20110624

Mimpi Tadi Malam

Postingan kali ini mungkin akan sedikit aneh, aku akan menuliskan mimpi tadi malam yang aku ingat. Berikut ceritanya.

"Kumpulan cuy..", sms dari seorang teman masuk ke dalam handphoneku. Rencananya aku memang hendak mengikuti Diklatsar Mapala di kampus.
"OTW om...", langsung aku balas sms itu, dalam artian secara harfiah OTW=On The Way. Sedang dalam perjalanan? Tidak, wong aku baru bangun ko, gimana ceritanya sedang dalam perjalanan. OTW yang aku maksud ini "Ok, Tunggu Weh".

Dan setelah sms aku balas, aku langsung menuju kamar mandi untuk sekedar mencuci muka. Langsung aku berangkat ke sekre tempat kumpulan di maksud. Dan ternyata di situ tinggal aku sendiri yang telat, yang berakhir pada hukuman berupa push up lima belas kali. Mimpiku pun berjalanan begitu cepat, tak banyak yang aku ingat.
Dari push up tadi langsung menuju ke sebuah tempat yang beralaskan tanah liat. Aku memakai baju berlengan panjang berwarna biru saat itu. Di pundakku ada tali carriel tapi tidak terasa berat karena aku sedang duduk ketika itu. Di belakangku ada carriel basah yang sepertinya sebelum itu hujan turun. Karena daun-daun yang berada di sekelilingku pun basah.

"Ok, luruskan dulu kaki kalian.", ujar salah seorang mentor yang berdiri di depanku. Oh iya, saat itu di sebelahku ada 5 orang yang dapat aku lihat. Jadi denganku total adalah 6 orang.

"Sekarang saya akan tes ilmu navigasi yang telah kalian dapat sebelumnya." lanjut mentor yang mukanya aku tidak ingat seperti apa. Karena yang tergambarkan dalam mimpiku hanya dari kaki sampe dada nya saja. Kurang lebih dia menggunakan celana berwarna hitam dengan kemeja lapangan berwarna krem. Kaca mata oakley tampak menggantung di lehernya. Sepatu trekking berwarna cokelat yang dia pakai membuat dia sangat di segani.

"Keluarkan semua perlengkapan yang dibutuhkan untuk bernavigasi." mentor itu terus berbicara tanpa menunggu jawaban dari kami. Aku pun mengeluarkan map yang dibungkus dengan plastik, pensil, penggaris segitiga, serta busur. Aku lupa membawa kompas bidik. Matilah aku.

"Kali ini, kalian dijadikan satu kelompok. Gabungkan perlengkapan kalian." nice beibeh, aku selamat. Akhirnya kami berenam pun menggabungkan peralatan itu.

Entah kenapa, kami langsung berada di sebuah tenda dome yang terlihat berwarna merah dari dalam. Udara terasa begitu dingin saat itu, tenda pun sepertinya basah. Mungkin hujan, tapi aku tidak mendengar suara hujan saat itu. Di dalam tenda pun hanya ada empat orang denganku. Entah kemana dua orang temanku itu. Mungkin ada di belakangku, atau sedang berada di luar tenda.

Dalam pandanganku, aku melihat orang di sebelah kananku yang memakai head lamp memegang peta punya ku. Orang yang didepanku terlihat duduk bersila tanpa melakukan apapun. Orang yang di sebelah kiriku terlihat sedang sibuk membuat garis di peta itu. Aku sendiri tidak melakukan apa-apa, hanya sedikit membungkuk untuk melihat peta. Sepertinya kami sedang mencari titik koordinat kami dalam peta. Dan aku masih belum mengetahui siapa teman-teman yang berada di sekitarku ini. Tak pernah dilihatkan kepala mereka.

Mungkin dalam mimpiku lebih panjang lagi cerita di dalam tenda itu, hanya saja aku tidak bisa mengingat lebih kelanjutnya. Aku hanya ingat, setelah di dalam tenda itu aku berada di jalanan aspal yang jalannya naik. Terdengar suara gerungan mobil. Aku berada di dalam mobil 3/4. Sepertinya cerita aku Diklatsar telah selesai. Karena orang-orang yang berada di sekitarku kini tampak jelas. Aku mengenal orang-orang ini. Kebanyakan teman SMP-ku, ditambah satu orang teman SMA-ku.

Di dalam mobil itu aku duduk paling belakang, ada 5 kursi di paling belakang. Dari luar aku melihat ini mobil 3/4. Tapi dalamnya seperti mini bus saja. Biarlah, toh ini hanya mimpi. Aku duduk di kursi kedua dari kanan. Sebelah kananku tampak seorang perempuan, aku mengenalnya dengan nama fitri. Di samping kiriku ada temanku yang aku lupa wajahnya. Sebelah temanku itu dua kursi tidak ada yang menempati. Di depanku duduk Jodi, satu-satunya temanku dari SMA yang masuk ke dalam mimpi. Entah disebelahnya siapa. Kondisi mobil saat itu tidak terlalu penuh.

Dari situ tidak terlalu banyak mimpi yang dapat aku ceritakan, karena aku lupa apa percapakan yang terjadi. Tiba-tiba aku sedang mengendarai sepeda ontel. Sepertinya masih lanjutan dari dalam mobil, karena aku melihat di sebelahku ada Jodi yang menggunakan sepeda ontel juga. Gila, hanya satu yang aku bisa ucapkan saat itu. Aku mengendarai sepeda ontel untuk menuruni bukit. Jalanan yang penuh lubang dan curam, kiri-kanan masih banyak pohon. Hal ini mungkin hanya di dalam mimpi, down hill by ontel bike.

Aku terus menyusuri bukit itu, hingga akhirnya aku menemukan jalan raya. Ternyata sama saja, jalannya jelek. Jodi terus menggangguku, dia memepetkan sepedanya ke arah ku. Ya aku masuk ke jalan rusak. Kondisi jalan saat itu hanya di bagian tengah saja jalan yang mulus, di sebelah kiri adalah jalanan rusak yang berbeda ketinggiannya dengan jalan yang tengah. Jalan yang dibagian kanan juga sepertinya rusak. Tiba-tiba, jalan rusak yang aku lalui hilang. Seperti dalam film Oscar the Oase, aku jatuh melayang dengan slow motion ala film-film kartun. Aku terjatuh ke dalam jurang. Rupanya jalan tengah yang mulus tadi ada jembatannya. Sial sekali.

Aku terbangun, ah sial. Baru jam setengah 5 pagi rupanya. Untuk mimpi kali selesai. Aku akan mencoba untuk menulis mimpi-mimpiku yang lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar