"Mengering sudah bunga di pelukan"
Mendengar kata-kata itu dinyanyikan oleh Chryse (RIP) membuat udara di sekitar kamar saya begitu dingin. Entah apa yang tersirat dalam lagu Merpati Putih. Liriknya yang begitu tajam begitu menusuk tubuh bagian atas saya. Saat ini pukul 02.02 ketika saya memulai memainkan Lagu ini di dalam Player Musik dalam komputer Desktop saya.
Saya merasa aneh, ketika lagu tersebut selesai dan berganti ke lagu Terbang yang dinyanyikan oleh GIGI maka udara pun kembali normal. SHIT! Saya semakin penasaran ketika saya memutar balik lagu Merpati Putih yang ditulis Erros Djarot ini dari awal.
"Terbang menerjang badai
Tinggi di awan"
Udara dingin kembali. Saya tidak mengada-ada akan hal ini.
"Menghilang di langit yang hitam"
Lagu yang direkam pada tahun 1977 ini begitu memiliki makna yang tersirat di dalamnya. Entah apa itu. Semakin menekan makna dari lagu ini ketika suara gitar akustik yang mungkin dimainkan sendiri oleh Chrisye perlahan pupus kemudian senyap.
Dingin kembali hilang ketika lagu kembali memainkan Terbang milik GIGI. Saya kemudian mencari tahu tentang lagu ini, ada perasaan terhenyak ketika saya membaca di suatu situs, dalam merekam lagu ini Chrisye nyaris tidak melakukan retake yang berulang-berulang. Sungguh hebat.
Saya kembali memutar lagu tersebut. Saya mendengar suara Chrisye begitu khas dalam lagu ini sehingga menurut saya sulit untuk mendapatkan aura seperti yang Chrisye nyanyikan ketika orang lain mecoba menduplicate merpati putih. Chrisye memang hebat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar