20140114
20131027
Damai...
"Alunan nada dibalut asap-asap putih yang membawa manusia melayang. Berada di batas mimpi dan kenyataan."
20130821
Ini adalah Kisah Tentang Seorang Perempuan
Ini adalah kisah tentang seorang perempuan
...
Pada kabut dititipkannya peluk
Pada matahari terbit menyimpan hangat
Pada setiap jejak langkah terselip rindu
...
Mengisi dialog pada waktu yang kosong
Menjadi senandung indah pada setiap keramaian
Mengirimkan teduh ketika terlelap
...
Ini adalah kisah tentang seorang perempuan
20130820
Curhat: Meninggalkan Zona Kenyamanan
Sayang sekali bulan ke
tujuh di tahun 2013 ini dilewati tanpa ada postingan. Hmmm, kemana saja saya
selama ini? Mungkin ada pula yang bertanya "kemana saja saya selama tiga
bulan terakhir?" di dunia yang biasa membawa saya mengorbit pada matahari.
Hehehe, saya memang menghilang dari dunia normal. Normal bagi saya tentunya.
Jadi kali ini tentang apa? Sedikit curhat? Mari menyeduh segelas kopi ginseng
terlebih dahulu. :D
Mungkin kali ini
sepenuhnya curhat atau apalah itu. Sebenarnya hasrat untuk menulis selalu saja
besar, hanya saja bagaimana memulainya itulah yang sepertinya sulit. Iya,
sepertinya, selalu saja terlalu banyak membayangkan dan memikirkan.
Jadi apa yang telah
saya lakukan selama beberapa minggu terakhir ini? Sambil menikmati Hold On-nya
Santana.
Jauh-jauh hari saya
memang telah merencanakan akan sebuah perjalanan bersama dengan kawan-kawan
saya ke suatu tempat yang tempatnya memang baru ditetapkan satu bulan yang
lalu, perjalanannya pun sudah terlaksana satu minggu yang lalu. Ndak ada hubungannya sih sama tulisan
kali ini. Sekarang mah mari kita
berbicara tentang zona nyaman saja yak? Sebelumnya, mari kita pindahkan
backsoundnya ke Evil Ways-nya Santana. Okay, tentang zona nyaman. Beberapa
minggu terakhir ini saya keluar dari zona nyamannya versi saya. Menjauh dari
kehidupan yang bisa membuat saya tenang dan adrenalin tidak terpacu. Membatasi
orang-orang yang ingin saya temui (jujur saja ini membuat sangat tidak nyaman).
Pada keadaan normal saya senang bisa bertemu dengan orang-orang yang bahkan
saya tidak kenal dan memulai berbincang kemanapun saya dan orang yang saya
temui mau. Bahkan hanya saling terdiam atau mendengarkan orang lain berbincang.
Hal-hal itu berada di area nyaman saya. Hanya hitungan jari orang-orang yang
saya ajak berbincang pada beberapa minggu terakhir ini. Buruk? Tidak juga.
Tergantung dari sudut mana penilaian dilakukan.
Beberapa bulan
sebelumnya, sering terjadi perbincangan dengan orang-orang yang saya temui.
Tentang masalah sosial, tentang anti kemapanan, tentang anti pemerintahan,
tentang hal-hal lain yang menurut saya bisa diklasifikasikan dengan
memperbincangkan kaum-kaum yang hidup bebas dan terlupakan. Salah satu obrolan
tentang (saya tidak tahu apa istilahnya) hidup segala ngepas. Mau makan harus ngepas,
mau jalan-jalan ngepas. Padahal bisa
lebih dari ngepas. Ada beberapa
kelompok yang menyebutnya anti hedonisme. Saya pun mengalami hal itu.
Lalu ada yang berbicara
tentang anti kemapanan. Yang mengagungkan hidup secara berkelompok dan yang
penting selalu bersama dengan kawan-kawan. Berbahagia. Yang tidak menyukai
kehidupan serba mewah. Atau ada lagi yang mereka berbicara tentang keberanian
mereka keluar dari zona nyaman mereka yang dibuktikan dengan keluarnya mereka
dari segala kehidupan yang nyaman. Atau keluar dari kehidupan mereka sebagai
pekerja kemudian hidup dengan bebas sesuai dengan keinginannya. Hmmmm,
hubungannya dengan kehidupan saya beberapa minggu terakhir?
Saya keluar dari zona
nyaman saya. Pada keadaan sebelumnya, saya merasa nyaman berada di lingkungan
yang bisa disebut segala anti tersebut.
