20091021

Yang suka nerobos lampu lalu lintas silahkan dibaca!!

Saya punya sebuah cerita mengenai kebiasaan anak-anak muda jaman sekarang pada umumnya. Yaitu tentang kebut-kebutan. Namun pada cerita ini, pelaku utama adalah seorang dewasa yang telah berkeluarga, namun bisa diaplikasikan kepada para pemuda yang suka kebut-kebutan terutama menerobos lampu lalu lintas. Daripada saya terlalu banyak curhat, langsung saya kasih ceritanya. Mohon postingkan komentar setelah membaca atau menyimak.

Dari kejauhan, lampu lalu lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Karso (nama samaran) segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat, sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama. Kebetulan jalan di depannya agak lengang. Lampu berganti kuning. Hati Karso berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala. Karso bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja. "Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak," pikirnya sambil terus melaju.

Priiiiiit.....!!!!!

Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Karso menepikan kendaraan agak jauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing.

Hey itu kan Hudmad (nama samaran juga) ! teman mainnya semasa SMA dulu (dalam hati). Hati Karso agak lega. Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.

"Hai Mad, senang sekali ketemu kamu lagi!"

"Hai, So." (Tanpa senyum)

"Duh, sepertinya aku kena tilang nih? aku memang agak buru-buru. Istriku sedang menunggu di rumah."

"Oh ya?", tampaknya Hudmad agak ragu.

"Mad, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan ank-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat dong."

"Aku mengerti, Tapi sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini."

Ternyata percakapn tidak sesuai dengan harapan Karso, ia berpikir untuk mengganti strategi.

"Jadi kamu hendak menilangku ? Sungguh tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat, lampu kuning masih menyala." Karso berharap dengan berdusta sedikit, bisa memperlancar keadaan.

"Maaf So, kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu."

Dengan ketus Karso menyerahkan SIM, lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca Jendelanya. Sementara Gurit menulis sesuatu di Buku Tilangnya. Beberapa saat kemudian Hudmad mengetuk kaca jendela. Karso memandangi wajah Hudmad dengan penuh kecewa. Dibukanya kaca jendela itu sedikit. Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang yang diselipkan Hudmad di sela-sela kaca jendela. Tapi, hei apa ini? Ternyata SIM nya dikembalikan bersama sebuah Nota. Kenapa ia tidak menilangku? lalu Nota ini apa? Buru-buru Karso membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Hudmad.

"Halo Karso. Tahukah kamu, So ? aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 Bulan. Begitu ia bebas, ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan satu-satunya anak kami sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar tuhan berkenan mengaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa Sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku, So. Doakan agar permohonan kami terkabulkan. Berhati-hatilah. (Salam Hudmad)."

Karso terhenyak. ia segera keluar dari kendaraan mencari Hudmad. Namun Hudmad sudah meninggalkan pos jaganya, entah kemana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak menentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan.....!!!!!

Cerita di atas merupakan sebuah kisah nyata seseorang yang saya ceritakan kembali. Pembaca pasti mempunyai kesimpulan dan makna tersendiri setelah membaca postingan ini.
Terima Kasih!

2 komentar: