20091118

LUNAS??

Suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur. Ia menyerahkan selembar kertas yang telah ditulisinya. Setelah sang ibu mengeringkan tangannya dengan celemek. Ia pun membaca tulisan itu dan inilah isinya:

Untuk memotong rumput Rp. 2.000,-
Untuk membersihkan kamar tidur minggu ini Rp. 1.000,-
Untuk pergi ke toko disuruh ibu Rp. 500,-
Untuk menjaga adik waktu ibu belanja Rp. 1.000,-
Untuk membuang sampah Rp. 1.000,-
Untuk nilai yang bagus Rp. 5.000,-
Untuk membersihkan dan menyapu halaman Rp. 1.000,-
Jadi jumlah utang ibu adalah Rp. 11.500,-

Sang ibu memandangi anaknya dengan penuh harap. Berbagai kenangan terlintas dalam benak sang ibu. Lalu ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya. Dan inilah yang ia tuliskan:

Untuk sembilan bulan ibu mengandung kamu, GRATIS
Untuk semua malam ibu menemani kamu, GRATIS
Mengobati kamu dan mendoakan kamu, GRATIS
Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu, GRATIS
Kalau dijumlahkan semua, harga cinta ibu adalah GRATIS
Untuk semua mainan, makanan, dan baju, GRATIS
Anakku... dan kalau kamu menjumlahkan semuanya,
Akan kau dapati bahwa harga cinta ibu adalah GRATIS

Seusai membaca apa yang ditulis ibunya, sang anak pun berlinang air mata dan menatap wajah ibunya, dan berkata: “Bu, aku sayang sekali sama ibu”. Kemudian ia mengambil pulpen. Dia menulis sebuah kata dengan huruf-huruf besar: LUNAS



Teu puguh

30 menit lagi hari berganti angka
Kata "fikirku pun melayang" terdengar lembut
"Album biru" terus menemani di malam ini
tanpa peduli dengan suara jam diniding
"Nada-nada yang indah selalu terurai darinya"




20091109

Penghargaan ????

Saya ditraktir makan mie di kedai mie yang terkenal. Harganya tidak mahal dan rasanya sangat lezat sekali. Kami duduk di depan meja panjang yang dapat menampung sekitar sepuluh orang bila mengelilingi meja. Meja sudah terisi enam orang, saya, teman saya dan empat orang pengunjung.

Ketika asyik makan, satu keluarga baru duduk di dekat kami. Tepatnya di antara teman saya dan pengunjung lainnya. Mereka telah memesan mie dan sedang menunggu. Keluarga tersebut terdiri dari sepasang suami istri yang masih muda dan seorang anak yang berusia sekitar enam tahun. Mereka keluarga yang jauh dari sederhana. Pakaiannya agak kusam dan berbau. Si anak kelihatannya baru sembuh dari suatu penyakit yang tidak kami ketahui dan sedang menarik ingusnya keluar masuk. Ingusnya seperti angka sebelas dan terkadang seperti angka satu dengan warna kuning kehijau-hijauan. Si ibu dengan penuh kasih sayang mengelap ingus yang tidak berhenti keluar masuk hidung anaknya. Pasangan itu sangat bahagia melihat anaknya bermain sambil tertawa. Sepertinya makan mie merupakan perayaan menyambut kesembuhannya. Saat mie datang keluarga tersebut makan dengan lahap.

Keadaan tersebut tidak berlaku bagi kami semua terkecuali teman saya. Bagi kami berlima (termasuk saya) keadaan tersebut merupakan bencana dan penyiksaan. Bayangkan aja, bagaimana rasanya makan mie dengan mencium satu keluarga yang bau badannya tidak enak. Belum lagi melihat dan mendengar ingus yang ditarik keluar masuk dan sesekali dibersihkan oleh ibunya. Setiap kali memakan mie sambil meminum kuahnya, rasanya seperti ingus telah tercampur dengan makanan dan membuat selera makan hilang. Tidak berapa lama kemudian, keempat pelanggan yang duduk semeja dengan kami meninggalkan meja satu persatu- tanpa menghabiskan makanan. Melihat ini ada rasa kepahitan yang terpancar diwajah keluarga muda itu, seperti rasa rendah diri dan terasing melihat sikap saya dan empat pengunjung lainnya. Tetapi itu tidak berlangsung lama, terutama saat mereka melihat teman saya, keceriaan mereka pulih kembali. Teman saya tetap menikmati mie dengan segala kecuekannya. Seolah-olah tidak ada bau disekitarnya dan tidak ada suara ingus yang didengar. Saya tidak bisa berbuat banyak selain belajar cuek dan menghabiskan sisa mie. Lagi pula saya ditraktir makan dan tidak berhak mengajukan hal-hal yang aneh-aneh dan tidak sopan. Selesai makan, kami masih duduk dua puluh menit sebelum meninggalkan kedai makanan. Saya heran dengan tingkah teman saya yang diluar kebiasaannya. Biasanya setelah makan, ia hanya duduk paling lama sepuluh menit. Sekali lagi saya harus mengikuti kemauan teman saya dengan jengkel.

Akhirnya kami keluar meninggalkan kedai dan keluarga muda, saya merasa lega. Dalam perjalanan pulang, teman saya mengatakan ia sangat terganggu duduk di samping keluarga tersebut. Ia merasakan rasa bau dan merasa terganggu dengan suara ingus anaknya. Ia merasakan tepat seperti yang saya rasakan.

Teman saya juga mengatakan, jika ia meninggalkan keluarga tersebut di saat mereka bergembira, keluarga itu akan merasa terpukul, tidak berharga, terasing dan putus asa. Si suami sedang memberi yang terbaik bagi keluarganya. Mereka bersukacita merayakan kesembuhan anaknya. Si suami telah mengeluarkan uang yang bagi mereka cukup mahal dari hasil kerja keras hanya untuk memberikan yang terbaik bagi keluarganya. Uang itu tidak begitu banyak untuk ukuran kami tetapi tidak bagi keluarga itu.

Saya sangat terkejut mendengar penuturan teman saya. Dan tidak menyangka teman saya telah melakukan sesuatu yang luar biasa bagi keluarga itu. Dengan caranya yang khas, bertahan makan mie sampai habis dan menunggu dua puluh menit setelah makan, telah memberi semangat baru bagi keluarga itu. Saya teringat bagaimana rasa kepahitan, rendah diri dan terasing di wajah kedua suami istri ketika melihat pelanggan yang lain meninggalkan meja tanpa menghabiskan makanan dan melihat tingkah saya. Saya juga teringat bagaimana pasangan ini kembali ceria begitu melihat sikap teman saya yang cuek.

Pertama kali dalam hidup ini, saya menyadari dan menyaksikan bagaimana mengasihi sesama tanpa mengatakan sesuatu benar-benar tidak mustahil. Ini benar-benar keajaiban. Ajaib bagaimana semua ayat-ayat di dalam kitab suci tentang mengasihi sesama dapat diwujudkan tanpa perkataan dalam waktu sesingkat itu. Cukup hanya dengan meneruskan makan mie sampai habis. Masa bodoh dengan sikap saya dan pengunjung lain yang tidak terpuji. Menunggu dua puluh menit setelah selesai makan. Yang terakhir menahan rasa bau untuk menyempurnakan segalanya telah menunjukkan suatu keajaiban kasih dan dilakukan oleh seorang teman. Ajaib bagaimana teman saya menegor saya tanpa mengatakan sesuatu. Ia tidak menuduh tetapi cukup telak memukul saya. Saya merasa sangat terpukul, malu tetapi tidak marah. Saya kembali mengingatkan diri sendiri bagaimana mudahnya mengatakan mengasihi sesama tetapi tidak melakukannya.



20091108

DOA

Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke, sudah 7 malam dirawat di Rumah Sakit di ruang ICU. Disaat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia Roh seorang Malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.

Malaikat memulai pembicaraan, "kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!

"Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang ... " kata si pengusaha ini dengan yakinnya.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati. Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali merngunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, "apakah besok pagi aku sudah pulih? pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit".

Dengan lembut si Malaikat berkata, "anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktu mu tinggal 60 menit lagi, rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu".

Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si Malaikat menunjukkan layer besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka".

Kata Malaikat, "aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu" Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, " Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu, tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah dan hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri." dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat".

Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang baik dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa tapi waktunya sudah terlambat ! tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang ! Dengan setengah bergumam dia bertanya, "apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?"

Jawab si Malaikat, " ada beberapa yang berdoa buatmu tapi mereka tidak tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini, itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik, bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah".

Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia, tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam. Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata, "anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu!! kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00". Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.

Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan. Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri.

Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU, setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu.

Doa sangat besar kuasanya, tak jarang kita malas, tidak punya waktu, tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain. Ketika kita mengingat seorang sahabat lama / keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia, mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.



20091104

PELANGI

Semuanya pasti pernah lihat pelangi kan?? Nah, bagaimana sebenarnya mekanisme terjadinya pelangi?? Berikut akan saya uraikan sedikit mengenai mekanisme terjadi Pelangi berdasarkan apa yang saya ketahui..

Bagaimana Mekanisme Terjadinya Pelangi?
Pelangi merupakan cahaya putih matahari yang terdispersi oleh titik-titik air hujan, pelangi terlihat saat hujan turun dihadapan kita, tapi posisi matahari di belakang kita. Cahaya mengalami pembiasan dan penguraian (dispersi), penguraian ini terjadi karena setiap masing-masing warna memiliki indeks bias berbeda. Sehungga spektrum warna kemudian sinar yang membentuk spektrum warna dipantulkan keluar dan tetesan hujan dengan sudut yang berbeda-beda seperti pada prisma dan letak matahari, mata kita, serta tetesan air hujan berada pada satu garis lurus. Matahri harus berada di sisi barat atau timur.

Mengapa Pelangi Berbentuk Setengah Lingkaran?
Kita melihat pelangi berbentuk melengkung atau setengah lingkaran, sebenarnya bentuk dari pelangi adalah lingkaran penuh karena mengikuti bentuk bumi (lingkaran). Contohnya adalah apabila kita mengamati atau melihat pelangi dari atas hujan (di pesawat terbang), maka yang akan terlihat adalah pelangi dengan bentuk lingkaran. Namun, karena terhalang oleh horison bumi dan benda yang lain (misalnya gedung, gunung, bukit), akibatnya memberikan efek bahwa pelangi tampak membentuk setengah lingkaran.

Bagaimana dengan Pola Pelangi pada Ceceran Minyak di Atas Air?
Ketika cahaya yang memiliki campuran berbagai panjang gelombang (cahaya polikromatis, misalnya cahaya putih sinar matahari ) mengenai ceceran minyak di atas air (lapisan tipis) maka panjang gelombang berbeda mengalami interferensi konstruktif pada tempat-tempat yang berbeda pada ceceran minyak di atas air (karena ketebalan jajaran minyak di atas air berbeda). Hal ini menyebabkan terjadinya pemisahan warna-warna dari cahaya putih matahari(pelangi).


Dan di bawah ini adalah jawaban dari pertanyaan mengapa matahari terlihat lebih besar ketika sore hari. Berikut jawaban singkatnya:
secara pemikiran sederhana matahari terlihat lebih besar ketika di ufuk karena posisinya matahari lebih dekat ketika berada di ufuk lebih dekat atau terlihat lebih dekat. karena dalam kenyataannya ketika anda melihat ke langit pada saat cerah di daerah lapang . . . anda akan melihat bahwa semakin ke tengah maka spektrum warna langit terlihat semakin biru yang berarti semakin jauh..... karena dalam ilmu pengetahuan terdapat pernyataan bahwa bumi tidak benar2 bulat akibat rotasi di porosnya yang berarti akan semakin rendah permukaannya di daerah khatulistiwa . . .
jadi kesimpulannya,., semakin siang maka matahari akan terlihat kecil karena posisinya lebih jauh dan akan terlihat besar pada ufuk karena posisinya lebih dekat..........


Apabila ada yang tidak dimengerti, anda bisa PM saya.

20091101

Kesimpulan Oktober 2009

Hari ini adalah tanggal 1 November 2009. Saya mempunyai beberapa rangkuman yang terjadi selama bulan Oktober 2009. Rangkuman yang saya postingkan ini hanya peristiwa yang berurusan dengan dunia internasional
8 - Terjadi ledakan yang cukup besar yang berasal dari jatuhnya meteorit yang berasal dari asteroid dengan kekuatan berkisar 50 kiloton TNT di Bone. (kompas)

9 - Nobel Perdamaian 2009 diberikan kepada Barack Obama, Presiden Amerika Serikat. (vivanews)

9 - Qory Sandioriva asal Nanggroe Aceh Darussalam terpilih sebagai Puteri Indonesia 2009. (Media Indonesia)

10 - Empat orang bersenjata dan beberapa tentara tewas dalam serangan terhadap markas besar Angkatan Darat Pakistan di luar ibu kota Islamabad, Pakistan. (kompas)

11 - Tiga ledakan bom mengguncang kota Ramadi di barat Baghdad, Irak, menewaskan setidaknya 22 orang dan melukai 61 orang lainnya. (BBC)

12 - Nobel Ekonomi 2009 diberikan kepada Elinor Ostrom dan Oliver E. Williamson. (Nobelprize.org)

16 - Gempa bumi berkekuatan 6,4 SR terjadi di Ujung Kulon, Banten. Terasa di Jakarta hingga ke Bandung. Tidak menimbulkan tsunami. (kompas.com)

18 - Bom bunuh diri meledak dalam sebuah pertemuan di kota Pishin, Provinsi Sistan dan Baluchistan, Iran, menewaskan beberapa perwira tinggi. (BBC News)

19 - Jenson Button dan tim Brawn GP memastikan diri menjadi Juara Dunia Pembalap dan Konstruktor Formula 1 2009 setelah finis pada posisi ke-5 di GP Brasil. (formula1.com)

20 - Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2009-2014.

22 - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik Kabinet Indonesia Bersatu II yang diumumkan sehari sebelumnya. (BBC)

22 - Microsoft resmi meluncurkan sistem operasi terbarunya, Windows 7. (Kompas Tekno)

24 - Sedikitnya 5 gempa bumi mengguncang 5 wilayah berbeda di Indonesia. (detikcom)

25 - Valentino Rossi memastikan gelar Juara Dunia MotoGP 2009. (detikSport)

27 - Israel hentikan pasokan air ke Palestina. (BBCIndonesia)

30 Oktober - Badan pengatur Internet, ICANN, mengizinkan nama domain menggunakan karakter non-latin seperti abjad Arab, Cina, dan abjad lainnya dalam pertemuan tahunan di Seoul. (BBC)

Semoga menjadi rangkuman yang bermanfaat untuk para pembaca yang budiman.. Terima Kasih,.





TUKANG KAYU DAN RUMAHNYA

Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya. Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya. Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan.

Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang diminta oleh tuannya. Hasilnya bukanlah sebuah rumah yang baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.

Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu.

'Ini adalah rumahmu, ' katanya, 'hadiah dari kami.' Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.

Teman, itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan dan kurang bertanggung jawab. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan pada bagian-bagian terpenting dalam hidup, kita tidak memberikan yang terbaik.

Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri.

Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.

Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu. Renungkan 'rumah' yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan 'rumah' kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup.