20091210

Hubungan NAZI dengan INDONESIA

Malam ini saya tidak tidur sama sekali. Pada awalnya saya mengerjakan tugas sekolah saya sampai pukul dua pagi. Setelah tugas selesai, saya coba surfing dulu sebentar di Internet. Lebih tepatnya saya googling mengenai NAZI. Saya menulis tulisan ini pada pukul 04.57 WIB
Saya tidak tahu kenapa saya sampai bisa mengetikkan kata NAZI pada awalnya di Google.com, karena dari kata NAZI ini saya tambah berani untuk membuat tulisan ini.
Dalam tulisan ini saya mengambil judul "Hubungan NAZI dengan INDONESIA" karena saya akan memaparkan sedikit tentang pemikiran SOSROHUSODO. Walaupun sebenarnya tidak ada hubungan secara pasti antara NAZI dengan INDONESIA. Tapi ada satu hubungan yang nantinya akan membuka mata dunia tentang pertemuan SOSROHUSODO dengan orang yang dia kenal dr. Poch. Dari perkenalan itu Sosro memiliki pendapat bahwa sebenarnya akhir dari pelarian Hitler sang Fuhrer itu berada di Surabaya, tepatnya di desa Ngagel.
Saya akan memaparkan sedikit pemikiran Sosro yang tentunya menurut versi saya sendiri yang berhasil saya kumpulkan dan saya simpulkan dari berbagai website yang berseliweran di google.com menjadi satu dan singkat di dalam upsmysoul.blogspot.com.

Awal pertemuan Sosrohusodo dengan dr. Poch ketika sosro sedang bertugas di Sumbawa Besar. Pertemuan tersebut terus berlangsung secara tidak sengaja walaupun pada akhirnya Sosro lah yang berkehendak untuk terus bertemu dengan dr. Poch karena sesuatu hal.
Pada tahun 1960, Sosro bertemu dengan dr. Poch di jalan. Pada saat pertemuan pertama itu, Sosro melihat bahwa dr. Poch bukan sebagai dokter karena dia tidak memiliki pengetahuan sedikitpun tentang kedokteran. Sosro dapat menyimpulkan demikian karena beliau adalah lulusan kedokteran Universitas Indonesia. Setelah pertemuan demi pertemuan mereka lakukan, secara tidak sengaja anak Sosro memberikan buku tentang pemerintahan NAZI kepada Sosro. Setelah Sosro membaca buku tersebut, dia mulai memiliki ambisi untuk mengetahui siapa sebenarnya dr. Poch tersebut. Karena dari hasil yang dia baca, dr. Poch memiliki banyak kesamaan dengan Hitler. Beberapa persamaan yang Sosro kemukakan sebagai berikut: kaki kiri yang diseret apabila berjalan; tangan bergetar ketika memegang sesuatu; tidak tumbuh rambut di kepala dr. Poch begitu pula Hitler; dan potongan kumis yang sama.
Dugaan Sosro semakin kuat ketika sang istri dari Poch memanggil Poch dengan sebutan "Dolf" yang mungkin berasal dari Adolf Hitler. Juga ketika dr. Poch dengan istrinya mengobrol tentang pemerintahan Jerman di tangan NAZI dengan begitu fasihnya.

Sayang, Sosro diharuskan kembali Bandung karena masa tugasnya habis. Tapi rasa penasaran terhadap dr. Poch belum hilang. Diam-diam, Sosro tetap mencari asal-usul dr. Poch yang asli di Bandung. Sampai akhirnya dia mengetahui bahwa dr. Poch sempat menikah dengan mojang kelahiran Bandung yang bernama nyonya S. dari nyonya S, Sosro mengetahui bahwa dr. Poch telah meninggal di Surabaya karena serangan jantung pada tanggal 15 Januari 1970. Atau pada saat ia berusia 81 tahun. Dia dimakamkan di Desa Ngagel.

Sosro semakin berani menyatakan bahwa Hitler meninggal di Indonesia setelah dia berhasil merayu nyonya S untuk memperlihatkan dokumen-dokumen pribadi milik suaminya. Sosro masih terus berusaha untuk menerbitkan bukunya, namun belum ada penerbit yang tertarik.

Melalui pemikiran Sosro, menurut saya seharusnya ahli forensik negeri kita berani untuk membongkar makam di desa Ngagel untuk membuktikan kepada dunia, di manakah Adolf Hitler meninggal, karena sampai saat ini belum ada bukti pasti jika Hitler meninggal di bunker dengan cara membakar diri setelah menikah bersama Eva Braun.
Pertanyaan besar untuk dunia dari saya pribadi : "APAKAH SEORANG YANG BESAR PANTAS MATI DENGAN CARA MEMBAKAR DIRINYA SENDIRI?"
tentu itu adalah perbuatan yang tidak terhormat.

Saya akan terus mengupdate artikel ini setelah selesai membaca beberapa buku yang berkaitan tentang NAZI dan HITLER.

Di tutup oleh lagu FIND THE REAL milik ALTER BRIDGE. Semoga bermanffaat..


20091207

Kebenaran

SHIT>.. MUSISI INDONESIA KAPAN MAU KREATIFNYA SIH????

Coba semuanya dengerin nih lagu, punyanya Sergio Mendes.. judulnya Real Life..

http://www.imeem.com/people/Zy7BMtk/music/k123xnar/sergio-mendes-real-life/

komentar sendiri deh.. Coba tebak mirip lagu apa??



CIKURAY


Trip to Cikuray.



20091203

PETANI

Pagi ini aku teringat akan kisahku sewaktu dalam perjalanan menuju Bandung seorang diri. Ketika itu aku menggunakan mobil umum 3/4 yang biasa ditumpangi orang-orang di daerahku apabila hendak ke kota. Beruntung saya dapat duduk di bagian dalam mobil itu. Di samping saya duduk seorang Ibu yang tampaknya berasal dari desa. Ingin aku bertanya, namun ku terdiam menahan rasa penasaranku, toh perjalanan belum di mulai.

Singkat cerita, ketika sudah berada di setengah perjalanan menuju Bandung. Aku beranikan diri untuk mengobrol dengan si Ibu itu.
"Mau ke mana, Bu?" tanya aku
"Saya mau ke Bandara, Dek. Mau ke Jakarta." Jawab si Ibu
"Kenapa tidak langsung ke Jakarta pakai mobil saja, Bu?" aku berusaha untuk meneruskan obrolan
"Anak kedua saya ngirim tiketnya dua, Dek. Satu dari Bandara Halim, kemudian dari Bandara Soekarno Hatta ke Singapura."

Aku kaget, begitu mendengar si Ibu yang berwajah desa ini akan terbang ke Singapura.
"Anak ibu kerja?" aku semakin penasaran
"Dia kuliah. Alhamdulillah dapat beasiswa dan tunjangan hidup."

aku berpikir, jika itu anak yang kedua pasti ada anak-anak yang lainnya.
"Oh, bagaimana dengan kakak dan adik-adiknya, Bu?"
"Anak saya yang ketiga sekarang sudah menjadi dokter di Surabaya, anak saya yang keempat menjadi dosen di ITB, anak saya yang kelima masih kuliah di UGM, mudah-mudahan yang kelima ini bisa seperti kakaknya." jawab si Ibu dengan bangganya
"Bagaimana dengan anak Ibu yang pertama?"

sempat terdiam beberapa detik
"Anak saya yang pertama bertani di desa dengan sawah yang tidak luas." jawab si Ibu pelan

timbul rasa bersalah saya, karena telah menyinggung perasaan si Ibu.
"Maafkan saya,Bu. Anak Ibu yang pertama tidak seberuntung adik-adiknya. Dan mungkin Ibu kurang bangga terhadapnya."
"oh tidak begitu, dek. Justru saya yang paling bangga ke anak saya yang pertama. Karena dia, anak-anak saya yang lain bisa menjadi "orang". Dia bisa menyekolahkan adik-adiknya dari hasil bertani dari sawahnya yang sempit." si Ibu tersenyum bahagia.

Dari peristiwa itu aku berfikir, pekerjaan tidak seberapa dapat menghasilkan sesuatu yang tidak dapat dihitung berapa. Anak pertama si Ibu yang bertani itu lebih dari seorang Dokter yang pintar, lebih dari seorang Dosen yang cerdas, dan lebih dari mahasiswa-mahasiswa yang beruntung.



20091202

CHAIRIL SI BINATANG JALANG


Judul Buku : Aku Ini Binatang Jalang

Penulis : Chairil Anwar

Editor : Pamusuk Eneste

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan : Kelima Belas, Mei 2005

Jumlah Halaman : xiv + 111 halaman


Siapa yang tidak mengenal Chairil Anwar? Atau paling tidak, tahu kalimat “aku mau hidup seribu tahun lagi”. Chairil Anwar yang lahir 26 Juli 1922 di Medan ini merupakan sosok yang dianggap sebagai pelopor angkatan 45’. Chairil yang berpendidikan MULO walaupun tidak tamat ini berhasil menciptakan sajak-sajak yang memberikan ispirasi untuk generasi saat ini. Kumpulan sajaknya yang telah diketahui banyak orang, bahkan sampai diterjemahkan ke bahasa Inggris. Namun sayang, sosok yang mau hidup seribu tahun lagi ini meninggal diusia yang cukup muda karena penyakit TBC yang dideritanya. Walapun Chairil Anwar sudah tiada tapi karyanya tetap hidup.


Selama ini kita tidak bisa menemukan sajak-sajak Chairil Anwar dalam satu buku. Sebagian kita temukan dalam Deru Campur Debu (1966) , Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus (1981), Tiga Menguak Takdir (1950), Chairil Anwar Pelopor Angkatan 45 (1983), dan Kesustraan Indonesia di Masa Jepang (1975). Akan tetapi, sajak-sajak yang terdapat dalam berbagai buku itu sekarang disatukan dalam buku Aku Ini Binatang Jalan ini.


Sajak-sajak Chairil Anwar yang berbeda versi dalam setiap bukunya, dicantumkan dalam buku ini. Hal ini karena sulitnya menentukan mana versi yang lebih asli dan mana versi yang final menurut Chairil sendiri. Dengan dicantumkannya versi-versi sajak, diharapkan pembaca menjadi tahu adanya versi-versi sajak Chairil Anwar dan pembaca ikut menentukan mana di antara kedua versi itu yang lebih bagus. Seperti bait pertama sajak “Aku” dalam versi Deru Campur Debu yang berbunyi:


Kalau sampai waktuku

‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu

Tidak juga kau


sedangkan dalam versi Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus , sajak itu diawali dengan:


Kalau sampai waktuku

Kutahu tak seorang ‘kan merayu

Tidak juga kau


Sajak-sajak yang dimuat dalam koleksi ini hanyalah sajak-sajak asli Chairil Anwar, ditambah dengan dua buah sajak saduran. Sajak-sajak yang tadinya tanpa judul, dalam koleksi ini diberi judul yang btujuannya untuk memudahkan pengutipan. Surat-surat pendek Chairil Anwar kepada Jassin juga dimuat secara lengkap dalam koleksi ini. Sistematika yang dipakai dalam menyusun “Aku ini Bintang Jalang” disesuaikan dengan sistematika Jassin: sajak-sajak disusun secara kronologis. Dengan begitu, pembaca dapat melihat perkembangan sajak-sajak Chairil Anwar dari awal hingga akhir. Dengan sumber yang berasal dari buku-buku Chairil Anwar seperti Deru Campur Debu (1966) , Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus (1981), Tiga Menguak Takdir (1950), Chairil Anwar Pelopor Angkatan 45 (1983), dan Kesustraan Indonesia di Masa Jepang (1975).


Disertakan pula bibliografi Chairil Anwar dalam koleksi ini. Walaupun bibliografi ini belum lengkap karena belum semua tulisan mengenai Chairil Anwar dan karyanya tercakup di dalamnya. Mudah-mudahan ketidaklengkapan ini bisa dilengkapi nantinya seiring makin bertambahnya orang yang mencari dan menulis tentang Chairil Anwar maupun karnyanya.


Sudah sepatutnyalah setiap pencinta sastra Indonesia memiliki koleksi sajak penyair yang “mau hidup seribu tahun lagi” ini. Karena koleksi dalam buku ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi untuk hidup sampai seribu tahun lagi.

Bayi Kloning Pertama


Eve bayi perempuan hasil cloning pertama didunia kini berusia 5 tahun, sehat dan kini mulai menginjak pendidikan Taman Kanak Kanak di pinggiran kota Bahama.
Era manusia super mungkin bakal segera terwujud. Dunia tidak akan kekurangan stok manusia-manusia super genius sekelas Albert Einsten atau atlet handal sekelas Carl Lewis atauaktris sensual Jennifer Lopez. Manusia-manusia super itu bakalan tetap lestari di muka bumi. 100% sama persis, yang beda hanya generasinya.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya di bidang kedokteran telah menghilangkan ketidakniscayaan itu. Melalui teknologi kloning, siapapun bisa diduplikasi.
Menurut Antinori saat ini ada dua wanita lain yang juga sedang mengandung bayi hasil kloning, dengan usia kandungan 27 dan 28 minggu. Namun ia menolak bertanggungjawab atas proses pengklonan terhadap kedua wanita tersebut, walaupun ia bertindak sebagai penasehat.

Antinori adalah ahli kesuburan yang piawai. Ia telah mendeklarasikan keberhasilannya mengklon babi dan primata dan berhasil menerobos prosedur fertilitas konvensional dengan membuat seorang wanita hamil pada usia 62 tahun pada 1994.

Kebanyakan ilmuwan setuju, reproduksi manusia dengan cara kloning memang memungkinkan. Namun mereka menekankan, eksperimen seperti itu tidak bisa dipertanggungjawabkan karena tingginya resiko kematian dan gangguan pasca kelahiran.

“Upaya mengkloning manusia adalah tindakan tidak bertanggungjawab dan menjijikkan serta mengabaikan banyaknya bukti ilmiah dari 7 spesies mamalia yang sejauh ini sudah dikloning,” kata Rudolf Jaenisch, ahli kloning dari Massachusetts Institute of Technology.

Ilmuwan Roslin’s Institute, Ian Wilmut yang berperan dalam kelahiran Dolly menegaskan, kloning pada manusia amat mengejutkan karena jumlah kegagalan yang tinggi dan kematian pada bayi yang baru lahir.

Kloning pada binatang menunjukkan adanya kelemahan. Dolly, mamalia pertama yang berhasil dikloning terbukti menderita arthritis pada usianya yang masih muda.

Domba betina ini dikloning dengan teknik kloning transfer inti sel somatik (sel tubuh). DNA Dolly berasal dari sel tunggal yang diambil dari sel telur induknya yang kemudian difusikan dengan sel ‘mammary’ (sel kelenjar susu). Sel yang telah bergabung berkembang menjadi embryo yang kemudian ditanamkan pada biri-biri pengganti.

Walau dikatakan berhasil, prosedur kloning ini tidaklah sempurna. Diperlukan 227 percobaan sebelum akhirnya tercipta Dolly. Kloning pada manusia lebih rumit dengan resiko yang besar dan sangat potensial terjadi kesalahan. Para ilmuwan khawatir, penggunaan teknik ini pada manusia akan ‘memunculkan’ malformasi.

National Bioethics Advisory Commission mengemukakan, penggunaan binatang guna memahami proses-proses biologi seperti dalam kasus Dolly, memberikan harapan besar bagi kemajuan dunia medis di masa depan. Namun tidak ada pembenaran untuk riset dengan tujuan menghasilkan anak manusia melalui teknik ini.

Para ilmuwan juga amat risau dengan risiko medik dan ketidakpastian yang berhubungan dengan kloning manusia. Salah satu kekhawatirannya adalah jika seorang bayi di klon, maka kromosomnya akan cocok dengan usia donor. Misalnya seorang anak hasil kloning yang berusia 5 tahun akan tampak seperti berumur 10 karena mendapat kromosom dari donor berusia 5 tahun , dengan disertai risiko penyakit jantung dan kanker.

Resiko buruk juga mengintai para wanita yang memutuskan mengandung bayi kloning. Menurut ahli perkembangan embryo pada mamalia, Prof. Richard Gardner, para wanita tersebut beresiko terkena satu jenis kanker yang tidak biasa dan unik pada manusia, yang menyerang rahim, yaitu choriocarcinoma.

Mengacu pada berbagai resiko ini banyak negara melarang dilakukannya riset-riset kloning pada manusia. Presiden AS kala itu Bill Clinton mengeluarkan rekomendasi moratorium atau penghentian riset kloning manusia selama 5 tahun. Hampir semua agama juga melarang teknologi kloning pada manusia.

Namun selain memiliki sisi gelap, penelitian kloning pada manusia sebenarnya memberikan harapan bagi masa depan dunia kedokteran. Teknik kloning memungkinkan dokter mengidentifikasi penyebab keguguran spontan, memberikan pemahaman pertumbuhan cepat sel kanker, penggunaan sel stem untuk meregenerasi jaringan syaraf, kemajuan dalam penelitian masalah penuaan, genetika dan pengobatan.

Bertolak dari manfaat dan mudlaratnya teknologi kloning ini, agamawan, ahli politik, ahli hukum dan pakar kemasyarakatan perlu segera merumuskan mengenai aturan pemakaian teknologi kloning. Sebab ditangan ilmuwan ‘hitam’, kloning bisa menjadi malapetaka.
Klaim Clonaid, perusahaan Bioteknologi di Bahama, yang sukses menghasilkan manusia kloning pertama di dunia dengan lahirnya Eve, 26 Desember 2002 lalu makin mendekatkan pada impian tersebut. Walaupun ini masih sebuah awal.

Clonaid adalah sebuah perusahaan yang didirikan sekte keagamaan Raelians tahun 1997. Mereka mempercayai kehidupan di bumi diciptakan mahluk angkasa luar melalui rekayasa genetika.

Eve merupakan bayi pertama yang lahir dari 10 implantasi yang dilakukan Clonaid tahun 2002. Dari 10 implan, lima gagal. Empat bayi kloning lainnya akan dilahirkan tahun ini, bahkan bayi kloning kedua akan lahir minggu ini.

Clonaid berencana mengimplantasi 20 klon manusia Januari ini. Pada saat bersamaan, para ahli independen akan diundang untuk melihat prosesnya sehingga bisa menyaksikan bagaimana contoh kloning, pertumbuhan embryo dan implantansinya.

Soal kekhawatiran banyak pihak tentang ketidaksempurnaan hasil kloning pada binatang yang dijadikan model pada kloning manusia, Broisselier menandaskan, kedua prosedur itu tidak bisa dibandingkan. Masalah yang timbul pada kloning binatang merupakan hasil dari prosedur khusus yang digunakan ilmuwan untuk mereproduksi binatang. Jadi bukan pada proses kloningnya.

“Kami orang-orang serius dan bertanggungjawab karena ini berhubungan dengan masalah kemanusiaan. Kami memberikan hak dan pilihan pada orang tua untuk memilih anak-anak sesuai gen mereka. Jika dalam proses kloning, peneliti Clonaid mendeteksi adanya abnormalitas, janin akan digugurkan,” katanya.

Kelahiran Eve merupakan sebuah kejutan. Sebelumnya para ilmuwan bersiap menerima kelahiran bayi kloning pertama ‘karya’ dokter ahli kesuburan Italia, Dr. Severino Antinori, awal Januari 2003.

Seorang anggota kelompok Raelian, Brigitte Boisselier mengatakan, bukti ilmiah akan diajukan segera, jika saya tidak mengajukan bukti ilmiah, pasti Anda mengatakan saya telah mengarang cerita. Jadi satu-satunya cara adalah kami akang mengundang seorang pakar independen ke tempat orang tua bayi itu. Di sana ia bisa mengambil contoh sel dari bayi dan ibunya, untuk kemudian membandingkannya. Jadi, Anda akan mendapatkan bukti.

Raelian sejauh ini dikenal sebagai sekte agama yang percaya bahwa kehidupan di luar angkasa telah menciptakan kehidupan di bumi. Kelompok yang mendapat pengakuan resmi pemerintah negara bagian Quebec, Kanada, sebagai gerakan agama di tahun 1990-an ini mengklaim memiliki 55 ribu anggota di berbagai penjuru dunia, termsuk Amerika. Kelompok ini memilki sebuah taman yang terbuka untuk umum bernama UFOland, dekat Montreal.

KLONING terhadap manusia (Eve) merupakan sebuah keberhasilan para ilmuwan Barat dalam memanfaatkan sains yang akhirnya mampu membuat sebuah kemajuan pesat — yang telah melampaui seluruh ramalan manusia. Betapa tidak, cara ini dianggap sebagai jalan untuk memperbaiki kualitas keturunan: lebih cerdas, kuat, rupawan, ataupun untuk memperbanyak keturunan tanpa membutuhkan proses perkembangbiakan konvensional.

Revolusi Kloning Manusia ini semakin memantapkan dominasi sains Barat terhadap kehidupan manusia, termasuk kaum Muslim.

Apalagi, efek berikutnya dari perkembangan revolusi ini yaitu penggunaan dan pemanfaatannya akan selalu didasarkan pada ideologi tertentu. Bagi kaum Muslim sendiri, meskipun eksperimen ilmiah dan sains itu bersifat universal, dalam aspek penggunaannya harus terlebih dulu disesuaikan dengan pandangan hidup kaum Muslim.

Persoalan yang pertama adalah terkait dengan kontroversi adanya “intervensi penciptaan” yang dilakukan manusia terhadap “tugas penciptaan” yang semestinya dilakukan oleh Allah SWT. Dan persoalan yang kedua adalah bagaimana posisi syariat menghadapi kontroversi pengkloningan ini. Apakah syariat mengharamkan atau justru sebaliknya menghalalkan?



CICAK

Hari ini mungkin hari ke 55 bagi cicak yang pada 40 hari lalu masih berukuran tidak lebih dari kelingkingku..
Si cicak yang selalu melakukan kebiasaannya di kamarku pada saat jam-jam tertentu..
Cicak pun mempunyai kehidupan..
Belajar berbagi hidup dengan cicak, mempelajari tingkah laku cicak ..

Hari ini aku beri nama cicak itu "Dua Lantai"..