Aku sangat telat nonton Emak Ingin Naik Haji, cuman pengen share saja, ada satu scene yang bener-bener nyentuh di film Emak Ingin Naik Haji yang bikin aku netesin air mata. Di scene ini terlihat adegan emak sedang ngebenerin buku yang isinya tentang Mekkah. Terus terdengar backsound yang liriknya bener-bener ngingetin ke Ibuku sendiri. Di scene ini air mata yang sudah lama gak keluar, tiba-tiba keluar sendiri. Ya, tiba-tiba rasa kangen ke Ibuku sangat terasa di situ. Aku inget tentang Ibu yang selalu sabar kepadaku. Aku ingat tentang Ibu yang selalu terlihat tegar di hadapanku. Ibu Ibu Ibu, aku kangen Ibu, kangan Bapak, kangen Teteh. Sayang mereka juga.
Walaupun sebenarnya lirik tersebut bermakna tentang hubungan Alloh dengan hambanya, tapi entah kenapa malah kenanya ke sosok Ibu..
Best Scene for me:
Lirik Backsound di Emak Ingin Naik Haji, menit ke 00:40:25 - 00:43:41
Sejak dulu Kau telah jadi kasihku
Bayangan diri-Mu hiasi rinduku
Meski Kau berada jauh nun di sana
Sentuhan tangan-Mu kurasakan nyata
Hanya kasih-Mu
Hanya sayang-Mu, kuharap selalu
Hadir bersamaku, sepanjang hayatku
Imanku, keimananku lurus di jalan-Mu
Untuk menggapai-Mu
Itulah Doaku
Gambar hatiku, tarikan nafasku
.......
Mungkin ada yang tau judulnya?
20110509
20110331
Mendaki Gunung
Naik gunung, biasanya diidentikkan dengan kegiatan para pencinta alam. M
enembus badai, mencari jejak dengan satu tujuan, yaitu puncak. Sekarang ini orang ramai-ramai mendaki gunung dengan berbagai macam tujuan.
Sebenarnya saya merasa kurang beruntung karena tidak dilahirkan lebih awal untuk menikmati indahnya mendaki gunung. Mendengar cerita dari orang-orang yang lebih awal dilahirkan, mendaki gunung itu memiliki satu kepuasan tersendiri ketika telah sukses mencapai puncak. Mereka bercerita banyak hal tentang membuat jalur menuju puncak, mendaki tebing karena tidak mendapat jalur yang lebih nyaman, terperosok ke dalam jurang karena salah mengambil jalur, hingga tersesat berhari-hari di dalam hutan karena salah perhitungan. Dulu mendaki gunung itu benar-benar untuk mencari ketenangan, ketegangan dan kepuasan. Belum ada jalur yang dipastikan benar, atau mungkin setiap jalur itu adalah benar. Itu dulu ketika para pencinta alam sangat identik dengan kebebasan.
Saat ini banyak sekali orang-orang yang mengaku sebagai pencinta alam yang karena dibajunya terdapat logo himpunan atau organisasi pencinta alam. Bahkan karena mereka pernah mendaki satu gunung, mereka dengan bangga menyebut dirinya sebagai pencinta alam. Benarkah mereka pencinta alam? Hanya alam yang bisa menilai.
Sebenarnya apa sih pencinta alam? Saya sendiri tidak bisa mendeskripsikan apa itu pencinta alam, karena saya pun bukan pencinta alam. Mungkin saya lebih memilih menyebut diri saya sebagai penggiat alam. Karena saya mendaki gunung hanya sebatas untuk menghilangkan penat dan mencari ketenangan. Lalu bagaimana dengan mereka para "pencinta alam"? Entahlah, itu urusan pribadi masing-masing. Karena menurut saya pencinta alam itu hanya sebatas nama untuk dituliskan di lembar kertas ketika menyerahkan proposal untuk mencari dana suatu ekspedisi. Kata pencinta alam itu pupus sudah ketika sudah memasuki alam
bebas karena mereka para pencinta alam adalah sama-sama orang yang ingin bebas dari belenggu sebuah nama.
Terlepas dari pencinta alam, organisasi, himpunan, sispala, mapala, ataupun komunitas dan tanpa mengurangi hormat kepada mereka yang telah disebutkan sebelumnya. Mendaki gunung itu seharusnya tanpa misi. Karena mendaki gunung itu untuk mencari kebebasan. Untuk melepaskan rasa egois terbang bersama angin. Dan mendaki gunung itu sebenarnya bukan tentang mencapai puncak. Tapi tentang menjalin persaudaraan dan saling mengerti. Mendaki gunung itu bukan tentang mebuang-buang waktu. Tapi tentang menyusun bagaimana cara terbaik membunuh waktu. Mendaki gunung itu bukan tentang mendapat panggilan si gagah. Tapi tentang mencari cara membunuh rasa takut.
Jadi, mendaki
gunung itu adalah tentang kebebasan.
Sebenarnya saya merasa kurang beruntung karena tidak dilahirkan lebih awal untuk menikmati indahnya mendaki gunung. Mendengar cerita dari orang-orang yang lebih awal dilahirkan, mendaki gunung itu memiliki satu kepuasan tersendiri ketika telah sukses mencapai puncak. Mereka bercerita banyak hal tentang membuat jalur menuju puncak, mendaki tebing karena tidak mendapat jalur yang lebih nyaman, terperosok ke dalam jurang karena salah mengambil jalur, hingga tersesat berhari-hari di dalam hutan karena salah perhitungan. Dulu mendaki gunung itu benar-benar untuk mencari ketenangan, ketegangan dan kepuasan. Belum ada jalur yang dipastikan benar, atau mungkin setiap jalur itu adalah benar. Itu dulu ketika para pencinta alam sangat identik dengan kebebasan.
Namun rasa kurang beruntung itu salalu tertutupi ketika saya sendiri sedang berada di alam bebas. Kurang beruntung itu selalu tertutupi oleh rasa syukur, karena sekarang mendaki gunung itu bukan hanya tentang ketenangan, keteganagan, dan kepuasan. Tapi tentang rasa nyaman dan syukur tanpa meninggalkan tiga hal di atas. Selalu banyak tanya yang menghampiri ketika sedang berada di gunung. Dan tanya itu selalu terjawab ketika telah berada di puncaknya. Walaupun kadang ada beberapa puncak yang mengecewakan karena banyaknya sampah yang ditinggalkan oleh pendaki sebelumnya.
Saat ini banyak sekali orang-orang yang mengaku sebagai pencinta alam yang karena dibajunya terdapat logo himpunan atau organisasi pencinta alam. Bahkan karena mereka pernah mendaki satu gunung, mereka dengan bangga menyebut dirinya sebagai pencinta alam. Benarkah mereka pencinta alam? Hanya alam yang bisa menilai.
Sebenarnya apa sih pencinta alam? Saya sendiri tidak bisa mendeskripsikan apa itu pencinta alam, karena saya pun bukan pencinta alam. Mungkin saya lebih memilih menyebut diri saya sebagai penggiat alam. Karena saya mendaki gunung hanya sebatas untuk menghilangkan penat dan mencari ketenangan. Lalu bagaimana dengan mereka para "pencinta alam"? Entahlah, itu urusan pribadi masing-masing. Karena menurut saya pencinta alam itu hanya sebatas nama untuk dituliskan di lembar kertas ketika menyerahkan proposal untuk mencari dana suatu ekspedisi. Kata pencinta alam itu pupus sudah ketika sudah memasuki alam
Terlepas dari pencinta alam, organisasi, himpunan, sispala, mapala, ataupun komunitas dan tanpa mengurangi hormat kepada mereka yang telah disebutkan sebelumnya. Mendaki gunung itu seharusnya tanpa misi. Karena mendaki gunung itu untuk mencari kebebasan. Untuk melepaskan rasa egois terbang bersama angin. Dan mendaki gunung itu sebenarnya bukan tentang mencapai puncak. Tapi tentang menjalin persaudaraan dan saling mengerti. Mendaki gunung itu bukan tentang mebuang-buang waktu. Tapi tentang menyusun bagaimana cara terbaik membunuh waktu. Mendaki gunung itu bukan tentang mendapat panggilan si gagah. Tapi tentang mencari cara membunuh rasa takut.
Jadi, mendaki
gunung itu adalah tentang kebebasan.
Kode Etik Pencinta Alam Indonesia
Kode etik pecinta alam Indonesia dicetuskan dalam kegiatan Gladian Nasional Pecinta Alam IV yang dilaksanakan di Pulau Kahyangan dan Tana Toraja pada bulan Januari 1974. Gladian yang diselenggarakan oleh Badan Kerja sama Club Antarmaja pencinta Alam se-Ujung Pandang ini diikuti oleh 44 perhimpunan pecinta alam se Indonesia.
Kode etik pecinta alam Indonesia ini, sampai saat ini masih dipergunakan oleh berbagai perkumpulan pecinta alam di seluruh Indonesia.
Bunyi dari kode etik pecinta alam Indonesia adalah sebagai berikut:
SUMBER: Pencinta Alam Indonesia
Kode etik pecinta alam Indonesia ini, sampai saat ini masih dipergunakan oleh berbagai perkumpulan pecinta alam di seluruh Indonesia.
Bunyi dari kode etik pecinta alam Indonesia adalah sebagai berikut:
Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah
ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
Pecinta Alam Indonesia adalah bagian dari masyarakat
Indonesia sadar akan tanggung jawab kepada Tuhan, bangsa, dan
tanah air
Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa pecinta alam adalah sebagian
dari makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah yang Mahakuasa
Sesuai dengan hakekat di atas, kami dengan kesadaran
menyatakan :
- Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa
- Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam
sesuai dengan kebutuhannya - Mengabdi kepada bangsa dan tanah air
- Menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat
sekitar serta menghargai manusia dan kerabatnya - Berusaha mempererat tali persaudaraan antara pecinta alam
sesuai dengan azas pecinta alam - Berusaha saling membantu serta menghargai dalam pelaksanaan
pengabdian terhadap Tuhan, bangsa dan tanah air - Selesai
Disyahkan bersama dalam
Gladian Nasional ke-4
Ujung Pandang, 1974
Gladian Nasional ke-4
Ujung Pandang, 1974
SUMBER: Pencinta Alam Indonesia
20110328
Bayangan di Puncak Merbabu
Rintik hujan itu adala
h hiasan di pintu kamarku
Suara gemuruh itu adalah salam untukku
Dingin ini adalah bajuku
Batu itu adalah pegangan pintuku
Kabut itu adalah tirai menuju kamarku
Basah ini adalah selimutku
Longsoran tanah itu adalah karpet merahku
Angin itu adalah hembusan nafas kekasihku
Tanah ini adalah celanaku
Suara gemuruh itu adalah salam untukku
Dingin ini adalah bajuku
Batu itu adalah pegangan pintuku
Kabut itu adalah tirai menuju kamarku
Basah ini adalah selimutku
Longsoran tanah itu adalah karpet merahku
Angin itu adalah hembusan nafas kekasihku
Tanah ini adalah celanaku
Kepuasan
Tak ada yang seindah pagi itu
Pagi ketika tirai-tirai mulai terbuka
Ketika sang surya menghangatkan rumput-rumput yang tertutup selimut
Tak ada yang lebih indah
Subuh sebelum pagi itu
Aku merasa karpet merahku berbeda
Karpet merah di rumah baruku
Sungguh berbeda
Malam sebelum subuh
Tirai yang bergerak cepat itu menerpa tubuhku
Hiasan-hiasan langit pun turun menjadi selimutku
Dan aku merasa hembusan nafas kekasihku
Sore sebelum malam
Aku mendengar ucapan salam yang keras
Aku menyentuh pegangan pintu itu
Ya, aku merasa aman
Aku suka hari itu....
Pagi ketika tirai-tirai mulai terbuka
Ketika sang surya menghangatkan rumput-rumput yang tertutup selimut
Tak ada yang lebih indah
Subuh sebelum pagi itu
Aku merasa karpet merahku berbeda
Karpet merah di rumah baruku
Sungguh berbeda
Malam sebelum subuh
Tirai yang bergerak cepat itu menerpa tubuhku
Hiasan-hiasan langit pun turun menjadi selimutku
Dan aku merasa hembusan nafas kekasihku
Sore sebelum malam
Aku mendengar ucapan salam yang keras
Aku menyentuh pegangan pintu itu
Ya, aku merasa aman
Aku suka hari itu....
20110321
HARGO DUMILAH
Sepi,
Panas,
Sejuk,
Tinggi,
Bangga,
Kecewa,
Terdiam,
Bisu,
Berdiri,
Tegap,
20 Maret 2011
Hargo Dumilah, 3265 mdpl
Luthfil Hadi
Panas,
Sejuk,
Tinggi,
Bangga,
Kecewa,
Terdiam,
Bisu,
Berdiri,
Tegap,
20 Maret 2011
Hargo Dumilah, 3265 mdpl
Luthfil Hadi
20110304
I AM NOT YOUR FRIEND
I AM NOT YOUR FRIEND IF...
you have to think before you speak to me!
I AM NOT YOUR FRIEND IF...
my presence ever makes you feel uncomfortable!
I AM NOT YOUR FRIEND IF...
you have to thank me for everything I do for you!
I AM NOT YOUR FRIEND IF...
you have to say sorry for everything you don't do!
I AM NOT YOUR FRIEND IF...
you have to ask me for favours!
I AM NOT YOUR FRIEND IF...
you think I would not be curious to know your new philosophy of life!
I AM NOT YOUR FRIEND IF...
you go by what I say and do not understand what I don't say!
I AM NOT YOUR FRIEND IF...
you think that listening to your dreams would put me to sleep!
I AM NOT YOUR FRIEND IF...
you think that seeing you in pain, would not bring a tear to me!
I AM NOT YOUR FRIEND IF...
you think that I do not remember the first time I met!
I AM NOT YOUR FRIEND IF...
you don't see the thousand ways I try to make you happy!
I AM NOT YOUR FRIEND IF...
you don't realise how your smile brightens up my day!
I AM NOT YOUR FRIEND IF...
you would rather keep quite when you really wanna to talk!
I AM NOT YOUR FRIEND IF...
you hesitate to ask me to stay back when you think we should be together!
I AM NOT YOUR FRIEND IF...
you take too much time to tell me what I mean to you!
AM I YOUR FRIEND???
you have to think before you speak to me!
I AM NOT YOUR FRIEND IF...
my presence ever makes you feel uncomfortable!
I AM NOT YOUR FRIEND IF...
you have to thank me for everything I do for you!
I AM NOT YOUR FRIEND IF...
you have to say sorry for everything you don't do!
I AM NOT YOUR FRIEND IF...
you have to ask me for favours!
I AM NOT YOUR FRIEND IF...
you think I would not be curious to know your new philosophy of life!
I AM NOT YOUR FRIEND IF...
you go by what I say and do not understand what I don't say!
I AM NOT YOUR FRIEND IF...
you think that listening to your dreams would put me to sleep!
I AM NOT YOUR FRIEND IF...
you think that seeing you in pain, would not bring a tear to me!
I AM NOT YOUR FRIEND IF...
you think that I do not remember the first time I met!
I AM NOT YOUR FRIEND IF...
you don't see the thousand ways I try to make you happy!
I AM NOT YOUR FRIEND IF...
you don't realise how your smile brightens up my day!
I AM NOT YOUR FRIEND IF...
you would rather keep quite when you really wanna to talk!
I AM NOT YOUR FRIEND IF...
you hesitate to ask me to stay back when you think we should be together!
I AM NOT YOUR FRIEND IF...
you take too much time to tell me what I mean to you!
AM I YOUR FRIEND???
Langganan:
Postingan (Atom)