Saya keluar dari segala hal yang sehari-harinya biasa saya lakukan. Kehidupan
saya biasanya adalah bagaimana caranya hidup ngepas. Memandang buruk mereka yang serba ada sebagai kegiatan
menghambur-hamburkan. Saya merubahnya walaupun tidak 180 derajat tepat. Tapi
saya ingin merasakan hidup yang tidak ngepas.
Karena zona nyaman saya berada di hal yang sebelumnya. Saya yang terbiasa
hidup bebas (merdeka) mulai terkungkung dalam berbagai aturan. Karena zona
nyaman saya adalah kebebasan, maka saya harus membuat aturan untuk keluar dari
zona nyaman tersebut. Supaya tidak bosan hidup ini.
Singkatnya bagaimana
caranya membuat adrenalin saya mengalir kembali lah. Selama beberapa minggu terakhir ini saya melakukannya.
Benar-benar melakukannya. Segala hal yang berbanding terbalik dengan kebiasaan
saya. Ndak semuanya sih. Hehehe.
Hidup dengan segala keteraturan, tidak pas-pasan, membatasi dengan siapa saya
akan bertemu hari ini, tidak menjadi orang yang spontan, membatasi interaksi
dengan alam, menghindar dari hal-hal menyenangkan sebelumnya dan hal lain yang
bukan kebiasaan saya. Adakah hasilnya setelah beberapa minggu? Tentu!
Dalam beberapa hal
setelah keluar dari zona nyaman, saya bisa melihat satu hal dari sudut pandang
yang lain juga. Ada tambahan aspek ketika saya menilai sesuatu. Yang pada
akhirnya semakin mengaburkan benar atau salah yang didasari pada kebiasaan
manusia. Benar atau salah yang berlaku karena pembentukan opini (bukan karena
agama) semakin buram. Semuanya bisa menjadi benar di satu sudut pandang, pada
waktu yang sama bisa terpatahkan menjadi salah karena sudut pandang lain. Dan tentang menjadi orang-orang yang pernah saya kritiki sebelumnya. Iya, saya menjadi orang yang saya kritiki sebelumnya. Asyik kan? Baru
beberapa minggu saja saya melakukannya. Mungkin satu atau dua minggu ke depan
akan kembali ke zona nyaman yang sebelumnya. Atau mencari lagi yang baru di luar
zona nyaman saya. Begitulah.
Satu hal lagi yang saya dapat beberapa minggu terakhir ini: "Keluar dari zona nyaman itu seperti keluar dari tubuh sendiri, seperti menjadi orang lain. Pahit!"
20130628
Kekuatan Super: Butterfly Effect
| organized chaos |
Beberapa orang setuju jika kekuatan jumper (teleportation) yang dikisahkan melalui film Jumper adalah kekuatan yang paling menguntungkan dibandingkan dengan kekuatan-kekuatan super lainnya. Namun ada yang lebih menarik perhatian mengenai kekuatan super yang (mungkin hanya) dimiliki oleh manusia-manusia di dalam skenario film. Dapat dibayangkan jika ada manusia yang menguasai teori chaos dan dapat mempraktekannya dengan tepat di dunia nyata. Teori chaos atau dikenal juga dengan nama Butterfly Effect. Dengan berdasarkan pada konsep yang dikisahkan pada film Butterfly Effect, kekuatan itu benar-benar menakjubkan (tentunya diluar maksud sesungguhnya dari film tersebut). Dengan hanya mengendalikan pikiran (yang artinya tidak perlu kembali ke masa lalu), seorang pengguna butterfly effect bisa mengubah nasibnya. Berkali-kali, dengan resiko yang sangat kecil. Kecuali si pengguna menyatakan dirinya meninggal di masa lalu.
Teori chaos
pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli matematika dan metereologi dari
United States. Teori ini diungkapkan oleh Edward Norton Lorenz (1978-2008) pada
tahun 1961 yang pada awal pemikirannya adalah efek yang dihasilkan satu kepakan
seekor burung camar laut dapat merubah cuaca untuk selamanya. Yang pada
akhirnya dihaluskan menjadi satu kepakan sayap kupu-kupu di Brazil bisa membuat
tornado di Texas di masa depan. Yang akhirnya teori chaos ini lebih dikenal
dengan Butterfly Effect. Butterfly effect ini pada awalnya digunakan untuk ilmu
matematika dan fisika quantum. Namun saat ini berbagai bidang telah menerapkan
teori ini karena teori ini mendukung teori yang berada pada bidang selain
matematika dan fisika. Sebut saja imu psikologi, hukum, atau sosial. Karena
secara sederhana, teori butterfly effect ini mengungkapkan bahwa hal sekecil
apapun yang dilakukan saat ini akan mampu membuat perubahan besar dikemudian
hari. Atau suatu kejadian yang besar saat ini dikarenakan suatu hal kecil yang
dilakukan pada masa lalu. Yang artinya satu hal kecil tidak dapat diabaikan
dalam kehidupan ini.
Bayangkan
ketika butterfly effect ini menjadi suatu kekuatan super yang dikawinkan dengan
kemampuan kembali ke masa lalu tanpa perlu menggunakan mesin waktu. Artinya
hanya menggunakan kekuatan pikiran. Cukup dengan merubah hal kecil saja bisa
merubah kehidupan saat ini. Bahkan hanya dengan merubah kalimat yang telah
diucapkan. Perubahannya akan begitu besar. Contoh sederhananya mungkin mengenai
cinta, sebut saja seorang pria bernama W memiliki kemampuan mengatur butterfly
effect. W mencintai seorang perempuan bernama V, namun W tidak memeliki
keberanian di masa lalu untuk mengungkapkannya. Saat ini W merasa sangat
terpuruk karena tidak memiliki V. Dan dia yakin apabila memiliki V,
kehidupannya akan berubah drastis menjadi lebih baik. Dengan kekuatan
pikirannya, W kembali ke masa saat W pertama kali mengenal V. Tanpa canggung W
berani mengatakan bahwa W mencintai V. W berani mengatakannya karena hal itu
hanya terjadi di alam pikirannya. Namun akan sangat berpengaruh di kehidupan
nyata. Akhirnya V menerima W dan mereka berdua saling memiliki. Pada saat ini,
kehidupan W memang berubah sangat drastis dengan V berada di sampingnya. Maka W
telah berhasil menggunakan kekuatan butterfly effect untuk merubah kehidupannya
dengan kembali ke masa lalu menggunakan alam pikirannya.
Namun tentunya
efek yang terjadi karena merubah masa lalu tidak terjadi sesederhana itu, pasti
ada hal lain yang berubah ke arah negatif. Yang artinya, perubahan kecil di
masa lalu memang akan menimbulkan efek yang sangat besar dikemudian hari. Sebut
saja misalnya W yang saat ini telah bersama V kehilangan sahabat baiknya ketika
W tidak bersama V. Karena di perjalanan kisahnya yang tidak dia gambarkan di
pikirannya, V telah membatasi kehidupan liar W. Memang selalu ada yang
dikorbankan untuk mendapatkan sesuatu yang besar.
Teori ini
memang sangatlah hebat. Tak perlu khawatir tentang keterpurukan. Tinggal
memejamkan mata untuk masuk ke alam bawah sadar dan membangkitkannya, kemudian
menggali ingatan dan merubahnya sesuai keinginan. Dahsyat bukan? Tapi apa yang
akan terjadi ketika terlalu sering menggunakan kekuatan tersebut? Tentunya akan
membuat gila penggunanya. Karena apa yang didapatkan pasti ada yang harus
dibuang atau ditinggalkan atau bahkan terpaksa dihilangkan. Yang akhirnya akan
mengakibatkan de javu secara berlebihan. De javu secara berlebihan akan
mempengaruhi pikiran ke arah kehidupan nyata atau hanya mimpi saja. Akhirnya
bingung tentang apa yang terjadi sebenarnya atau hanya merupakan sebuah
imajinasi saja. Efeknya adalah tidak teraturnya pola pikir si pengguna kekuatan
tersebut karena bingung dan akhirnya gila.
Kekuatan yang
sangat hebat bukan? Manfaatnya sangat luar biasa. Tapi jika berlebihan akan
terjadi chaos (kekacauan) bagi si penggunanya. Ah, semua hal pun bila dilakukan
berlebihan memang tidak baik. Namun hal kecil apapun memang harusnya tidak boleh
dianggap enteng. Butterfly effect, efek abstrak yang mengagumkan. Sebuah seni kekacauan yang begitu indah.
Pertanyaannya,
apakah ada manusia canggih di dunia nyata ini yang mampu mengendalikan
pikirannya untuk mencapai kekuatan butterfly effect? Mungkin ada, yaitu manusia-manusia yang mampu memanfaatkan hal-hal kecil menjadi luar biasa. Iya, manusia-manusia yang mampu melihat dan memanfaatkan kesempatan ketika manusia lainnya tidak. :D
sumber gambar: http://liesma.deviantart.com/art/organized-chaos-160240663
sumber gambar: http://liesma.deviantart.com/art/organized-chaos-160240663
20130626
Dialog Keempat: Tamparan Keras!
"datangi ibumu... rasakan getarannya.. dalam dirinya ada keberkahanmu, keajaibanmu, asal kau tau cara mendapatkannya..."
-Saptuari Sugiharto-
Tak perlu panjang lebar.. Aku rindu Ibu..
Langganan:
Postingan (Atom)