20120812

Tentang WC

WC adalah hal simpel yang mampu merubah hidup seseorang. Dan Toilet adalah tempat di mana dimulainya perubahan tersebut. Ketika sedang berada di Toilet, katakanlah ketika sedang melaksanakan boker, seorang manusia mampu menjelajahi pikirannya sendiri lebih luas daripada ketika berada di tempat lain. Sebagai contoh, saya sendiri mampu mengolah pikiran-pikiran sederhana menjadi hal-hal yang lebih kompleks. Hal yang biasanya terpikirkan sederhana di tempat selain Toilet, (kamar tidur misalnya) bisa menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang saling berhubungan ketika sedang melaksanakan boker. 

Misalnya, ketika sedang berada di kamar tidur, saya memikirkan atau merindukan suatu makanan yang bernama Dodongkal. Dodongkal adalah makanan khas sunda yang (katanya) saat ini sudah menjadi makanan yang langka. Nah, di kamar tidur saya cuman bisa membayangkan Dodongkal saja. Iya, hanya Dodongkal, tanpa ada pemikiran lainnya. Saya cuman membayangkan betapa enaknya Dodongkal tersebut. Tapi, ketika berada di dalam Toilet, pikiran saya yang awalnya hanya sebuah Dodongkal bisa menjadi pemikiran yang mengarah ke bisnis. Ketika sedang nagog (baca: jongkok), kepikiran kenapa gak nyoba buat membuat bisnis Dodongkal saja? Dodongkal kan udah langka nih, tapi yang nyari masih banyak. Dan orang-orang nyari juga kebanyakan cuman sekadar nyari doang. Gak ada kepikiran buat ngeproduksi Dodongkal itu sendiri. Nah, masih di Toilet, langsung kepikiran juga di mana emak-emak yang biasa bikin Dodongkal itu berproduksi. Terus cara bikinnya gimana. Kalo udah bisa bikinnya mau di lempar kemana tuh Dodongkal buat di jual. Ajaib kan toilet?

Atau contoh lain, misalnya ketika sedang nonton acara musik di TV. Yang terjadi adalah hanya menonton. Menikmati. Tapi pas masuk ke Toilet? Kita bisa memikirkan suatu konsep sebuah lagu. Bikin puisi lah sederhananya. Konon katanya banyak orang mampu membuat puiklir si lebih indah ketika sedang nagog di WC. Atau tingkat romantis seorang lelaki lebih meningkat ketika sedang nagog itu. Sambil megang handphone, dia bisa lebih mudah merayu perempuan yang menjadi gebetannya. Dan konon katanya juga, rayuannya lebih sukses dari sekedar di ruangan lain. Heheh. Ajaib?

Atau banyak orang yang memikirkan cita-citanya di Toilet. Ketika sedang duduk atau nagog di WC. Kalau begitu berarti kita harus sangat berterima kasih kepada sang penemu WC dan Toilet. Karena WC dan Toilet sangat menginspirasi banyak orang. Katanya sih penemunya Sir John Harrington. Dari Inggris. 

Bayangkan, mungkin saja tanpa adanya Toilet, kita tak kan bisa mendengarkan karya karya agung dari Bob Dylan. Karena mungkin saja karya Bob Dylan sebagian dipikirkan ketika sedang di WC. Atau orang-orang gak bakal kenal yang namanya Iphone atau Ipad kalau gak ada WC. Gak menutup kemungkinan sang penemu Iphone dan Ipad menciptakan kedua benda tersebut karena ingin lebih sederhana lagi dalam membaca koran ketika sedang melaksanakan boker. Atau karya Kahlil Gibran tak kan seromantis itu membicarakan cinta jika tak ada WC. Orang-orang haruslah berterima kasih pada Sir John Harrington.

Tapi, bisa juga WC menjadi awal terjadinya bencana. Mungkin Hitler yang agung terpikir untuk membunuh para Yahudi berawal dari WC. Ketika Hitler kecil sedang bermain dan jajan di sebuah warung milik Yahudi, misalnya, terus dia sakit perut dan langsung ke WC. Bisa saja dia ingin membalas dendam atas sakit perutnya itu kepada si Yahudi. Mungkin saja kan. Atau Hiroshima dan Nagasaki tak kan menjadi korban bom nuklir kalau saja Oppenheimer gak menemukan bom atom. Bisa juga kan Oppenheimer kepikiran rumus-rumus yang canggih ketika sedang nagog di WC? Ah, berarti gak harus juga berterima kasih pada Sir John Harrington. 

Tapi terlepas dari itu, WC dan Toilet memang sanggup menciptakan pikiran-pikiran yang kritis terhadap para penggunanya. Edan lah WC sama Toilet itu. Maka, nikmatilah saat-saat kita sedang berada di WC untuk melaksanakan boker. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar