| organized chaos |
Beberapa orang setuju jika kekuatan jumper (teleportation) yang dikisahkan melalui film Jumper adalah kekuatan yang paling menguntungkan dibandingkan dengan kekuatan-kekuatan super lainnya. Namun ada yang lebih menarik perhatian mengenai kekuatan super yang (mungkin hanya) dimiliki oleh manusia-manusia di dalam skenario film. Dapat dibayangkan jika ada manusia yang menguasai teori chaos dan dapat mempraktekannya dengan tepat di dunia nyata. Teori chaos atau dikenal juga dengan nama Butterfly Effect. Dengan berdasarkan pada konsep yang dikisahkan pada film Butterfly Effect, kekuatan itu benar-benar menakjubkan (tentunya diluar maksud sesungguhnya dari film tersebut). Dengan hanya mengendalikan pikiran (yang artinya tidak perlu kembali ke masa lalu), seorang pengguna butterfly effect bisa mengubah nasibnya. Berkali-kali, dengan resiko yang sangat kecil. Kecuali si pengguna menyatakan dirinya meninggal di masa lalu.
Teori chaos
pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli matematika dan metereologi dari
United States. Teori ini diungkapkan oleh Edward Norton Lorenz (1978-2008) pada
tahun 1961 yang pada awal pemikirannya adalah efek yang dihasilkan satu kepakan
seekor burung camar laut dapat merubah cuaca untuk selamanya. Yang pada
akhirnya dihaluskan menjadi satu kepakan sayap kupu-kupu di Brazil bisa membuat
tornado di Texas di masa depan. Yang akhirnya teori chaos ini lebih dikenal
dengan Butterfly Effect. Butterfly effect ini pada awalnya digunakan untuk ilmu
matematika dan fisika quantum. Namun saat ini berbagai bidang telah menerapkan
teori ini karena teori ini mendukung teori yang berada pada bidang selain
matematika dan fisika. Sebut saja imu psikologi, hukum, atau sosial. Karena
secara sederhana, teori butterfly effect ini mengungkapkan bahwa hal sekecil
apapun yang dilakukan saat ini akan mampu membuat perubahan besar dikemudian
hari. Atau suatu kejadian yang besar saat ini dikarenakan suatu hal kecil yang
dilakukan pada masa lalu. Yang artinya satu hal kecil tidak dapat diabaikan
dalam kehidupan ini.
Bayangkan
ketika butterfly effect ini menjadi suatu kekuatan super yang dikawinkan dengan
kemampuan kembali ke masa lalu tanpa perlu menggunakan mesin waktu. Artinya
hanya menggunakan kekuatan pikiran. Cukup dengan merubah hal kecil saja bisa
merubah kehidupan saat ini. Bahkan hanya dengan merubah kalimat yang telah
diucapkan. Perubahannya akan begitu besar. Contoh sederhananya mungkin mengenai
cinta, sebut saja seorang pria bernama W memiliki kemampuan mengatur butterfly
effect. W mencintai seorang perempuan bernama V, namun W tidak memeliki
keberanian di masa lalu untuk mengungkapkannya. Saat ini W merasa sangat
terpuruk karena tidak memiliki V. Dan dia yakin apabila memiliki V,
kehidupannya akan berubah drastis menjadi lebih baik. Dengan kekuatan
pikirannya, W kembali ke masa saat W pertama kali mengenal V. Tanpa canggung W
berani mengatakan bahwa W mencintai V. W berani mengatakannya karena hal itu
hanya terjadi di alam pikirannya. Namun akan sangat berpengaruh di kehidupan
nyata. Akhirnya V menerima W dan mereka berdua saling memiliki. Pada saat ini,
kehidupan W memang berubah sangat drastis dengan V berada di sampingnya. Maka W
telah berhasil menggunakan kekuatan butterfly effect untuk merubah kehidupannya
dengan kembali ke masa lalu menggunakan alam pikirannya.
Namun tentunya
efek yang terjadi karena merubah masa lalu tidak terjadi sesederhana itu, pasti
ada hal lain yang berubah ke arah negatif. Yang artinya, perubahan kecil di
masa lalu memang akan menimbulkan efek yang sangat besar dikemudian hari. Sebut
saja misalnya W yang saat ini telah bersama V kehilangan sahabat baiknya ketika
W tidak bersama V. Karena di perjalanan kisahnya yang tidak dia gambarkan di
pikirannya, V telah membatasi kehidupan liar W. Memang selalu ada yang
dikorbankan untuk mendapatkan sesuatu yang besar.
Teori ini
memang sangatlah hebat. Tak perlu khawatir tentang keterpurukan. Tinggal
memejamkan mata untuk masuk ke alam bawah sadar dan membangkitkannya, kemudian
menggali ingatan dan merubahnya sesuai keinginan. Dahsyat bukan? Tapi apa yang
akan terjadi ketika terlalu sering menggunakan kekuatan tersebut? Tentunya akan
membuat gila penggunanya. Karena apa yang didapatkan pasti ada yang harus
dibuang atau ditinggalkan atau bahkan terpaksa dihilangkan. Yang akhirnya akan
mengakibatkan de javu secara berlebihan. De javu secara berlebihan akan
mempengaruhi pikiran ke arah kehidupan nyata atau hanya mimpi saja. Akhirnya
bingung tentang apa yang terjadi sebenarnya atau hanya merupakan sebuah
imajinasi saja. Efeknya adalah tidak teraturnya pola pikir si pengguna kekuatan
tersebut karena bingung dan akhirnya gila.
Kekuatan yang
sangat hebat bukan? Manfaatnya sangat luar biasa. Tapi jika berlebihan akan
terjadi chaos (kekacauan) bagi si penggunanya. Ah, semua hal pun bila dilakukan
berlebihan memang tidak baik. Namun hal kecil apapun memang harusnya tidak boleh
dianggap enteng. Butterfly effect, efek abstrak yang mengagumkan. Sebuah seni kekacauan yang begitu indah.
Pertanyaannya,
apakah ada manusia canggih di dunia nyata ini yang mampu mengendalikan
pikirannya untuk mencapai kekuatan butterfly effect? Mungkin ada, yaitu manusia-manusia yang mampu memanfaatkan hal-hal kecil menjadi luar biasa. Iya, manusia-manusia yang mampu melihat dan memanfaatkan kesempatan ketika manusia lainnya tidak. :D
sumber gambar: http://liesma.deviantart.com/art/organized-chaos-160240663
sumber gambar: http://liesma.deviantart.com/art/organized-chaos-160240663
apik had! aku belum nonton filmnya tapi hahaha enak bgt klo kayak gitu
BalasHapusLebih asik lagi punya kemampuan ini + meningkatkan kapasitas otak (Limitless) + membangun mimpi (Inception). Kemampuan pikiran lebih asyik menurutku gem..
Hapus