Yang aku ingat kau sangat sejuk bila dinikmati
Aku masih mendengar siulan yang menggesek organ-organ tubuhmu
Hanya jika aku tidak salah mengingat
Aarde,
Ada yang bilang kau menanti mati
Sangat sering kau marah
Padahal aku bertemu denganmu begitu lembut
Putih,
Itu yang aku lihat ketika pagi menjelang
Selimut yang menutupimu sangat tebal
Aku hanya bisa menggigil kala pagi datang
Putih,
Aku mendapat kabar putihmu menjadi sesak
Bukan pagi selimut putihmu terlihat
Ketika siang putihmu menjadi pekat
Kamu mulai panas Aarde?
Jangan sampai biru mu menjadi merah
Siulanmu haruslah tetap lembut
Jangan menjadi kasar dan kasar serta panas
Aarde yang indah
Aarde yang sejuk
Jangan marah Aarde
Jangan mati Aarde
Marrikh
Bulan, 1 Februari 2012
ps: Sajak ini dibuat oleh Marrikh seorang kenalan yang aku temui di Bulan. Marrikh tinggal di planet Venus. Dia seorang panglima perang dari Mars yang diusir dari kerajaannya karena telah membangkang tidak mau menuruti perintah untuk menyerang Bumi. Hingga dia diasingkan di Venus.
Sajak ini dia buat untukku. Aku sendiri tak memahami apa arti sajak ini. Mungkin nanti aku mengerti.
buat Semeru ya pi? :D
BalasHapusgak tauuuu... hehehe ..
Hapus