20140320

The Moon

Photo Taken: 01-Januari-2010 / 04:01 / by Luthfil Hadi
"Kau lihat bulan? Ingin aku membuat garis membentuk rindu di permukaannya.."



Si Bocah 1


Picture Source: http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-1339967/Images-alcoholic-drinks-microscope-vodka-cocktails-pina-colada.html


Seorang bocah duduk di atas daun segar yang rontok dari pohonnya
Tiba-tiba angin bertiup kencang menerbangkannya
Si bocah itu pun terbang, melayang layang di udara
Diarahkannya oleh angin yang tak menentu
Di belakangnya seekor garuda emas mengikuti
Dia lihat di darat, banteng-banteng yang besar sekarang tunduk pada seekor banteng krempeng
Si bocah melihat si banteng krempeng tak memiliki bayangan, saktikah dia?
Ah, rupanya di atas si banteng krempeng itu banyak naga-naga yang memayunginya
Di dalam air, gurita-gurita itu hendak memangsa kodok yang kekar
Namun gurita itu malah digerogoti tikus ketika muncul ke permukaan
Angin berhenti berhembus
Daun kembali jatuh ke tanah
Si bocah turun dan mencari cicak di dinding
Tak berdaya, si cicak kehilangan kemampuan menempel di dinding
Lidah si bocah kering, mencari air
Dia kulum juga daun segar yang tadi dia tumpangi

20131027

Damai...

"Alunan nada dibalut asap-asap putih yang membawa manusia melayang. Berada di batas mimpi dan kenyataan."

20130821

Ini adalah Kisah Tentang Seorang Perempuan

Ini adalah kisah tentang seorang perempuan
...
Pada kabut dititipkannya peluk
Pada matahari terbit menyimpan hangat
Pada setiap jejak langkah terselip rindu
...
Mengisi dialog pada waktu yang kosong
Menjadi senandung indah pada setiap keramaian
Mengirimkan teduh ketika terlelap
...
Ini adalah kisah tentang seorang perempuan

20130820

Curhat: Meninggalkan Zona Kenyamanan


Sayang sekali bulan ke tujuh di tahun 2013 ini dilewati tanpa ada postingan. Hmmm, kemana saja saya selama ini? Mungkin ada pula yang bertanya "kemana saja saya selama tiga bulan terakhir?" di dunia yang biasa membawa saya mengorbit pada matahari. Hehehe, saya memang menghilang dari dunia normal. Normal bagi saya tentunya. Jadi kali ini tentang apa? Sedikit curhat? Mari menyeduh segelas kopi ginseng terlebih dahulu. :D

Mungkin kali ini sepenuhnya curhat atau apalah itu. Sebenarnya hasrat untuk menulis selalu saja besar, hanya saja bagaimana memulainya itulah yang sepertinya sulit. Iya, sepertinya, selalu saja terlalu banyak membayangkan dan memikirkan. 

Jadi apa yang telah saya lakukan selama beberapa minggu terakhir ini? Sambil menikmati Hold On-nya Santana. 

Jauh-jauh hari saya memang telah merencanakan akan sebuah perjalanan bersama dengan kawan-kawan saya ke suatu tempat yang tempatnya memang baru ditetapkan satu bulan yang lalu, perjalanannya pun sudah terlaksana satu minggu yang lalu. Ndak ada hubungannya sih sama tulisan kali ini. Sekarang mah mari kita berbicara tentang zona nyaman saja yak? Sebelumnya, mari kita pindahkan backsoundnya ke Evil Ways-nya Santana. Okay, tentang zona nyaman. Beberapa minggu terakhir ini saya keluar dari zona nyamannya versi saya. Menjauh dari kehidupan yang bisa membuat saya tenang dan adrenalin tidak terpacu. Membatasi orang-orang yang ingin saya temui (jujur saja ini membuat sangat tidak nyaman). Pada keadaan normal saya senang bisa bertemu dengan orang-orang yang bahkan saya tidak kenal dan memulai berbincang kemanapun saya dan orang yang saya temui mau. Bahkan hanya saling terdiam atau mendengarkan orang lain berbincang. Hal-hal itu berada di area nyaman saya. Hanya hitungan jari orang-orang yang saya ajak berbincang pada beberapa minggu terakhir ini. Buruk? Tidak juga. Tergantung dari sudut mana penilaian dilakukan. 

Beberapa bulan sebelumnya, sering terjadi perbincangan dengan orang-orang yang saya temui. Tentang masalah sosial, tentang anti kemapanan, tentang anti pemerintahan, tentang hal-hal lain yang menurut saya bisa diklasifikasikan dengan memperbincangkan kaum-kaum yang hidup bebas dan terlupakan. Salah satu obrolan tentang (saya tidak tahu apa istilahnya) hidup segala ngepas. Mau makan harus ngepas, mau jalan-jalan ngepas. Padahal bisa lebih dari ngepas. Ada beberapa kelompok yang menyebutnya anti hedonisme. Saya pun mengalami hal itu. 

Lalu ada yang berbicara tentang anti kemapanan. Yang mengagungkan hidup secara berkelompok dan yang penting selalu bersama dengan kawan-kawan. Berbahagia. Yang tidak menyukai kehidupan serba mewah. Atau ada lagi yang mereka berbicara tentang keberanian mereka keluar dari zona nyaman mereka yang dibuktikan dengan keluarnya mereka dari segala kehidupan yang nyaman. Atau keluar dari kehidupan mereka sebagai pekerja kemudian hidup dengan bebas sesuai dengan keinginannya. Hmmmm, hubungannya dengan kehidupan saya beberapa minggu terakhir? 

Saya keluar dari zona nyaman saya. Pada keadaan sebelumnya, saya merasa nyaman berada di lingkungan yang bisa  disebut segala anti tersebut. Saya keluar dari segala hal yang sehari-harinya biasa saya lakukan. Kehidupan saya biasanya adalah bagaimana caranya hidup ngepas. Memandang buruk mereka yang serba ada sebagai kegiatan menghambur-hamburkan. Saya merubahnya walaupun tidak 180 derajat tepat. Tapi saya ingin merasakan hidup yang tidak ngepas. Karena zona nyaman saya berada di hal yang sebelumnya. Saya yang terbiasa hidup bebas (merdeka) mulai terkungkung dalam berbagai aturan. Karena zona nyaman saya adalah kebebasan, maka saya harus membuat aturan untuk keluar dari zona nyaman tersebut. Supaya tidak bosan hidup ini. 

Singkatnya bagaimana caranya membuat adrenalin saya mengalir kembali lah. Selama beberapa minggu terakhir ini saya melakukannya. Benar-benar melakukannya. Segala hal yang berbanding terbalik dengan kebiasaan saya. Ndak semuanya sih. Hehehe. Hidup dengan segala keteraturan, tidak pas-pasan, membatasi dengan siapa saya akan bertemu hari ini, tidak menjadi orang yang spontan, membatasi interaksi dengan alam, menghindar dari hal-hal menyenangkan sebelumnya dan hal lain yang bukan kebiasaan saya. Adakah hasilnya setelah beberapa minggu? Tentu!

Dalam beberapa hal setelah keluar dari zona nyaman, saya bisa melihat satu hal dari sudut pandang yang lain juga. Ada tambahan aspek ketika saya menilai sesuatu. Yang pada akhirnya semakin mengaburkan benar atau salah yang didasari pada kebiasaan manusia. Benar atau salah yang berlaku karena pembentukan opini (bukan karena agama) semakin buram. Semuanya bisa menjadi benar di satu sudut pandang, pada waktu yang sama bisa terpatahkan menjadi salah karena sudut pandang lain. Dan tentang menjadi orang-orang yang pernah saya kritiki sebelumnya. Iya, saya menjadi orang yang saya kritiki sebelumnya. Asyik kan? Baru beberapa minggu saja saya melakukannya. Mungkin satu atau dua minggu ke depan akan kembali ke zona nyaman yang sebelumnya. Atau mencari lagi yang baru di luar zona nyaman saya. Begitulah.
Satu hal lagi yang saya dapat beberapa minggu terakhir ini: "Keluar dari zona nyaman itu seperti keluar dari tubuh sendiri, seperti menjadi orang lain. Pahit!"

L

Photo Taken: 11-Agustus-2013 / 15:22 / by Agam Djuhaedi
 :)