Sayang sekali bulan ke
tujuh di tahun 2013 ini dilewati tanpa ada postingan. Hmmm, kemana saja saya
selama ini? Mungkin ada pula yang bertanya "kemana saja saya selama tiga
bulan terakhir?" di dunia yang biasa membawa saya mengorbit pada matahari.
Hehehe, saya memang menghilang dari dunia normal. Normal bagi saya tentunya.
Jadi kali ini tentang apa? Sedikit curhat? Mari menyeduh segelas kopi ginseng
terlebih dahulu. :D
Mungkin kali ini
sepenuhnya curhat atau apalah itu. Sebenarnya hasrat untuk menulis selalu saja
besar, hanya saja bagaimana memulainya itulah yang sepertinya sulit. Iya,
sepertinya, selalu saja terlalu banyak membayangkan dan memikirkan.
Jadi apa yang telah
saya lakukan selama beberapa minggu terakhir ini? Sambil menikmati Hold On-nya
Santana.
Jauh-jauh hari saya
memang telah merencanakan akan sebuah perjalanan bersama dengan kawan-kawan
saya ke suatu tempat yang tempatnya memang baru ditetapkan satu bulan yang
lalu, perjalanannya pun sudah terlaksana satu minggu yang lalu. Ndak ada hubungannya sih sama tulisan
kali ini. Sekarang mah mari kita
berbicara tentang zona nyaman saja yak? Sebelumnya, mari kita pindahkan
backsoundnya ke Evil Ways-nya Santana. Okay, tentang zona nyaman. Beberapa
minggu terakhir ini saya keluar dari zona nyamannya versi saya. Menjauh dari
kehidupan yang bisa membuat saya tenang dan adrenalin tidak terpacu. Membatasi
orang-orang yang ingin saya temui (jujur saja ini membuat sangat tidak nyaman).
Pada keadaan normal saya senang bisa bertemu dengan orang-orang yang bahkan
saya tidak kenal dan memulai berbincang kemanapun saya dan orang yang saya
temui mau. Bahkan hanya saling terdiam atau mendengarkan orang lain berbincang.
Hal-hal itu berada di area nyaman saya. Hanya hitungan jari orang-orang yang
saya ajak berbincang pada beberapa minggu terakhir ini. Buruk? Tidak juga.
Tergantung dari sudut mana penilaian dilakukan.
Beberapa bulan
sebelumnya, sering terjadi perbincangan dengan orang-orang yang saya temui.
Tentang masalah sosial, tentang anti kemapanan, tentang anti pemerintahan,
tentang hal-hal lain yang menurut saya bisa diklasifikasikan dengan
memperbincangkan kaum-kaum yang hidup bebas dan terlupakan. Salah satu obrolan
tentang (saya tidak tahu apa istilahnya) hidup segala ngepas. Mau makan harus ngepas,
mau jalan-jalan ngepas. Padahal bisa
lebih dari ngepas. Ada beberapa
kelompok yang menyebutnya anti hedonisme. Saya pun mengalami hal itu.
Lalu ada yang berbicara
tentang anti kemapanan. Yang mengagungkan hidup secara berkelompok dan yang
penting selalu bersama dengan kawan-kawan. Berbahagia. Yang tidak menyukai
kehidupan serba mewah. Atau ada lagi yang mereka berbicara tentang keberanian
mereka keluar dari zona nyaman mereka yang dibuktikan dengan keluarnya mereka
dari segala kehidupan yang nyaman. Atau keluar dari kehidupan mereka sebagai
pekerja kemudian hidup dengan bebas sesuai dengan keinginannya. Hmmmm,
hubungannya dengan kehidupan saya beberapa minggu terakhir?
Saya keluar dari zona
nyaman saya. Pada keadaan sebelumnya, saya merasa nyaman berada di lingkungan
yang bisa disebut segala anti tersebut.
Saya keluar dari segala hal yang sehari-harinya biasa saya lakukan. Kehidupan
saya biasanya adalah bagaimana caranya hidup ngepas. Memandang buruk mereka yang serba ada sebagai kegiatan
menghambur-hamburkan. Saya merubahnya walaupun tidak 180 derajat tepat. Tapi
saya ingin merasakan hidup yang tidak ngepas.
Karena zona nyaman saya berada di hal yang sebelumnya. Saya yang terbiasa
hidup bebas (merdeka) mulai terkungkung dalam berbagai aturan. Karena zona
nyaman saya adalah kebebasan, maka saya harus membuat aturan untuk keluar dari
zona nyaman tersebut. Supaya tidak bosan hidup ini.
Singkatnya bagaimana
caranya membuat adrenalin saya mengalir kembali lah. Selama beberapa minggu terakhir ini saya melakukannya.
Benar-benar melakukannya. Segala hal yang berbanding terbalik dengan kebiasaan
saya. Ndak semuanya sih. Hehehe.
Hidup dengan segala keteraturan, tidak pas-pasan, membatasi dengan siapa saya
akan bertemu hari ini, tidak menjadi orang yang spontan, membatasi interaksi
dengan alam, menghindar dari hal-hal menyenangkan sebelumnya dan hal lain yang
bukan kebiasaan saya. Adakah hasilnya setelah beberapa minggu? Tentu!
Dalam beberapa hal
setelah keluar dari zona nyaman, saya bisa melihat satu hal dari sudut pandang
yang lain juga. Ada tambahan aspek ketika saya menilai sesuatu. Yang pada
akhirnya semakin mengaburkan benar atau salah yang didasari pada kebiasaan
manusia. Benar atau salah yang berlaku karena pembentukan opini (bukan karena
agama) semakin buram. Semuanya bisa menjadi benar di satu sudut pandang, pada
waktu yang sama bisa terpatahkan menjadi salah karena sudut pandang lain. Dan tentang menjadi orang-orang yang pernah saya kritiki sebelumnya. Iya, saya menjadi orang yang saya kritiki sebelumnya. Asyik kan? Baru
beberapa minggu saja saya melakukannya. Mungkin satu atau dua minggu ke depan
akan kembali ke zona nyaman yang sebelumnya. Atau mencari lagi yang baru di luar
zona nyaman saya. Begitulah.
Satu hal lagi yang saya dapat beberapa minggu terakhir ini: "Keluar dari zona nyaman itu seperti keluar dari tubuh sendiri, seperti menjadi orang lain. Pahit!"