasa menjaga citra dan jatidiri kita sebagai bangsa yang bermartabat dalam menjalin hubungan internasional, tanpa kehilangan prinsip dasar politik luar negeri yang bebas dan aktif, dan yang diabdikan untuk kepentingan bangsa kita.
Sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, saya juga merasakan apa yang dirasakan oleh rakyat Indonesia. Saya sungguh mengerti keprihatinan, kepedulian, bahkan emosi yang saudara-saudara rasakan. Dan apa yang dilakukan oleh pemerintah sekarang dan ke depan ini, sesungguhnya juga cerminan dari keprihatinan kita semua.
Saya juga mengajak untuk menjauhi tindakan-tindakan yang berlebihan, seperti aksi-aksi kekerasan, karena hanya akan menambah masalah yang ada. Kekerasan sering memicu terjadinya kekerasan yang lain. Harapan untuk menyelesaikan masalah ini dengan serius dan tepat, tanpa disertai aksi-aksi yang destruktif, juga saya terima dari saudara-saudara kita rakyat Indonesia yang saat ini berada di Malaysia.
Saudara-saudara sekalian,
Cara kita menangani hubungan Indonesia– Malaysia akan disimak dan diikuti oleh negara-negara sahabat di kawasan Asia, bahkan oleh dunia internasional. Selama ini sebagai Pendiri ASEAN, Indonesia sering dijadikan panutan di dalam menyelesaikan berbagai konflik yang terjadi di kawasan, maupun di belahan bumi yang lain. Oleh karena itu, marilah seraya kita tetap memperjuang-kan kepentingan nasional kita, karakter dan peran internasional Indonesia yang konstruktif, dan dengan semangat untuk memelihara perdamaian, terus dapat kita jaga.
Terakhir, insiden yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia baru-baru ini akan kita tuntaskan penyelesaiannya. Indonesia akan terus mendorong Malaysia untuk benar-benar menyelesaikan perundingan batas wilayah yang sering memicu terjadinya insiden dan ketegangan. Dengan demikian, dengan dapat dicegahnya ketegangan dan benturan-benturan yang tidak perlu, saya yakin permasalahan, hubungan baik dan kerjasama bilateral antara Indonesia–Malaysia akan berkembang lebih besar lagi.
Ke depan dalam hubungan antar bangsa yang lebih luas, kita harus terus menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah kita, dan terus membangun diri menjadi negara yang maju, sejahtera, dan bermartabat, dengan tetap menjaga hubungan baik dan kerjasama dengan negara-negara sahabat.
Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
sumber: http://www.presidenri.go.id/index.php/pidato/2010/09/01/1473.html
20100830
STADIUM GENERAL / 28 Agustus 2010
Hari sabtu tanggal 28 Agustus 2010, hari ini telah terbentuk sepuluh kelompok kecil yang berasal dari satu Jurusan Teknik Fisika. Dari sepuluh kelompok itu juga telah terbentuk satu kelompok bernama MUR BAUT. Bagaimanakah awal terbentuknya kelompok MUR BAUT ini??
Jam 07.00 kita harus sudah kumpul di pelataran parkir Jurusan Teknik Fisika untuk melaksanakan Stadium General, seharusnya sih hari sabtu itu adalah hari yang tenang, hari yang seharusnya bisa dipakai untuk istirahat. Yah tapi apa daya, sebagai MABA (Mahasiswa Baru yah, bukan Manusia Baru.) masih harus mengikuti acara Stadium General untuk Ospek yang bakal dilaksanakan bulan september sama oktober nanti. Set dah.....
Walaupun masih ada beberapa yang terlambat, tapi seperti biasanya dengan alibi bulan puasa jadi tidak ada penindakan secara tegas. :) . Hanya mungkin mendapatkan pengurangan point untuk menjadi mahasiswa terbaik 2010 se JTF (Jurusan Teknik Fisika) .
Diawali oleh perkenalan para pembawa acara yang katanya merangkap menjadi seksi acara. Seperti biasanya, cukup membuat semuanya bengong.. ^^ .. Selanjutnya perkenalan para panitia dimulai dari ketuanya sampai ke para panitia lainnya. Cukup lama memang. Setelah itu ada pembagian kelompok, kita harus mencari sendiri dengan siapa kelompoknya. Dengan melihat kertas yang ditempelkan di berbagai macam jenis tempat yang bisa ditempelkan, kebetulan kelompok kami kertasnya ditempelkan di badan salah seorang panitia ospek itu. Gokil meennn.... hahahaha ...
Kumpul deh sama teman-teman satu kelompok, kelompok 2 tepatnya. Awalnya adalah kelompok yang sangat silent banget. hahaha.. Membuat lingkaran saja tetap tidak menimbulkan suara sedikitpun. Ada 11 orang yang terkumpul saat itu, yaitu ada Aris, Atika, Bagus, Dio, Huda, Khusin, dan Ragil dari Fisika Teknik 2010 dan ada Ayu, Bemby, Hadi, dan Rouf dari Teknik Nuklir 2010. Ada 7 orang dari Fistek 10 (Fisika Teknik 2010) dan ada 4 orang dari TN 10 (Teknik Nuklir 2010). Namun pada akhirnya, kita adalah sama yaitu di bawah naungan Jurusan Teknik Fisika. Oh iah, pada ospek kali ini kita dapat tema yang namanya MEKANIKA. Hmmmm, artinya apa yah??? Kalo dikasih tau gak rame ntarnya, cari tau aja yah sendiri... hahahahahaha
11 orang yang rata-rata pendiam, atau belum keluar aslinya. Setelah tau kelompoknya beranggotakan siapa saja, kita mendapat tugas untuk mencari siapa pemandu untuk kelompok 2. Dengan 3 clue, yaitu 1. Bertempat di tempat parkir tetangga yang gedungnya sebelah atas; 2. Pemandu laki-lakinya bertubuh besar, IP pada semester 1 adalah 3,89 dan suka spongebob; 3. Pemandu wanitanya adalah seorang yang pendiam, murah senyum, suka pake rok dan merupakan anggota dari madani. Kamipun mencari pemandu kami, dengan bermodalkan clue nomor 2 saja ternyata sudah cukup cepat untuk menemukan pemandunya... hehehe ... Nama pemandunya ternyata adalah Mas Abed dan Mbak Veni. Walaupun awalnya mereka pura-pura bukan pemandu dan ngakunya keamanan, tapi kami dapat memojokkan mereka sampai mengaku dengan membalikkan setiap alibi mereka. hahahahah... Nice Job !!
Setelah itu acara perkenalan dimulai, dari A sampai Z..... (loh emang ada yang namanya dari z yah??) ... hmmm, setelah itu ada pembentukan kelompok, yaitu dengan menentukan ketua, wakil, sekretaris, bendahara dan Penanggung Jawab tugas. Karena saking banyaknya tugas, maka dari itu dibentuklah penanggung jawab tugas.. :hammer: ...
Karena memang bakat alami yang dimiliki 11 orang ini adalah diam, ketika pemilihan ketua pun semua diam.. hahahaha... gak deng, ada 4 calon yang maju. Bagus, Huda, Hadi dan (satu lagi tambahin da, lupa ahahahah) . Sebelum dilakukan pemilihan, ada orasi dulu, dan akhirnya Hadi terpilih menjadi ketua di kelompok 2 dengan Huda sebagai wakilnya. Nice Job!! .. Seperti pada umumnya, ada ketua dan wakil, pasti akan langsung ada sekretaris dan bendahara, karena cuman ada 2 orang perempuan langsung aja ditunjuk untuk memegang jabatan itu.. hahahaha....
Begitu pula dengan para PJ (Penanggung Jawab) . Semuanya dapat jatah masing-masing.. ^^
Next, kita memilih satu nama untuk kelompok ini, setiap orang memberikan pendapatnya dan pada akhirnya nama MUR BAUT yang diusulkan Huda menjadi nama kelompok kita. Dengan filosofi walaupun kecil tapi dapat berguna untuk semua. Kita ingin kelompok kita menjadi berguna. hahahaha.... Karena waktu menunjukkan jam 12 siang, para Maba sudah gak diperbolehkan berada disekitar lingkungan kampus JTF. Maka MUR BAUT pun berpindah tempat ke Kantor Pusat Fakultas Teknik (KPFT )sayap Utara.
Hari ini langsung kita kerjakan apa yang bisa kita kerjakan. Dan pada akhirnya, kita pun bisa menyelesaikan sebagian tugas yang ada. The End..
*- Kalo mau ditambah atau kurang silahkan aja
- Yang di bold tolong diganti yak,.. ^^
Jam 07.00 kita harus sudah kumpul di pelataran parkir Jurusan Teknik Fisika untuk melaksanakan Stadium General, seharusnya sih hari sabtu itu adalah hari yang tenang, hari yang seharusnya bisa dipakai untuk istirahat. Yah tapi apa daya, sebagai MABA (Mahasiswa Baru yah, bukan Manusia Baru.) masih harus mengikuti acara Stadium General untuk Ospek yang bakal dilaksanakan bulan september sama oktober nanti. Set dah.....
Walaupun masih ada beberapa yang terlambat, tapi seperti biasanya dengan alibi bulan puasa jadi tidak ada penindakan secara tegas. :) . Hanya mungkin mendapatkan pengurangan point untuk menjadi mahasiswa terbaik 2010 se JTF (Jurusan Teknik Fisika) .
Diawali oleh perkenalan para pembawa acara yang katanya merangkap menjadi seksi acara. Seperti biasanya, cukup membuat semuanya bengong.. ^^ .. Selanjutnya perkenalan para panitia dimulai dari ketuanya sampai ke para panitia lainnya. Cukup lama memang. Setelah itu ada pembagian kelompok, kita harus mencari sendiri dengan siapa kelompoknya. Dengan melihat kertas yang ditempelkan di berbagai macam jenis tempat yang bisa ditempelkan, kebetulan kelompok kami kertasnya ditempelkan di badan salah seorang panitia ospek itu. Gokil meennn.... hahahaha ...
Kumpul deh sama teman-teman satu kelompok, kelompok 2 tepatnya. Awalnya adalah kelompok yang sangat silent banget. hahaha.. Membuat lingkaran saja tetap tidak menimbulkan suara sedikitpun. Ada 11 orang yang terkumpul saat itu, yaitu ada Aris, Atika, Bagus, Dio, Huda, Khusin, dan Ragil dari Fisika Teknik 2010 dan ada Ayu, Bemby, Hadi, dan Rouf dari Teknik Nuklir 2010. Ada 7 orang dari Fistek 10 (Fisika Teknik 2010) dan ada 4 orang dari TN 10 (Teknik Nuklir 2010). Namun pada akhirnya, kita adalah sama yaitu di bawah naungan Jurusan Teknik Fisika. Oh iah, pada ospek kali ini kita dapat tema yang namanya MEKANIKA. Hmmmm, artinya apa yah??? Kalo dikasih tau gak rame ntarnya, cari tau aja yah sendiri... hahahahahaha
11 orang yang rata-rata pendiam, atau belum keluar aslinya. Setelah tau kelompoknya beranggotakan siapa saja, kita mendapat tugas untuk mencari siapa pemandu untuk kelompok 2. Dengan 3 clue, yaitu 1. Bertempat di tempat parkir tetangga yang gedungnya sebelah atas; 2. Pemandu laki-lakinya bertubuh besar, IP pada semester 1 adalah 3,89 dan suka spongebob; 3. Pemandu wanitanya adalah seorang yang pendiam, murah senyum, suka pake rok dan merupakan anggota dari madani. Kamipun mencari pemandu kami, dengan bermodalkan clue nomor 2 saja ternyata sudah cukup cepat untuk menemukan pemandunya... hehehe ... Nama pemandunya ternyata adalah Mas Abed dan Mbak Veni. Walaupun awalnya mereka pura-pura bukan pemandu dan ngakunya keamanan, tapi kami dapat memojokkan mereka sampai mengaku dengan membalikkan setiap alibi mereka. hahahahah... Nice Job !!
Setelah itu acara perkenalan dimulai, dari A sampai Z..... (loh emang ada yang namanya dari z yah??) ... hmmm, setelah itu ada pembentukan kelompok, yaitu dengan menentukan ketua, wakil, sekretaris, bendahara dan Penanggung Jawab tugas. Karena saking banyaknya tugas, maka dari itu dibentuklah penanggung jawab tugas.. :hammer: ...
Karena memang bakat alami yang dimiliki 11 orang ini adalah diam, ketika pemilihan ketua pun semua diam.. hahahaha... gak deng, ada 4 calon yang maju. Bagus, Huda, Hadi dan (satu lagi tambahin da, lupa ahahahah) . Sebelum dilakukan pemilihan, ada orasi dulu, dan akhirnya Hadi terpilih menjadi ketua di kelompok 2 dengan Huda sebagai wakilnya. Nice Job!! .. Seperti pada umumnya, ada ketua dan wakil, pasti akan langsung ada sekretaris dan bendahara, karena cuman ada 2 orang perempuan langsung aja ditunjuk untuk memegang jabatan itu.. hahahaha....
Begitu pula dengan para PJ (Penanggung Jawab) . Semuanya dapat jatah masing-masing.. ^^
Next, kita memilih satu nama untuk kelompok ini, setiap orang memberikan pendapatnya dan pada akhirnya nama MUR BAUT yang diusulkan Huda menjadi nama kelompok kita. Dengan filosofi walaupun kecil tapi dapat berguna untuk semua. Kita ingin kelompok kita menjadi berguna. hahahaha.... Karena waktu menunjukkan jam 12 siang, para Maba sudah gak diperbolehkan berada disekitar lingkungan kampus JTF. Maka MUR BAUT pun berpindah tempat ke Kantor Pusat Fakultas Teknik (KPFT )sayap Utara.
Hari ini langsung kita kerjakan apa yang bisa kita kerjakan. Dan pada akhirnya, kita pun bisa menyelesaikan sebagian tugas yang ada. The End..
*- Kalo mau ditambah atau kurang silahkan aja
- Yang di bold tolong diganti yak,.. ^^
20100828
Ketika Gambar yang Bercerita
Gambar... suatu potret mati tak bergerak, tak bersuara, tak bernafas yang menjadi suatu perantara untuk menyambungkan emosi jiwa dengan kehidupan nyata. Gambar yang memperlihatkan keburukan dan kebaikan dalam hidup. Gambar yang tak bergerak, tak bersuara itu akan menjadi seperti terlihat hidup. Bahkan bisa melebihi kata "seperti" itu sendiri. Ketika gambar berada di tempat dan waktu yang tepat.
Hari ini, suatu pameran foto anak-anak muda yang memegang tanggung jawab bangsa Indonesia di masa depan di pamerkan dengan satu tema yang seragam, yaitu 55+. Berbeda dengan pameran-pameran foto yang biasanya menampilkan keindahan abstrak dalam gambar, kali banyak sekali potret-potret lusuh para pemuda di jaman dulu yang saat ini sudah menjadi tua. Terkesan sangat tua memang pameran foto itu.
Namun dalam foto yang bermodelkan wajah-wajah keriput, tersirat makna suatu perjuangan hidup yang telah model-model itu alami. Masih tergambar jelas semangat-semangat muda mereka, baik itu dalam hal pendidikan, kesehatan, karir, bahkan kisah cinta yang tak tersampaikan.
Wajah-wajah tua dalam gambar itu seperti ingin berteriak, "Akulah yang terhebat." Mereka tak peduli seberapa lusuh wajah mereka dalam gambar. Mereka tak peduli tinggal berapa tahun sisa umur mereka. Bahkan mungkin hari.
Namun ironis sekali ketika dibandingkan dengan foto-foto yang selalu menjadi wajah dalam headline news suatu koran atau surat kabar yang setiap harinya pasti selalu ada wajah-wajah muda yang menundukkan kepalanya karena malu dengan perbuatan mereka. Wajah-wajah yang kerap kali mereka tutup dengan tangan. Seakan mereka berteriak, "Cukup jangan berbicara lagi." Sangat bertolak belakangan dengan semangat yang terpancar dari gambar-gambar di pameran foto 55+ itu.
Gambar yang bercerita. Gambar yang berbicara. Gambar yang berkomentar. Gambar yang menceritakan kisah buruk seseorang sering kali bisa didapatkan dengan mudah. Kareka keburukan itu sangat mudah dalam penyebarannya. Namun ketika gambar yang berceritakan kisah baik seseorang, diperlukan tempat dan waktu yang mahal. Tempat dan waktu yang tepat. Tempat dan waktu yang eklusif. Karena kebaikan itu adalah mahal.
LUTHFIL HADI
Hari ini, suatu pameran foto anak-anak muda yang memegang tanggung jawab bangsa Indonesia di masa depan di pamerkan dengan satu tema yang seragam, yaitu 55+. Berbeda dengan pameran-pameran foto yang biasanya menampilkan keindahan abstrak dalam gambar, kali banyak sekali potret-potret lusuh para pemuda di jaman dulu yang saat ini sudah menjadi tua. Terkesan sangat tua memang pameran foto itu.
Namun dalam foto yang bermodelkan wajah-wajah keriput, tersirat makna suatu perjuangan hidup yang telah model-model itu alami. Masih tergambar jelas semangat-semangat muda mereka, baik itu dalam hal pendidikan, kesehatan, karir, bahkan kisah cinta yang tak tersampaikan.
Wajah-wajah tua dalam gambar itu seperti ingin berteriak, "Akulah yang terhebat." Mereka tak peduli seberapa lusuh wajah mereka dalam gambar. Mereka tak peduli tinggal berapa tahun sisa umur mereka. Bahkan mungkin hari.
Namun ironis sekali ketika dibandingkan dengan foto-foto yang selalu menjadi wajah dalam headline news suatu koran atau surat kabar yang setiap harinya pasti selalu ada wajah-wajah muda yang menundukkan kepalanya karena malu dengan perbuatan mereka. Wajah-wajah yang kerap kali mereka tutup dengan tangan. Seakan mereka berteriak, "Cukup jangan berbicara lagi." Sangat bertolak belakangan dengan semangat yang terpancar dari gambar-gambar di pameran foto 55+ itu.
Gambar yang bercerita. Gambar yang berbicara. Gambar yang berkomentar. Gambar yang menceritakan kisah buruk seseorang sering kali bisa didapatkan dengan mudah. Kareka keburukan itu sangat mudah dalam penyebarannya. Namun ketika gambar yang berceritakan kisah baik seseorang, diperlukan tempat dan waktu yang mahal. Tempat dan waktu yang tepat. Tempat dan waktu yang eklusif. Karena kebaikan itu adalah mahal.
LUTHFIL HADI
20100827
20100823
AKULAH SOLUSI BANGSAKU !!
"Bakti kami mahasiswa Gadjah Mada
Ku berjanji memenuhi panggilan bangsaku."
-Hymne Gadjah Mada-
"Kepada para mahasiswa yang merindukan kejayaan...
... wahai kalian yang rindu kemenangan.. "
-Darah Juang-
Potongan bait lagu yang selalu dan menjadi kebanggan para mahasiswa, khususnya mahasiswa Gadjah Mada itu sudah cukup untuk menyampaikan bahwa kami mahasiswa selalu siap untuk mencapai kejayaan. Potongan lagu yang apabila dinyanyikan utuh selalu bisa menggetarkan hati orang-orang yang mendengarnya. Dengan kepalan tangan yang diangkat setinggi-tingginya, dengan kepalan tangan yang bangga menyentuh dada, mahasiswa siap untuk berjuang mencapai kemenangan.
Aku adalah solusi bangsaku, itu sudah terdapat dalam kedua lagu itu, merupakan suatu janji untuk berjuang mencapai, mencapai kejayaan. Namun untuk mencapai kemenangan dan kejayaan itu, tidak cukup dengan bernyanyi begitu semangatnya. Untuk menjadi solusi bangsa yang besar ini dibutuhkan pula keberanian, kebersamaan dan tanggung jawab yang besar.
"Berjuta rakyat bersimbah luka/Anak kurus tak sekolah/Pemuda desa tak kerja." Bait lainnya dari lagu "Darah Juang" ini adalah gambaran bangsa Indonesia yang telah 65 tahun merdeka. Butuh waktu untuk merubah liriknya menjadi "Berjuta rakyat bersimbah harta/Anak sehat menjadi sarjana/Pemuda desa berkelana." Tak banyak yang bisa dilakukan apabila seorang mahasiswa masih menjadi "Aku". Seorang "Aku" tak akan bisa menjadi solusi bangsa yang telah lama merindukan suatu kejayaan. Bahkan seorang mahasiswa yang panda dalam berorasi atau membakar semangat orang lain pun tak akan bisa menjadi solusi bangsa ini apabila masih menjadi seorang "Aku".
Hanya sedikit yang bisa, maaf, masih hanya sedikit yang bisa menjadi solusi bangsa yang besar ini. Yaitu orang-orang atau mahasiswa-mahasiswa yang sudah bukan menjadi seorang "Aku", mahasiswa-mahasiswa yang sudah tidak "menyebut"kata "kami", mahasiswa yang bukan berpikir "kamu" tidak bisa mengalahkan "Aku". Mahasiswa yang menjadikan dirinya seorang "KITA". Mahasiswa "KITA" adalah mahasiswa yang mampu memyelesaikan permasalahan bangsa. Mahasiswa yang mampu melihat keadaan dan dengan cepat menyesuaikan dirinya.
