"Hampir malam di Jogja.....Ketika keretaku tibaaa... "
Sudah lewat 36 menit untuk hari ini. Lagu Sepasang Mata Bola yang dibawakan oleh kawan-kawan dari JMS tiba-tiba mengingatkan momen sekitar 6 tahun yang lalu. Memori mengulang rekaman yang berlokasi di rumah dinas milik Bupati Subang. Dengan suasana yang tidak terlalu terang, lagu ini hampir berpuluh-puluh kali dimainkan beberapa hari di sekitar 6 tahun yang lalu itu. Sepasang Mata Bola, iya sepasang bola mataku harus berkonsentrasi membaca nada-nada pada sebuah partitur.
Dan sebelum hari ini, setelah 6 tahun (yang aku ingat) baru kali ini saja aku mendengar kembali lagu Sepasang Mata bola. Lagu ini mengingatkan pada berbagai hal manis maupun pahit di masa menuju remaja. Ketika umur baru berubah menjadi dua digit. Ah, masa-masa yang konyol. (Walaupun mungkin sekarang pun masih konyol).
"... Sepasang mata bola.. Dari balik jendela.."
Bulan ini, jika dihitung-hitung mungkin bulan ke 24 aku menetap di Jogja. Setelah teringat masa-masa konyol ketika menuju remaja 6 tahun yang lalu, terbesit akan seperti apakah aku mengenang Jogja ketika aku nanti harus meninggalkan kota ini. Mungkin 3 atau 4 atau 5 atau 6 bahkan entah kapan mungkin aku akan meninggalkan Jogja. Apa yang akan terkenang dari kota ini?
Teringat aku akan sebuah lagu milik Kla Project, judulnya sudah pasti "Yogyakarta". Menurut orang-orang sih katanya lagu ini begitu berkesan untuk setiap orang yang pernah tinggal di Tapi aku masih belum bisa Jogja, bahkan orang-orang yang sekedar singgah. Tapi aku belum merasakan "kesan" dari lagu ini. Mungkin harus terlebih dahulu meninggalkan Jogja untuk mendapatkan perasaan "haru" dan "rindu" ketika mendengar lagu ini.
".... Hati telah terpikat.."
Terlalu cepat memang untuk membicarakan rindu pada Jogja. Toh aku baru 24 bulan di sini. Tapi pertanyaannya masih sama, seperti apakah aku mengenang Jogja nanti? Atau apa yang membuat aku rindu akan Jogja? Mungkin aku akan rindu dengan angkringan kopi jos tempat aku saling menyapa dengan kawan lama? Ataukah lembahan di sudut barat yang akan mengingatkan pada sepasang mata bola dari seorang perempuan? Mungkin saja kopi klotok ketika masa-masa suram menguasai? Ah barangkali juga aku rindu dengan suasana pagelaran seni dan musik setiap minggunya.
Banyak juga jika dibayangkan apa yang akan membuatku rindu Jogja nanti. Ada Gunung Merapi di Utara, ada pantai di daerah selatan. Ada orang-orang bersahaja disekitarku. Terlalu banyak lah.
"... Semoga kita kelak berjumpa pula...."
Iya, semoga kita kelak berjumpa pula ketika aku harus meninggalkan kota ini. Tapi tidak untuk waktu dekat. Ada 5 atau 6 atau lebih lagi tahun yang harus dilalui. Untuk sekedar mengumpulkan momen untuk dikenang di kota ini. Untuk ketika aku kembali ke kota ini, aku akan tersenyum haru penuh rindu.
Yogyakarta, 19 Juni 2012
cik atuh nyieun " SUBANG " :D damang a?
BalasHapusrieut euy "Subang" mah... Loba teuing.. heheh.. pangestu...
Hapusiraha ka subang euy?