20120625

duapuluhsatuhari

Siapa sih yang gak kenal Gunung Rinjani? Atau setidaknya belum pernah mendengar kata "Rinjani"? Tentunya masyarakat Indonesia mengenal betul kata Rinjani. Satu kata yang cukup menggambarkan keindahan salah satu Gunung di Indonesia. Iya, Rinjani. Rinjani yang selalu menggoda lewat Danau Sagara Anaknya. Yang selalu menggoda dengan keindahan dari puncaknya. Rinjani yang selalu memberikan harapan kepada setiap umat manusia untuk sekedar menghirup aroma segar alam dari puncaknya.

Satu bulan yang lalu seorang kawan mengajak untuk pergi ke daerah Indonesia bagian Tengah. Atau orang-orang yang tinggal di Jawa bilangnya main ke daerah Timur. Padahal masih belum Timur (seharusnya). Pilihan tempat bermainnya tentu saja Gunung Rinjani. Rencananya pendakian akan dilakukan seminggu setelah lebaran tahun 1433 Hijriah. Sekitar awal bulan September. Namun nahas, saya tidak bisa ikut dalam pendakian tersebut karena ingin memanfaatkan libur lebaran di Subang. 

Masih dari kawan yang sama, dia kembali menawarkan ajakan dengan waktu pendakian yang berbeda. Yaitu awal Juli. Dan tentu saya bisa ikut bergabung dalam pendakiannya. Beberapa hari membicarakan yang memang harus dibicarakan, hingga akhirnya diputuskan tanggal 28 Juni pukul 07.30 WIB menggunakan Kereta Sri Tanjung kami berangkat dengan (mungkin) 4 orang. Namun sayang beribu sayang, ada jadwal ujian di jam yang sama. Dan diputuskan saya berangkat seorang diri pukul 13.00 WIB menggunakan Bis Wisata Komodo. 

Oh iya, rencana saya menulis ini adalah sebagai perbandingan sejauh mana rencananya berjalan dengan lancar. Ketika perjalanan selesai, saya akan menuliskan hasil dari perjalanannya juga.

Hari Pertama, 28 Juni 2012
Kembali ke Bis Wisata Komodo. Bis dengan ongkos Rp 225.000 dari Terminal Jombor, Yogyakarta sampai Terminal Ubung, Denpasar akan menempuh waktu hampir 23 Jam. Angka 23 jam tentu bukan angka mutlak, karena 23 jam hanya merupakan terkaan saja. Berangkat dari Terminal Jombor, Yogyakarta tanggal 28 Juni 2012 pukul 13.00 WIB, dan diperkirakan akan sampai di Terminal Ubung, Denpasar tanggal 29 Juni 2012 pukul 11.00 WITA. Tentu akan menjadi perjalanan yang sangat panjang dan membosankan. Oleh karena itu, saya akan menyiapkan beberapa buku bacaan untuk membuang bosan.

Hari Kedua, 29 Juni 2012
Iya, kemudian setelah sampai di Terminal Ubung, Denpasar akan dilanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Padang Bai menggunakan bis (yang entah apa namanya nanti mau dicari di sana) yang katanya harus bayar sebesar Rp 35.000. Perjalanan akan memakan waktu sekitar 3 jam. Lumayan. Selanjutnya tentu perjalanan di atas air. Dari Pelabuhan Padang Bai, Pulau Bali, akan menyebrang ke Pelabuhan Lembar, Pulau Lombok dengan menggunakan Kapal Laut (entah namanya apa). Perjalanan sekitar 6 jam katanya, terus ongkosnya Rp 36.000. Kemudian, setelah 6 jam perjalanan dilanjutkan di darat untuk mencapai Kota Mataram selama 2 jam. Dengan ongkos Rp 25.000. Diperkirakan ketika sampai Terminal Mandalika, Mataram telah menyentuh pukul 21.00 WITA.

Dari Terminal Mandalika, Mataram, akan sedikit bingung karena saya belum dapat rencana kemana akan bernaung hingga fajar tiba untuk menuju Aikmal kota sebelum Desa Sembalun. Terlepas dari itu, ketika fajar menjelang saya akan melanjutkan perjalanan menuju Aikmal selama 2 jam yang kemudian dilanjutkan menuju Sembalun selama 3 Jam. Total ongkos dari Mataram ke Sembalun adalah Rp 20.000.

Perkiraan sampai di Sembalun telah menginjak senja. Mungkin dekat-dekat ke Magrib tanggal 30 Juni 2012. Total rencana biaya perjalanan dari Terminal Jombor, Yogyakarta hingga Desa Sembalun adalah Rp 341.000. Berikutnya adalah tentang rencana pendakian di Gunung Rinjani via Desa Sembalun.

Hari Ketiga, 30 Juni 2012
Setelah sampai di Desa Sembalun pada sore hari di tanggal 30 Juni 2012,  saya bersama kawan-kawan yang lain akan mencoba langsung melakukan perjalanan dari Basecamp Desa Sembalun menuju Pos 1 yang kurang lebih menghabiskan waktu selama 2,5 jam. Setelah sampai di Pos 1, hari pertama dinyatakan selesai. 

Hari Keempat, 1 Juli 2012
Hari keempat akan dimulai di Pos 1 pada jam yang pagi (entah jam berapa, menyesuaikan saja). Target hari kedua adalah menuju Plawangan Sembalun. Perjalanan dari Pos 1 menuju Pos 2 adalah selama 2,5 jam. Kemudian dilanjutkan menuju Pos 3 selama 2 jam. Dari Pos 3 menuju Plawangan Sembalun dibutuhkan waktu berjalan selama 4 jam. Total perjalanan dari Pos 1 menuju Plawangan Sembalun adalah 8,5 jam. Setelah sampai di Plawangan Sembalun, kegiatan selanjutnya adalah istirahat menunggu hari ketiga.

Hari Kelima, 2 Juli 2012
Hari kelima akan dimulai pada pukul 01.30 WITA. Dengan target mencapai puncak pas fajar muncul. Di hari ketiga pula perjalanan akan dilanjutkan ke Danau Sagara Anak setelah turun dari Puncak. Perjalanan dari Plawangan Sembalun ke Puncak sekitar 4 jam. Dari Puncak ke Danau Sagara Anak akan menghabiskan waktu sekitar 4 atau 5 jam. Hari ketiga berakhir di Danau Sagara Anak. 

Hari Keenam, 3 Juli 2012
Menghabiskan waktu di Danau Sagara Anak

Hari Ketujuh, 4 Juli 2012
Hari ketujuh ini diusahakan adalah hari terakhir tidur di Gunung Rinjani. Target hari keempat adalah sampai di Desa Senaru. Perjalanan akan membutuhkan waktu selama 6 atau 7 jam. Hari keenam usai, istirahat di Desa Senaru.


Hari Kedelapan, 5 Juli 2012

Hari kedelepan adalah saatnya berpisah dengan kawan-kawan yang lain untuk melanjutkan kegiatannya masing-masing. Kawan-kawan yang lain ada yang langsung kembali menuju Jojga dan ada pula yang tetap tinggal di Pulau Lombok untuk melaksanakan kegiatan KKN. Saya sendiri akan mencoba untuk berkeliling sejenak ke Gili Trawangan dan Pantai Senggigi. Mungkin akan menghabiskan hari ketujuh di Pantai Senggigi.

Berikut ini transportasinya:
* Senaru-Pemenang = -
*Pemenang-Bangsal = Rp 2.000
*Bangsal-Gili Trawangan = Rp 10.000
*Gili Trawangan-Bangsal = Rp 10.000
*Bangsal-Pemenang = Rp 2.000
*Pemenang-Pantai Senggigi = Rp 15.000

Hari Kesembilan, 6 Juli 2012 

Berharap terbangun di pasir Pantai Senggigi. Dan menghabiskan waktu di sekitar pantai. Untuk hari kesembilan. Hari kesembilan harus berpindah tempat ke Mataram untuk mencari tempat bernaung. Rencana akan singgah di Wapala FH Unram. Dari Pantai Senggigi menuju Mataram akan menghabiskan ongkos sebanyak 20.000 rupiah.


Hari Kesepuluh, 7 Juli 2012 - Hari Kesebelas, 8 Juli 2012
Menghabiskan waktu di Kota Mataram
Sebelum masuk ke hari keduabelas, mari kita menghitung ongkos transportasi yang telah dikeluarkan selama sebelas hari. Total biaya transportasi adalah Rp 400.000. 

Hari Kedua belas, 9 Juli 2012 - Hari Ketiga belas, 10 Juli 2012
Bergabung dengan rombongan Satu Bumi Teknik UGM di UNRAM.

Hari Keempat belas, 11 Juli 2012

Hari ini rencananya akan menyebrang ke Pulau Sumbawa bersama kawan-kawan dari Satu Bumi Teknik UGM. Tujuannya pendakian Gunung Tambora. Dari Terminal Mandalika, Mataram, dengan menggunakan bis langsung ke Dompu selama kira-kira 11 atau 12 jam. Dengan ongkos Rp 140.000.



Dari Dompu, perjalanan dilanjutkan ke Desa Doropeti selama 6 jam perjalanan darat. Ongkosnya Rp 20.000. Desa Doropeti merupakan desa terkahir sebelum pendakian Gunung Tambora.

Hari Kelimabelas, 12 Juli 2012
Rencana pendakian dimulai pada pagi hari. Tujuannya adalah Camp II. Katanya pendakian membutuhkan waktu selama 8 jam. 

Hari Keenambelas, 13 Juli 2012
Rencana pendakian dari Camp II dengan target Camp IV. Lama pendakian sekitar 8 jam. 

Hari Ketujuhbelas, 14 Juli 2012
Hari ini menuju Puncak Tambora dan kemudian melanjutkan turun ke Camp V jalur Pancasila. Kemudian istirahat.

Hari Kedelapanbelas, 15 Juli 2012
Dari Camp V melanjutkan turun dengan target Camp II. Perjalanan sekitar 8 jam.


Hari Kesembilanbelas, 16 Juli 2012
Dari Camp II langsung ke Desa Pancasila dengan perkiraan waktu selama 7 jam. Berisitrahat di Desa Pancasila untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Mataram hari selanjutnya.

Hari Keduapuluh, 17 Juli 2012

Perjalanan usai. Kawan-kawan dari Satu Bumi Teknik UGM akan melanjutkan kegiatannya. Dan saya akan berusaha langsung menuju Mataram hari ini juga. Sebelum ke Mataram, dari Desa Pancasila harus menuju Dompu terlebih dahulu, akan menghabiskan uang sebanyak Rp 35.000. Dari Dompu, mencari Bis yang langsung ke Mataram. Masih dengan ongkos yang sama seperti dari Mataram ke Dompu, yaitu Rp 140.000.

Sebelum berlanjut, mari menghitung biaya kembali ke Mataram. Total dari Jogja-Mataram-Dompu-Tambora-Dompu-Mataram adalah sebesar Rp 735.000.

Hari keduapuluhsatu, 18 Juli 2012

Telah kembali di Jogja Bermartabat. Dan petualangan akan beristirahat di Subang pada nantinya. 


Total ongkos perjalanan adalah sebesar Rp 1.092.000.  Waw, angka yang sangat besar. 
Semoga perjalanan berjalan sesuai rencana dan lancar. Amin.

20120621

Dalam Satu Tahun

Iya, aku suka bulan Maret. Masa-masa di mana hujan mulai berhenti turun. 
Kemudian April, peralihan. 
Bulan Mei, Edel tumbuh di bulan ini. 
Dan Juni, selamat datang musim kemarau. Aku bisa menikmati Edel yang sedang mekar di bulan ini. Tanpa harus takut basah. 
Kemudian ada September yang hebat. 
Setelahnya aku menanti Desember. Bulan ketika hujan benar-benar terasa syahdu. Romantis.

20120619

Kenangan

"Hampir malam di Jogja.....Ketika keretaku tibaaa... " 

Sudah lewat 36 menit untuk hari ini. Lagu Sepasang Mata Bola yang dibawakan oleh kawan-kawan dari JMS tiba-tiba mengingatkan momen sekitar 6 tahun yang lalu. Memori mengulang rekaman yang berlokasi di rumah dinas milik Bupati Subang. Dengan suasana yang tidak terlalu terang, lagu ini hampir berpuluh-puluh kali dimainkan beberapa hari di sekitar 6 tahun yang lalu itu. Sepasang Mata Bola, iya sepasang bola mataku harus berkonsentrasi membaca nada-nada pada sebuah partitur.  

Dan sebelum hari ini, setelah 6 tahun (yang aku ingat) baru kali ini saja aku mendengar kembali lagu Sepasang Mata bola. Lagu ini mengingatkan pada berbagai hal manis maupun pahit di masa menuju remaja. Ketika umur baru berubah menjadi dua digit. Ah, masa-masa yang konyol. (Walaupun mungkin sekarang pun masih konyol).

"... Sepasang mata bola.. Dari balik jendela.."

Bulan ini, jika dihitung-hitung mungkin bulan ke 24 aku menetap di Jogja. Setelah teringat masa-masa konyol ketika menuju remaja 6 tahun yang lalu, terbesit akan seperti apakah aku mengenang Jogja ketika aku nanti harus meninggalkan kota ini. Mungkin 3 atau 4 atau 5 atau 6 bahkan entah kapan mungkin aku akan meninggalkan Jogja. Apa yang akan terkenang dari kota ini? 

Teringat aku akan sebuah lagu milik Kla Project, judulnya sudah pasti "Yogyakarta". Menurut orang-orang sih katanya lagu ini begitu berkesan untuk setiap orang yang pernah tinggal di Tapi aku masih belum bisa Jogja, bahkan orang-orang yang sekedar singgah. Tapi aku belum merasakan "kesan" dari lagu ini. Mungkin harus terlebih dahulu meninggalkan Jogja  untuk mendapatkan perasaan "haru" dan "rindu" ketika mendengar lagu ini.

".... Hati telah terpikat.."

Terlalu cepat memang untuk membicarakan rindu pada Jogja. Toh aku baru 24 bulan di sini. Tapi pertanyaannya masih sama, seperti apakah aku mengenang Jogja nanti? Atau apa yang membuat aku rindu akan Jogja? Mungkin aku akan rindu dengan angkringan kopi jos tempat aku saling menyapa dengan kawan lama? Ataukah lembahan di sudut barat yang akan mengingatkan pada sepasang mata bola dari seorang perempuan? Mungkin saja kopi klotok ketika masa-masa suram menguasai? Ah barangkali juga aku rindu dengan suasana pagelaran seni dan musik setiap minggunya. 

Banyak juga jika dibayangkan apa yang akan membuatku rindu Jogja nanti. Ada Gunung Merapi di Utara, ada pantai di daerah selatan. Ada orang-orang bersahaja disekitarku. Terlalu banyak lah. 

"... Semoga kita kelak berjumpa pula...."

Iya, semoga kita kelak berjumpa pula ketika aku harus meninggalkan kota ini. Tapi tidak untuk waktu dekat. Ada 5 atau 6 atau lebih lagi tahun yang harus dilalui. Untuk sekedar mengumpulkan momen untuk dikenang di kota ini. Untuk ketika aku kembali ke kota ini, aku akan tersenyum haru penuh rindu. 


Yogyakarta, 19 Juni 2012

20120606

Mengenang Malam

Pada malam kita pernah mencerca siang
Pada malam juga kita pernah mengenang senja
Dan pada malam juga kita pernah menanti pagi

Tentunya,
Malamlah yang pernah mempersatukan kita

Bantal Lipat, 6 Juni 2012

20120523

Telepon, Darimu...


Imaji, malam sebelumnya
Membentuk garis hitam
Dalam sebuah ketidak-sadaran
Aku mendengar  senyum sendumu

Suaramu, kemarin malam 
Terdengar semu
Ada apa?
Aku tak berani menanyakan kabar

Karpet Biru, 23 Mei 2012

20120507

Loteng!

Aku bisa melihat ini, sambil menunggu teriakan Ibu dari bawah.... :)
24 Maret 2012 - 18.01 WIB

20120505

Di Rumahmu, Kemarin Malam!

Aku kembali datang padamu.
Masih dengan desah nafas yang sama.

Ada kabar dari bawah, kau kesepian.
Kata mereka kau bergumam sendiri selepas senja.
Atau kau marah? Karena mereka membuatmu kotor.

Syukurlah, kau masih mau menghiburku.
Aku bisa melihat bayanganku tadi malam.
Cahaya dari langit juga membuatmu tampak. 

Tapi, kau  begitu dingin.
Aku juga tak melihat satu titik cahaya yang biasa tepat di atasmu.
Padahal yang lainnya begitu terang.

Mungkin kau gundah?
Karena kelakuan penghuni bawah yang mencari untung darimu?
Atau karena umurmu memang sudah tak muda lagi?

Di balik batu besar, 2 Mei 2012