Mahasiswa "KITA" di Indonesia hanya menjadi dan pernah besar ketika bangsa ini sudah sangat terpuruk. Sebagai contoh kecil adalah ketika semua mahasiswa turun ke jalan dan selalu berteriak "KITA ADALAH SATU", "KITA ADALAH SAMA." Ketika itu keadaan bangsa sudah sangat terpuruk di bawah tahta Soeharto. Mereka berteriak "KITA BUTUH KEADILAN", berbeda dengan kebanyakan para orator yang selalu meneriakan "KAMI MINTA KORUPSI DIMUSNAHKAN".
Sewaktu masih bersekolah, setiap hari senin selalu diucapkan "Persatuan Indonesia" ketika pembacaan pancasila. Namun itu hanya menjadi suatu ucapan saja. Atau ketika kepedulian muncul apabila banyak orang sudah peduli. Menjadi solusi bangsa itu harus cepat tanggap apabila ada suatu masalah. Mampu membuka lebar pandangan dan pola berpikirnya.
Untuk menjadi solusi bangsa, seorang mahasiswa bukan hanya butuh profesionalitas saja, tapi juga nilai-nilai moral dan agama, dan menjadi bangsa Indonesia yang sebenarnya. Yaitu bangsa yang santun dan penuh rasa hormat. Karena seorang mahasiswa merupakan pewaris peradaban yang telah menggoreskan sebuah catatan kebanggaan di lembar sejarah manusia. Peradaban yang dulu pernah menjadi raja di hutan yang keras. Itulah yang selalu dinyanyikan mahasiswa.
Menjadi solusi bangsa bukan hanya dengan turun ke jalan, tapi bisa dengan memperlihatkan kehormatan kita. Dengan menunjukkan kualitas kita dalam sebuah bangsa. Karena kita adalah satu.
Aku bisa menjadi solusi bangsa. Akulah solusi bangsa ketika aku adalah bukan seorang "Aku". Ketika aku adalah bukan "Kamu". Ketika aku adalah bukan "Kami". Tapi aku adalah solusi bangsa, akulah solusi bangsa, aku menjadi solusi bangsa ketika aku sudah menjadi "KITA".
HIDUP MAHASISWA INDONESIA !!
HIDUP RAKYAT INDONESIA !!
Luthfil Hadi
Ku berjanji memenuhi panggilan bangsaku."
-Hymne Gadjah Mada-
"Kepada para mahasiswa yang merindukan kejayaan...
... wahai kalian yang rindu kemenangan.. "
-Darah Juang-
Potongan bait lagu yang selalu dan menjadi kebanggan para mahasiswa, khususnya mahasiswa Gadjah Mada itu sudah cukup untuk menyampaikan bahwa kami mahasiswa selalu siap untuk mencapai kejayaan. Potongan lagu yang apabila dinyanyikan utuh selalu bisa menggetarkan hati orang-orang yang mendengarnya. Dengan kepalan tangan yang diangkat setinggi-tingginya, dengan kepalan tangan yang bangga menyentuh dada, mahasiswa siap untuk berjuang mencapai kemenangan.
Aku adalah solusi bangsaku, itu sudah terdapat dalam kedua lagu itu, merupakan suatu janji untuk berjuang mencapai, mencapai kejayaan. Namun untuk mencapai kemenangan dan kejayaan itu, tidak cukup dengan bernyanyi begitu semangatnya. Untuk menjadi solusi bangsa yang besar ini dibutuhkan pula keberanian, kebersamaan dan tanggung jawab yang besar.
"Berjuta rakyat bersimbah luka/Anak kurus tak sekolah/Pemuda desa tak kerja." Bait lainnya dari lagu "Darah Juang" ini adalah gambaran bangsa Indonesia yang telah 65 tahun merdeka. Butuh waktu untuk merubah liriknya menjadi "Berjuta rakyat bersimbah harta/Anak sehat menjadi sarjana/Pemuda desa berkelana." Tak banyak yang bisa dilakukan apabila seorang mahasiswa masih menjadi "Aku". Seorang "Aku" tak akan bisa menjadi solusi bangsa yang telah lama merindukan suatu kejayaan. Bahkan seorang mahasiswa yang panda dalam berorasi atau membakar semangat orang lain pun tak akan bisa menjadi solusi bangsa ini apabila masih menjadi seorang "Aku".
Hanya sedikit yang bisa, maaf, masih hanya sedikit yang bisa menjadi solusi bangsa yang besar ini. Yaitu orang-orang atau mahasiswa-mahasiswa yang sudah bukan menjadi seorang "Aku", mahasiswa-mahasiswa yang sudah tidak "menyebut"kata "kami", mahasiswa yang bukan berpikir "kamu" tidak bisa mengalahkan "Aku". Mahasiswa yang menjadikan dirinya seorang "KITA". Mahasiswa "KITA" adalah mahasiswa yang mampu memyelesaikan permasalahan bangsa. Mahasiswa yang mampu melihat keadaan dan dengan cepat menyesuaikan dirinya.
Mahasiswa "KITA" di Indonesia hanya menjadi dan pernah besar ketika bangsa ini sudah sangat terpuruk. Sebagai contoh kecil adalah ketika semua mahasiswa turun ke jalan dan selalu berteriak "KITA ADALAH SATU", "KITA ADALAH SAMA." Ketika itu keadaan bangsa sudah sangat terpuruk di bawah tahta Soeharto. Mereka berteriak "KITA BUTUH KEADILAN", berbeda dengan kebanyakan para orator yang selalu meneriakan "KAMI MINTA KORUPSI DIMUSNAHKAN".
Sewaktu masih bersekolah, setiap hari senin selalu diucapkan "Persatuan Indonesia" ketika pembacaan pancasila. Namun itu hanya menjadi suatu ucapan saja. Atau ketika kepedulian muncul apabila banyak orang sudah peduli. Menjadi solusi bangsa itu harus cepat tanggap apabila ada suatu masalah. Mampu membuka lebar pandangan dan pola berpikirnya.
Untuk menjadi solusi bangsa, seorang mahasiswa bukan hanya butuh profesionalitas saja, tapi juga nilai-nilai moral dan agama, dan menjadi bangsa Indonesia yang sebenarnya. Yaitu bangsa yang santun dan penuh rasa hormat. Karena seorang mahasiswa merupakan pewaris peradaban yang telah menggoreskan sebuah catatan kebanggaan di lembar sejarah manusia. Peradaban yang dulu pernah menjadi raja di hutan yang keras. Itulah yang selalu dinyanyikan mahasiswa.
Menjadi solusi bangsa bukan hanya dengan turun ke jalan, tapi bisa dengan memperlihatkan kehormatan kita. Dengan menunjukkan kualitas kita dalam sebuah bangsa. Karena kita adalah satu.
Aku bisa menjadi solusi bangsa. Akulah solusi bangsa ketika aku adalah bukan seorang "Aku". Ketika aku adalah bukan "Kamu". Ketika aku adalah bukan "Kami". Tapi aku adalah solusi bangsa, akulah solusi bangsa, aku menjadi solusi bangsa ketika aku sudah menjadi "KITA".
HIDUP MAHASISWA INDONESIA !!
HIDUP RAKYAT INDONESIA !!
Luthfil Hadi
20100719
Exclusive: Pengakuan Kikan(Ex Vocalist Cokelat)
Entah keterangan kikan ini dapat dipertanggung-jawabkan atau tidak. Itu sama sekali bukan tanggung jawab dari saya selaku pemilik dari blog ini. Saya hanya sekedar Copy-Paste dari sebuah forum KASKUS | The Largest Indonesian Community. Tapi tidak ada salahnya untuk dibaca.
Alasan mundur dari Cokelat, hubungan persahabatan mereka kini dan opininya tentang vokalis baru.
Hanya sehari setelah para personel Cokelat membeberkan secara eksklusif kepada Rolling Stone bahwa vokalis mereka, Kikan, telah resmi berpisah sejak akhir Maret 2010 lalu, mendadak akun Twitter pribadi miliknya (@KikanNamara) berhenti berkicau. Tak ada update sama sekali dari Kikan yang mengonfirmasi kabar hengkangnya ia dari Cokelat.
Kontras sekali jika dibandingkan dengan akun Twitter milik para personel Cokelat lainnya, gitaris Edwin (@Edwin_Cokelat), bassist (@ronnycokelat), gitaris Ernest (@ernestcokelat) yang terlihat sibuk membalas satu persatu pesan dari para Bintang Kita (julukan bagi fans Cokelat) menyangkut kabar hengkangnya Kikan dan drummer Ervin dari Cokelat.
Kikan baru menjawab permohonan untuk bersedia diwawancara melalui balasan direct message di Twitter. Ini setelah upaya menelepon dan sms yang terkirim tidak direspon sama sekali atau lebih tepatnya gagal karena nomor yang didapat salah. Ketika akhirnya mendapat nomor ponsel yang baru dan bisa dihubungi, terdengar suara vokalis yang merupakan ibu dari dua orang anak ini terisak-isak seperti orang tengah menangis. Entah kenapa. Akhirnya kami berjanji untuk melakukan sesi wawancara eksklusif pada hari itu juga (15/7) di sebuah cafe di Pondok Indah Mall I.
Sebagai salah seorang dari sedikit saja vokalis band perempuan yang memiliki suara sangat berkarakter dan bahkan menjadi penanda utuh identitas Cokelat selain musik mereka, maka mundurnya Kikan jelas sebuah kehilangan besar bagi Cokelat dan tentunya para Bintang Kita. Masa depan band ini pun kontan dipertanyakan.
Selama lebih kurang dua jam lamanya pemilik nama lengkap Namara Surtikanti (33 tahun) ini bercerita panjang lebar tentang alasan utamanya mundur dari band yang selama 14 tahun ikut membesarkan namanya, rencana karir solo, hubungan persahabatannya kini dengan para personel Cokelat yang lain, serta ketakutan sekaligus keinginannya untuk menyaksikan panggung pertama Cokelat bersama vokalis baru, Sarah Hadju. Berikut kutipannya
Mengapa Anda mundur dari Cokelat?
Mau alasan klise atau off the record? (tertawa) Sebetulnya ada beberapa alasan, tapi yang paling utama memang, sama seperti yang anak-anak (para personel Cokelat) bilang, karena gue merasa serba salah. Gue tidak bisa lagi mengikuti ritme kerjanya Cokelat, sementara kalau mereka harus beradaptasi dengan jadwal gue, kasihan mereka. Sebenarnya ini masalah yang cukup lama, bolak balik kami selalu mencoba mencari jalan keluar yang enak bagi kedua belah pihak. Sebenarnya ini bukan sebuah keputusan yang gampang, karena kalau nggak sama Cokelat sebenarnya gue juga nggak tahu mau apa lagi. Memang kalau mau dilihat lagi, gue cewek sendiri dengan empat cowok yang masing-masing berfungsi sebagai kepala keluarga di Cokelat ini. Gue berbeda dengan mereka, selain itu gue single parent, dua anak gue sudah semakin gede, butuh perhatian lebih dari gue dan segala macamnya. Gue sangat mengerti kalau para cowok-cowok ini nggak mungkin bisa mengikuti kemauan gue selamanya, jadi akhirnya sering terjadi bentrokan kepentingan. Akhirnya karena kasihan mereka pengen berlari sementara gue seperti berjalan di tempat, akhirnya gue mengambil keputusan untuk mundur dari band. Memutuskan gue resign dari band itu, bagi gue pribadi berat banget, tapi gue rasa anak-anak mengerti banget lah, apalagi kami sudah puluhan tahun ngeband dan mereka sering melihat sendiri bagaimana sulitnya, jatuh bangunnya gue, dengan jadwal, anak-anak gue dan segala macamnya.
Jadi Anda sebenarnya sudah lama ingin mengundurkan diri dari Cokelat?
Sebenarnya bukan untuk resign-nya ya, tapi ritme kerja band ini menjadi masalah. Itu sejak gue mulai punya anak pertama. Artinya dari tujuh tahun yang lalu. Akhirnya suka nggak suka, mau nggak mau, memang ada masanya gue ikut merintis Cokelat dari nol, saat gue belum menikah dan mempunyai anak itu gue bisa sebebas merpati, mau ngapain aja sesuka hati. Ketika punya anak akhirnya pelan-pelan memang terjadi perubahan.
Apakah Anda memutuskan untuk berhenti main musik selamanya atau hanya berhenti bermain musik bersama Cokelat?
Sebetulnya inti dari mundurnya gue ini, gue pengen rehat. Tapi mengingat skill-nya cuma main musik dan menyanyi, akhirnya gue tetap butuh uang. Nggak munafiklah, bagaimana gue menghidupi anak-anak gue nantinya? Sebetulnya gue kemarin sudah hampir memutuskan apakah mau seimbang atau mengejar duit? Karena kalau di band kan nggak bisa memutuskan sendirian, semua untuk kepentingan bersama. Kalau gue nggak mau mengambil satu job maka anak-anak crew gue bisa nggak makan nanti. Itu yang berat. Sebenarnya harapan gue dengan resign ini, gue punya kuasa lebih banyak atas diri gue sendiri, untuk memutuskan kapan gue mau bekerja dan kapan mau berlibur. Itu yang mungkin selama ini nggak bisa gue dapat di Cokelat. Dan gue pastinya hanya akan tetap main musik karena gue hanya bisa hidup dari situ.
Berarti Anda akan segera memulai karir solo setelah ini?
Agak terlalu serius ya? Karena sebenarnya gue nggak punya atensi untuk ke sana ya sementara ini.
Kalau membuat band baru?
OK, sebenarnya begini. Saat ini gue memang mempunyai satu proyek band tapi band ini dipersiapkan bukan sebagai satu proyek utama, ini lebih hanya untuk menyambung hidup gue saja. Setelah gue nggak sama Cokelat, kalau ada tawaran manggung nanti gue mau manggung dengan siapa? Tapi kalau untuk gue membuat sebuah band baru yang serius dan membuat album kayaknya gue perlu berpikir cukup lama lagi, untuk mendapatkan chemistry, mencari personel baru pasti sulit, apalagi selama 14 tahun gue sudah bersama-sama Cokelat. Belum tentu gue mendapat partner yang seasik mereka.
Persisnya kapan Anda mulai mundur dari Cokelat?
Gue resmi resigned itu sebenarya sejak 20 Mei 2010. Akhir Maret gue mulai ngomong dengan mereka namun pas menandatangani surat mundurnya gue dari Cokelat itu pada tanggal 20 Mei 2010. Tapi memang karena gue merasa pengunduran diri gue ini adalah sebuah keputusan yang akan membuat ribet banyak banget pihak, terutama dari Cokelat. Waktu itu gue pernah mengeluarkan statement bahwa gue nggak ingin ada satu periode dimana Cokelat nggak bisa manggung karena belum mempunyai vokalis lagi, jadi selama mereka belum mendapatkan pengganti maka gue akan terus membantu mereka. Ini berlaku untuk konser-konser yang sudah teken kontrak atau yang akan datang. Sampai 28 Juni kemarin (bukan 4 Juli seperti ditulis sebelumnya) gue masih membantu mereka. Itu show terakhir gue bersama Cokelat di PRJ.
Publik sangat sulit memisahkan Kikan dengan Cokelat, kalian seperti tidak bisa dipisahkan, ketika Anda mundur pernah terpikir bahwa keputusan itu berdampak besar bagi kehidupan para personel lainnya?
Gue selalu melihatnya dari dua sisi ya. Tidak bisa dipungkiri selama 14 tahun bersama Cokelat orang melihat image Cokelat itu sangat gue, bukan Cokelat kalau nggak ada Kikan, gue rasa orang seharusnya bisa melihat sebaliknya bahwa gue bukan siapa-siapa tanpa Cokelat. Bahwa gue akhirnya menjadi orang paling depan dan melihat image Cokelat sebagai gue itu rasanya terjadi di semua band ya? Image vokalis memang selalu dominan di semua band. Walau gue banyak bikin lagu dan bikin lirik, tapi gue yakin hasil akhir itu selalu ada di tangan kami berlima. Mungkin orang nggak banyak tahu bahwa Edwin, Ernest dan Ronny itu juga banyak menciptakan lagu. Dan mudah-mudahan stigma bahwa Cokelat nggak bisa apa-apa lagi tanpa gue itu tidak terbukti. Mungkin dengan tidak ada gue warnanya akan sedikit berubah...
Anda mendengar Cokelat telah memiliki vokalis baru dari siapa?
Baru minggu lalu, bukan dari anak-anak. Karena gue sudah benar-benar tidak berkomunikasi dengan mereka...
Sejak?
Sejak... Yah, pokoknya begini saja, setelah gue bilang resign, di beberapa manggung terakhir gue nggak diajak ngomong. Begitu saja. Gue bisa mengerti sih.
Mungkin mereka agak marah dengan Anda?
Iya, pasti ada seperti itu. Gue sangat memahami itu, walaupun gue sedih ya. Ketika terakhir duduk semeja dengan mereka gue pernah bilang, ”Walau sudah nggak kerja bareng lagi, bukan berarti kita nggak bisa berteman kan?” Maksudnya, pertemanan ini lebih dari segalanya, karena gue juga bisa 14 tahun bersama mereka pasti karena itu. Jadi bukan hanya cocok di panggung, tetapi pas turun kami bisa gila-gilaan bersama. Cuma yah, gue pikir nggak apa-apa juga sih, it takes time… Sampai semua bisa kembali normal.
Apakah Anda tertarik datang ke konser pertama Cokelat dengan vokalis baru pada tanggal 24 Juli nanti?
Gue pengen sekali ada di sana, tapi gue takut justru keberadaan gue nanti disalahartikan. Gue cukup tahu dirilah. Gue dari dulu sempat amit-amit untuk nonton band sendiri. Karena ini pernah kejadian dengan Robert (eks-gitaris Cokelat, kini manajer Drive) yang setahun setelah mundur dari band dia nonton kami di PRJ. Sebelumnya dia pernah ngomong, ”gimana rasanya ya nonton Cokelat dari depan panggung?” (Tertawa). Akhirnya gue sering menegaskan, ”jangan sampai gue menonton Cokelat dari depan panggung.” Dan ternyata malah terjadi. Tapi kayaknya nggak sekarang ini, mungkin nanti. Padahal gue pengen banget sebenarnya hadir di sana dan semoga ini diartikan sebagai bentuk dukungan bagi Cokelat, terutama dukungan kepada Sarah. Cuma takutnya nanti dianggap pengen eksis saja. Tapi kayaknya gue pasti bakal sedih deh...
”To be honest, gue takut banget omongan gue ada yang menyinggung mereka. Gue cuma nggak mau ada konflik berkepanjangan, kasihan anak-anak, bagaimanapun juga gue sayang banget sama mereka semua.”
Saat jarak memisahkan....
Hanya sehari setelah para personel Cokelat membeberkan secara eksklusif kepada Rolling Stone bahwa vokalis mereka, Kikan, telah resmi berpisah sejak akhir Maret 2010 lalu, mendadak akun Twitter pribadi miliknya (@KikanNamara) berhenti berkicau. Tak ada update sama sekali dari Kikan yang mengonfirmasi kabar hengkangnya ia dari Cokelat.
Kontras sekali jika dibandingkan dengan akun Twitter milik para personel Cokelat lainnya, gitaris Edwin (@Edwin_Cokelat), bassist (@ronnycokelat), gitaris Ernest (@ernestcokelat) yang terlihat sibuk membalas satu persatu pesan dari para Bintang Kita (julukan bagi fans Cokelat) menyangkut kabar hengkangnya Kikan dan drummer Ervin dari Cokelat.
Kikan baru menjawab permohonan untuk bersedia diwawancara melalui balasan direct message di Twitter. Ini setelah upaya menelepon dan sms yang terkirim tidak direspon sama sekali atau lebih tepatnya gagal karena nomor yang didapat salah. Ketika akhirnya mendapat nomor ponsel yang baru dan bisa dihubungi, terdengar suara vokalis yang merupakan ibu dari dua orang anak ini terisak-isak seperti orang tengah menangis. Entah kenapa. Akhirnya kami berjanji untuk melakukan sesi wawancara eksklusif pada hari itu juga (15/7) di sebuah cafe di Pondok Indah Mall I.
Sebagai salah seorang dari sedikit saja vokalis band perempuan yang memiliki suara sangat berkarakter dan bahkan menjadi penanda utuh identitas Cokelat selain musik mereka, maka mundurnya Kikan jelas sebuah kehilangan besar bagi Cokelat dan tentunya para Bintang Kita. Masa depan band ini pun kontan dipertanyakan.
Selama lebih kurang dua jam lamanya pemilik nama lengkap Namara Surtikanti (33 tahun) ini bercerita panjang lebar tentang alasan utamanya mundur dari band yang selama 14 tahun ikut membesarkan namanya, rencana karir solo, hubungan persahabatannya kini dengan para personel Cokelat yang lain, serta ketakutan sekaligus keinginannya untuk menyaksikan panggung pertama Cokelat bersama vokalis baru, Sarah Hadju. Berikut kutipannya
Mengapa Anda mundur dari Cokelat?
Mau alasan klise atau off the record? (tertawa) Sebetulnya ada beberapa alasan, tapi yang paling utama memang, sama seperti yang anak-anak (para personel Cokelat) bilang, karena gue merasa serba salah. Gue tidak bisa lagi mengikuti ritme kerjanya Cokelat, sementara kalau mereka harus beradaptasi dengan jadwal gue, kasihan mereka. Sebenarnya ini masalah yang cukup lama, bolak balik kami selalu mencoba mencari jalan keluar yang enak bagi kedua belah pihak. Sebenarnya ini bukan sebuah keputusan yang gampang, karena kalau nggak sama Cokelat sebenarnya gue juga nggak tahu mau apa lagi. Memang kalau mau dilihat lagi, gue cewek sendiri dengan empat cowok yang masing-masing berfungsi sebagai kepala keluarga di Cokelat ini. Gue berbeda dengan mereka, selain itu gue single parent, dua anak gue sudah semakin gede, butuh perhatian lebih dari gue dan segala macamnya. Gue sangat mengerti kalau para cowok-cowok ini nggak mungkin bisa mengikuti kemauan gue selamanya, jadi akhirnya sering terjadi bentrokan kepentingan. Akhirnya karena kasihan mereka pengen berlari sementara gue seperti berjalan di tempat, akhirnya gue mengambil keputusan untuk mundur dari band. Memutuskan gue resign dari band itu, bagi gue pribadi berat banget, tapi gue rasa anak-anak mengerti banget lah, apalagi kami sudah puluhan tahun ngeband dan mereka sering melihat sendiri bagaimana sulitnya, jatuh bangunnya gue, dengan jadwal, anak-anak gue dan segala macamnya.
Jadi Anda sebenarnya sudah lama ingin mengundurkan diri dari Cokelat?
Sebenarnya bukan untuk resign-nya ya, tapi ritme kerja band ini menjadi masalah. Itu sejak gue mulai punya anak pertama. Artinya dari tujuh tahun yang lalu. Akhirnya suka nggak suka, mau nggak mau, memang ada masanya gue ikut merintis Cokelat dari nol, saat gue belum menikah dan mempunyai anak itu gue bisa sebebas merpati, mau ngapain aja sesuka hati. Ketika punya anak akhirnya pelan-pelan memang terjadi perubahan.
Apakah Anda memutuskan untuk berhenti main musik selamanya atau hanya berhenti bermain musik bersama Cokelat?
Sebetulnya inti dari mundurnya gue ini, gue pengen rehat. Tapi mengingat skill-nya cuma main musik dan menyanyi, akhirnya gue tetap butuh uang. Nggak munafiklah, bagaimana gue menghidupi anak-anak gue nantinya? Sebetulnya gue kemarin sudah hampir memutuskan apakah mau seimbang atau mengejar duit? Karena kalau di band kan nggak bisa memutuskan sendirian, semua untuk kepentingan bersama. Kalau gue nggak mau mengambil satu job maka anak-anak crew gue bisa nggak makan nanti. Itu yang berat. Sebenarnya harapan gue dengan resign ini, gue punya kuasa lebih banyak atas diri gue sendiri, untuk memutuskan kapan gue mau bekerja dan kapan mau berlibur. Itu yang mungkin selama ini nggak bisa gue dapat di Cokelat. Dan gue pastinya hanya akan tetap main musik karena gue hanya bisa hidup dari situ.
Berarti Anda akan segera memulai karir solo setelah ini?
Agak terlalu serius ya? Karena sebenarnya gue nggak punya atensi untuk ke sana ya sementara ini.
Kalau membuat band baru?
OK, sebenarnya begini. Saat ini gue memang mempunyai satu proyek band tapi band ini dipersiapkan bukan sebagai satu proyek utama, ini lebih hanya untuk menyambung hidup gue saja. Setelah gue nggak sama Cokelat, kalau ada tawaran manggung nanti gue mau manggung dengan siapa? Tapi kalau untuk gue membuat sebuah band baru yang serius dan membuat album kayaknya gue perlu berpikir cukup lama lagi, untuk mendapatkan chemistry, mencari personel baru pasti sulit, apalagi selama 14 tahun gue sudah bersama-sama Cokelat. Belum tentu gue mendapat partner yang seasik mereka.
Persisnya kapan Anda mulai mundur dari Cokelat?
Gue resmi resigned itu sebenarya sejak 20 Mei 2010. Akhir Maret gue mulai ngomong dengan mereka namun pas menandatangani surat mundurnya gue dari Cokelat itu pada tanggal 20 Mei 2010. Tapi memang karena gue merasa pengunduran diri gue ini adalah sebuah keputusan yang akan membuat ribet banyak banget pihak, terutama dari Cokelat. Waktu itu gue pernah mengeluarkan statement bahwa gue nggak ingin ada satu periode dimana Cokelat nggak bisa manggung karena belum mempunyai vokalis lagi, jadi selama mereka belum mendapatkan pengganti maka gue akan terus membantu mereka. Ini berlaku untuk konser-konser yang sudah teken kontrak atau yang akan datang. Sampai 28 Juni kemarin (bukan 4 Juli seperti ditulis sebelumnya) gue masih membantu mereka. Itu show terakhir gue bersama Cokelat di PRJ.
Publik sangat sulit memisahkan Kikan dengan Cokelat, kalian seperti tidak bisa dipisahkan, ketika Anda mundur pernah terpikir bahwa keputusan itu berdampak besar bagi kehidupan para personel lainnya?
Gue selalu melihatnya dari dua sisi ya. Tidak bisa dipungkiri selama 14 tahun bersama Cokelat orang melihat image Cokelat itu sangat gue, bukan Cokelat kalau nggak ada Kikan, gue rasa orang seharusnya bisa melihat sebaliknya bahwa gue bukan siapa-siapa tanpa Cokelat. Bahwa gue akhirnya menjadi orang paling depan dan melihat image Cokelat sebagai gue itu rasanya terjadi di semua band ya? Image vokalis memang selalu dominan di semua band. Walau gue banyak bikin lagu dan bikin lirik, tapi gue yakin hasil akhir itu selalu ada di tangan kami berlima. Mungkin orang nggak banyak tahu bahwa Edwin, Ernest dan Ronny itu juga banyak menciptakan lagu. Dan mudah-mudahan stigma bahwa Cokelat nggak bisa apa-apa lagi tanpa gue itu tidak terbukti. Mungkin dengan tidak ada gue warnanya akan sedikit berubah...
Anda mendengar Cokelat telah memiliki vokalis baru dari siapa?
Baru minggu lalu, bukan dari anak-anak. Karena gue sudah benar-benar tidak berkomunikasi dengan mereka...
Sejak?
Sejak... Yah, pokoknya begini saja, setelah gue bilang resign, di beberapa manggung terakhir gue nggak diajak ngomong. Begitu saja. Gue bisa mengerti sih.
Mungkin mereka agak marah dengan Anda?
Iya, pasti ada seperti itu. Gue sangat memahami itu, walaupun gue sedih ya. Ketika terakhir duduk semeja dengan mereka gue pernah bilang, ”Walau sudah nggak kerja bareng lagi, bukan berarti kita nggak bisa berteman kan?” Maksudnya, pertemanan ini lebih dari segalanya, karena gue juga bisa 14 tahun bersama mereka pasti karena itu. Jadi bukan hanya cocok di panggung, tetapi pas turun kami bisa gila-gilaan bersama. Cuma yah, gue pikir nggak apa-apa juga sih, it takes time… Sampai semua bisa kembali normal.
Apakah Anda tertarik datang ke konser pertama Cokelat dengan vokalis baru pada tanggal 24 Juli nanti?
Gue pengen sekali ada di sana, tapi gue takut justru keberadaan gue nanti disalahartikan. Gue cukup tahu dirilah. Gue dari dulu sempat amit-amit untuk nonton band sendiri. Karena ini pernah kejadian dengan Robert (eks-gitaris Cokelat, kini manajer Drive) yang setahun setelah mundur dari band dia nonton kami di PRJ. Sebelumnya dia pernah ngomong, ”gimana rasanya ya nonton Cokelat dari depan panggung?” (Tertawa). Akhirnya gue sering menegaskan, ”jangan sampai gue menonton Cokelat dari depan panggung.” Dan ternyata malah terjadi. Tapi kayaknya nggak sekarang ini, mungkin nanti. Padahal gue pengen banget sebenarnya hadir di sana dan semoga ini diartikan sebagai bentuk dukungan bagi Cokelat, terutama dukungan kepada Sarah. Cuma takutnya nanti dianggap pengen eksis saja. Tapi kayaknya gue pasti bakal sedih deh...
”To be honest, gue takut banget omongan gue ada yang menyinggung mereka. Gue cuma nggak mau ada konflik berkepanjangan, kasihan anak-anak, bagaimanapun juga gue sayang banget sama mereka semua.”
Saat jarak memisahkan....
20100615
Aku Suka Kamu
Hmmmmm
"Selamat pagi dan tetap semangat."
Sayang, cuman itu yang bisa aku kirimkan.
Itupun sudah beberapa hari yang lalu.
Aku benci ketika harus tidur terlalu awal.
Karena aku harus berhenti melihat senyummu dalam gambar.
Aku juga benci ketika harus terjaga hingga pagi datang.
Karena aku tidak akan bertemu kamu dalam mimpi.
Walaupun tak setiap mimpi selalu penuh dengan kamu.
Tapi kamu selalu ada dalam mimpi.
Aku benci ketika harus mengingat awal aku mengenal kamu.
Karena aku tampak sangat bodoh ketika itu.
Aku juga benci ketika aku sudah mengenalmu.
Karena aku tambah menjadi seperti orang bodoh.
Mengenal kamu membuat aku capek.
Tapi selalu ada motivasi untuk aku pergi belajar.
Aku benci ketika kamu acuhkan aku.
Karena aku ingin berbagi sesuatu denganmu.
Aku juga benci ketika kamu menjawab semua tanyaku.
Karena aku harus berpikir lagi untuk membuat pertanyaan yang lain.
Berbicara denganmu sangat membuat kesal.
Tapi itu membuat semangat baru untuk terus berjuang.
Aku benci ketika kamu tidak membalas senyumku.
Karena itu membuatku dongkol.
Aku juga benci ketika kamu membalas tatapan dan senyumanku.
Karena itu membuat aku terlihat bodoh.
Senyuman darimu adalah suatu pertanyaan bagiku.
Tapi itu membuat aku tambah percaya diri.
Aku benci ketika kamu menolak tawaranku.
Karena itu membuat aku seperti pecundang.
Aku juga benci ketika kamu menerima tawaranku.
Karena aku menjadi salah tingkah olehmu.
Kamu itu lugu.
Tapi sangat setia.
Aku benci ketika kamu tidak membalas sms-ku.
Karena itu berarti kamu mengacuhkan aku.
Tapi aku benci ketika kamu membalas sms-ku begitu cepat.
Karena itu membuatku ragu dengan kamu.
Kamu itu menghubungiku ketika sedih, tapi lupa ketika senang.
Tapi itu membuatku tahu, kapan aku harus menghiburmu.
Aku benci kamu.
Karena kamu, membuatku menjadi suka kamu.
"Selamat pagi dan tetap semangat."
Sayang, cuman itu yang bisa aku kirimkan.
Itupun sudah beberapa hari yang lalu.
Aku benci ketika harus tidur terlalu awal.
Karena aku harus berhenti melihat senyummu dalam gambar.
Aku juga benci ketika harus terjaga hingga pagi datang.
Karena aku tidak akan bertemu kamu dalam mimpi.
Walaupun tak setiap mimpi selalu penuh dengan kamu.
Tapi kamu selalu ada dalam mimpi.
Aku benci ketika harus mengingat awal aku mengenal kamu.
Karena aku tampak sangat bodoh ketika itu.
Aku juga benci ketika aku sudah mengenalmu.
Karena aku tambah menjadi seperti orang bodoh.
Mengenal kamu membuat aku capek.
Tapi selalu ada motivasi untuk aku pergi belajar.
Aku benci ketika kamu acuhkan aku.
Karena aku ingin berbagi sesuatu denganmu.
Aku juga benci ketika kamu menjawab semua tanyaku.
Karena aku harus berpikir lagi untuk membuat pertanyaan yang lain.
Berbicara denganmu sangat membuat kesal.
Tapi itu membuat semangat baru untuk terus berjuang.
Aku benci ketika kamu tidak membalas senyumku.
Karena itu membuatku dongkol.
Aku juga benci ketika kamu membalas tatapan dan senyumanku.
Karena itu membuat aku terlihat bodoh.
Senyuman darimu adalah suatu pertanyaan bagiku.
Tapi itu membuat aku tambah percaya diri.
Aku benci ketika kamu menolak tawaranku.
Karena itu membuat aku seperti pecundang.
Aku juga benci ketika kamu menerima tawaranku.
Karena aku menjadi salah tingkah olehmu.
Kamu itu lugu.
Tapi sangat setia.
Aku benci ketika kamu tidak membalas sms-ku.
Karena itu berarti kamu mengacuhkan aku.
Tapi aku benci ketika kamu membalas sms-ku begitu cepat.
Karena itu membuatku ragu dengan kamu.
Kamu itu menghubungiku ketika sedih, tapi lupa ketika senang.
Tapi itu membuatku tahu, kapan aku harus menghiburmu.
Aku benci kamu.
Karena kamu, membuatku menjadi suka kamu.
20100601
"Ayat-Ayat Allah" Turun Di Gaza Palestina
Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di Palestina Selatan, “potongan” itu “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.
Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel tidak mampu.
Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini. Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini. Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat.
Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009. Mereka”mengguyurkan” ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya.
Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini harus mundur dari Gaza.
Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia. Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat.
Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata “kuno”.
Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada para pejuangnya yang taat dan ikhlas. Kisah tentang munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa peristiwa “aneh” lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnahs, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka.
Wartawan kami, Thoriq, merangkum kisah-kisah “ajaib” tersebut dari berbagai sumber untuk para pembaca yang budiman. Selamat mengikuti. ***
Pasukan "Berseragam Putih" di Gaza
Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.
Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.
Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.
Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan.
Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”
Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? Sopir malang itu menjawab, “Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir ambulan.”
Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, “Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?” Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawaban satu-satunya yang ia miliki.
SuaraTak Bersumber
Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).
Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.
“Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi.
Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.
Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.
“Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.
Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesualu yang “ajaib” terjadi. Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.
Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan, “Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”
Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel.
Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis. “Kenapa kalian menangis?” tanyanya.
“Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya
Saksi Serdadu Israel
Cerita tentang “serdadu berseragam putih” tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa.
Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV Chan*nel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.
“Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan ini.
Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”. Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya.
Masih dari Channel 10, seorang Lentara Israel lainnya mengatakan, “Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.”
Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu? ***
Sudah Meledak, Ranjau Masih Utuh
Di saat para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam tiba-tiba ikut membantu, bahkan menjelma menjadi sesuatu yang menakutkan.
Sebuah kejadian “aneh” terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah AI Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di saat mengulur kabel, tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel memergoki mereka. Bom pun langsung jatuh ke lokasi itu.
Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan pemicu yang tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih berputar-putar di atas.
Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu.
Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa. Kabel ranjau jelas tak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul persis di atas ranjau.
Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, “allahumma kama lam tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum,” yang maknanya, “Ya Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga lidak memiliki kesempatan serupa.”
Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak berfungsi.
Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan lersebut, para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh aneh, ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih utuh. Dari mana datangnva ledakan? Wallahu a’lam.
Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan artileri ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api menjalar ke rumah sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa khawatir jika api itu semakin tak terkendali.
Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa,”Wahai Dzat yang merubah api menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu dengan kekuatan-Mu.”
Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para niujahidin menangis terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta’ala (SWT) telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera.
Merpati dan Anjing
Seorang mujahid Palestina menuturkan kisah “aneh” lainnya kepada situs Filithin AlAan (25/1/ 2009). Saat bertugas di wilayah Jabal Ar Rais, sang mujahid melihat seekor merpati terbang dengan suara melengking, yang melintas sebelum rudal-rudal Israel berjatuhan di wilayah itu.
Para mujahidin yang juga melihat merpati itu langsung menangkap adanya isyarat yang ingin disampaikan sang merpati.
Begitu merpali itu melintas, para mujahidin langsung berlindung di tempat persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka benar. Selang beberapa saat kemudian bom-bom Israel datang menghujan. Para mujahidin itu pun selamat.
Adalagi cerita “keajaiban” mengenai seekor anjing, sebagaimana diberitakan situs Filithin Al Aan. Suatu hari, tatkala sekumpulan mujahidin Al Qassam melakukan ribath di front pada tengah malam, tiba-tiba muncul seekor anjing militer Israel jenis doberman. Anjing itu kelihatannya memang dilatih khusus untuk membantu pasukan Israel menemukan tempat penyimpanan senjata dan persembunyian para mujahidin.
Anjing besar ini mendekat dengan menampakkan sikap tidak bersahabat. Salah seorang mujahidin kemudian mendekati anjing itu dan berkata kepadanya, “Kami adalah para mujahidin di jalan Allah dan kami diperintahkan untuk tetap berada di tempat ini. Karena itu, menjauhlah dari kami, dan jangan menimbulkan masalah untuk kami.”
Setelah itu, si anjing duduk dengan dua tangannya dijulurkan ke depan dan diam. Akhirnya, seorang mujahidin yang lain mendekatinya dan memberinya beberapa korma. Dengan tenang anjing itu memakan korma itu, lalu beranjak pergi.
Kabut pun Ikut Membantu
Ada pula kisah menarik yang disampaikan oleh komandan lapangan Al Qassam di kamp pengungsian Nashirat, langsung setelah usai shalat dhuhur di masjid Al Qassam (17/1/2009).
Saat itu sekelompok mujahidin yang melakukan ribath di Tal Ajul terkepung oleh tank-tank Israel dan pasukan khusus mereka. Dari atas, pesawat mata-mata terus mengawasi.
Di saat posisi para mujahidin terjepit, kabut tebal tiba-tiba turun di malam itu. Kabut itu lelah menutupi pandangan mata tentara Israel dan membantu pasukan mujahidin keluar dari kepungan.
Kasus serupa diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu pemimpin lapangan Al Qassam, sebagaimana ditulis situs almesryoon.com. la bercerita bagaimana kabut tebal tiba-tiba turun dan membatu para mujahidin untuk melakukan serangan.
Awalnya, pasukan mujahiddin tengah menunggu waktu yang tepat untuk mendekati tank-tank tentara Israel guna meledakkannya. “Tak lupa kami berdoa kepada Allah agar dimudahkan untuk melakukan serangan ini,” kata Abu Ubaidah.
Tiba-tiba turunlah kabut tebal di tempat tersebut. Pasukan mujahidin segera bergerak menyelinap di antara tank-tank, menanam ranjau-ranjau di dekatnya, dan segera meninggalkan lokasi tanpa diketahui pesawat mata-mata yang memenuhi langit Gaza, atau oleh pasukan infantri Israel yang berada di sekitar kendaraan militer itu. Lima tentara Israel tewas di tempat dan puluhan lainnya luka-luka setelah ranjau-ranjau itu meledak.
Selamat dengan al-Qur’an
Cerita ini bermula ketika salah seorang pejuang yang menderita luka memasuki rumah sakit As Syifa’. Seorang dokter yang memeriksanya kaget ketika mengelahui ada sepotong proyektil peluru bersarang di saku pejuang tersebut.
Yang membuat ia sangat kaget adalah timah panas itu gagal menembus jantung sang pejuang karena terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf al-Qur’an yang selalu berada di saku sang pejuang.
Buku kumpulun doa itu berlobang, namun hanya sampul muka mushaf itu saja yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah “berantakan”.
Kisah ini disaksikan sendiri oleh Dr Hisam Az Zaghah, dan diceritakannya saat Festival Ikatan Dokter Yordan sebagaimana ditulis situs partai Al Ikhwan Al Muslimun (23/1/2009).

Dr Hisam juga memperlihatkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al Qur’an, serta buku kumpulan doa-doa berjudul Hishnul Muslim yang menahan peluru tersebut.
Abu Ahid, imam Masjid AnNur di Hay As Syeikh Ridzwan, juga punya kisah menarik. Sebelumnya, Israel telah menembakkan 3 rudalnya ke masjid itu hingga tidak tersisa kecuali hanya puing-puing bangunan. “Akan tetapi mushaf-mushaf Al Quran tetap berada di tampatnya dan tidak tersentuh apa-apa,” ucapnya seraya tak henti bertasbih.
“Kami temui beberapa mushaf yang terbuka tepat di ayat-ayat yang mengabarkan tentang kemenangan dan kesabaran, seperti firman Allah, ‘Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali,”(Al-Baqarah [2]: 155-156),” jelas Abu Ahid sebagaimana dikutip Islam Online (15/1/2009).***
Harum Jasad Para Syuhada
Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) al-Qassam yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel ketika sedang berada di pos keamanan di Nashirat, Gaza.
Jasad komandan lapangan al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh Hamas ini “hilang” setelah terkena rudal. Selama dua hari jasad tersebut dicari, ternyata sudah hancur tak tersisa kecuali serpihan kepala dan dagunya. Serpihan-serpihan tubuh itu kemudian dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya untuk dimakamkan.
Sebelum dikebumikan, sebagaimana dirilis situs syiria-aleppo. com (24/1/2009), serpihan jasad tersebut sempat disemayamkan di sebuah ruangan di rumah keluarganya. Beberapa lama kemudian, mendadak muncul bau harum misk dari ruangan penyimpanan serpihan tubuh tadi.
Keluarga Abdullah As Shani’ terkejut lalu memberitahukan kepada orang-orang yang mengenal sang pejuang yang memiliki kuniyah (julukan) Abu Hamzah ini.
Lalu, puluhan orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut untuk mencium bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh yang diletakkan dalam sebuah kantong plastik.
Bahkan, menurut pihak keluarga, 20 hari setelah wafatnya pria yang tak suka menampakkan amalan-amalannya ini, bau harum itu kembali semerbak memenuhi rungan yang sama.
Cerita yang sama terjadi juga pada jenazah Musa Hasan Abu Nar, mujahid Al Qassam yang juga syahid karena serangan udara Israel di Nashiriyah. Dr Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, ikut mencium bau harum dari sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan Abu Nar. Walau kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak.
Ketua Partai Amal Mesir, Majdi Ahmad Husain, menyaksikan sendiri harumnya jenazah para syuhada. Sebagaunana dilansir situs Al Quds Al Arabi (19/1/2009), saat masih berada di Gaza, ia menyampaikan, “Saya telah mengunjungi sebagian besar kota dan desa-desa. Saya ingin melihat bangunan-bangunan yang hancur karena serangan Israel. Percayalah, bahwa saya mencium bau harumnya para syuhada.”
Dua Pekan Wafat, Darah Tetap Mengalir
Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung dengan sayap milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Ia meninggalkan Mesir setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan Mesir-Gaza, terbuka beberapa bulan lalu.
Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal al-Qur’an ini sempat mengikuti wisuda huffadz (para penghafal) al-Qur’an di Gaza dan bergabung dengan para mujahidin untuk memperoleh pelatihan militer. Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh kesyahidan.
Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad Gaza, ia telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian Jabaliya.
Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua pekan wafatnya di medan pertempuran tersebut.
Walau sudah dua pekan meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu masih mengalir dan fisiknya tidak rusak. Kondisinya mirip seperti orang yang sedang tertidur.
Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk menikah dengan salah satu gadis Palestina, namun ia menolak. “Saya meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang lebih besar dari itu,” jawabnya.
Kabar tentang kondisi jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu Hamzah beredar di kalangan penduduk Gaza. Para khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumat mereka atas tanda-tanda keajaiban perang Gaza. Cerita ini juga dimuat oleh Arab Times (7/2/ 2009)
Terbunuh 1.000, Lahir 3.000
Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Sepertinya, ungkapan ini cocok disematkan kepada penduduk Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas hilangnya nyawa 1.412 putra putrinya, terobati dengan lahirnya 3.700 bayi selama 22 hari gempuran Israel terhadap kota kecil ini.
Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesehatan pemerintahan Gaza menyatakan bahwa dalam 22 hari 3.700 bayi lahir di Gaza. “Mereka lahir antara tanggal 27 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009, ketika Is*rael melakukan serangan yang menyebabkan meninggalnya 1.412 rakyat Gaza, yang mayoritas wanita dan anak-anak,” katanya.
Bulan Januari tercatat sebagai angka kelahiran tertinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. “Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran tercatat di Gaza. Dan, dalam satu bulan tercatat 3.000 hingga 4.000 kelahiran. Akan tetapi di masa serangan Israel 22 hari, kami mencatat 3.700 kelahiran dan pada sisa bulan Januari tercatat 1.300 kelahiran. Berarti dalam bulan Januari terjadi peningkatan kelahiran hingga 1.000 kasus,” katanya kepada islamonline.net (2/2/ 2009).
Rasio antara kematian dan kelahiran di Gaza memang tidak sama. Angka kelahiran, jelasnya lagi, mencapai 50 ribu tiap tahun, sedang kematian mencapai 5 ribu.
“Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus masa depan Gaza. Sebanyak 440 anak-anak dan 110 wanita telah dibunuh dan 2.000 anak serta 1.000 wanita mengalami luka-luka,” ungkapnya. ***
Sumber: Majalah Hidayatullah EDISI 11| XXI | Maret 2009 /Rabiul Ula 1430 | ISSN 0863-2367
Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel tidak mampu.
Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini. Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini. Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat.
Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009. Mereka”mengguyurkan” ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya.
Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini harus mundur dari Gaza.
Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia. Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat.
Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata “kuno”.
Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada para pejuangnya yang taat dan ikhlas. Kisah tentang munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa peristiwa “aneh” lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnahs, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka.
Wartawan kami, Thoriq, merangkum kisah-kisah “ajaib” tersebut dari berbagai sumber untuk para pembaca yang budiman. Selamat mengikuti. ***
Pasukan "Berseragam Putih" di Gaza
Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.
Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.
Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.
Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan.
Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”
Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? Sopir malang itu menjawab, “Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir ambulan.”
Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, “Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?” Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawaban satu-satunya yang ia miliki.
SuaraTak Bersumber
Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).
Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.
“Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi.
Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.
Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.
“Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.
Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesualu yang “ajaib” terjadi. Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.
Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan, “Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”
Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel.
Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis. “Kenapa kalian menangis?” tanyanya.
“Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya
Saksi Serdadu Israel
Cerita tentang “serdadu berseragam putih” tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa.
Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV Chan*nel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.
“Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan ini.
Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”. Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya.
Masih dari Channel 10, seorang Lentara Israel lainnya mengatakan, “Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.”
Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu? ***
Sudah Meledak, Ranjau Masih Utuh
Di saat para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam tiba-tiba ikut membantu, bahkan menjelma menjadi sesuatu yang menakutkan.
Sebuah kejadian “aneh” terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah AI Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di saat mengulur kabel, tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel memergoki mereka. Bom pun langsung jatuh ke lokasi itu.
Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan pemicu yang tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih berputar-putar di atas.
Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu.
Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa. Kabel ranjau jelas tak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul persis di atas ranjau.
Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, “allahumma kama lam tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum,” yang maknanya, “Ya Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga lidak memiliki kesempatan serupa.”
Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak berfungsi.
Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan lersebut, para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh aneh, ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih utuh. Dari mana datangnva ledakan? Wallahu a’lam.
Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan artileri ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api menjalar ke rumah sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa khawatir jika api itu semakin tak terkendali.
Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa,”Wahai Dzat yang merubah api menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu dengan kekuatan-Mu.”
Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para niujahidin menangis terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta’ala (SWT) telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera.
Merpati dan Anjing
Seorang mujahid Palestina menuturkan kisah “aneh” lainnya kepada situs Filithin AlAan (25/1/ 2009). Saat bertugas di wilayah Jabal Ar Rais, sang mujahid melihat seekor merpati terbang dengan suara melengking, yang melintas sebelum rudal-rudal Israel berjatuhan di wilayah itu.
Para mujahidin yang juga melihat merpati itu langsung menangkap adanya isyarat yang ingin disampaikan sang merpati.
Begitu merpali itu melintas, para mujahidin langsung berlindung di tempat persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka benar. Selang beberapa saat kemudian bom-bom Israel datang menghujan. Para mujahidin itu pun selamat.
Adalagi cerita “keajaiban” mengenai seekor anjing, sebagaimana diberitakan situs Filithin Al Aan. Suatu hari, tatkala sekumpulan mujahidin Al Qassam melakukan ribath di front pada tengah malam, tiba-tiba muncul seekor anjing militer Israel jenis doberman. Anjing itu kelihatannya memang dilatih khusus untuk membantu pasukan Israel menemukan tempat penyimpanan senjata dan persembunyian para mujahidin.
Anjing besar ini mendekat dengan menampakkan sikap tidak bersahabat. Salah seorang mujahidin kemudian mendekati anjing itu dan berkata kepadanya, “Kami adalah para mujahidin di jalan Allah dan kami diperintahkan untuk tetap berada di tempat ini. Karena itu, menjauhlah dari kami, dan jangan menimbulkan masalah untuk kami.”
Setelah itu, si anjing duduk dengan dua tangannya dijulurkan ke depan dan diam. Akhirnya, seorang mujahidin yang lain mendekatinya dan memberinya beberapa korma. Dengan tenang anjing itu memakan korma itu, lalu beranjak pergi.
Kabut pun Ikut Membantu
Ada pula kisah menarik yang disampaikan oleh komandan lapangan Al Qassam di kamp pengungsian Nashirat, langsung setelah usai shalat dhuhur di masjid Al Qassam (17/1/2009).
Saat itu sekelompok mujahidin yang melakukan ribath di Tal Ajul terkepung oleh tank-tank Israel dan pasukan khusus mereka. Dari atas, pesawat mata-mata terus mengawasi.
Di saat posisi para mujahidin terjepit, kabut tebal tiba-tiba turun di malam itu. Kabut itu lelah menutupi pandangan mata tentara Israel dan membantu pasukan mujahidin keluar dari kepungan.
Kasus serupa diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu pemimpin lapangan Al Qassam, sebagaimana ditulis situs almesryoon.com. la bercerita bagaimana kabut tebal tiba-tiba turun dan membatu para mujahidin untuk melakukan serangan.
Awalnya, pasukan mujahiddin tengah menunggu waktu yang tepat untuk mendekati tank-tank tentara Israel guna meledakkannya. “Tak lupa kami berdoa kepada Allah agar dimudahkan untuk melakukan serangan ini,” kata Abu Ubaidah.
Tiba-tiba turunlah kabut tebal di tempat tersebut. Pasukan mujahidin segera bergerak menyelinap di antara tank-tank, menanam ranjau-ranjau di dekatnya, dan segera meninggalkan lokasi tanpa diketahui pesawat mata-mata yang memenuhi langit Gaza, atau oleh pasukan infantri Israel yang berada di sekitar kendaraan militer itu. Lima tentara Israel tewas di tempat dan puluhan lainnya luka-luka setelah ranjau-ranjau itu meledak.
Selamat dengan al-Qur’an
Cerita ini bermula ketika salah seorang pejuang yang menderita luka memasuki rumah sakit As Syifa’. Seorang dokter yang memeriksanya kaget ketika mengelahui ada sepotong proyektil peluru bersarang di saku pejuang tersebut.
Yang membuat ia sangat kaget adalah timah panas itu gagal menembus jantung sang pejuang karena terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf al-Qur’an yang selalu berada di saku sang pejuang.
Buku kumpulun doa itu berlobang, namun hanya sampul muka mushaf itu saja yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah “berantakan”.
Kisah ini disaksikan sendiri oleh Dr Hisam Az Zaghah, dan diceritakannya saat Festival Ikatan Dokter Yordan sebagaimana ditulis situs partai Al Ikhwan Al Muslimun (23/1/2009).
Dr Hisam juga memperlihatkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al Qur’an, serta buku kumpulan doa-doa berjudul Hishnul Muslim yang menahan peluru tersebut.
Abu Ahid, imam Masjid AnNur di Hay As Syeikh Ridzwan, juga punya kisah menarik. Sebelumnya, Israel telah menembakkan 3 rudalnya ke masjid itu hingga tidak tersisa kecuali hanya puing-puing bangunan. “Akan tetapi mushaf-mushaf Al Quran tetap berada di tampatnya dan tidak tersentuh apa-apa,” ucapnya seraya tak henti bertasbih.
“Kami temui beberapa mushaf yang terbuka tepat di ayat-ayat yang mengabarkan tentang kemenangan dan kesabaran, seperti firman Allah, ‘Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali,”(Al-Baqarah [2]: 155-156),” jelas Abu Ahid sebagaimana dikutip Islam Online (15/1/2009).***
Harum Jasad Para Syuhada
Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) al-Qassam yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel ketika sedang berada di pos keamanan di Nashirat, Gaza.
Jasad komandan lapangan al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh Hamas ini “hilang” setelah terkena rudal. Selama dua hari jasad tersebut dicari, ternyata sudah hancur tak tersisa kecuali serpihan kepala dan dagunya. Serpihan-serpihan tubuh itu kemudian dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya untuk dimakamkan.
Sebelum dikebumikan, sebagaimana dirilis situs syiria-aleppo. com (24/1/2009), serpihan jasad tersebut sempat disemayamkan di sebuah ruangan di rumah keluarganya. Beberapa lama kemudian, mendadak muncul bau harum misk dari ruangan penyimpanan serpihan tubuh tadi.
Keluarga Abdullah As Shani’ terkejut lalu memberitahukan kepada orang-orang yang mengenal sang pejuang yang memiliki kuniyah (julukan) Abu Hamzah ini.
Lalu, puluhan orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut untuk mencium bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh yang diletakkan dalam sebuah kantong plastik.
Bahkan, menurut pihak keluarga, 20 hari setelah wafatnya pria yang tak suka menampakkan amalan-amalannya ini, bau harum itu kembali semerbak memenuhi rungan yang sama.
Cerita yang sama terjadi juga pada jenazah Musa Hasan Abu Nar, mujahid Al Qassam yang juga syahid karena serangan udara Israel di Nashiriyah. Dr Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, ikut mencium bau harum dari sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan Abu Nar. Walau kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak.
Ketua Partai Amal Mesir, Majdi Ahmad Husain, menyaksikan sendiri harumnya jenazah para syuhada. Sebagaunana dilansir situs Al Quds Al Arabi (19/1/2009), saat masih berada di Gaza, ia menyampaikan, “Saya telah mengunjungi sebagian besar kota dan desa-desa. Saya ingin melihat bangunan-bangunan yang hancur karena serangan Israel. Percayalah, bahwa saya mencium bau harumnya para syuhada.”
Dua Pekan Wafat, Darah Tetap Mengalir
Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung dengan sayap milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Ia meninggalkan Mesir setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan Mesir-Gaza, terbuka beberapa bulan lalu.
Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal al-Qur’an ini sempat mengikuti wisuda huffadz (para penghafal) al-Qur’an di Gaza dan bergabung dengan para mujahidin untuk memperoleh pelatihan militer. Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh kesyahidan.
Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad Gaza, ia telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian Jabaliya.
Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua pekan wafatnya di medan pertempuran tersebut.
Walau sudah dua pekan meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu masih mengalir dan fisiknya tidak rusak. Kondisinya mirip seperti orang yang sedang tertidur.
Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk menikah dengan salah satu gadis Palestina, namun ia menolak. “Saya meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang lebih besar dari itu,” jawabnya.
Kabar tentang kondisi jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu Hamzah beredar di kalangan penduduk Gaza. Para khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumat mereka atas tanda-tanda keajaiban perang Gaza. Cerita ini juga dimuat oleh Arab Times (7/2/ 2009)
Terbunuh 1.000, Lahir 3.000
Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Sepertinya, ungkapan ini cocok disematkan kepada penduduk Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas hilangnya nyawa 1.412 putra putrinya, terobati dengan lahirnya 3.700 bayi selama 22 hari gempuran Israel terhadap kota kecil ini.
Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesehatan pemerintahan Gaza menyatakan bahwa dalam 22 hari 3.700 bayi lahir di Gaza. “Mereka lahir antara tanggal 27 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009, ketika Is*rael melakukan serangan yang menyebabkan meninggalnya 1.412 rakyat Gaza, yang mayoritas wanita dan anak-anak,” katanya.
Bulan Januari tercatat sebagai angka kelahiran tertinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. “Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran tercatat di Gaza. Dan, dalam satu bulan tercatat 3.000 hingga 4.000 kelahiran. Akan tetapi di masa serangan Israel 22 hari, kami mencatat 3.700 kelahiran dan pada sisa bulan Januari tercatat 1.300 kelahiran. Berarti dalam bulan Januari terjadi peningkatan kelahiran hingga 1.000 kasus,” katanya kepada islamonline.net (2/2/ 2009).
Rasio antara kematian dan kelahiran di Gaza memang tidak sama. Angka kelahiran, jelasnya lagi, mencapai 50 ribu tiap tahun, sedang kematian mencapai 5 ribu.
“Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus masa depan Gaza. Sebanyak 440 anak-anak dan 110 wanita telah dibunuh dan 2.000 anak serta 1.000 wanita mengalami luka-luka,” ungkapnya. ***
Sumber: Majalah Hidayatullah EDISI 11| XXI | Maret 2009 /Rabiul Ula 1430 | ISSN 0863-2367
20100524
Kecerdasan Ditentukan Dengan Bagaimana Cara Anda Tidur

Udah pada tidur belom? Manusia normal yang berada di atas bumi pasti melakukan aktifitas ini, meskipun cuma 1 jam tiap hari. Jaman dahulu kala orang tidur memakai bantal kayu atau batu atau bahkan tidak memakai bantal. Sekarang aja enak, orang tidur pakai yang 'empuk-empuk' heu heu.Kebiasaan tidur dengan bantal kayu atau batu, menyebabkan orang-orang dahulu bisa bangun dengan segar bugar, karena tubuh mereka bisa beristirahat total saat tidur. berbeda dengan mereka yang tidur di atas kasur empuk, tubuh mereka tidak bisa istirahat dengan total, kenapa ya? karena saling menekan dengan alas tidurnya.
Posisi tidur yang benar adalah tubuh miring ke kanan dengan kaki bagian atas di tekuk, dan tangan kiri sebagai bantal. Tidur dengan posisi ini bermanfaat agar mengalirkan darah ke otak dengan sempurna, karena posisi kepala lebih rendah dari jantung.
Posisi tidur yang membuat bodoh adalah : terlentang, tengkurap, dan kaki mengangkang. Posisi ini diibaratkan sebagai cara tidurnya binatang, karena aliran darah tidak lancar, perut dan dada tertekan, juga aliran darah ke otak juga terhambat.
Saat tidur yang baik adalah jam 20.00 WIB - 01.00 Pagi. Selanjutnya 01.00-04.00 digunakan untuk belajar, pukul 04.00 - 06.00 untuk olahraga, dan seterusnya...
Saat tidur yang tidak baik adalah pukul 06.30 WIB setelah matahari terbit, pada tengah hari pukul 11.30 - 12.00 WIB dan pukul 17.30 WIB saat matahari tenggelam. Tidur pada saat tersebut akan mengakibatkan seseorang linglung dan separuh kesadarannya hilang, diakibatkan oleh keseimbangan alam yang pada waktu-waktu tersebut harus berada pada kondisi sadar.
Tidur yang baik berada dalam keadaan atau ruang yang gelap, terhindar dari cahaya yang menyengat dan silau. Rangsang cahaya yang terlalu banyak, menyebabkan otak tidak optimal dalam melakukan defragmentasi data-data yang terekam sebelum tidur, hal ini akan berdampak kepada daya ingat pada jangka waktu yang lama.
Ayo tidur yang panjang buat sehatkan badan
20100523
TAMPOMAS
Sendiri menikmati kepuasan batin
Tak ada suara bising mesin-mesin kehidupan
Aku hanya dikelilingi awan-awan putih
Yang diterpa secercah cahaya matahari sore
Burung-burung kecil saling menyapa
Saling menyapa dengan binatang yang lain
Terasa begitu damai
Sampai akhirnya kabut tipis pun menghampiri ku
Dengan lembutnya dia menyapaku
Membuat binatang-binatang itu cemburu
Dan pergi meninggalkanku
Hanya bersisa suara tabrakan awan-awan
Yang berusaha saling terdepan dalam membawa air kehidupan
Tak adalagi cahaya matahari
Digantikan oleh rintik hujan yang kian banyak
Batu tempat aku menulis puisi inipun basah
Akupun pergi meninggalkan semua sumber kedamaian hidup itu
Dengan meninggalkan sedikit ketakutan
Terima kasih atas alasan yang telah membuat ku mencoret selembar kertas basah ini..
22 Mei 2010
Puncak Tampomas, 1684 mdpl
LUTHFIL HADI
Tak ada suara bising mesin-mesin kehidupan
Aku hanya dikelilingi awan-awan putih
Yang diterpa secercah cahaya matahari sore
Burung-burung kecil saling menyapa
Saling menyapa dengan binatang yang lain
Terasa begitu damai
Sampai akhirnya kabut tipis pun menghampiri ku
Dengan lembutnya dia menyapaku
Membuat binatang-binatang itu cemburu
Dan pergi meninggalkanku
Hanya bersisa suara tabrakan awan-awan
Yang berusaha saling terdepan dalam membawa air kehidupan
Tak adalagi cahaya matahari
Digantikan oleh rintik hujan yang kian banyak
Batu tempat aku menulis puisi inipun basah
Akupun pergi meninggalkan semua sumber kedamaian hidup itu
Dengan meninggalkan sedikit ketakutan
Terima kasih atas alasan yang telah membuat ku mencoret selembar kertas basah ini..
22 Mei 2010
Puncak Tampomas, 1684 mdpl
LUTHFIL HADI
20100521
10 kesalahan science yang kita dapat dari sekolah
Ada beberapa kesalahapahaman dalam implementasi ilmu pengetahuan di publik yang perlu untuk dikoreksi kebenarannya. Berikut ada kira2 10 miskonsepsi ttg science yang beredar di masyarakat, enjoy
Oh iah, untuk para pelajar SMA, postingan ini bisa dijadikan alasan hebat kalian ketika mematahkan teori dari guru Biologi, Fisika, Kimia ...hehehehe (pengalaman) ..
1. Water IS blue, not just because of the sky
(air bewarna biru tidak dikarenakan hanya refleksi dari langit)
Banyak yang percaya bahwa danau dan laut berwarna biru "Hanya" karena mereka merefleksikan langit biru. Sebenarnya air tampak biru karena mereka benar2 biru; molekul air meng-absorbsi/menyerap cahaya, dan mereka menyerap frekuensi warna merah lebih banyak dibandingkan frekuensi biru, sehingga frekuensi biru tampak dipermukaan. Efek nya kecil, jadi warna biru menjadi terlihat lebih jelas saat mengamati layer air yang cukup padat atau dalam. Di air asin atau mata air mineral, warna dari peluruhan mineral dapat terlihat.
Perefleksian warna langit juga memberikan peran untuk warna biru lautan, tetapi hanya saat permukaan air yang sangat tenang dan hanya saat air diamati dengan kesudutan yang kecil sekitar 10 derajat.
2. Electricity does NOT travel at the speed of light
(Electrik/listrik tidak bergerak pada keceptan cahaya.)
Banyak buku pelajaran mengklaim bahwa electricity (elektron) berjalan melalui arus kabel pada kecepatan cahaya. Faktanya adalah energi dari elektrik lah yang mengalir secara cepat (yang tetap lebih lambat dari kecepatan cahaya). Elektron, yang mempunyai massa, dapat bergerak pada kecepatan cahaya dengan menggunakan teori relativitas. Kecepatan dari muatan listrik dalam arus elektrik sangat lambat, sekitar beberapa centimeter per jam. Di tempat dimana arus elektrik dapat terlihat, seperti di dalam electrophoresis, pergerakan lambat dari pembawa muatan dapat dilihat langsung.
3. Seasons are NOT the same length
(Musim diak mempunyai periode waktu yang sama)
Dikarenakan bumi bergerak cepat di orbitnya saat mendekati matahari, musim panas di bagian selatan bumi / musim dingin di bagian utara bumi adalah musim terpendek waktunya, dengan musim panas di utara atau musim dingin di selatan terlama. Tetapi, perbedaan nya hanya terasa beberapa hari saja, sementara di Mars dengan orbitnya yang eksentric, perbedaannya terasa besar.
4. You WON'T get a cold just from low temperature
(Engkau tidak akan mendapatkan Flu hanya karena udara dingin)
"Virus Flu"
Telah menjadi miskonsepsi yang meluas di publik bahwa flu biasa dapat disebabkan oleh cuaca dingin. Di realitasnya, flu biasa disebabkan oleh virus dan tidak ada hubungan nya dengan temperatur yang rendah / dingin.
5. Saturn is NOT the only planet with rings
(Saturnus bukan satu-satunya planet yang mempunyai cincin)
Jupiter, Uranus, dan Neptunus juga mempunyai cincin disekitar nya, meski cincin yang berada di Saturnus adalah yang paling jelas dan mudah dilihat.
6. Meteors are NOT hot when they land on Earth
(Meteor tidak panas ketika mendarat di bumi)
Saat meteor mendarat di bumi, biasanya meteor tsb tidak panas seperti kebanyakan meteor di film Hollywood. Biasanya hanya hangat. Kecepatan meteor cukup untuk melumerkan permukaan terluarnya, tetapi material yang lumer dengan cepat terpisah, dan interior dari meteor tidak mempunyai waktu untuk memanas karena batu merupakan konduktor panas yang buruk.
7. Clouds do NOT form because of the air's temperature
(Awan tidak terbentuk karena pengaruh temperatur udara.)
Merupakan pengetahuan yang salah bahwa awan terbentuk karena udara dingin "menampung" lebih sedikit uap air dari udara hangat. Udara tidak mempunyai kapasitas untuk menampung uap air. Hanya temperatur dari air sendiri (dan sekitarnya) yang menyebabkan kelembapan, proses kondensasi, dan kemudian pembentukan awan.
8. People DID know earth was not flat before Columbus
(Orang-orang sudah tau bumi itu tidak datar sebelum Columbus)
Beberapa percaya bahwa Christopher Columbus mempunyai kesusahan dalam menerima dukungan karena orang-orang eropa percaya bahwa bumi itu datar. Faktanya, para pelaut dan navigator pada saat itu tahu bahwa bumi itu bulat, tetapi (pengetahuan benar) tidak setuju dengan estimasi dari Columbus mengenai jarak ke India. Jika Amerika tidak ada, dan Columbus meneruskan perjalannya ke India yang sebenarnya, dia tidak akan dapat bertahan lama untuk mencapainya.
9. The Great Wall of China is NOT particularly visible from space
(Tembok Besar China tidak terlihat dari ruang angkasa)
Pada saat di orbit yang rendah, Tembok Besar China dapat dilihat dari luar angkasa tetapi tidak seunik dari yang digembor2kan. Dari orbit bumi yang rendah, banyak objek artifisial dapat terlihat di bumi, tidak hanya Tembok Besar China. Jalan raya, kapal di lautan, bendungan, rel kereta api, kota, persawahan, dan beberapa gedung.
Seperti yang telah diklaim bahwa Tembok Besar China adalah objek buatan manusia yang terlihat di Bulan, Astronot Apollo telah melaporkan bahwa mereka tidak melihat objek buatan manusia apa-pun dari bulan.
10. There is NO "dark side" of the Moon
(Tidak ada sisi gelap (yang selalu gelap) dari bulan)
Bulan dalam orbit sinkronis (synchronous orbit) -- ini berarti, bulan menmbutuhkan waktu yang tepat sama untuk berotasi satu kali terhadap sumbunya dengan satu kali orbit terhadap bumi. Jadi bulan mempunyai sisi jauh/belakang/gelap/luar, karena selalu memberikan bagian permukaan yang sama ke bumi ketika berotasi. Saat bulan diperkirakan berada di antara Matahari dan Bumi, itu dalah waktu "siang" di bagian sisi jauh/luar/belakang bulan dan waktu malam untuk sisi bagian yang menghadap ke bumi. Saat Bumi di antara matahari dan Bulan, bagian yang jauh mengalami waktu "malam" dan "waktu siang" untuk bagian yang menghadap bumi.
Sumber: segala sumber yang saya temukan... :D
yap.. selesai.. Semoga dengan membaca postingan saya sampai selesai, para pembaca dapat membenarkan kesalahan-kesalahan yang belum diketahui.
Apabila para pembaca merasa postingan ini bermanfaat, sebarkan lagi ke teman-teman anda..
Alangkah baiknya apabila para pembaca meninggalkan komentar..
The end, thanks for coming.
Oh iah, untuk para pelajar SMA, postingan ini bisa dijadikan alasan hebat kalian ketika mematahkan teori dari guru Biologi, Fisika, Kimia ...hehehehe (pengalaman) ..
1. Water IS blue, not just because of the sky
(air bewarna biru tidak dikarenakan hanya refleksi dari langit)
Banyak yang percaya bahwa danau dan laut berwarna biru "Hanya" karena mereka merefleksikan langit biru. Sebenarnya air tampak biru karena mereka benar2 biru; molekul air meng-absorbsi/menyerap cahaya, dan mereka menyerap frekuensi warna merah lebih banyak dibandingkan frekuensi biru, sehingga frekuensi biru tampak dipermukaan. Efek nya kecil, jadi warna biru menjadi terlihat lebih jelas saat mengamati layer air yang cukup padat atau dalam. Di air asin atau mata air mineral, warna dari peluruhan mineral dapat terlihat.
Perefleksian warna langit juga memberikan peran untuk warna biru lautan, tetapi hanya saat permukaan air yang sangat tenang dan hanya saat air diamati dengan kesudutan yang kecil sekitar 10 derajat.
2. Electricity does NOT travel at the speed of light
(Electrik/listrik tidak bergerak pada keceptan cahaya.)
Banyak buku pelajaran mengklaim bahwa electricity (elektron) berjalan melalui arus kabel pada kecepatan cahaya. Faktanya adalah energi dari elektrik lah yang mengalir secara cepat (yang tetap lebih lambat dari kecepatan cahaya). Elektron, yang mempunyai massa, dapat bergerak pada kecepatan cahaya dengan menggunakan teori relativitas. Kecepatan dari muatan listrik dalam arus elektrik sangat lambat, sekitar beberapa centimeter per jam. Di tempat dimana arus elektrik dapat terlihat, seperti di dalam electrophoresis, pergerakan lambat dari pembawa muatan dapat dilihat langsung.
3. Seasons are NOT the same length
(Musim diak mempunyai periode waktu yang sama)
Dikarenakan bumi bergerak cepat di orbitnya saat mendekati matahari, musim panas di bagian selatan bumi / musim dingin di bagian utara bumi adalah musim terpendek waktunya, dengan musim panas di utara atau musim dingin di selatan terlama. Tetapi, perbedaan nya hanya terasa beberapa hari saja, sementara di Mars dengan orbitnya yang eksentric, perbedaannya terasa besar.
4. You WON'T get a cold just from low temperature
(Engkau tidak akan mendapatkan Flu hanya karena udara dingin)
"Virus Flu"
Telah menjadi miskonsepsi yang meluas di publik bahwa flu biasa dapat disebabkan oleh cuaca dingin. Di realitasnya, flu biasa disebabkan oleh virus dan tidak ada hubungan nya dengan temperatur yang rendah / dingin.
5. Saturn is NOT the only planet with rings
(Saturnus bukan satu-satunya planet yang mempunyai cincin)
Jupiter, Uranus, dan Neptunus juga mempunyai cincin disekitar nya, meski cincin yang berada di Saturnus adalah yang paling jelas dan mudah dilihat.
6. Meteors are NOT hot when they land on Earth
(Meteor tidak panas ketika mendarat di bumi)
Saat meteor mendarat di bumi, biasanya meteor tsb tidak panas seperti kebanyakan meteor di film Hollywood. Biasanya hanya hangat. Kecepatan meteor cukup untuk melumerkan permukaan terluarnya, tetapi material yang lumer dengan cepat terpisah, dan interior dari meteor tidak mempunyai waktu untuk memanas karena batu merupakan konduktor panas yang buruk.
7. Clouds do NOT form because of the air's temperature
(Awan tidak terbentuk karena pengaruh temperatur udara.)
Merupakan pengetahuan yang salah bahwa awan terbentuk karena udara dingin "menampung" lebih sedikit uap air dari udara hangat. Udara tidak mempunyai kapasitas untuk menampung uap air. Hanya temperatur dari air sendiri (dan sekitarnya) yang menyebabkan kelembapan, proses kondensasi, dan kemudian pembentukan awan.
8. People DID know earth was not flat before Columbus
(Orang-orang sudah tau bumi itu tidak datar sebelum Columbus)
Beberapa percaya bahwa Christopher Columbus mempunyai kesusahan dalam menerima dukungan karena orang-orang eropa percaya bahwa bumi itu datar. Faktanya, para pelaut dan navigator pada saat itu tahu bahwa bumi itu bulat, tetapi (pengetahuan benar) tidak setuju dengan estimasi dari Columbus mengenai jarak ke India. Jika Amerika tidak ada, dan Columbus meneruskan perjalannya ke India yang sebenarnya, dia tidak akan dapat bertahan lama untuk mencapainya.
9. The Great Wall of China is NOT particularly visible from space
(Tembok Besar China tidak terlihat dari ruang angkasa)
Pada saat di orbit yang rendah, Tembok Besar China dapat dilihat dari luar angkasa tetapi tidak seunik dari yang digembor2kan. Dari orbit bumi yang rendah, banyak objek artifisial dapat terlihat di bumi, tidak hanya Tembok Besar China. Jalan raya, kapal di lautan, bendungan, rel kereta api, kota, persawahan, dan beberapa gedung.
Seperti yang telah diklaim bahwa Tembok Besar China adalah objek buatan manusia yang terlihat di Bulan, Astronot Apollo telah melaporkan bahwa mereka tidak melihat objek buatan manusia apa-pun dari bulan.
10. There is NO "dark side" of the Moon
(Tidak ada sisi gelap (yang selalu gelap) dari bulan)
Bulan dalam orbit sinkronis (synchronous orbit) -- ini berarti, bulan menmbutuhkan waktu yang tepat sama untuk berotasi satu kali terhadap sumbunya dengan satu kali orbit terhadap bumi. Jadi bulan mempunyai sisi jauh/belakang/gelap/luar, karena selalu memberikan bagian permukaan yang sama ke bumi ketika berotasi. Saat bulan diperkirakan berada di antara Matahari dan Bumi, itu dalah waktu "siang" di bagian sisi jauh/luar/belakang bulan dan waktu malam untuk sisi bagian yang menghadap ke bumi. Saat Bumi di antara matahari dan Bulan, bagian yang jauh mengalami waktu "malam" dan "waktu siang" untuk bagian yang menghadap bumi.
Sumber: segala sumber yang saya temukan... :D
yap.. selesai.. Semoga dengan membaca postingan saya sampai selesai, para pembaca dapat membenarkan kesalahan-kesalahan yang belum diketahui.
Apabila para pembaca merasa postingan ini bermanfaat, sebarkan lagi ke teman-teman anda..
Alangkah baiknya apabila para pembaca meninggalkan komentar..
The end, thanks for coming.
20100501
Once - Aku Mau
Kau boleh acuhkan diriku
Dan anggap ku tak ada
Tapi takkan merubah perasaanku
Kepadamu
Kuyakin pasti suatu saat
Semua kan terjadi
Kau kan mencintaiku
Dan tak akan pernah melepasku
Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Selalu bersedia bahagiakanmu
Apapun terjadi
Kujanjikan aku ada
http://www.free-lyrics.org
Kau boleh jauhi diriku
Namun kupercaya
Kau kan mencintaiku
Dan tak akan pernah melepasku
Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Selalu bersedia bahagiakanmu
Apapun terjadi
Kujanjikan aku ada
Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Aku yang rela terluka
Untuk masa lalu
Dan anggap ku tak ada
Tapi takkan merubah perasaanku
Kepadamu
Kuyakin pasti suatu saat
Semua kan terjadi
Kau kan mencintaiku
Dan tak akan pernah melepasku
Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Selalu bersedia bahagiakanmu
Apapun terjadi
Kujanjikan aku ada
http://www.free-lyrics.org
Kau boleh jauhi diriku
Namun kupercaya
Kau kan mencintaiku
Dan tak akan pernah melepasku
Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Selalu bersedia bahagiakanmu
Apapun terjadi
Kujanjikan aku ada
Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Aku yang rela terluka
Untuk masa lalu
20100426
YOU
Don't you know that I still wait someone who don't realize that I wait him for so long.
Don't you know that I can't forget someone I really love and I don't know why.
Don't you know that I hurt really so bad because of being tired of waiting.
Don't you know...
Don't you know...
Don't you know... that someone is you?
Don't you know that I can't forget someone I really love and I don't know why.
Don't you know that I hurt really so bad because of being tired of waiting.
Don't you know...
Don't you know...
Don't you know... that someone is you?
20100309
HARDOLINO
Hardolino, terasa asing bukan? Ya, memang sangat asing. Ada yang tau Hardolino? Untuk sekarang belum terlalu banyak. Saya akan mencoba menulis sesuatu tentang Hardolino. Semoga tulisan saya ini bisa mengangkat nama dari Hardolino.
Hardolino adalah nama sebuah grup band yang benar-benar berbeda dan sangat membelakangi arus musik Indonesia zaman sekarang (2009-2010). Hardolino sendiri memiliki arti sebuah nama yang unik. Yaitu berasal dari bahasa sunda yang cukup kasar, Dahar Modol Ulin atau orang sunda biasa menyebutnya Hardolin. Namun Hardolin itu mereka ubah kedalam HARDOLINO. Mengapa demikian, karena Hardolino ingin menyikapi sikap Hardolin itu menjadi lebih baik. Hardolin yang awalnya hanya membuang-buang waktu, mereka ubah menjadi membuang-buang waktu yang menghsilkan pemasukkan juga. Seperti yang saya kutip dari profile mereka di myspace, "Artinya konotasi miring dari Hardolin, kita sikapi dengan lebih dalam bahwa keseimbangan antara pemasukkan dan pengeluaran itu perlu dalam kehidupan."
Mungkin kita semua masih ingat tentang lagunya Oemar Bakri miliknya Bang Iwan Fals. Lagu-lagu semacam itulah yang mereka buat dan tampilkan. Menampilkan potret sosial, yang benar-benar bertolak belakang dengan genre musik Indonesia dewasa ini.
Oleh karena band mereka mengusung tema sosial, musik mereka ditolak oleh pihak label. "Alasannya karena bukan bercerita tentang selingkuh," ujar vokalisnya, Dana, dalam peluncuran album mereka yang bertajuk Wardino di Warung Apresiasi, Jakarta.
Wardino merupakan lagu balada-reggae yang bercerita tentang seorang tenaga kerja Indonesia. Lirik lagunya sederhana, namun memiliki pesan jelas. Selain Wardino, masih ada lagu-lagu lainnya yang menarik untuk disimak kemudian dipelajari. Seperti halnya "WARDINO" yang merupakan apresiasi mereka terhadap TKI yang menjadi lagu jagoan mereka. Adapula cinta yang muncul lewat "DIA DAN DIRIMU" sebagai jawara lagu kedua mereka yang kemudian disusul oleh "PETIKAN KISAHKU", "PINTU HATI", dan "MENYAPA HARI". Atau apabila ingin mendengarkan lagu yang diusung oleh rasa patriotisme dan nasionalisme ada di dalam lagu "INDONESIA". Sedangkan lagu-lagu yang menyimpan banyak arti dan berteriak tentang potret sosial dituangkan dalam lagu "HANYA ADA DI SINI", "1000 TANYA" dan "BUKA MATA BUKA TELINGA". Dan lagu terakhir mereka bercerita tentang kecintaan mereka terhadap kejadian alam yang pasti pernah kita rasakan, "HUJAN".
Hardolino digawangi Dana (vokal), Arda (gitar), Wandy (gitar), dan Wendy (piano). Tiga personelnya, Dana, Arda, dan Wandy, adalah keponakan Iwan Fals. Meski nama besar Iwan Fals masih sakti, toh karya mereka ditolak juga oleh label besar. Akhirnya, mereka bikin label sendiri bernama Adandi Tilurampak. "Kami menilai warna-warna musik yang berbeda harus sampai ke masyarakat. Dan biarkanlah masyarakat yang menilai." dikutip dari halaman myspace mereka.
Suara Dana yang keras terdengar cocok dengan lagu-lagu kritik pedas. Melodi dalam satu lagu pun bisa berubah-ubah. Diawali dengan alunan balada, lalu di bagian refrain bisa jadi reggae. Ditambah aransemen keyboard Wendy yang dinamis, musik band itu terkesan jalanan, liar, dan tidak-teratur, tapi tetap terdengar berisi. Sesuai dengan konsep musik mereka yang ditulis di situs resmi mereka, "Kembali ke nada, itulah konsep kami. Kita tidak membatasi dalam genre tertentu, kita biarkan sesuai konsep masing-masing lagu. Tapi ada hal yang kami tekankan, easy listening." Yang terakhir itu memang sangat komersial bagi setiap band yang ingin menaiki tahta musik Indonesia.
Artinya mereka menginginkan dengan nada-nada sederhana dan ringan dapat disajikan suatu yang lebih luas, namun tetap ada unsur yang sangat INDONESIA dan Dunia.
"Kami berada dalam garis PERBEDAAN ADALAH SUATU PILIHAN."
Berikut situs-situs resmi dari manajemen HARDOLINO:
http://www.hardolino.com
http://www.myspace.com/hardolino
http://www.facebook.com/hardolino
Hardolino adalah nama sebuah grup band yang benar-benar berbeda dan sangat membelakangi arus musik Indonesia zaman sekarang (2009-2010). Hardolino sendiri memiliki arti sebuah nama yang unik. Yaitu berasal dari bahasa sunda yang cukup kasar, Dahar Modol Ulin atau orang sunda biasa menyebutnya Hardolin. Namun Hardolin itu mereka ubah kedalam HARDOLINO. Mengapa demikian, karena Hardolino ingin menyikapi sikap Hardolin itu menjadi lebih baik. Hardolin yang awalnya hanya membuang-buang waktu, mereka ubah menjadi membuang-buang waktu yang menghsilkan pemasukkan juga. Seperti yang saya kutip dari profile mereka di myspace, "Artinya konotasi miring dari Hardolin, kita sikapi dengan lebih dalam bahwa keseimbangan antara pemasukkan dan pengeluaran itu perlu dalam kehidupan."
Mungkin kita semua masih ingat tentang lagunya Oemar Bakri miliknya Bang Iwan Fals. Lagu-lagu semacam itulah yang mereka buat dan tampilkan. Menampilkan potret sosial, yang benar-benar bertolak belakang dengan genre musik Indonesia dewasa ini.
Oleh karena band mereka mengusung tema sosial, musik mereka ditolak oleh pihak label. "Alasannya karena bukan bercerita tentang selingkuh," ujar vokalisnya, Dana, dalam peluncuran album mereka yang bertajuk Wardino di Warung Apresiasi, Jakarta.
Wardino merupakan lagu balada-reggae yang bercerita tentang seorang tenaga kerja Indonesia. Lirik lagunya sederhana, namun memiliki pesan jelas. Selain Wardino, masih ada lagu-lagu lainnya yang menarik untuk disimak kemudian dipelajari. Seperti halnya "WARDINO" yang merupakan apresiasi mereka terhadap TKI yang menjadi lagu jagoan mereka. Adapula cinta yang muncul lewat "DIA DAN DIRIMU" sebagai jawara lagu kedua mereka yang kemudian disusul oleh "PETIKAN KISAHKU", "PINTU HATI", dan "MENYAPA HARI". Atau apabila ingin mendengarkan lagu yang diusung oleh rasa patriotisme dan nasionalisme ada di dalam lagu "INDONESIA". Sedangkan lagu-lagu yang menyimpan banyak arti dan berteriak tentang potret sosial dituangkan dalam lagu "HANYA ADA DI SINI", "1000 TANYA" dan "BUKA MATA BUKA TELINGA". Dan lagu terakhir mereka bercerita tentang kecintaan mereka terhadap kejadian alam yang pasti pernah kita rasakan, "HUJAN".
Hardolino digawangi Dana (vokal), Arda (gitar), Wandy (gitar), dan Wendy (piano). Tiga personelnya, Dana, Arda, dan Wandy, adalah keponakan Iwan Fals. Meski nama besar Iwan Fals masih sakti, toh karya mereka ditolak juga oleh label besar. Akhirnya, mereka bikin label sendiri bernama Adandi Tilurampak. "Kami menilai warna-warna musik yang berbeda harus sampai ke masyarakat. Dan biarkanlah masyarakat yang menilai." dikutip dari halaman myspace mereka.
Suara Dana yang keras terdengar cocok dengan lagu-lagu kritik pedas. Melodi dalam satu lagu pun bisa berubah-ubah. Diawali dengan alunan balada, lalu di bagian refrain bisa jadi reggae. Ditambah aransemen keyboard Wendy yang dinamis, musik band itu terkesan jalanan, liar, dan tidak-teratur, tapi tetap terdengar berisi. Sesuai dengan konsep musik mereka yang ditulis di situs resmi mereka, "Kembali ke nada, itulah konsep kami. Kita tidak membatasi dalam genre tertentu, kita biarkan sesuai konsep masing-masing lagu. Tapi ada hal yang kami tekankan, easy listening." Yang terakhir itu memang sangat komersial bagi setiap band yang ingin menaiki tahta musik Indonesia.
Artinya mereka menginginkan dengan nada-nada sederhana dan ringan dapat disajikan suatu yang lebih luas, namun tetap ada unsur yang sangat INDONESIA dan Dunia.
"Kami berada dalam garis PERBEDAAN ADALAH SUATU PILIHAN."
Berikut situs-situs resmi dari manajemen HARDOLINO:
http://www.hardolino.com
http://www.myspace.com/hardolino
http://www.facebook.com/hardolino
20100305
Pidato Lengkap Presiden SBY Tanggapi Paripurna DPR Soal Century
Kamis, 04/03/2010 22:41 WIB
Pidato Lengkap SBY Tanggapi Paripurna DPR Soal Century
Luhur Hertanto - detikNews
Jakarta - Sesuai janjinya, Presiden SBY menyampaikan tanggapan atas hasil paripurna DPR terkait kasus Bank Century. Presiden SBY menyampaikan pidatonya dengan tegas, menjelaskan keputusan bailout Century hingga menanggapi hasil Pansus DPR.
Presiden SBY memulai pidatonya pukul 20.00 WIB, Kamis (4/3/2010) di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Presiden SBY menyelesaikan pidatonya dalam waktu 35 menit. Turut hadir dalam acara penyampaian pidato SBY itu, antara lain Wapres Boediono, Ibu Ani Yudhoyono dan seluruh Menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II.
Berikut pidato SBY selengkapnya:
Bismillahirrahmanir rahim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam sejahtera bagi kita semua
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang saya cintai dan saya banggakan
Malam ini izinkan saya untuk kembali hadir di hadapan seluruh rakyat Indonesia. Kemarin malam kita semua sudah mendengar hasil akhir dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia terkait telah selesainya pelaksanaan Hak Angket Bank Century.
Sehubungan dengan itu saya memutuskan untuk berbicara langsung kepada seluruh rakyat Indonesia selaku pemilik utama kedaulatan di negeri ini. Ketika DPR sudah memutuskan hasil hak angket tersebut, pada tempatnyalah saya baik selaku Kepala Negara maupun dalam kapasitas saya selaku Kepala Pemerintahan menyampaikan pandangan atas persoalan Bank Century.
Saya sangat menghormati proses politik yang telah berjalan di DPR. Saya mengikuti dengan cermat semua dinamika yang terjadi di dalam maupun di luar Gedung DPR. Apa pun pandangan kita mengenai dinamika itu, saya memiliki pandangan yang kuat bahwa semua proses politik yang demokratis jauh dari kekerasan, beretika dan bermartabat haruslah kita tumbuhkan untuk menghasilkan keputusan yang membawa manfaat bagi bagian terbanyak dari rakyat Indonesia.
Malam ini saya berdiri di sini pertama-tama untuk memberikan tanggapan kepada seluruh proses dan hasil keputusan di tingkat Pansus maupun DPR. Kita perlu mencermati dengan seksama proses itu dan melihatnya sebagai bagian dari perkembangan, pertumbuhan dan pembelajaran demokrasi, yang kian hari kian dituntut untuk memenuhi tidak saja prinsip-prinsip rule of law, namun juga rule of reason. Yaitu, demokrasi berdasarkan hukum dan akal sehat. Yaitu demokrasi yang tidak saja merayakan kebebasan dan kemerdekaan, namun demokrasi yang juga menghormati hukum dan ketertiban. Dengan kata lain, sesungguhnya kita menghendaki tumbuhnya sebuah demokrasi yang lebih sejati, lebih bermakna dan lebih bermartabat sebagaimana yang kita cita-citakan melalui gerakan reformasi sejak 1998.
Saya percaya karena pengalaman kita yang pahit di masa lampau, kita tidak ingin gagal dalam bersama-sama membangun demokrasi yang seperti itu. Tanah air kita tidak boleh, sekali lagi tidak boleh, jadi ajang konflik-konflik sosial-politik yang akhirnya meledakkan kekerasan. Demokrasi bukanlah pameran adu kekuatan, baik kekuatan
senjata, massa, ataupun harta.
Saudara-saudara
Saya berkewajiban menyampaikan pandangan tidak saja untuk mengajak seluruh rakyat Indonesia melihat masalah ini dengan utuh, jernih, dan objektif, namun juga sebagai bagian dari ikhtiar membangun tradisi demokrasi dan berpemerintahan yang bersih dan baik yang kesemuanya ditujukan untuk menghadirkan kesejahteraan dan keadilan yang sejati.
Dalam konteks seperti itulah, pidato ini saya sampaikan. Kita ingin semua pandangan yang beragam, baik yang pro maupun yang kontra, dapat diletakkan dalam argumentasi yang tidak saja berdasarkan fakta, namun juga sepenuhnya disandarkan kepada tanggung jawab untuk mengungkap kebenaran dan keadilan yang sejati di hadapan rakyat Indonesia. Adalah tugas dan kewajiban saya untuk memberikan pandangan bahwa yang benar harus kita katakan benar dan yang salah harus kita katakan salah, Yang benar harus mendapatkan apresiasi yang salah wajib menerima sanksi.
Saudara-saudara
Berangkat dari niat untuk mencari kebenaran yang utuh dan hakiki itulah, saya menyambut baik dan mendorong dilakukannya penyelidikan yang setuntas-tuntasnya atas kebijakan penyelamatan Bank Century. Apalagi ketika itu berkembang pandangan yang didasarkan kepada syak wasangka bahwa terdapat aliran dana Century kepada sejumlah orang dan atau organisasi tertentu yang tentu saja hal itu tidak boleh terjadi. Karenanya tanpa ada keraguan sedikitpun, saya mendorong agar penyelidikan terhadap penyelamatan Bank Century dilakukan secara transparan. Saya berkeyakinan bahwa dengan membuat penyelidikan Century terang benderang di depan publik, rakyat Indonesia akan melihat kebenaran yang seutuhnya.
Kebutuhan untuk membuat kebenaran itu terbuka di depan publik adalah sesuatu yang maha penting. Tidak saja untuk membela mereka yang memiliki integritas dan kredibilitas, tidak hanya demi sebuah reputasi pribadi maupun politik, namun di atas semua itu: "untuk kebenaran itu sendiri". Kebenaran memiliki hakikatnya sendiri yang tidak pernah berubah hanya karena definisi atau tafsir politik.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air
Saya bersyukur dengan kerja Panitia Angket DPR, kebenaran sejati itu telah terungkap. Berdasarkan keterangan resmi lembaga negara yang berwenang, termasuk Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Bank Indonesia yang disampaikan di depan sidang-sidang Panitia Angket, jelas-jelas ditegaskan bahwa tuduhan adanya penyertaan modal sementara kepada Bank Century telah disalahgunakan untuk menyokong tim kampanye pasangan Capres-cawapres tertentu "nyata-nyata tidak terbukti" dan memang tidak pernah ada.
Hasil penyelidikan itu juga mengenyampingkan semua tuduhan bahwa seolah penyelamatan Bank Century merupakan kedok semata untuk mengalirkan uang kepada Partai Politik tertentu dan sejumlah nama lainnya. Semua itu juga 'nyata-nyata tidak terbukti' dan memang tidak pernah ada. Hal ini perlu dinyatakan secara tegas dan nyaring, agar tidak siapa pun dari kita, apa pun latar belakang politik dan asal partainya, boleh dibiarkan mendapatkan penistaan karena nama baiknya dicemarkan secara sewenang-wenang dengan maksud dan niat politik yang buruk, yaitu merusakkan reputasi diri, keluarga, dan institusinya.
Penegasan ini sangatlah penting untuk dinyatakan secara terang-benderang agar pada akhirnya rakyat dapat membedakan secara jelas mana yang fakta dan mana yang fiksi, mana yang benar dan mana yang bathil.
Ke depan, kita harus menghentikan praktik-praktik buruk yang penuh prasangka jahat demikian. Kehidupan bermasyarakat dan berbangsa memerlukan pertalian sosial yang merupakan modal untuk kerja bersama di segala bidang. Modal sosial itu kuat apabila kita membangun sikap saling percaya mempercayai dan sikap saling hormat menghormati. Modal sosial itu melemah apabila kita hidup dengan dasar saling mencurigai, apalagi saling memfitnah.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air
Saya menyadari menjelaskan persoalan Bank Century ini bukanlah persoalan yang mudah.
Pertama, karena di dalam persoalan itu terdapat segi-segi teknis perbankan yang merupakan bidang yang masih asing bagi kebanyakan kita.
Kedua, karena kita tidak dapat sepenuhnya kembali merasakan suasana menjelang akhir tahun 2008 ketika kasus Bank Century itu muncul ke permukaan. Sekarang ini perekonomian Indonesia jauh dari ancaman krisis seperti yang terjadi waktu itu. Bahkan banyak di antara kita yang sekarang lupa bahwa di waktu itu pernah ada ancaman krisis global yang serius.
Oleh sebab itu, dalam kesempatan yang sangat penting ini saya ingin mengingatkan bahwa kebijakan penyelamatan Bank Century adalah kebijakan yang diambil dalam masa sulit di tengah-tengah puncak krisis ekonomi yang melanda dunia di akhir tahun 2008. Pastilah berbeda pengambilan keputusan di masa normal dibandingkan pengambilan keputusan di masa krisis. Kita semua memahami bahwa dalam kondisi krisis, setiap keputusan yang diambil pastilah sulit. Dalam masa krisis, informasi tidak selalu lengkap, bahkan amat sering terus berubah dan bergerak. Pilihan-pilihan yang tersedia juga tidak selalu mudah. Namun, pilihan dan keputusan harus diambil agar situasi tidak semakin memburuk.
Kondisi yang gawat ketika itu mempunyai indikator-indikatior yang jelas. Harga saham anjlok 50 persen. Rupiah mengalami depresiasi 30% lebih menjadi Rp 12.100 untuk satu dollar Amerika Serikat, angka yang terendah sejak krisis di tahun 1997 dan 1998. Cadangan devisa turun 12% menjadi sekitar US$ 50 miliar.
Lebih jauh, pemberitaan media cetak dan elektronik waktu itu menggambarkan bagaimana seluruh dunia merasakan hantaman gelombang tsunami ekonomi itu. Tidak mengherankan apabila di bulan November 2008, para anggota DPR - di antaranya ada yang duduk kembali dalam Dewan yang sekarang - menyuarakan kecemasan mereka terhadap ancaman krisis global. Sesuai dengan harapan para anggota Dewan ketika itu, Pemerintah Indonesia mengambil langkah-langkah yang cepat dan strategis. Di antaranya dengan menerbitkan tiga Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- undang (Perpu) untuk menghadapi krisis. Sesuai dengan UUD 1945, penerbitan Perpu adalah karena adanya 'kegentingan yang memaksa'.
Alhamdulillah DPR-pun sependapat dengan pemerintah. Ini tercermin dengan sikap DPR untuk menyetujui Perpu perbaikan peraturan di bidang keuangan dan perbankan. Itu maknanya DPR-pun mengakui adanya krisis, adanya kegentingan, yang tentunya memerlukan pengambilan keputusan di masa krisis, bukan pengambilan keputusan di masa normal-normal saja.
Adanya persepsi yang sama antara DPR dan Pemerintah itulah yang sekarang dilupakan. Sekarang, sepertinya sebab-sebab yang melatar-belakangi tindakan terhadap Bank Century menjadi kabur.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air
Sayang sekali bahwa dalam proses perdebatan yang berlangsung selama bekerjanya Panitia Hak Angket, sering dilupakan detik-detik sulit ketika keputusan penyelamatan Bank Century dilakukan. Sering dilupakan pula bahwa tanah air kita beruntung, karena Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) telah terbentuk yang dipimpin oleh Dr. Sri Mulyani Indrawati dan Prof. Dr. Boediono, dua putra bangsa, yang rekam-jejaknya tidak sedikit pun meninggal- kan catatan buruk terkait dengan kompetensi, kredibiltas, dan integritas pribadinya.
Pada saat keputusan tentang penyelamatan Bank Century ditetapkan, saya sendiri pada waktu yang sama sedang menjalankan tugas kenegaraan di luar negeri, yaitu menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G-20 di Amerika Serikat, serta APEC Summit di Peru. Dua pertemuan itu sangat penting, karena para pemimpin dunia bertemu, termasuk Indonesia, untuk bersama-sama mengatasi krisis perekonomian global yang mencemaskan itu.
Dari informasi serta keterangan yang kemudian kita ketahui bersama, keputusan penyelamatan Bank Century adalah pilihan terbaik yang ada pada saat itu. Pilihan yang tersisa hanya ada dua: menutup Bank Century atau menyelamatkannya. KSSK melalui rapat maraton beberapa hari sebelumnya hingga yang terakhir di tengah malam hingga dini hari pada tanggal 21 November 2008, akhirnya memutuskan untuk menyelamatkan Bank Century. Maka dikucurkanlah dana penyertaan modal sementara yang berjumlah Rp 6,7 triliun.
Perlu kita ingat kembali, hari-hari itu situasi Jakarta penuh dengan rumor dan spekulasi mengenai bakal terjadinya krisis berantai di bidang perbankan. Pengalaman di banyak negara, termasuk di Indonesia sendiri tahun 1998, terjadinya krisis kepercayaan yang
bergerak cepat dan meluas terhadap kesehatan perbankan dapat benar-benar menjadi pemicu krisis yang sesungguhnya.
Sekali lagi di saat pengambilan keputusan itu saya sedang berada di luar negeri. Saya memang tidak dimintai keputusan dan arahan. Saya juga tidak memberikan instruksi atas pengambilan kebijakan tentang ihwal itu - antara lain karena pengambilan keputusan KSSK berdasarkan Perpu Nomor 4 Tahun 2008, memang tidak memerlukan keterlibatan Presiden. Meskipun demikian, saya dapat memahami mengapa keputusan penyelamatan itu dilakukan. Tidak cukup hanya memahami, saya pun membenarkan kebijakan penyelamatan Bank Century tersebut.
Dengan keyakinan yang kuat bahwa krisis benar-benar terjadi, saya percaya bahwa siapapun yang berkewajiban mengambil keputusan pada saat itu pasti akan melakukan hal yang sama. Siapa saja berkewajiban untuk memadamkan sekecil apa pun api yang dapat jadi pemicu kebakaran yang akan melumpuhkan dunia perbankan. Dan kita tahu sekarang ini dunia perbankan bukanlah hanya milik para bankir. Dunia perbankan berkaitan erat dengan kehidupan sosial ekonomi rakyat, seperti pedagang kecil, petani, pegawai, bahkan pensiunan, penata-laksana rumah tangga, dan mahasiswa.
Oleh karena itu, atas kebijakan yang diperlukan untuk menyelamatkan tidak hanya Bank Century, namun penyelamatan sistem perbankan nasional, bahkan menyelamatkan perekonomian nasional dari krisis ekonomi global, saya tanpa ragu sedikitpun menegaskan bahwa kebijakan menyelamatkan Bank Century dapat dipertanggungjawabkan. Sebagai pemimpin negara, saya berkewajiban menghindarkan perekonomian nasional dari krisis baru yang berbahaya sebagaimana pernah terjadi di tahun 1997-1998.
Untuk mencegah berulangnya pengalaman buruk lebih dari sepuluh tahun lalu itu pada akhir Oktober 2008, saya telah memberikan arahan dan direktif untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia dari krisis global sambil memelihara pertumbuhan ekonomi. Alhamdulillah, berkat kebersamaan dan kerja keras kita, kedua sasaran itu dapat kita capai.
Di samping itu, guna melindungi kehidupan rakyat kita, terutama masyarakat miskin atau berpenghasilan rendah, selaku Presiden saya juga menginstruksikan dan menjalankan tujuh prioritas pengelolaan ekonomi di kala krisis, yaitu mengatasi dan mencegah bertambahnya pengangguran, menjaga pergerakan sektor riil, mencegah kenaikan harga-harga atau inflasi, menjaga daya beli masyarakat, terus membantu dan melindungi rakyat miskin, menjaga ketersediaan dan keterjangkauan komoditas pangan dan energi, serta berupaya sekuat tenaga untuk tetap menjaga agar ekonomi kita tetap tumbuh.
Dalam kaitan ini semua, kebijakan terhadap Bank Century sesungguhnya kita letakkan sebagai bagian dari upaya menyelamatkan perekonomian kita dari krisis.
Saudara-saudara
Yang sering tidak dibahas secara utuh adalah: jikalaupun saat itu Bank Century diputuskan untuk ditutup, maka berdasarkan informasi pada saat itu dana yang harus disediakan adalah Rp 4,9 triliun. Dana sebesar itu adalah perkiraan minimal, karena digunakan hanya untuk mengembalikan dana kepada nasabah yang simpanannya hingga Rp 2 miliar. Itulah jumlah simpanan maksimal yang dijamin pemerintah.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air
Adalah sangat penting untuk kita ketahui bahwa sejak awal kebijakan untuk menyelamatkan Bank Century di akhir 2008, sepenuhnya dilakukan dengan maksud baik, dengan niat baik, serta dengan tujuan yang baik pula. Semua langkah kebijakan terkait dengan Bank Century dilakukan dengan mempertimbangkan semua opsi yang tersedia, diputuskan dengan cepat dan tepat tanpa sedikitpun mengabaikan prinsip kehati-hatian.
Atas dasar pengalaman penanganan krisis ekonomi tahun 1997-1998, apa yang dilakukan pemerintah dapat dijelaskan sebagai berikut :
Pertama, protokol proses penanganan krisis di tahun 2008 lebih jelas dengan menggunakan dasar hukum Perpu Nomor 4 tahun 2008. Ini sebuah kemajuan, karena pada krisis tahun 1998, kita tidak punya dasar hukum yang jelas untuk penanganan krisis ekonomi.
Kedua, proses pengambilan keputusan di tahun 2008 jauh lebih terbuka dan akuntabel dibandingkan pengambilan keputusan di tahun 1998. Dokumentasi risalah rapat KSSK dibuat jauh lebih rapi. Bahkan rapat pengambilan keputusan itu direkam dengan video gambar serta suara.
Ketiga, penanganan krisis di tahun 2008 dilakukan secara mandiri dibandingkan dengan tahun 1998 yang sangat melibatkan IMF.
Keempat, sumber dana talangan di tahun 1998 sepenuhnya merupakan keuangan negara dari Bank Indonesia. Ini kita perbaiki. Di tahun 2008 sudah terbangun sistem di mana industri perbankan dapat menyelamatkan sendiri suatu bank yang bermasalah. Caranya melalui Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS). Mayoritas dana LPS berasal dari premi penjaminan yang dikumpulkan bank-bank itu sendiri.
Kelima, dengan sistem itu, dana Rp 6,7 triliun penyelamatan Bank Century di tahun 2008 belum dapat dikatakan sebagai kerugian Negara. Uang sebesar itu adalah investasi atau penyertaan modal sementara yang diharapkan kelak dapat dikembalikan.
Ini juga koreksi atas kebijakan tahun 1998. Di waktu itu dana penanganan krisis perbankan sebesar Rp 656 triliun nyata-nyata berasal dari keuangan negara dan yang berhasil kembali hanya sebesar 27%. Dengan angka yang saya sebutkan tadi, dapat dilihat bahwa biaya krisis 1998 membebani Anggaran Negara hingga Rp 656 triliun - sebuah angka raksasa jika dibandingkan dengan penyertaan modal sementara Lembaga Penjamin Simpanan pada Bank Century yang senilai Rp 6,7 triliun.
Keenam, pengambilan keputusan di tahun 2008 membantu kita keluar dari krisis ekonomi global. Keputusan ini membuahkan pertumbuhan ekonomi positif 4,5% di tahun 2009. Prestasi pertumbuhan ini membanggakan, karena tertinggi nomor tiga di antara negara G-20 setelah Tiongkok dan India.
Ketujuh, dibandingkan dengan proses penegakan hukum BLBI yang masih menyisakan banyak masalah, termasuk pula perdebatan tak pernah henti terkait kebijakan release and discharge, langkah pemerintah di tahun 2008 adalah tindakan hukum yang sangat cepat. Robert Tantular dan para kroninya, pemilik Bank Century yang telah menipu nasabahnya, dengan segera diambil tindakan-tindakan tegas. Bahkan Robert Tantular telah ditahan, diadili, dan dipenjarakan.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air
Perlu dicatat pula bahwa hingga saat ini, pemerintah terus bekerja keras agar penyertaan modal sementara pada Bank Century dapat segera dikembalikan, bahkan sedapat mungkin menguntungkan keuangan negara. Memang benar, ada dana keluar sebesar Rp 6,7 triliun. Namun harus diingat pula bahwa dana penyelamatan yang dikeluarkan pasti lebih kecil.
Terhadap ini semua ke hadapan rakyat Indonesia saya pun memiliki perasaan yang tidak mudah. Perasaan saya sungguh bercampur aduk antara kemarahan dan kejengkelan terhadap Bank Century dengan bagaimana pun bank itu harus diselamatkan agar perbankan dan perekonomian kita selamat. Perasaan dan emosi kita sama: mengapa kita harus menyelamatkan sebuah bank yang tidak saja sejak awalnya dikelola secara ceroboh, namun juga dipimpin oleh orang-orang yang memang memiliki niat yang sangat jahat terhadap bank ini: menguasainya dan membawa lari uang para nasabahnya.
Betapapun gundahnya hati kita, pada akhirnya pemerintah tentu harus menyelamatkan perekonomian Indonesia dari dampak sistemik sebagai akibat dari gagalnya sebuah bank yang bernama Bank Century. Itulah sesungguhnya esensi yang paling utama dari tindakan penyelamatan Bank Century - sebuah keputusan yang menjadi strategis sifatnya karena elemen terpentingnya terdapat pada tujuan akhirnya, yaitu menyelamatkan perekonomian Indonesia.
Terhadap tindakan kriminal yang dilakukan oleh para pengelola Bank Century ini, sejumlah kebijakan telah diambil tindakan yang cepat dan tepat telah dilakukan. Semua aset yang dibawa lari ke luar negeri telah dibekukan. Diperkirakan nilainya triliunan Rupiah. Saya telah menginstruksikan agar seluruh pihak, termasuk Kementerian Keuangan, Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kejaksaan Agung terus bekerja lebih cepat dan profesional. Saya yakin lembaga negara lain yang terkait seperti Bank Indonesia, PPATK hingga KPK akan juga membantu upaya kita mengembalikan aset milik negara tersebut.
Salah satu arti pentingnya pengembalian aset tersebut, di samping untuk mengembalikan penyertaan modal sementara Rp 6,7 triliun, juga untuk membuka peluang pembayaran kepada nasabah PT Antaboga Sekuritas. Bagaimanapun, mereka adalah rakyat Indonesia yang harus dibantu memperoleh kembali hak-haknya sesuai peraturan perundangan yang berlaku.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air
Panitia Angket DPR telah menyelesaikan tugas konstitusionalnya. Kita sangat berharap bahwa semua yang diperdebatkan melalui sidang-sidangnya itu akan mendorong kita untuk terus melakukan perbaikan sistem bernegara kita, khususnya dalam menghadapi kemungkinan krisis ekonomi yang akan datang.
Selain itu, kita juga mengetahui dengan sangat jelas bahwa terdapat perbedaan pandangan dan posisi fraksi-fraksi tentang keputusan mengenai penyelamatan Bank Century. Selain semua pihak patut menghormati pandangan dan posisi itu, saya juga berpendapat bahwa perbedaan itu tidak perlu menimbulkan kerisauan yang berlebihan.
Meskipun temuan Panitia Angket adalah kesimpulan politik, dan menurut Undang- undang Nomor 6 tahun 1954 tentang Hak Angket, temuan demikian tidak dapat dijadikan alat bukti di depan pengadilan. Kesemuanya perlu ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan tetap menjunjung asas-asas supremasi hukum dan keadilan.
Namun kita pasti bersetuju bahwa manakala kebijakan penyelamatan Bank Century adalah pilihan kebijakan yang tepat dan penanggung jawab serta pengambil keputusan tersebut telah melakukannya tanpa ada benturan kepentingan ataupun niat jahat sedikitpun, termasuk suap dan korupsi, kecuali semata-mata untuk menyelamatkan perekonomian nasional, maka seharusnyalah kita tidak mempersalahkan kebijakan demikian.
Boleh jadi di masa krisis dan keadaan yang serba darurat, ketika keputusan harus diambil dengan sangat cepat, ada masalah-masalah teknis yang mungkin terlewatkan. Namun tidak berarti kebijakannya salah dan harus dipidanakan. Sangat sulit membayangkan negara kita dapat berjalan baik dan efektif, jika setiap kebijakan yang tepat justru berujung dengan pemidanaan.
Jika pun dalam pelaksanaan kebijakan tersebut ada kesalahan dan penyimpangan sebagaimana yang ditemukan oleh Panitia Angket Bank Century, kita harus pastikan siapa yang bertanggung jawab terhadap kesalahan dan penyimpangan itu. Kita pun mesti mengetahui apakah kesalahan itu bersifat administratif atau sebuah pelanggaran hukum. Dengan demikian koreksi dan sanksinya menjadi lebih tepat dan adil. Dengan sikap yang positif, pada saatnya saya akan mempelajari apa yang disampaikan oleh DPR RI untuk tindak lanjut berikutnya.
Perlu saya tegaskan di sini Pemerintah yang saya pimpin akan terus menjalankan pemerintahan yang bersih. Terkait dengan kasus Bank Century ini, justru kita harus menindaklanjuti secara tuntas indikasi penyimpangan dan kejahatan oleh pihak-pihak tertentu yang nyata-nyata merugikan negara. Boleh jadi, selama ini mereka berlindung dan bersembunyi di balik hiruk-pikuk politik Bank Century.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air
Saya mengetahui bahwa seiring dengan hasil kerja Panitia Angket ini berkembang pula ide-ide mengenai 'pemakzulan'. Saya mencermati dan mengikuti secara seksama isu itu. Saya menghargai bahwa mayoritas fraksi di DPR menolak dengan tegas kemungkinan pemakzulan itu.
Mekanisme pemakzulan memang diatur dalam UUD 1945. Tetapi kita semua paham bahwa aturan itu hanya dapat dilakukan dalam situasi yang nyata-nyata terkait dengan terlanggarnya pasal-pasal pemakzulan (impeachment articles). Sebaiknya kita sungguh memahami dan menghormati konstitusi kita dan tetap menjaga ketenangan dalam kehidupan politik kita.
Saudara-saudara
Reformasi telah menghasilkan pengaturan yang sangat jelas mengenai pergantian kepemimpinan nasional. Mekanisme pergantiannya diatur secara tertib, yakni melalui pemilihan presiden dan wakil presiden yang dilakukan secara langsung setiap lima tahun sekali. Saya mengimbau agar kita semua menghayati semangat yang terkandung dalam
konstitusi itu dengan sportivitas yang tinggi.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air
Kerja Panitia Angket telah selesai. Upaya perbaikan telah disampaikan. Pemerintah tentu akan memperhatikan dengan sangat serius masukan DPR tersebut. Kepada yang nyata-nyata bersalah dengan bukti yang tak terbantahkan, seperti pemilik dan manajemen Bank Century, langkah hukum yang tegas sebaiknya perlu terus dilakukan dan segera dituntaskan. Kepada mereka yang dalam kondisi krisis telah berjasa dalam penyelamatan perekonomian nasional kita, kita patut memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya.
Saudara-saudara
Pemerintahan yang saya pimpin akan terus memegang tanggung jawab serta mencurahkan segala upaya untuk memajukan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat di seluruh tanah air.
Atas tugas dan amanah yang tidak ringan itu, kami mengharapkan selalu dukungan dan doa dari seluruh rakyat Indonesia. Kami juga mengharapkan kontrol, kritik, dan masukan untuk kebaikan kita semua. Karenanya, terhadap DPR dan semua pihak yang dalam rentang kerja Panitia Angket telah berupaya mengungkap kebenaran, sekali lagi saya mengucapkan terima kasih.
Selanjutnya marilah kita semua menjunjung tinggi kehidupan demokrasi dan politik yang beretika dan berbudaya. Marilah kita jaga cara-cara beradab dalam berpolitik dan berdemokrasi. Kita harus memberikan sanksi sepantasnya kepada yang jahat serta tanpa ragu memberikan apresiasi kepada yang berprestasi. Hanya dengan terus bersikap bijak dan adil demikianlah bangsa kita mempunyai modal kuat untuk terus makin maju dan makin berjaya.
Akhirnya, setelah ini, marilah kita semua kembali berkonsentrasi untuk memikirkan kebutuhan rakyat yang sesungguhnya. Marilah kita terus meningkatkan upaya pembangunan agar rakyat dan bangsa Indonesia ke depan makin maju, adil dan sejahtera. Apa yang paling penting saat ini adalah memastikan bahwa semua program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat terus dapat kita lanjutkan. Bagi saya sendiri, prioritas paling utama adalah menyukseskan program-program pro-rakyat, bukan isu lain seperti koalisi partai-partai politik yang mendukung pemerintah. Koalisi dibangun dengan niat baik, kesepakatan dan etika. Manakala ada permasalahan terhadap kesepakatan dan etika, selalu tersedia solusi yang tepat dan terhormat. Saat ini tidak ada yang lebih penting dari upaya memastikan bahwa selaku pemilik kedaulatan, rakyat mendapatkan tempat yang utama dalam setiap keputusan, kebijakan, dan langkah tindakan yang saya ambil.
Kita tidak boleh menyia-nyiakan waktu paling berharga yang kita miliki untuk melanjutkan pembangunan. Selama 2009, sepanjang Pemilu Legislatif dan Pilpres, banyak para pelaku usaha, dalam dan luar negeri, mengambil sikap 'melihat dan menunggu', wait and see.
Mereka semua menunggu dengan harapan besar bahwa segera setelah pemerintahan baru hasil Pemilu terbentuk, sejumlah keputusan strategis dapat dibuat untuk melanjutkan apa yang tertunda. Sekarang adalah saatnya. Marilah kita semua memastikan bahwa ke depan kita dapat kembali berkonsentrasi pada bidang dan wilayah kerja kita masing- masing. Marilah kita lanjutkan pengabdian kita pada negeri ini, pada seluruh masa depan Indonesia yang lebih baik.
Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa membimbing perjalanan bangsa kita ke arah yang benar.
Wassalamu'alaikum warahmatullahiwabarakatuh
(asy/ndr)
Sumber : http://www.detiknews..com/read/2010/0...tury?991102605
Intinya hanya satu dari pidato tersebut. Yaitu: kepada masyarakat Indonesia, jangan dimasukkan ke dalam hati kasus yang tengah menimpa Indonesia ini. Biarkan yang berkuasa yang mengatur dan menyelesaikan. Dan menurut saya, pengaruh dari pidato tanggapan Presiden SBY terhadap kasus bang century tidak lebih dari 25%
Pidato Lengkap SBY Tanggapi Paripurna DPR Soal Century
Luhur Hertanto - detikNews
Jakarta - Sesuai janjinya, Presiden SBY menyampaikan tanggapan atas hasil paripurna DPR terkait kasus Bank Century. Presiden SBY menyampaikan pidatonya dengan tegas, menjelaskan keputusan bailout Century hingga menanggapi hasil Pansus DPR.
Presiden SBY memulai pidatonya pukul 20.00 WIB, Kamis (4/3/2010) di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Presiden SBY menyelesaikan pidatonya dalam waktu 35 menit. Turut hadir dalam acara penyampaian pidato SBY itu, antara lain Wapres Boediono, Ibu Ani Yudhoyono dan seluruh Menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II.
Berikut pidato SBY selengkapnya:
Bismillahirrahmanir rahim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam sejahtera bagi kita semua
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang saya cintai dan saya banggakan
Malam ini izinkan saya untuk kembali hadir di hadapan seluruh rakyat Indonesia. Kemarin malam kita semua sudah mendengar hasil akhir dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia terkait telah selesainya pelaksanaan Hak Angket Bank Century.
Sehubungan dengan itu saya memutuskan untuk berbicara langsung kepada seluruh rakyat Indonesia selaku pemilik utama kedaulatan di negeri ini. Ketika DPR sudah memutuskan hasil hak angket tersebut, pada tempatnyalah saya baik selaku Kepala Negara maupun dalam kapasitas saya selaku Kepala Pemerintahan menyampaikan pandangan atas persoalan Bank Century.
Saya sangat menghormati proses politik yang telah berjalan di DPR. Saya mengikuti dengan cermat semua dinamika yang terjadi di dalam maupun di luar Gedung DPR. Apa pun pandangan kita mengenai dinamika itu, saya memiliki pandangan yang kuat bahwa semua proses politik yang demokratis jauh dari kekerasan, beretika dan bermartabat haruslah kita tumbuhkan untuk menghasilkan keputusan yang membawa manfaat bagi bagian terbanyak dari rakyat Indonesia.
Malam ini saya berdiri di sini pertama-tama untuk memberikan tanggapan kepada seluruh proses dan hasil keputusan di tingkat Pansus maupun DPR. Kita perlu mencermati dengan seksama proses itu dan melihatnya sebagai bagian dari perkembangan, pertumbuhan dan pembelajaran demokrasi, yang kian hari kian dituntut untuk memenuhi tidak saja prinsip-prinsip rule of law, namun juga rule of reason. Yaitu, demokrasi berdasarkan hukum dan akal sehat. Yaitu demokrasi yang tidak saja merayakan kebebasan dan kemerdekaan, namun demokrasi yang juga menghormati hukum dan ketertiban. Dengan kata lain, sesungguhnya kita menghendaki tumbuhnya sebuah demokrasi yang lebih sejati, lebih bermakna dan lebih bermartabat sebagaimana yang kita cita-citakan melalui gerakan reformasi sejak 1998.
Saya percaya karena pengalaman kita yang pahit di masa lampau, kita tidak ingin gagal dalam bersama-sama membangun demokrasi yang seperti itu. Tanah air kita tidak boleh, sekali lagi tidak boleh, jadi ajang konflik-konflik sosial-politik yang akhirnya meledakkan kekerasan. Demokrasi bukanlah pameran adu kekuatan, baik kekuatan
senjata, massa, ataupun harta.
Saudara-saudara
Saya berkewajiban menyampaikan pandangan tidak saja untuk mengajak seluruh rakyat Indonesia melihat masalah ini dengan utuh, jernih, dan objektif, namun juga sebagai bagian dari ikhtiar membangun tradisi demokrasi dan berpemerintahan yang bersih dan baik yang kesemuanya ditujukan untuk menghadirkan kesejahteraan dan keadilan yang sejati.
Dalam konteks seperti itulah, pidato ini saya sampaikan. Kita ingin semua pandangan yang beragam, baik yang pro maupun yang kontra, dapat diletakkan dalam argumentasi yang tidak saja berdasarkan fakta, namun juga sepenuhnya disandarkan kepada tanggung jawab untuk mengungkap kebenaran dan keadilan yang sejati di hadapan rakyat Indonesia. Adalah tugas dan kewajiban saya untuk memberikan pandangan bahwa yang benar harus kita katakan benar dan yang salah harus kita katakan salah, Yang benar harus mendapatkan apresiasi yang salah wajib menerima sanksi.
Saudara-saudara
Berangkat dari niat untuk mencari kebenaran yang utuh dan hakiki itulah, saya menyambut baik dan mendorong dilakukannya penyelidikan yang setuntas-tuntasnya atas kebijakan penyelamatan Bank Century. Apalagi ketika itu berkembang pandangan yang didasarkan kepada syak wasangka bahwa terdapat aliran dana Century kepada sejumlah orang dan atau organisasi tertentu yang tentu saja hal itu tidak boleh terjadi. Karenanya tanpa ada keraguan sedikitpun, saya mendorong agar penyelidikan terhadap penyelamatan Bank Century dilakukan secara transparan. Saya berkeyakinan bahwa dengan membuat penyelidikan Century terang benderang di depan publik, rakyat Indonesia akan melihat kebenaran yang seutuhnya.
Kebutuhan untuk membuat kebenaran itu terbuka di depan publik adalah sesuatu yang maha penting. Tidak saja untuk membela mereka yang memiliki integritas dan kredibilitas, tidak hanya demi sebuah reputasi pribadi maupun politik, namun di atas semua itu: "untuk kebenaran itu sendiri". Kebenaran memiliki hakikatnya sendiri yang tidak pernah berubah hanya karena definisi atau tafsir politik.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air
Saya bersyukur dengan kerja Panitia Angket DPR, kebenaran sejati itu telah terungkap. Berdasarkan keterangan resmi lembaga negara yang berwenang, termasuk Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Bank Indonesia yang disampaikan di depan sidang-sidang Panitia Angket, jelas-jelas ditegaskan bahwa tuduhan adanya penyertaan modal sementara kepada Bank Century telah disalahgunakan untuk menyokong tim kampanye pasangan Capres-cawapres tertentu "nyata-nyata tidak terbukti" dan memang tidak pernah ada.
Hasil penyelidikan itu juga mengenyampingkan semua tuduhan bahwa seolah penyelamatan Bank Century merupakan kedok semata untuk mengalirkan uang kepada Partai Politik tertentu dan sejumlah nama lainnya. Semua itu juga 'nyata-nyata tidak terbukti' dan memang tidak pernah ada. Hal ini perlu dinyatakan secara tegas dan nyaring, agar tidak siapa pun dari kita, apa pun latar belakang politik dan asal partainya, boleh dibiarkan mendapatkan penistaan karena nama baiknya dicemarkan secara sewenang-wenang dengan maksud dan niat politik yang buruk, yaitu merusakkan reputasi diri, keluarga, dan institusinya.
Penegasan ini sangatlah penting untuk dinyatakan secara terang-benderang agar pada akhirnya rakyat dapat membedakan secara jelas mana yang fakta dan mana yang fiksi, mana yang benar dan mana yang bathil.
Ke depan, kita harus menghentikan praktik-praktik buruk yang penuh prasangka jahat demikian. Kehidupan bermasyarakat dan berbangsa memerlukan pertalian sosial yang merupakan modal untuk kerja bersama di segala bidang. Modal sosial itu kuat apabila kita membangun sikap saling percaya mempercayai dan sikap saling hormat menghormati. Modal sosial itu melemah apabila kita hidup dengan dasar saling mencurigai, apalagi saling memfitnah.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air
Saya menyadari menjelaskan persoalan Bank Century ini bukanlah persoalan yang mudah.
Pertama, karena di dalam persoalan itu terdapat segi-segi teknis perbankan yang merupakan bidang yang masih asing bagi kebanyakan kita.
Kedua, karena kita tidak dapat sepenuhnya kembali merasakan suasana menjelang akhir tahun 2008 ketika kasus Bank Century itu muncul ke permukaan. Sekarang ini perekonomian Indonesia jauh dari ancaman krisis seperti yang terjadi waktu itu. Bahkan banyak di antara kita yang sekarang lupa bahwa di waktu itu pernah ada ancaman krisis global yang serius.
Oleh sebab itu, dalam kesempatan yang sangat penting ini saya ingin mengingatkan bahwa kebijakan penyelamatan Bank Century adalah kebijakan yang diambil dalam masa sulit di tengah-tengah puncak krisis ekonomi yang melanda dunia di akhir tahun 2008. Pastilah berbeda pengambilan keputusan di masa normal dibandingkan pengambilan keputusan di masa krisis. Kita semua memahami bahwa dalam kondisi krisis, setiap keputusan yang diambil pastilah sulit. Dalam masa krisis, informasi tidak selalu lengkap, bahkan amat sering terus berubah dan bergerak. Pilihan-pilihan yang tersedia juga tidak selalu mudah. Namun, pilihan dan keputusan harus diambil agar situasi tidak semakin memburuk.
Kondisi yang gawat ketika itu mempunyai indikator-indikatior yang jelas. Harga saham anjlok 50 persen. Rupiah mengalami depresiasi 30% lebih menjadi Rp 12.100 untuk satu dollar Amerika Serikat, angka yang terendah sejak krisis di tahun 1997 dan 1998. Cadangan devisa turun 12% menjadi sekitar US$ 50 miliar.
Lebih jauh, pemberitaan media cetak dan elektronik waktu itu menggambarkan bagaimana seluruh dunia merasakan hantaman gelombang tsunami ekonomi itu. Tidak mengherankan apabila di bulan November 2008, para anggota DPR - di antaranya ada yang duduk kembali dalam Dewan yang sekarang - menyuarakan kecemasan mereka terhadap ancaman krisis global. Sesuai dengan harapan para anggota Dewan ketika itu, Pemerintah Indonesia mengambil langkah-langkah yang cepat dan strategis. Di antaranya dengan menerbitkan tiga Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- undang (Perpu) untuk menghadapi krisis. Sesuai dengan UUD 1945, penerbitan Perpu adalah karena adanya 'kegentingan yang memaksa'.
Alhamdulillah DPR-pun sependapat dengan pemerintah. Ini tercermin dengan sikap DPR untuk menyetujui Perpu perbaikan peraturan di bidang keuangan dan perbankan. Itu maknanya DPR-pun mengakui adanya krisis, adanya kegentingan, yang tentunya memerlukan pengambilan keputusan di masa krisis, bukan pengambilan keputusan di masa normal-normal saja.
Adanya persepsi yang sama antara DPR dan Pemerintah itulah yang sekarang dilupakan. Sekarang, sepertinya sebab-sebab yang melatar-belakangi tindakan terhadap Bank Century menjadi kabur.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air
Sayang sekali bahwa dalam proses perdebatan yang berlangsung selama bekerjanya Panitia Hak Angket, sering dilupakan detik-detik sulit ketika keputusan penyelamatan Bank Century dilakukan. Sering dilupakan pula bahwa tanah air kita beruntung, karena Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) telah terbentuk yang dipimpin oleh Dr. Sri Mulyani Indrawati dan Prof. Dr. Boediono, dua putra bangsa, yang rekam-jejaknya tidak sedikit pun meninggal- kan catatan buruk terkait dengan kompetensi, kredibiltas, dan integritas pribadinya.
Pada saat keputusan tentang penyelamatan Bank Century ditetapkan, saya sendiri pada waktu yang sama sedang menjalankan tugas kenegaraan di luar negeri, yaitu menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G-20 di Amerika Serikat, serta APEC Summit di Peru. Dua pertemuan itu sangat penting, karena para pemimpin dunia bertemu, termasuk Indonesia, untuk bersama-sama mengatasi krisis perekonomian global yang mencemaskan itu.
Dari informasi serta keterangan yang kemudian kita ketahui bersama, keputusan penyelamatan Bank Century adalah pilihan terbaik yang ada pada saat itu. Pilihan yang tersisa hanya ada dua: menutup Bank Century atau menyelamatkannya. KSSK melalui rapat maraton beberapa hari sebelumnya hingga yang terakhir di tengah malam hingga dini hari pada tanggal 21 November 2008, akhirnya memutuskan untuk menyelamatkan Bank Century. Maka dikucurkanlah dana penyertaan modal sementara yang berjumlah Rp 6,7 triliun.
Perlu kita ingat kembali, hari-hari itu situasi Jakarta penuh dengan rumor dan spekulasi mengenai bakal terjadinya krisis berantai di bidang perbankan. Pengalaman di banyak negara, termasuk di Indonesia sendiri tahun 1998, terjadinya krisis kepercayaan yang
bergerak cepat dan meluas terhadap kesehatan perbankan dapat benar-benar menjadi pemicu krisis yang sesungguhnya.
Sekali lagi di saat pengambilan keputusan itu saya sedang berada di luar negeri. Saya memang tidak dimintai keputusan dan arahan. Saya juga tidak memberikan instruksi atas pengambilan kebijakan tentang ihwal itu - antara lain karena pengambilan keputusan KSSK berdasarkan Perpu Nomor 4 Tahun 2008, memang tidak memerlukan keterlibatan Presiden. Meskipun demikian, saya dapat memahami mengapa keputusan penyelamatan itu dilakukan. Tidak cukup hanya memahami, saya pun membenarkan kebijakan penyelamatan Bank Century tersebut.
Dengan keyakinan yang kuat bahwa krisis benar-benar terjadi, saya percaya bahwa siapapun yang berkewajiban mengambil keputusan pada saat itu pasti akan melakukan hal yang sama. Siapa saja berkewajiban untuk memadamkan sekecil apa pun api yang dapat jadi pemicu kebakaran yang akan melumpuhkan dunia perbankan. Dan kita tahu sekarang ini dunia perbankan bukanlah hanya milik para bankir. Dunia perbankan berkaitan erat dengan kehidupan sosial ekonomi rakyat, seperti pedagang kecil, petani, pegawai, bahkan pensiunan, penata-laksana rumah tangga, dan mahasiswa.
Oleh karena itu, atas kebijakan yang diperlukan untuk menyelamatkan tidak hanya Bank Century, namun penyelamatan sistem perbankan nasional, bahkan menyelamatkan perekonomian nasional dari krisis ekonomi global, saya tanpa ragu sedikitpun menegaskan bahwa kebijakan menyelamatkan Bank Century dapat dipertanggungjawabkan. Sebagai pemimpin negara, saya berkewajiban menghindarkan perekonomian nasional dari krisis baru yang berbahaya sebagaimana pernah terjadi di tahun 1997-1998.
Untuk mencegah berulangnya pengalaman buruk lebih dari sepuluh tahun lalu itu pada akhir Oktober 2008, saya telah memberikan arahan dan direktif untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia dari krisis global sambil memelihara pertumbuhan ekonomi. Alhamdulillah, berkat kebersamaan dan kerja keras kita, kedua sasaran itu dapat kita capai.
Di samping itu, guna melindungi kehidupan rakyat kita, terutama masyarakat miskin atau berpenghasilan rendah, selaku Presiden saya juga menginstruksikan dan menjalankan tujuh prioritas pengelolaan ekonomi di kala krisis, yaitu mengatasi dan mencegah bertambahnya pengangguran, menjaga pergerakan sektor riil, mencegah kenaikan harga-harga atau inflasi, menjaga daya beli masyarakat, terus membantu dan melindungi rakyat miskin, menjaga ketersediaan dan keterjangkauan komoditas pangan dan energi, serta berupaya sekuat tenaga untuk tetap menjaga agar ekonomi kita tetap tumbuh.
Dalam kaitan ini semua, kebijakan terhadap Bank Century sesungguhnya kita letakkan sebagai bagian dari upaya menyelamatkan perekonomian kita dari krisis.
Saudara-saudara
Yang sering tidak dibahas secara utuh adalah: jikalaupun saat itu Bank Century diputuskan untuk ditutup, maka berdasarkan informasi pada saat itu dana yang harus disediakan adalah Rp 4,9 triliun. Dana sebesar itu adalah perkiraan minimal, karena digunakan hanya untuk mengembalikan dana kepada nasabah yang simpanannya hingga Rp 2 miliar. Itulah jumlah simpanan maksimal yang dijamin pemerintah.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air
Adalah sangat penting untuk kita ketahui bahwa sejak awal kebijakan untuk menyelamatkan Bank Century di akhir 2008, sepenuhnya dilakukan dengan maksud baik, dengan niat baik, serta dengan tujuan yang baik pula. Semua langkah kebijakan terkait dengan Bank Century dilakukan dengan mempertimbangkan semua opsi yang tersedia, diputuskan dengan cepat dan tepat tanpa sedikitpun mengabaikan prinsip kehati-hatian.
Atas dasar pengalaman penanganan krisis ekonomi tahun 1997-1998, apa yang dilakukan pemerintah dapat dijelaskan sebagai berikut :
Pertama, protokol proses penanganan krisis di tahun 2008 lebih jelas dengan menggunakan dasar hukum Perpu Nomor 4 tahun 2008. Ini sebuah kemajuan, karena pada krisis tahun 1998, kita tidak punya dasar hukum yang jelas untuk penanganan krisis ekonomi.
Kedua, proses pengambilan keputusan di tahun 2008 jauh lebih terbuka dan akuntabel dibandingkan pengambilan keputusan di tahun 1998. Dokumentasi risalah rapat KSSK dibuat jauh lebih rapi. Bahkan rapat pengambilan keputusan itu direkam dengan video gambar serta suara.
Ketiga, penanganan krisis di tahun 2008 dilakukan secara mandiri dibandingkan dengan tahun 1998 yang sangat melibatkan IMF.
Keempat, sumber dana talangan di tahun 1998 sepenuhnya merupakan keuangan negara dari Bank Indonesia. Ini kita perbaiki. Di tahun 2008 sudah terbangun sistem di mana industri perbankan dapat menyelamatkan sendiri suatu bank yang bermasalah. Caranya melalui Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS). Mayoritas dana LPS berasal dari premi penjaminan yang dikumpulkan bank-bank itu sendiri.
Kelima, dengan sistem itu, dana Rp 6,7 triliun penyelamatan Bank Century di tahun 2008 belum dapat dikatakan sebagai kerugian Negara. Uang sebesar itu adalah investasi atau penyertaan modal sementara yang diharapkan kelak dapat dikembalikan.
Ini juga koreksi atas kebijakan tahun 1998. Di waktu itu dana penanganan krisis perbankan sebesar Rp 656 triliun nyata-nyata berasal dari keuangan negara dan yang berhasil kembali hanya sebesar 27%. Dengan angka yang saya sebutkan tadi, dapat dilihat bahwa biaya krisis 1998 membebani Anggaran Negara hingga Rp 656 triliun - sebuah angka raksasa jika dibandingkan dengan penyertaan modal sementara Lembaga Penjamin Simpanan pada Bank Century yang senilai Rp 6,7 triliun.
Keenam, pengambilan keputusan di tahun 2008 membantu kita keluar dari krisis ekonomi global. Keputusan ini membuahkan pertumbuhan ekonomi positif 4,5% di tahun 2009. Prestasi pertumbuhan ini membanggakan, karena tertinggi nomor tiga di antara negara G-20 setelah Tiongkok dan India.
Ketujuh, dibandingkan dengan proses penegakan hukum BLBI yang masih menyisakan banyak masalah, termasuk pula perdebatan tak pernah henti terkait kebijakan release and discharge, langkah pemerintah di tahun 2008 adalah tindakan hukum yang sangat cepat. Robert Tantular dan para kroninya, pemilik Bank Century yang telah menipu nasabahnya, dengan segera diambil tindakan-tindakan tegas. Bahkan Robert Tantular telah ditahan, diadili, dan dipenjarakan.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air
Perlu dicatat pula bahwa hingga saat ini, pemerintah terus bekerja keras agar penyertaan modal sementara pada Bank Century dapat segera dikembalikan, bahkan sedapat mungkin menguntungkan keuangan negara. Memang benar, ada dana keluar sebesar Rp 6,7 triliun. Namun harus diingat pula bahwa dana penyelamatan yang dikeluarkan pasti lebih kecil.
Terhadap ini semua ke hadapan rakyat Indonesia saya pun memiliki perasaan yang tidak mudah. Perasaan saya sungguh bercampur aduk antara kemarahan dan kejengkelan terhadap Bank Century dengan bagaimana pun bank itu harus diselamatkan agar perbankan dan perekonomian kita selamat. Perasaan dan emosi kita sama: mengapa kita harus menyelamatkan sebuah bank yang tidak saja sejak awalnya dikelola secara ceroboh, namun juga dipimpin oleh orang-orang yang memang memiliki niat yang sangat jahat terhadap bank ini: menguasainya dan membawa lari uang para nasabahnya.
Betapapun gundahnya hati kita, pada akhirnya pemerintah tentu harus menyelamatkan perekonomian Indonesia dari dampak sistemik sebagai akibat dari gagalnya sebuah bank yang bernama Bank Century. Itulah sesungguhnya esensi yang paling utama dari tindakan penyelamatan Bank Century - sebuah keputusan yang menjadi strategis sifatnya karena elemen terpentingnya terdapat pada tujuan akhirnya, yaitu menyelamatkan perekonomian Indonesia.
Terhadap tindakan kriminal yang dilakukan oleh para pengelola Bank Century ini, sejumlah kebijakan telah diambil tindakan yang cepat dan tepat telah dilakukan. Semua aset yang dibawa lari ke luar negeri telah dibekukan. Diperkirakan nilainya triliunan Rupiah. Saya telah menginstruksikan agar seluruh pihak, termasuk Kementerian Keuangan, Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kejaksaan Agung terus bekerja lebih cepat dan profesional. Saya yakin lembaga negara lain yang terkait seperti Bank Indonesia, PPATK hingga KPK akan juga membantu upaya kita mengembalikan aset milik negara tersebut.
Salah satu arti pentingnya pengembalian aset tersebut, di samping untuk mengembalikan penyertaan modal sementara Rp 6,7 triliun, juga untuk membuka peluang pembayaran kepada nasabah PT Antaboga Sekuritas. Bagaimanapun, mereka adalah rakyat Indonesia yang harus dibantu memperoleh kembali hak-haknya sesuai peraturan perundangan yang berlaku.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air
Panitia Angket DPR telah menyelesaikan tugas konstitusionalnya. Kita sangat berharap bahwa semua yang diperdebatkan melalui sidang-sidangnya itu akan mendorong kita untuk terus melakukan perbaikan sistem bernegara kita, khususnya dalam menghadapi kemungkinan krisis ekonomi yang akan datang.
Selain itu, kita juga mengetahui dengan sangat jelas bahwa terdapat perbedaan pandangan dan posisi fraksi-fraksi tentang keputusan mengenai penyelamatan Bank Century. Selain semua pihak patut menghormati pandangan dan posisi itu, saya juga berpendapat bahwa perbedaan itu tidak perlu menimbulkan kerisauan yang berlebihan.
Meskipun temuan Panitia Angket adalah kesimpulan politik, dan menurut Undang- undang Nomor 6 tahun 1954 tentang Hak Angket, temuan demikian tidak dapat dijadikan alat bukti di depan pengadilan. Kesemuanya perlu ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan tetap menjunjung asas-asas supremasi hukum dan keadilan.
Namun kita pasti bersetuju bahwa manakala kebijakan penyelamatan Bank Century adalah pilihan kebijakan yang tepat dan penanggung jawab serta pengambil keputusan tersebut telah melakukannya tanpa ada benturan kepentingan ataupun niat jahat sedikitpun, termasuk suap dan korupsi, kecuali semata-mata untuk menyelamatkan perekonomian nasional, maka seharusnyalah kita tidak mempersalahkan kebijakan demikian.
Boleh jadi di masa krisis dan keadaan yang serba darurat, ketika keputusan harus diambil dengan sangat cepat, ada masalah-masalah teknis yang mungkin terlewatkan. Namun tidak berarti kebijakannya salah dan harus dipidanakan. Sangat sulit membayangkan negara kita dapat berjalan baik dan efektif, jika setiap kebijakan yang tepat justru berujung dengan pemidanaan.
Jika pun dalam pelaksanaan kebijakan tersebut ada kesalahan dan penyimpangan sebagaimana yang ditemukan oleh Panitia Angket Bank Century, kita harus pastikan siapa yang bertanggung jawab terhadap kesalahan dan penyimpangan itu. Kita pun mesti mengetahui apakah kesalahan itu bersifat administratif atau sebuah pelanggaran hukum. Dengan demikian koreksi dan sanksinya menjadi lebih tepat dan adil. Dengan sikap yang positif, pada saatnya saya akan mempelajari apa yang disampaikan oleh DPR RI untuk tindak lanjut berikutnya.
Perlu saya tegaskan di sini Pemerintah yang saya pimpin akan terus menjalankan pemerintahan yang bersih. Terkait dengan kasus Bank Century ini, justru kita harus menindaklanjuti secara tuntas indikasi penyimpangan dan kejahatan oleh pihak-pihak tertentu yang nyata-nyata merugikan negara. Boleh jadi, selama ini mereka berlindung dan bersembunyi di balik hiruk-pikuk politik Bank Century.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air
Saya mengetahui bahwa seiring dengan hasil kerja Panitia Angket ini berkembang pula ide-ide mengenai 'pemakzulan'. Saya mencermati dan mengikuti secara seksama isu itu. Saya menghargai bahwa mayoritas fraksi di DPR menolak dengan tegas kemungkinan pemakzulan itu.
Mekanisme pemakzulan memang diatur dalam UUD 1945. Tetapi kita semua paham bahwa aturan itu hanya dapat dilakukan dalam situasi yang nyata-nyata terkait dengan terlanggarnya pasal-pasal pemakzulan (impeachment articles). Sebaiknya kita sungguh memahami dan menghormati konstitusi kita dan tetap menjaga ketenangan dalam kehidupan politik kita.
Saudara-saudara
Reformasi telah menghasilkan pengaturan yang sangat jelas mengenai pergantian kepemimpinan nasional. Mekanisme pergantiannya diatur secara tertib, yakni melalui pemilihan presiden dan wakil presiden yang dilakukan secara langsung setiap lima tahun sekali. Saya mengimbau agar kita semua menghayati semangat yang terkandung dalam
konstitusi itu dengan sportivitas yang tinggi.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air
Kerja Panitia Angket telah selesai. Upaya perbaikan telah disampaikan. Pemerintah tentu akan memperhatikan dengan sangat serius masukan DPR tersebut. Kepada yang nyata-nyata bersalah dengan bukti yang tak terbantahkan, seperti pemilik dan manajemen Bank Century, langkah hukum yang tegas sebaiknya perlu terus dilakukan dan segera dituntaskan. Kepada mereka yang dalam kondisi krisis telah berjasa dalam penyelamatan perekonomian nasional kita, kita patut memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya.
Saudara-saudara
Pemerintahan yang saya pimpin akan terus memegang tanggung jawab serta mencurahkan segala upaya untuk memajukan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat di seluruh tanah air.
Atas tugas dan amanah yang tidak ringan itu, kami mengharapkan selalu dukungan dan doa dari seluruh rakyat Indonesia. Kami juga mengharapkan kontrol, kritik, dan masukan untuk kebaikan kita semua. Karenanya, terhadap DPR dan semua pihak yang dalam rentang kerja Panitia Angket telah berupaya mengungkap kebenaran, sekali lagi saya mengucapkan terima kasih.
Selanjutnya marilah kita semua menjunjung tinggi kehidupan demokrasi dan politik yang beretika dan berbudaya. Marilah kita jaga cara-cara beradab dalam berpolitik dan berdemokrasi. Kita harus memberikan sanksi sepantasnya kepada yang jahat serta tanpa ragu memberikan apresiasi kepada yang berprestasi. Hanya dengan terus bersikap bijak dan adil demikianlah bangsa kita mempunyai modal kuat untuk terus makin maju dan makin berjaya.
Akhirnya, setelah ini, marilah kita semua kembali berkonsentrasi untuk memikirkan kebutuhan rakyat yang sesungguhnya. Marilah kita terus meningkatkan upaya pembangunan agar rakyat dan bangsa Indonesia ke depan makin maju, adil dan sejahtera. Apa yang paling penting saat ini adalah memastikan bahwa semua program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat terus dapat kita lanjutkan. Bagi saya sendiri, prioritas paling utama adalah menyukseskan program-program pro-rakyat, bukan isu lain seperti koalisi partai-partai politik yang mendukung pemerintah. Koalisi dibangun dengan niat baik, kesepakatan dan etika. Manakala ada permasalahan terhadap kesepakatan dan etika, selalu tersedia solusi yang tepat dan terhormat. Saat ini tidak ada yang lebih penting dari upaya memastikan bahwa selaku pemilik kedaulatan, rakyat mendapatkan tempat yang utama dalam setiap keputusan, kebijakan, dan langkah tindakan yang saya ambil.
Kita tidak boleh menyia-nyiakan waktu paling berharga yang kita miliki untuk melanjutkan pembangunan. Selama 2009, sepanjang Pemilu Legislatif dan Pilpres, banyak para pelaku usaha, dalam dan luar negeri, mengambil sikap 'melihat dan menunggu', wait and see.
Mereka semua menunggu dengan harapan besar bahwa segera setelah pemerintahan baru hasil Pemilu terbentuk, sejumlah keputusan strategis dapat dibuat untuk melanjutkan apa yang tertunda. Sekarang adalah saatnya. Marilah kita semua memastikan bahwa ke depan kita dapat kembali berkonsentrasi pada bidang dan wilayah kerja kita masing- masing. Marilah kita lanjutkan pengabdian kita pada negeri ini, pada seluruh masa depan Indonesia yang lebih baik.
Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa membimbing perjalanan bangsa kita ke arah yang benar.
Wassalamu'alaikum warahmatullahiwabarakatuh
(asy/ndr)
Sumber : http://www.detiknews..com/read/2010/0...tury?991102605
Intinya hanya satu dari pidato tersebut. Yaitu: kepada masyarakat Indonesia, jangan dimasukkan ke dalam hati kasus yang tengah menimpa Indonesia ini. Biarkan yang berkuasa yang mengatur dan menyelesaikan. Dan menurut saya, pengaruh dari pidato tanggapan Presiden SBY terhadap kasus bang century tidak lebih dari 25%
Langganan:
Postingan (Atom)