Ketika aku bangun dari tidur,
Pastilah karena aku melihat nomormu yang tampil di layar handphone...
Ketika aku semangat,
Pastilah karena aku melihat kata itu di layar handphone...
Ketika aku tertidur lelap,
Pastilah karena aku telah melihat senyumanmu yang tak bergerak di layar laptop...
Ketika aku melamun,
Pastilah karena aku telah menerima pesan singkat darimu...
Ketika aku tersenyum sendiri,
Pastilah karena aku sedang mendengarkan kamu berbicara di seberang sana...
Ketika aku menggaruk kepalaku,
Pastilah karena aku sedang bingung harus aku berkata apa...
Ketika aku tak bisa diam,
Pastilah karena aku sedang mencari sinyal telepon untuk meneleponmu...
Ketika aku gelisah,
Pastilah karena kabar darimu tak ada hari ini...
Aku selalu mengenalkan kamu kepada teman-temanku..
Aku selalu bercerita semua tentangmu..
Walaupun kamu di sana tak pernah berpikir sedikit pun tentang aku..
Walaupun dengan cerita itu aku dianggap seorang penghayal oleh teman-temanku..
20101211
20101128
20100901
Pidato Presiden RI mengenai Dinamika Hubungan Indonesia-Malaysia
PIDATO
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
MENGENAI
DINAMIKA HUBUNGAN INDONESIA–MALAYSIA
Jakarta, 1 September 2010
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang saya cintai dan saya banggakan,
Malam ini, saya ingin memberikan penjelasan kepada rakyat Indonesia mengenai hubungan Indonesia–Malaysia. Marilah kita mengawalinya dengan melihat perkembangan dan dinamika hubungan kedua negara, salah satu hubungan bilateral Indonesia yang paling penting.
Hubungan Indonesia dan Malaysia memiliki cakupan yang luas, yang semuanya berkaitan dengan kepentingan nasional, kepentingan rakyat kita.
Pertama, Indonesia dan Malaysia mempunyai hubungan sejarah, budaya dan kekerabatan yang sangat erat dan mungkin yang paling erat dibanding negara-negara lain, dan sudah terjalin selama ratusan tahun. Kita mempunyai tanggung jawab sejarah, untuk memelihara dan melanjutkan tali persaudaraan ini.
Kedua, hubungan Indonesia dan Malaysia adalah pilar penting dalam keluarga besar ASEAN. ASEAN bisa tumbuh pesat selama empat dekade terakhir ini, antara lain karena kokohnya fondasi hubungan bilateral Indonesia-Malaysia.
Ketiga, ada sekitar 2 juta saudara-saudara kita yang bekerja di Malaysia, di perusahaan, di pertanian, dan di berbagai lapangan pekerjaan. Ini adalah jumlah tenaga kerja Indonesia yang terbesar di luar negeri. Tentu saja keberadaan tenaga kerja Indonesia di Malaysia membawa keuntungan bersama, baik bagi Indonesia maupun Malaysia.
Sementara itu, sekitar 13,000 pelajar dan mahasiswa Indonesia belajar di Malaysia, dan 6,000 mahasiswa Malaysia belajar di Indonesia. Ini merupakan asset bangsa yang harus terus kita bina bersama, dan juga modal kemitraan di masa depan.
Wisatawan Malaysia yang berkunjung ke Indonesia adalah ketiga terbesar dengan jumlah 1,18 juta orang, dari total 6,3 juta wisatawan mancanegara. Investasi Malaysia di Indonesia 5 tahun terakhir (2005-2009) adalah 285 proyek investasi, berjumlah US$ 1.2 miliar, dan investasi Indonesia di Malaysia berjumlah US$ 534 juta. Jumlah perdagangan kedua negara telah mencapai US$ 11,4 Miliar pada tahun 2009. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan ekonomi Indonesia–Malaysia sungguh kuat.
Namun, hubungan yang khusus ini juga sangat kompleks. Hubungan ini tidak bebas dari masalah dan tantangan. Ada semacam dalil diplomasi, bahwa semakin dekat dan erat hubungan dua negara, semakin banyak masalah yang dihadapi.
Contoh masalah dan tantangan yang kita hadapi adalah menyangkut tenaga kerja Indonesia di Malaysia. Kita tahu bahwa keberadaan 2 juta tenaga kerja Indonesia di Malaysia, disamping memberikan manfaat bersama, juga memunculkan kasus-kasus di lapangan yang harus terus kita kelola. Oleh karena itulah, sejak awal, saya berupaya keras untuk memperjuangkan hak-hak Tenaga Kerja Indonesia, antara lain menyangkut gaji dan waktu libur, memberikan perlindungan hukum, dan mendirikan sekolah bagi anak-anak Tenaga Kerja Indonesia.
Dalam kunjungan saya yang terakhir ke Malaysia, kita telah berhasil mencapai kesepakatan, mengenai pemberian dan perlindungan Hak bagi tenaga kerja kita di Malaysia. Berkaitan dengan permasalahan hukum yang dihadapi oleh tenaga kerja Indonesia di Malaysia, pemerintah aktif melakukan langkah-langkah pendampingan dan advokasi hukum, untuk memastikan saudara-saudara kita mendapatkan keadilan yang sebenar-benarnya.
Selain masalah TKI dan perlindungan WNI, kita juga kerap menjumpai masalah yang terkait dengan perbatasan kedua negara. Masalah ini memerlukan pengelolaan yang serius dari kedua belah pihak.
Karena itulah, menyadari kepentingan bersama ini, saya dan Perdana Menteri Malaysia sering berkomunikasi secara langsung, di samping forum konsultasi tahunan yang kami lakukan, untuk memastikan bahwa isu-isu bilateral ini dapat kita kelola dan carikan jalan keluarnya dengan baik.
Saudara-saudara sekalian,
Akhir-akhir ini, hubungan Indonesia Malaysia kembali diuji dengan terjadinya insiden di seputar perairan Pulau Bintan pada tanggal 13 Agustus 2010 yang lalu. Berhubung insiden ini menjadikan perhatian yang luas dari kalangan masyarakat Indonesia, pada kesempatan ini, saya ingin memberikan penjelasan tentang duduk persoalan yang sesungguhnya, dan langkah-langkah tindakan yang diambil oleh pemerintah kita.
Sejak saya menerima laporan mengenai insiden ini tanggal 14 Agustus 2010 pagi, saya langsung memberikan berbagai instruksi. Pertama, saya minta agar ketiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan segera dikembalikan dalam keadaan selamat. Kedua, saya juga memerintahkan untuk mengusut tuntas apa yang sebenarnya terjadi dalam insiden tersebut.
Segera setelah itu, Menko Polhukam dan Menteri Luar Negeri melakukan tindakan-tindakan cepat, untuk mengelola penanganan insiden tersebut dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
Terhadap insiden ini, kita semua sangat prihatin, dan saya ingin agar masalah ini segera di selesaikan secara tuntas, dengan mengutamakan langkah-langkah diplomasi. Saya ingin mengatakan bahwa sejak terjadinya kasus ini pemerintah telah bertindak. Sistempun telah bekerja.
Saya juga menekankan bahwa masalah seperti ini harus diselesaikan secara cepat, tegas dan tepat, karena berkaitan dengan kepentingan nasional kita. Memelihara hubungan baik dengan negara sahabat, apalagi dengan Malaysia, sangat penting. Tetapi, tentu kita tidak bisa mengabaikan kepentingan nasional, apalagi jika menyangkut kedaulatan dan keutuhan NKRI.
Dalam kaitan ini, saya telah mengirim surat kepada Perdana Menteri Malaysia, yang intinya menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya insiden tersebut. Saya juga mendorong agar proses perundingan batas maritim dapat dipercepat dan dituntaskan. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri telah memanggil Duta Besar Malaysia di Jakarta untuk menyampaikan nota protes. Menteri Luar Negeri juga telah melakukan komunikasi intensif dengan Menteri Luar Negeri Malaysia. Dalam perkembangannya, alhamdulillah, ke-3 petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan itu kini telah kembali ke tanah air.
Berkaitan dengan ketiga petugas KKP tersebut, Pemerintah Indonesia menerima informasi tentang perlakuan yang tidak patut yang dialami oleh mereka. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia meminta penjelasan atas kebenaran informasi itu. Melalui jalur diplomasi, diperoleh informasi bahwa Pemerintah Malaysia saat ini sedang melakukan investigasi atas masalah perlakukan terhadap tiga petugas KKP tersebut.
Saudara-saudara,
Yang jelas, di masa depan, insiden seperti ini harus kita cegah, agar tidak terus menimbulkan permasalahan di antara kedua negara. Upaya ini bisa kita lakukan dengan cara segera menuntaskan perundingan batas wilayah di antara Malaysia dan Indonesia, serta bentuk-bentuk koordinasi dan kerjasama di antara kedua belah pihak, dengan semangat untuk tetap memelihara hubungan baik kedua bangsa.
Perihal penanganan terhadap 7 nelayan Malaysia yang memasuki wilayah perairan Indonesia, kepada mereka telah diambil tindakan-tindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Setelah prosesnya selesai mereka kita kembalikan ke Malaysia, sebagaimana kelaziman yang berlaku di lingkungan ASEAN selama ini. Perlu diketahui, dalam kasus yang sama, banyak nelayan Indonesia yang diduga memasuki wilayah perairan negara sahabat, juga dikembalikan ke negeri kita.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Belajar dari pengalaman ini, pemerintah Indonesia berpendapat bahwa solusi yang paling tepat untuk mencegah dan mengatasi insiden-insiden serupa adalah, dengan cara segera menuntaskan perundingan batas wilayah antara Indonesia dan Malaysia. Perundingan ini menyangkut batas wilayah darat dan batas wilayah maritim, termasuk di wilayah selat Singapura, dan perairan Sulawesi, atau perairan Ambalat.
Indonesia berpendapat bahwa perundingan menyangkut batas wilayah ini dapat kita percepat dan kita efektifkan pelaksanaannya. Semuanya ini berangkat dari niat dan tujuan yang baik, agar insiden-insiden serupa yang akan mengganggu hubungan baik kedua bangsa dapat kita cegah dan tiadakan. Saya sungguh menggaris-bawahi, sekali lagi, agar proses perundingan yang akan segera diteruskan oleh kedua pemerintah benar-benar menghasilkan capaian yang nyata.
Saudara-saudara,
Kedaulatan Negara dan keutuhan wilayah adalah kepentingan nasional yang sangat vital. Pemerintah juga sangat memahami kepentingan itu, dan terus bekerja secara sungguh-sungguh untuk menjaga dan menegakkannya. Namun demikian, tidak semua permasalahan yang muncul dalam hubungan dengan negara sahabat selalu terkait dengan kedaulatan dan keutuhan wilayah. Oleh karena itu, kita harus bisa menilai dengan tepat setiap masalah yang muncul, agar penyelesaiannyapun menjadi tepat pula.
Meskipun demikian, sekecil apapun permasalahan yang muncul dalam hubungan bilateral, akan tetap kita selesaikan demi menunjang kepentingan nasional kita. Kita harus senantiasa menjaga citra dan jatidiri kita sebagai bangsa yang bermartabat dalam menjalin hubungan internasional, tanpa kehilangan prinsip dasar politik luar negeri yang bebas dan aktif, dan yang diabdikan untuk kepentingan bangsa kita.
Sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, saya juga merasakan apa yang dirasakan oleh rakyat Indonesia. Saya sungguh mengerti keprihatinan, kepedulian, bahkan emosi yang saudara-saudara rasakan. Dan apa yang dilakukan oleh pemerintah sekarang dan ke depan ini, sesungguhnya juga cerminan dari keprihatinan kita semua.
Saya juga mengajak untuk menjauhi tindakan-tindakan yang berlebihan, seperti aksi-aksi kekerasan, karena hanya akan menambah masalah yang ada. Kekerasan sering memicu terjadinya kekerasan yang lain. Harapan untuk menyelesaikan masalah ini dengan serius dan tepat, tanpa disertai aksi-aksi yang destruktif, juga saya terima dari saudara-saudara kita rakyat Indonesia yang saat ini berada di Malaysia.
Saudara-saudara sekalian,
Cara kita menangani hubungan Indonesia– Malaysia akan disimak dan diikuti oleh negara-negara sahabat di kawasan Asia, bahkan oleh dunia internasional. Selama ini sebagai Pendiri ASEAN, Indonesia sering dijadikan panutan di dalam menyelesaikan berbagai konflik yang terjadi di kawasan, maupun di belahan bumi yang lain. Oleh karena itu, marilah seraya kita tetap memperjuang-kan kepentingan nasional kita, karakter dan peran internasional Indonesia yang konstruktif, dan dengan semangat untuk memelihara perdamaian, terus dapat kita jaga.
Terakhir, insiden yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia baru-baru ini akan kita tuntaskan penyelesaiannya. Indonesia akan terus mendorong Malaysia untuk benar-benar menyelesaikan perundingan batas wilayah yang sering memicu terjadinya insiden dan ketegangan. Dengan demikian, dengan dapat dicegahnya ketegangan dan benturan-benturan yang tidak perlu, saya yakin permasalahan, hubungan baik dan kerjasama bilateral antara Indonesia–Malaysia akan berkembang lebih besar lagi.
Ke depan dalam hubungan antar bangsa yang lebih luas, kita harus terus menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah kita, dan terus membangun diri menjadi negara yang maju, sejahtera, dan bermartabat, dengan tetap menjaga hubungan baik dan kerjasama dengan negara-negara sahabat.
Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
sumber: http://www.presidenri.go.id/index.php/pidato/2010/09/01/1473.html
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
MENGENAI
DINAMIKA HUBUNGAN INDONESIA–MALAYSIA
Jakarta, 1 September 2010
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang saya cintai dan saya banggakan,
Malam ini, saya ingin memberikan penjelasan kepada rakyat Indonesia mengenai hubungan Indonesia–Malaysia. Marilah kita mengawalinya dengan melihat perkembangan dan dinamika hubungan kedua negara, salah satu hubungan bilateral Indonesia yang paling penting.
Hubungan Indonesia dan Malaysia memiliki cakupan yang luas, yang semuanya berkaitan dengan kepentingan nasional, kepentingan rakyat kita.
Pertama, Indonesia dan Malaysia mempunyai hubungan sejarah, budaya dan kekerabatan yang sangat erat dan mungkin yang paling erat dibanding negara-negara lain, dan sudah terjalin selama ratusan tahun. Kita mempunyai tanggung jawab sejarah, untuk memelihara dan melanjutkan tali persaudaraan ini.
Kedua, hubungan Indonesia dan Malaysia adalah pilar penting dalam keluarga besar ASEAN. ASEAN bisa tumbuh pesat selama empat dekade terakhir ini, antara lain karena kokohnya fondasi hubungan bilateral Indonesia-Malaysia.
Ketiga, ada sekitar 2 juta saudara-saudara kita yang bekerja di Malaysia, di perusahaan, di pertanian, dan di berbagai lapangan pekerjaan. Ini adalah jumlah tenaga kerja Indonesia yang terbesar di luar negeri. Tentu saja keberadaan tenaga kerja Indonesia di Malaysia membawa keuntungan bersama, baik bagi Indonesia maupun Malaysia.
Sementara itu, sekitar 13,000 pelajar dan mahasiswa Indonesia belajar di Malaysia, dan 6,000 mahasiswa Malaysia belajar di Indonesia. Ini merupakan asset bangsa yang harus terus kita bina bersama, dan juga modal kemitraan di masa depan.
Wisatawan Malaysia yang berkunjung ke Indonesia adalah ketiga terbesar dengan jumlah 1,18 juta orang, dari total 6,3 juta wisatawan mancanegara. Investasi Malaysia di Indonesia 5 tahun terakhir (2005-2009) adalah 285 proyek investasi, berjumlah US$ 1.2 miliar, dan investasi Indonesia di Malaysia berjumlah US$ 534 juta. Jumlah perdagangan kedua negara telah mencapai US$ 11,4 Miliar pada tahun 2009. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan ekonomi Indonesia–Malaysia sungguh kuat.
Namun, hubungan yang khusus ini juga sangat kompleks. Hubungan ini tidak bebas dari masalah dan tantangan. Ada semacam dalil diplomasi, bahwa semakin dekat dan erat hubungan dua negara, semakin banyak masalah yang dihadapi.
Contoh masalah dan tantangan yang kita hadapi adalah menyangkut tenaga kerja Indonesia di Malaysia. Kita tahu bahwa keberadaan 2 juta tenaga kerja Indonesia di Malaysia, disamping memberikan manfaat bersama, juga memunculkan kasus-kasus di lapangan yang harus terus kita kelola. Oleh karena itulah, sejak awal, saya berupaya keras untuk memperjuangkan hak-hak Tenaga Kerja Indonesia, antara lain menyangkut gaji dan waktu libur, memberikan perlindungan hukum, dan mendirikan sekolah bagi anak-anak Tenaga Kerja Indonesia.
Dalam kunjungan saya yang terakhir ke Malaysia, kita telah berhasil mencapai kesepakatan, mengenai pemberian dan perlindungan Hak bagi tenaga kerja kita di Malaysia. Berkaitan dengan permasalahan hukum yang dihadapi oleh tenaga kerja Indonesia di Malaysia, pemerintah aktif melakukan langkah-langkah pendampingan dan advokasi hukum, untuk memastikan saudara-saudara kita mendapatkan keadilan yang sebenar-benarnya.
Selain masalah TKI dan perlindungan WNI, kita juga kerap menjumpai masalah yang terkait dengan perbatasan kedua negara. Masalah ini memerlukan pengelolaan yang serius dari kedua belah pihak.
Karena itulah, menyadari kepentingan bersama ini, saya dan Perdana Menteri Malaysia sering berkomunikasi secara langsung, di samping forum konsultasi tahunan yang kami lakukan, untuk memastikan bahwa isu-isu bilateral ini dapat kita kelola dan carikan jalan keluarnya dengan baik.
Saudara-saudara sekalian,
Akhir-akhir ini, hubungan Indonesia Malaysia kembali diuji dengan terjadinya insiden di seputar perairan Pulau Bintan pada tanggal 13 Agustus 2010 yang lalu. Berhubung insiden ini menjadikan perhatian yang luas dari kalangan masyarakat Indonesia, pada kesempatan ini, saya ingin memberikan penjelasan tentang duduk persoalan yang sesungguhnya, dan langkah-langkah tindakan yang diambil oleh pemerintah kita.
Sejak saya menerima laporan mengenai insiden ini tanggal 14 Agustus 2010 pagi, saya langsung memberikan berbagai instruksi. Pertama, saya minta agar ketiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan segera dikembalikan dalam keadaan selamat. Kedua, saya juga memerintahkan untuk mengusut tuntas apa yang sebenarnya terjadi dalam insiden tersebut.
Segera setelah itu, Menko Polhukam dan Menteri Luar Negeri melakukan tindakan-tindakan cepat, untuk mengelola penanganan insiden tersebut dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
Terhadap insiden ini, kita semua sangat prihatin, dan saya ingin agar masalah ini segera di selesaikan secara tuntas, dengan mengutamakan langkah-langkah diplomasi. Saya ingin mengatakan bahwa sejak terjadinya kasus ini pemerintah telah bertindak. Sistempun telah bekerja.
Saya juga menekankan bahwa masalah seperti ini harus diselesaikan secara cepat, tegas dan tepat, karena berkaitan dengan kepentingan nasional kita. Memelihara hubungan baik dengan negara sahabat, apalagi dengan Malaysia, sangat penting. Tetapi, tentu kita tidak bisa mengabaikan kepentingan nasional, apalagi jika menyangkut kedaulatan dan keutuhan NKRI.
Dalam kaitan ini, saya telah mengirim surat kepada Perdana Menteri Malaysia, yang intinya menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya insiden tersebut. Saya juga mendorong agar proses perundingan batas maritim dapat dipercepat dan dituntaskan. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri telah memanggil Duta Besar Malaysia di Jakarta untuk menyampaikan nota protes. Menteri Luar Negeri juga telah melakukan komunikasi intensif dengan Menteri Luar Negeri Malaysia. Dalam perkembangannya, alhamdulillah, ke-3 petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan itu kini telah kembali ke tanah air.
Berkaitan dengan ketiga petugas KKP tersebut, Pemerintah Indonesia menerima informasi tentang perlakuan yang tidak patut yang dialami oleh mereka. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia meminta penjelasan atas kebenaran informasi itu. Melalui jalur diplomasi, diperoleh informasi bahwa Pemerintah Malaysia saat ini sedang melakukan investigasi atas masalah perlakukan terhadap tiga petugas KKP tersebut.
Saudara-saudara,
Yang jelas, di masa depan, insiden seperti ini harus kita cegah, agar tidak terus menimbulkan permasalahan di antara kedua negara. Upaya ini bisa kita lakukan dengan cara segera menuntaskan perundingan batas wilayah di antara Malaysia dan Indonesia, serta bentuk-bentuk koordinasi dan kerjasama di antara kedua belah pihak, dengan semangat untuk tetap memelihara hubungan baik kedua bangsa.
Perihal penanganan terhadap 7 nelayan Malaysia yang memasuki wilayah perairan Indonesia, kepada mereka telah diambil tindakan-tindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Setelah prosesnya selesai mereka kita kembalikan ke Malaysia, sebagaimana kelaziman yang berlaku di lingkungan ASEAN selama ini. Perlu diketahui, dalam kasus yang sama, banyak nelayan Indonesia yang diduga memasuki wilayah perairan negara sahabat, juga dikembalikan ke negeri kita.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Belajar dari pengalaman ini, pemerintah Indonesia berpendapat bahwa solusi yang paling tepat untuk mencegah dan mengatasi insiden-insiden serupa adalah, dengan cara segera menuntaskan perundingan batas wilayah antara Indonesia dan Malaysia. Perundingan ini menyangkut batas wilayah darat dan batas wilayah maritim, termasuk di wilayah selat Singapura, dan perairan Sulawesi, atau perairan Ambalat.
Indonesia berpendapat bahwa perundingan menyangkut batas wilayah ini dapat kita percepat dan kita efektifkan pelaksanaannya. Semuanya ini berangkat dari niat dan tujuan yang baik, agar insiden-insiden serupa yang akan mengganggu hubungan baik kedua bangsa dapat kita cegah dan tiadakan. Saya sungguh menggaris-bawahi, sekali lagi, agar proses perundingan yang akan segera diteruskan oleh kedua pemerintah benar-benar menghasilkan capaian yang nyata.
Saudara-saudara,
Kedaulatan Negara dan keutuhan wilayah adalah kepentingan nasional yang sangat vital. Pemerintah juga sangat memahami kepentingan itu, dan terus bekerja secara sungguh-sungguh untuk menjaga dan menegakkannya. Namun demikian, tidak semua permasalahan yang muncul dalam hubungan dengan negara sahabat selalu terkait dengan kedaulatan dan keutuhan wilayah. Oleh karena itu, kita harus bisa menilai dengan tepat setiap masalah yang muncul, agar penyelesaiannyapun menjadi tepat pula.
Meskipun demikian, sekecil apapun permasalahan yang muncul dalam hubungan bilateral, akan tetap kita selesaikan demi menunjang kepentingan nasional kita. Kita harus senantiasa menjaga citra dan jatidiri kita sebagai bangsa yang bermartabat dalam menjalin hubungan internasional, tanpa kehilangan prinsip dasar politik luar negeri yang bebas dan aktif, dan yang diabdikan untuk kepentingan bangsa kita.
Sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, saya juga merasakan apa yang dirasakan oleh rakyat Indonesia. Saya sungguh mengerti keprihatinan, kepedulian, bahkan emosi yang saudara-saudara rasakan. Dan apa yang dilakukan oleh pemerintah sekarang dan ke depan ini, sesungguhnya juga cerminan dari keprihatinan kita semua.
Saya juga mengajak untuk menjauhi tindakan-tindakan yang berlebihan, seperti aksi-aksi kekerasan, karena hanya akan menambah masalah yang ada. Kekerasan sering memicu terjadinya kekerasan yang lain. Harapan untuk menyelesaikan masalah ini dengan serius dan tepat, tanpa disertai aksi-aksi yang destruktif, juga saya terima dari saudara-saudara kita rakyat Indonesia yang saat ini berada di Malaysia.
Saudara-saudara sekalian,
Cara kita menangani hubungan Indonesia– Malaysia akan disimak dan diikuti oleh negara-negara sahabat di kawasan Asia, bahkan oleh dunia internasional. Selama ini sebagai Pendiri ASEAN, Indonesia sering dijadikan panutan di dalam menyelesaikan berbagai konflik yang terjadi di kawasan, maupun di belahan bumi yang lain. Oleh karena itu, marilah seraya kita tetap memperjuang-kan kepentingan nasional kita, karakter dan peran internasional Indonesia yang konstruktif, dan dengan semangat untuk memelihara perdamaian, terus dapat kita jaga.
Terakhir, insiden yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia baru-baru ini akan kita tuntaskan penyelesaiannya. Indonesia akan terus mendorong Malaysia untuk benar-benar menyelesaikan perundingan batas wilayah yang sering memicu terjadinya insiden dan ketegangan. Dengan demikian, dengan dapat dicegahnya ketegangan dan benturan-benturan yang tidak perlu, saya yakin permasalahan, hubungan baik dan kerjasama bilateral antara Indonesia–Malaysia akan berkembang lebih besar lagi.
Ke depan dalam hubungan antar bangsa yang lebih luas, kita harus terus menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah kita, dan terus membangun diri menjadi negara yang maju, sejahtera, dan bermartabat, dengan tetap menjaga hubungan baik dan kerjasama dengan negara-negara sahabat.
Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
sumber: http://www.presidenri.go.id/index.php/pidato/2010/09/01/1473.html
20100830
STADIUM GENERAL / 28 Agustus 2010
Hari sabtu tanggal 28 Agustus 2010, hari ini telah terbentuk sepuluh kelompok kecil yang berasal dari satu Jurusan Teknik Fisika. Dari sepuluh kelompok itu juga telah terbentuk satu kelompok bernama MUR BAUT. Bagaimanakah awal terbentuknya kelompok MUR BAUT ini??
Jam 07.00 kita harus sudah kumpul di pelataran parkir Jurusan Teknik Fisika untuk melaksanakan Stadium General, seharusnya sih hari sabtu itu adalah hari yang tenang, hari yang seharusnya bisa dipakai untuk istirahat. Yah tapi apa daya, sebagai MABA (Mahasiswa Baru yah, bukan Manusia Baru.) masih harus mengikuti acara Stadium General untuk Ospek yang bakal dilaksanakan bulan september sama oktober nanti. Set dah.....
Walaupun masih ada beberapa yang terlambat, tapi seperti biasanya dengan alibi bulan puasa jadi tidak ada penindakan secara tegas. :) . Hanya mungkin mendapatkan pengurangan point untuk menjadi mahasiswa terbaik 2010 se JTF (Jurusan Teknik Fisika) .
Diawali oleh perkenalan para pembawa acara yang katanya merangkap menjadi seksi acara. Seperti biasanya, cukup membuat semuanya bengong.. ^^ .. Selanjutnya perkenalan para panitia dimulai dari ketuanya sampai ke para panitia lainnya. Cukup lama memang. Setelah itu ada pembagian kelompok, kita harus mencari sendiri dengan siapa kelompoknya. Dengan melihat kertas yang ditempelkan di berbagai macam jenis tempat yang bisa ditempelkan, kebetulan kelompok kami kertasnya ditempelkan di badan salah seorang panitia ospek itu. Gokil meennn.... hahahaha ...
Kumpul deh sama teman-teman satu kelompok, kelompok 2 tepatnya. Awalnya adalah kelompok yang sangat silent banget. hahaha.. Membuat lingkaran saja tetap tidak menimbulkan suara sedikitpun. Ada 11 orang yang terkumpul saat itu, yaitu ada Aris, Atika, Bagus, Dio, Huda, Khusin, dan Ragil dari Fisika Teknik 2010 dan ada Ayu, Bemby, Hadi, dan Rouf dari Teknik Nuklir 2010. Ada 7 orang dari Fistek 10 (Fisika Teknik 2010) dan ada 4 orang dari TN 10 (Teknik Nuklir 2010). Namun pada akhirnya, kita adalah sama yaitu di bawah naungan Jurusan Teknik Fisika. Oh iah, pada ospek kali ini kita dapat tema yang namanya MEKANIKA. Hmmmm, artinya apa yah??? Kalo dikasih tau gak rame ntarnya, cari tau aja yah sendiri... hahahahahaha
11 orang yang rata-rata pendiam, atau belum keluar aslinya. Setelah tau kelompoknya beranggotakan siapa saja, kita mendapat tugas untuk mencari siapa pemandu untuk kelompok 2. Dengan 3 clue, yaitu 1. Bertempat di tempat parkir tetangga yang gedungnya sebelah atas; 2. Pemandu laki-lakinya bertubuh besar, IP pada semester 1 adalah 3,89 dan suka spongebob; 3. Pemandu wanitanya adalah seorang yang pendiam, murah senyum, suka pake rok dan merupakan anggota dari madani. Kamipun mencari pemandu kami, dengan bermodalkan clue nomor 2 saja ternyata sudah cukup cepat untuk menemukan pemandunya... hehehe ... Nama pemandunya ternyata adalah Mas Abed dan Mbak Veni. Walaupun awalnya mereka pura-pura bukan pemandu dan ngakunya keamanan, tapi kami dapat memojokkan mereka sampai mengaku dengan membalikkan setiap alibi mereka. hahahahah... Nice Job !!
Setelah itu acara perkenalan dimulai, dari A sampai Z..... (loh emang ada yang namanya dari z yah??) ... hmmm, setelah itu ada pembentukan kelompok, yaitu dengan menentukan ketua, wakil, sekretaris, bendahara dan Penanggung Jawab tugas. Karena saking banyaknya tugas, maka dari itu dibentuklah penanggung jawab tugas.. :hammer: ...
Karena memang bakat alami yang dimiliki 11 orang ini adalah diam, ketika pemilihan ketua pun semua diam.. hahahaha... gak deng, ada 4 calon yang maju. Bagus, Huda, Hadi dan (satu lagi tambahin da, lupa ahahahah) . Sebelum dilakukan pemilihan, ada orasi dulu, dan akhirnya Hadi terpilih menjadi ketua di kelompok 2 dengan Huda sebagai wakilnya. Nice Job!! .. Seperti pada umumnya, ada ketua dan wakil, pasti akan langsung ada sekretaris dan bendahara, karena cuman ada 2 orang perempuan langsung aja ditunjuk untuk memegang jabatan itu.. hahahaha....
Begitu pula dengan para PJ (Penanggung Jawab) . Semuanya dapat jatah masing-masing.. ^^
Next, kita memilih satu nama untuk kelompok ini, setiap orang memberikan pendapatnya dan pada akhirnya nama MUR BAUT yang diusulkan Huda menjadi nama kelompok kita. Dengan filosofi walaupun kecil tapi dapat berguna untuk semua. Kita ingin kelompok kita menjadi berguna. hahahaha.... Karena waktu menunjukkan jam 12 siang, para Maba sudah gak diperbolehkan berada disekitar lingkungan kampus JTF. Maka MUR BAUT pun berpindah tempat ke Kantor Pusat Fakultas Teknik (KPFT )sayap Utara.
Hari ini langsung kita kerjakan apa yang bisa kita kerjakan. Dan pada akhirnya, kita pun bisa menyelesaikan sebagian tugas yang ada. The End..
*- Kalo mau ditambah atau kurang silahkan aja
- Yang di bold tolong diganti yak,.. ^^
Jam 07.00 kita harus sudah kumpul di pelataran parkir Jurusan Teknik Fisika untuk melaksanakan Stadium General, seharusnya sih hari sabtu itu adalah hari yang tenang, hari yang seharusnya bisa dipakai untuk istirahat. Yah tapi apa daya, sebagai MABA (Mahasiswa Baru yah, bukan Manusia Baru.) masih harus mengikuti acara Stadium General untuk Ospek yang bakal dilaksanakan bulan september sama oktober nanti. Set dah.....
Walaupun masih ada beberapa yang terlambat, tapi seperti biasanya dengan alibi bulan puasa jadi tidak ada penindakan secara tegas. :) . Hanya mungkin mendapatkan pengurangan point untuk menjadi mahasiswa terbaik 2010 se JTF (Jurusan Teknik Fisika) .
Diawali oleh perkenalan para pembawa acara yang katanya merangkap menjadi seksi acara. Seperti biasanya, cukup membuat semuanya bengong.. ^^ .. Selanjutnya perkenalan para panitia dimulai dari ketuanya sampai ke para panitia lainnya. Cukup lama memang. Setelah itu ada pembagian kelompok, kita harus mencari sendiri dengan siapa kelompoknya. Dengan melihat kertas yang ditempelkan di berbagai macam jenis tempat yang bisa ditempelkan, kebetulan kelompok kami kertasnya ditempelkan di badan salah seorang panitia ospek itu. Gokil meennn.... hahahaha ...
Kumpul deh sama teman-teman satu kelompok, kelompok 2 tepatnya. Awalnya adalah kelompok yang sangat silent banget. hahaha.. Membuat lingkaran saja tetap tidak menimbulkan suara sedikitpun. Ada 11 orang yang terkumpul saat itu, yaitu ada Aris, Atika, Bagus, Dio, Huda, Khusin, dan Ragil dari Fisika Teknik 2010 dan ada Ayu, Bemby, Hadi, dan Rouf dari Teknik Nuklir 2010. Ada 7 orang dari Fistek 10 (Fisika Teknik 2010) dan ada 4 orang dari TN 10 (Teknik Nuklir 2010). Namun pada akhirnya, kita adalah sama yaitu di bawah naungan Jurusan Teknik Fisika. Oh iah, pada ospek kali ini kita dapat tema yang namanya MEKANIKA. Hmmmm, artinya apa yah??? Kalo dikasih tau gak rame ntarnya, cari tau aja yah sendiri... hahahahahaha
11 orang yang rata-rata pendiam, atau belum keluar aslinya. Setelah tau kelompoknya beranggotakan siapa saja, kita mendapat tugas untuk mencari siapa pemandu untuk kelompok 2. Dengan 3 clue, yaitu 1. Bertempat di tempat parkir tetangga yang gedungnya sebelah atas; 2. Pemandu laki-lakinya bertubuh besar, IP pada semester 1 adalah 3,89 dan suka spongebob; 3. Pemandu wanitanya adalah seorang yang pendiam, murah senyum, suka pake rok dan merupakan anggota dari madani. Kamipun mencari pemandu kami, dengan bermodalkan clue nomor 2 saja ternyata sudah cukup cepat untuk menemukan pemandunya... hehehe ... Nama pemandunya ternyata adalah Mas Abed dan Mbak Veni. Walaupun awalnya mereka pura-pura bukan pemandu dan ngakunya keamanan, tapi kami dapat memojokkan mereka sampai mengaku dengan membalikkan setiap alibi mereka. hahahahah... Nice Job !!
Setelah itu acara perkenalan dimulai, dari A sampai Z..... (loh emang ada yang namanya dari z yah??) ... hmmm, setelah itu ada pembentukan kelompok, yaitu dengan menentukan ketua, wakil, sekretaris, bendahara dan Penanggung Jawab tugas. Karena saking banyaknya tugas, maka dari itu dibentuklah penanggung jawab tugas.. :hammer: ...
Karena memang bakat alami yang dimiliki 11 orang ini adalah diam, ketika pemilihan ketua pun semua diam.. hahahaha... gak deng, ada 4 calon yang maju. Bagus, Huda, Hadi dan (satu lagi tambahin da, lupa ahahahah) . Sebelum dilakukan pemilihan, ada orasi dulu, dan akhirnya Hadi terpilih menjadi ketua di kelompok 2 dengan Huda sebagai wakilnya. Nice Job!! .. Seperti pada umumnya, ada ketua dan wakil, pasti akan langsung ada sekretaris dan bendahara, karena cuman ada 2 orang perempuan langsung aja ditunjuk untuk memegang jabatan itu.. hahahaha....
Begitu pula dengan para PJ (Penanggung Jawab) . Semuanya dapat jatah masing-masing.. ^^
Next, kita memilih satu nama untuk kelompok ini, setiap orang memberikan pendapatnya dan pada akhirnya nama MUR BAUT yang diusulkan Huda menjadi nama kelompok kita. Dengan filosofi walaupun kecil tapi dapat berguna untuk semua. Kita ingin kelompok kita menjadi berguna. hahahaha.... Karena waktu menunjukkan jam 12 siang, para Maba sudah gak diperbolehkan berada disekitar lingkungan kampus JTF. Maka MUR BAUT pun berpindah tempat ke Kantor Pusat Fakultas Teknik (KPFT )sayap Utara.
Hari ini langsung kita kerjakan apa yang bisa kita kerjakan. Dan pada akhirnya, kita pun bisa menyelesaikan sebagian tugas yang ada. The End..
*- Kalo mau ditambah atau kurang silahkan aja
- Yang di bold tolong diganti yak,.. ^^
20100828
Ketika Gambar yang Bercerita
Gambar... suatu potret mati tak bergerak, tak bersuara, tak bernafas yang menjadi suatu perantara untuk menyambungkan emosi jiwa dengan kehidupan nyata. Gambar yang memperlihatkan keburukan dan kebaikan dalam hidup. Gambar yang tak bergerak, tak bersuara itu akan menjadi seperti terlihat hidup. Bahkan bisa melebihi kata "seperti" itu sendiri. Ketika gambar berada di tempat dan waktu yang tepat.
Hari ini, suatu pameran foto anak-anak muda yang memegang tanggung jawab bangsa Indonesia di masa depan di pamerkan dengan satu tema yang seragam, yaitu 55+. Berbeda dengan pameran-pameran foto yang biasanya menampilkan keindahan abstrak dalam gambar, kali banyak sekali potret-potret lusuh para pemuda di jaman dulu yang saat ini sudah menjadi tua. Terkesan sangat tua memang pameran foto itu.
Namun dalam foto yang bermodelkan wajah-wajah keriput, tersirat makna suatu perjuangan hidup yang telah model-model itu alami. Masih tergambar jelas semangat-semangat muda mereka, baik itu dalam hal pendidikan, kesehatan, karir, bahkan kisah cinta yang tak tersampaikan.
Wajah-wajah tua dalam gambar itu seperti ingin berteriak, "Akulah yang terhebat." Mereka tak peduli seberapa lusuh wajah mereka dalam gambar. Mereka tak peduli tinggal berapa tahun sisa umur mereka. Bahkan mungkin hari.
Namun ironis sekali ketika dibandingkan dengan foto-foto yang selalu menjadi wajah dalam headline news suatu koran atau surat kabar yang setiap harinya pasti selalu ada wajah-wajah muda yang menundukkan kepalanya karena malu dengan perbuatan mereka. Wajah-wajah yang kerap kali mereka tutup dengan tangan. Seakan mereka berteriak, "Cukup jangan berbicara lagi." Sangat bertolak belakangan dengan semangat yang terpancar dari gambar-gambar di pameran foto 55+ itu.
Gambar yang bercerita. Gambar yang berbicara. Gambar yang berkomentar. Gambar yang menceritakan kisah buruk seseorang sering kali bisa didapatkan dengan mudah. Kareka keburukan itu sangat mudah dalam penyebarannya. Namun ketika gambar yang berceritakan kisah baik seseorang, diperlukan tempat dan waktu yang mahal. Tempat dan waktu yang tepat. Tempat dan waktu yang eklusif. Karena kebaikan itu adalah mahal.
LUTHFIL HADI
Hari ini, suatu pameran foto anak-anak muda yang memegang tanggung jawab bangsa Indonesia di masa depan di pamerkan dengan satu tema yang seragam, yaitu 55+. Berbeda dengan pameran-pameran foto yang biasanya menampilkan keindahan abstrak dalam gambar, kali banyak sekali potret-potret lusuh para pemuda di jaman dulu yang saat ini sudah menjadi tua. Terkesan sangat tua memang pameran foto itu.
Namun dalam foto yang bermodelkan wajah-wajah keriput, tersirat makna suatu perjuangan hidup yang telah model-model itu alami. Masih tergambar jelas semangat-semangat muda mereka, baik itu dalam hal pendidikan, kesehatan, karir, bahkan kisah cinta yang tak tersampaikan.
Wajah-wajah tua dalam gambar itu seperti ingin berteriak, "Akulah yang terhebat." Mereka tak peduli seberapa lusuh wajah mereka dalam gambar. Mereka tak peduli tinggal berapa tahun sisa umur mereka. Bahkan mungkin hari.
Namun ironis sekali ketika dibandingkan dengan foto-foto yang selalu menjadi wajah dalam headline news suatu koran atau surat kabar yang setiap harinya pasti selalu ada wajah-wajah muda yang menundukkan kepalanya karena malu dengan perbuatan mereka. Wajah-wajah yang kerap kali mereka tutup dengan tangan. Seakan mereka berteriak, "Cukup jangan berbicara lagi." Sangat bertolak belakangan dengan semangat yang terpancar dari gambar-gambar di pameran foto 55+ itu.
Gambar yang bercerita. Gambar yang berbicara. Gambar yang berkomentar. Gambar yang menceritakan kisah buruk seseorang sering kali bisa didapatkan dengan mudah. Kareka keburukan itu sangat mudah dalam penyebarannya. Namun ketika gambar yang berceritakan kisah baik seseorang, diperlukan tempat dan waktu yang mahal. Tempat dan waktu yang tepat. Tempat dan waktu yang eklusif. Karena kebaikan itu adalah mahal.
LUTHFIL HADI
20100827
20100823
AKULAH SOLUSI BANGSAKU !!
"Bakti kami mahasiswa Gadjah Mada
Ku berjanji memenuhi panggilan bangsaku."
-Hymne Gadjah Mada-
"Kepada para mahasiswa yang merindukan kejayaan...
... wahai kalian yang rindu kemenangan.. "
-Darah Juang-
Potongan bait lagu yang selalu dan menjadi kebanggan para mahasiswa, khususnya mahasiswa Gadjah Mada itu sudah cukup untuk menyampaikan bahwa kami mahasiswa selalu siap untuk mencapai kejayaan. Potongan lagu yang apabila dinyanyikan utuh selalu bisa menggetarkan hati orang-orang yang mendengarnya. Dengan kepalan tangan yang diangkat setinggi-tingginya, dengan kepalan tangan yang bangga menyentuh dada, mahasiswa siap untuk berjuang mencapai kemenangan.
Aku adalah solusi bangsaku, itu sudah terdapat dalam kedua lagu itu, merupakan suatu janji untuk berjuang mencapai, mencapai kejayaan. Namun untuk mencapai kemenangan dan kejayaan itu, tidak cukup dengan bernyanyi begitu semangatnya. Untuk menjadi solusi bangsa yang besar ini dibutuhkan pula keberanian, kebersamaan dan tanggung jawab yang besar.
"Berjuta rakyat bersimbah luka/Anak kurus tak sekolah/Pemuda desa tak kerja." Bait lainnya dari lagu "Darah Juang" ini adalah gambaran bangsa Indonesia yang telah 65 tahun merdeka. Butuh waktu untuk merubah liriknya menjadi "Berjuta rakyat bersimbah harta/Anak sehat menjadi sarjana/Pemuda desa berkelana." Tak banyak yang bisa dilakukan apabila seorang mahasiswa masih menjadi "Aku". Seorang "Aku" tak akan bisa menjadi solusi bangsa yang telah lama merindukan suatu kejayaan. Bahkan seorang mahasiswa yang panda dalam berorasi atau membakar semangat orang lain pun tak akan bisa menjadi solusi bangsa ini apabila masih menjadi seorang "Aku".
Hanya sedikit yang bisa, maaf, masih hanya sedikit yang bisa menjadi solusi bangsa yang besar ini. Yaitu orang-orang atau mahasiswa-mahasiswa yang sudah bukan menjadi seorang "Aku", mahasiswa-mahasiswa yang sudah tidak "menyebut"kata "kami", mahasiswa yang bukan berpikir "kamu" tidak bisa mengalahkan "Aku". Mahasiswa yang menjadikan dirinya seorang "KITA". Mahasiswa "KITA" adalah mahasiswa yang mampu memyelesaikan permasalahan bangsa. Mahasiswa yang mampu melihat keadaan dan dengan cepat menyesuaikan dirinya.
Mahasiswa "KITA" di Indonesia hanya menjadi dan pernah besar ketika bangsa ini sudah sangat terpuruk. Sebagai contoh kecil adalah ketika semua mahasiswa turun ke jalan dan selalu berteriak "KITA ADALAH SATU", "KITA ADALAH SAMA." Ketika itu keadaan bangsa sudah sangat terpuruk di bawah tahta Soeharto. Mereka berteriak "KITA BUTUH KEADILAN", berbeda dengan kebanyakan para orator yang selalu meneriakan "KAMI MINTA KORUPSI DIMUSNAHKAN".
Sewaktu masih bersekolah, setiap hari senin selalu diucapkan "Persatuan Indonesia" ketika pembacaan pancasila. Namun itu hanya menjadi suatu ucapan saja. Atau ketika kepedulian muncul apabila banyak orang sudah peduli. Menjadi solusi bangsa itu harus cepat tanggap apabila ada suatu masalah. Mampu membuka lebar pandangan dan pola berpikirnya.
Untuk menjadi solusi bangsa, seorang mahasiswa bukan hanya butuh profesionalitas saja, tapi juga nilai-nilai moral dan agama, dan menjadi bangsa Indonesia yang sebenarnya. Yaitu bangsa yang santun dan penuh rasa hormat. Karena seorang mahasiswa merupakan pewaris peradaban yang telah menggoreskan sebuah catatan kebanggaan di lembar sejarah manusia. Peradaban yang dulu pernah menjadi raja di hutan yang keras. Itulah yang selalu dinyanyikan mahasiswa.
Menjadi solusi bangsa bukan hanya dengan turun ke jalan, tapi bisa dengan memperlihatkan kehormatan kita. Dengan menunjukkan kualitas kita dalam sebuah bangsa. Karena kita adalah satu.
Aku bisa menjadi solusi bangsa. Akulah solusi bangsa ketika aku adalah bukan seorang "Aku". Ketika aku adalah bukan "Kamu". Ketika aku adalah bukan "Kami". Tapi aku adalah solusi bangsa, akulah solusi bangsa, aku menjadi solusi bangsa ketika aku sudah menjadi "KITA".
HIDUP MAHASISWA INDONESIA !!
HIDUP RAKYAT INDONESIA !!
Luthfil Hadi
Ku berjanji memenuhi panggilan bangsaku."
-Hymne Gadjah Mada-
"Kepada para mahasiswa yang merindukan kejayaan...
... wahai kalian yang rindu kemenangan.. "
-Darah Juang-
Potongan bait lagu yang selalu dan menjadi kebanggan para mahasiswa, khususnya mahasiswa Gadjah Mada itu sudah cukup untuk menyampaikan bahwa kami mahasiswa selalu siap untuk mencapai kejayaan. Potongan lagu yang apabila dinyanyikan utuh selalu bisa menggetarkan hati orang-orang yang mendengarnya. Dengan kepalan tangan yang diangkat setinggi-tingginya, dengan kepalan tangan yang bangga menyentuh dada, mahasiswa siap untuk berjuang mencapai kemenangan.
Aku adalah solusi bangsaku, itu sudah terdapat dalam kedua lagu itu, merupakan suatu janji untuk berjuang mencapai, mencapai kejayaan. Namun untuk mencapai kemenangan dan kejayaan itu, tidak cukup dengan bernyanyi begitu semangatnya. Untuk menjadi solusi bangsa yang besar ini dibutuhkan pula keberanian, kebersamaan dan tanggung jawab yang besar.
"Berjuta rakyat bersimbah luka/Anak kurus tak sekolah/Pemuda desa tak kerja." Bait lainnya dari lagu "Darah Juang" ini adalah gambaran bangsa Indonesia yang telah 65 tahun merdeka. Butuh waktu untuk merubah liriknya menjadi "Berjuta rakyat bersimbah harta/Anak sehat menjadi sarjana/Pemuda desa berkelana." Tak banyak yang bisa dilakukan apabila seorang mahasiswa masih menjadi "Aku". Seorang "Aku" tak akan bisa menjadi solusi bangsa yang telah lama merindukan suatu kejayaan. Bahkan seorang mahasiswa yang panda dalam berorasi atau membakar semangat orang lain pun tak akan bisa menjadi solusi bangsa ini apabila masih menjadi seorang "Aku".
Hanya sedikit yang bisa, maaf, masih hanya sedikit yang bisa menjadi solusi bangsa yang besar ini. Yaitu orang-orang atau mahasiswa-mahasiswa yang sudah bukan menjadi seorang "Aku", mahasiswa-mahasiswa yang sudah tidak "menyebut"kata "kami", mahasiswa yang bukan berpikir "kamu" tidak bisa mengalahkan "Aku". Mahasiswa yang menjadikan dirinya seorang "KITA". Mahasiswa "KITA" adalah mahasiswa yang mampu memyelesaikan permasalahan bangsa. Mahasiswa yang mampu melihat keadaan dan dengan cepat menyesuaikan dirinya.
Mahasiswa "KITA" di Indonesia hanya menjadi dan pernah besar ketika bangsa ini sudah sangat terpuruk. Sebagai contoh kecil adalah ketika semua mahasiswa turun ke jalan dan selalu berteriak "KITA ADALAH SATU", "KITA ADALAH SAMA." Ketika itu keadaan bangsa sudah sangat terpuruk di bawah tahta Soeharto. Mereka berteriak "KITA BUTUH KEADILAN", berbeda dengan kebanyakan para orator yang selalu meneriakan "KAMI MINTA KORUPSI DIMUSNAHKAN".
Sewaktu masih bersekolah, setiap hari senin selalu diucapkan "Persatuan Indonesia" ketika pembacaan pancasila. Namun itu hanya menjadi suatu ucapan saja. Atau ketika kepedulian muncul apabila banyak orang sudah peduli. Menjadi solusi bangsa itu harus cepat tanggap apabila ada suatu masalah. Mampu membuka lebar pandangan dan pola berpikirnya.
Untuk menjadi solusi bangsa, seorang mahasiswa bukan hanya butuh profesionalitas saja, tapi juga nilai-nilai moral dan agama, dan menjadi bangsa Indonesia yang sebenarnya. Yaitu bangsa yang santun dan penuh rasa hormat. Karena seorang mahasiswa merupakan pewaris peradaban yang telah menggoreskan sebuah catatan kebanggaan di lembar sejarah manusia. Peradaban yang dulu pernah menjadi raja di hutan yang keras. Itulah yang selalu dinyanyikan mahasiswa.
Menjadi solusi bangsa bukan hanya dengan turun ke jalan, tapi bisa dengan memperlihatkan kehormatan kita. Dengan menunjukkan kualitas kita dalam sebuah bangsa. Karena kita adalah satu.
Aku bisa menjadi solusi bangsa. Akulah solusi bangsa ketika aku adalah bukan seorang "Aku". Ketika aku adalah bukan "Kamu". Ketika aku adalah bukan "Kami". Tapi aku adalah solusi bangsa, akulah solusi bangsa, aku menjadi solusi bangsa ketika aku sudah menjadi "KITA".
HIDUP MAHASISWA INDONESIA !!
HIDUP RAKYAT INDONESIA !!
Luthfil Hadi
Langganan:
Postingan (Atom)